Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Mitra Konsultan Pendampingan Kualitas Pelayanan dan Optimalisasi Digital Pemasaran Pada UMKM Di Kota Bengkayang Manggu, Blasius; Beni, Sabinus; Silvester, Silvester
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i1.214

Abstract

Keterbatasan akan pengetahuan pelayanan terhadap konsumen hampir dapat dijumpai pada setiap usaha UMKM. Setiap usaha seharusnya punya kesadaran akan pentingnya pengetahuan pelayanan, karena mereka berhadapan langsung dengan konsumen. Setiap konsumen mempuyai latar belakang dan karakter yang berbeda beda, pemahaman inilah yang harus diketahui oleh para pelaku UMKM dalam operasional kesehariannya. Konsumen yang puas terhadap pelayanan dari para pelaku UMKM tentu merupakan pengalaman yang menjadikan referensi untuk dapat membeli ulang bahkan menjadikan promosi kepada siapapun jika membutuhkan informasi. Dalam dunia usaha kita dihadapkan dengan berbagai macam competitor competitor yang mempunyai keunggulan untuk dapat bersaing meraih pangasa pasar terutama konsumen yang bersegmentasi. Untuk meraih konsumen yang banyak tentu mempunyai strategi strategi yang dilakukan oleh pelaku usaha. Strategi ini tidak terlepas dari produk, tempat usaha, harga yang ditawarkan kepasar, promosi yang dijalankan selama ini. Dengan memaksimalkan strategi tentu akan membawa usaha kearah yang lebih baik, dapat berkembang, konsumennya bertambah dan laba yang didapat juga meningkat. Salah satu bagian dari usaha peningkatan yang harus dilakukan oleh para pelaku UMKM dikota bengkayang adalah dengan memaksimalkan promosi, terutama dalam hal pelayanan yang diberikan kepada konsumen, serta digitalisasi marketing. Pelayanan merupakan sauatu kegiatan atau serangkaian tidak berwujud yang timbul akibat interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal lain yang terafiliasi dengan perusahaan pemberi pelayanan yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang dialami oleh konsumen atau pelanggan. Kualitas pelayanan adalah ukuran ketidak cocokan tingkat pelayanan dengan harapan pelanggan. Oleh karena itu kualitas pelayanan harus diselenggarakan dengan melakukan komporomi secara konsisten dengan harapan pelanggan. Agar kualitas pelayanan dapat maksimal sesuai dengan harapan para pelangggan dan optimalisasi pemasaran digital untuk pelaku UMKM di kota Bengkayang maka akan dilakukan pendampingan. Pendampingan dilaksanakan dengan cara memberikan literasi pemahaman tentang pentingnya pelayanan yang baik kepada konsumen, antara mendampingi dalam literasi promosi, terutama berhubungan dengan digitalisasi.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN STEM BERBASIS ROBOTIK UNTUK GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PERBATASAN Saputro, Totok Victor Didik; Silvester, Silvester; Sadewo, Yosua Damas; Purnasari, Pebria Dheni; Cahyaningtyas, Christian; Atlantika, Yeremia Niaga
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v9i1.8207

Abstract

Di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terdapat berbagai tantangan dalam mengimplementasikan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di sekolah dasar. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan dalam penguasaan teknologi serta kurangnya pengalaman dalam menerapkan pembelajaran berbasis praktik. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada 60 guru sekolah dasar dalam memahami dan mengimplementasikan pembelajaran STEM berbasis robotic yang berfokus pada pelajaran matematika di sekolah dasar. Metode pendampingan yang digunakan adalah GAARANTUNG Coaching Model, yang mencakup tujuh tahap utama: Goal (penetapan tujuan), Aktual (analisis kondisi saat ini), Alternatif (pengembangan opsi tindakan), Rencana (perumusan rencana), Aksi (implementasi), Monitoring (pemantauan), dan Tindak Lanjut (evaluasi dan perbaikan). Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan guru terkait implementasi STEM di sekolah dasar serta kemampuan mereka untuk melakukan praktik langsung pembelajaran berbasis robotik. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah perbatasan, dengan memanfaatkan teknologi robotik untuk mengembangkan keterampilan STEM siswa secara lebih efektif.
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning pada Pembelajaran IPAS Kelas VA SDN 03 Bengkayang Barumanan, Yora Suspita; Silvester, Silvester
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 6, No 01 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v6i01.540

Abstract

Based on initial observations, students were less involved in discussions, rarely asked questions, and did not show enthusiasm for science learning. This affects student learning outcomes, which are below the KKM standard. Therefore, an innovative learning model is needed, such as Project-Based Learning (PjBL), which allows students to learn through projects that are relevant to real life. The type of research used is Classroom Action Research (CAR); the research was conducted on grade V students of SDN 03 Bengkayang. The data collection technique uses four main stages in each cycle: planning, action, observation, and reflection. The data analysis technique uses descriptive statistics by comparing learning outcomes between cycles. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that there is an increase in student interest in learning after following the learning implementation process using the PjBL model. In cycle I, the highest frequency is in the interest category, and in cycle II, it is in the very interested category. Furthermore, the percentage of interest based on the N-Gain calculation in cycle I can be seen from the highest frequency at 78.1%, entering the effective category; in cycle II, it reaches a percentage of 83.24%, entering the effective category
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas IV SDN 07 Sebalo Sani, Selpiana; Silvester, Silvester
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 6, No 01 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v6i01.532

Abstract

Reading ability is a basic foundation in the learning process. However, students' reading interest is often low. The purpose of this study was to describe the implementation of the School Literacy Movement (GLS) in improving the reading ability of fourth-grade students at SDN 07 Sebalo. GLS is a program initiated by the Ministry of Education and Culture to foster a culture of literacy in elementary schools. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include observation, interviews with class teachers, and documentation studies related to literacy activities in schools. This study will analyze the impact of literacy activities on improving students' reading ability. The results of the study showed that the implementation of GLS at SDN 07 Sebalo was carried out through three main stages, namely reading habits for 15 minutes before the lesson began, developing reading activities through reading corners in the classroom, and literacy activities integrated into learning. The results of this study are expected to provide recommendations for other schools to improve students' reading interest and ability.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas V SD Negeri 03 Bengkayang pada Mata Pelajaran IPAS Aprasela, Misel; Silvester, Silvester
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 6, No 01 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v6i01.529

Abstract

This study aims to describe students problem solving skills in solving story problems on water cycle material. Problem solving ability consists of 4 indicators, namely: 1) understanding the problem, 2) making a plan, 3) implementing the plan, 4) checking back. The research was conducted in the fifth grade of SD Negeri 03 Bengkayang. The sample in this study were 33 students, but the focus of this study was on subjects totaling 9 students. Data collection techniques using problem solving ability tests and interviews. Data analysis techniques in this study include data collection, data reduction, presenting data and verifying data. The results showed that of the number of fifth grade students, 8 students (24.2%) were in the high score category, 9 students (27.3%) were in the medium score category and 16 students (48.5%) were in the low score category. It can be seen from this study that the problem solving ability of students in the high score category has fulfilled 4 indicators of problem solving ability, namely indicators 1, 2, 3, 4. Students in the medium score category were able to fulfill 3 of the 4 indicators of students' problem solving ability, namely indicators 1, 2, 3. While students in the low score category were only able to fulfill 2 indicators of problem solving ability, namely indicators 1 2.
Hubungan Pengggunaan Media Pembelajaran dan Minat Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SDS AMKUR Bengkayang Jefri, Januarius; Silvester, Silvester
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Mei 2025
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v5i02.1364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media pembelajaran dan minat belajar dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDS AMKUR Bengkayang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson Product Moment, dan korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar, dengan koefisien korelasi 0,274 dan signifikansi 0,015 (< 0,05); (2) tidak terdapat hubungan signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar, dengan koefisien korelasi 0,079 dan signifikansi 0,488 (> 0,05); dan (3) secara simultan, penggunaan media pembelajaran dan minat belajar berkontribusi sebesar 6,3% terhadap hasil belajar, namun kontribusi tersebut tidak signifikan (signifikansi 0,083 > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia dan dapat menjadi rujukan untuk memperbaiki strategi pembelajaran di sekolah.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SD dengan Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Talking Stick Rigo, Ferensius; Silvester, Silvester
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 23 No. 2 (2025): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v23i2.18546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas I SD Negeri 02 Bengkayang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis talking stick. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan meliputi tes tertulis, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas IA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif berbasis talking stick dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Pada tahap pra-siklus, hanya 7 siswa (35%) yang mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 78. Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 11 siswa (55%) dengan rata-rata nilai 80. Pada siklus II, seluruh siswa (100%) mencapai ketuntasan dengan nilai rata-rata 93,5. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis talking stick efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas I SD Negeri 02 Bengkayang.
Pengaruh Pengetahuan Produk, Brand Image, Customer Experience, Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Pada Marketplace, Dengan Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Moderating (Studi Kasus Konsumen Kota Bengkayang) Manggu, Blasius; Beni, Sabinus; Silvester, Silvester
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v15i2.6434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana pengetahuan produk, citra merek, dan pengalaman pelanggan berpengaruh terhadap keputusan pembelian ulang di market place, dengan kepuasan konsumen sebagai faktor yang memoderasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang mengkaji status sekelompok manusia terhadap suatu objek, kondisi, atau sistem pemikiran pada saat ini. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk menyajikan deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta, sifat, serta hubungan antara fenomena yang sedang diteliti. Data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 41, dan mereka telah berbelanja di platform market place. Pengolahan data menggunakan SPSS Versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan produk, citra merek, dan pengalaman pelanggan memengaruhi keputusan pembelian ulang di marketplace. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa kepuasan dapat memoderasi keputusan pembelian ulang di market place konsumen di kota Bengkayang. Kata Kunci: Pengetahuan Produk, Citra Merek, Pengalaman Konsumen, Marketplace, Kepuasan Konsumen, Keputusan Konsumen.
Integrasi Nilai Budaya Lokal Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar Sumarni, Margaretha Lidya; Jewarut, Siprianus; Silvester, Silvester; Melati, Felisitas Viktoria; Kusnanto, Kusnanto
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1330

Abstract

Kemunculan budaya lokal yang terjadi secara turun-temurun dan terdapat arti yang dalam dibalik kehadirannya. Kearifan lokal merupakan salah satu sumber pengetahuan kebudayaan masyarakat yang terdapat dalam tradisi, sejarah, seni, agama dan dalam dunia pendidikan formal maupun informal. Pada umumnya hampir setiap kelompok yang ada dalam masyarakat memiliki nilai kearifan lokal masing-masing. Nilai budaya lokal pada umumnya terdapat pada kearifan lokal, dimana nilai budaya ini dilihat sebagai ide, kepercayaan, aturan dan unsur suatu materi. Ide meliputi hal-hal seperti nilai, intelektual, dan pengalaman. Penelitian ini mengkaji bagaimana nilai budaya lokal diintegrasikan pada proses pembelajaran di sekolah dasar, terkhususnya di sekolah dasar yang ada di Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menarasikan bagaimana integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran di sekolah dasar. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung di kelas, guru kelas SDN sembilan Rangkang berusaha sebisa mungkin menyisipkan pengetahuan akan budaya lokal. Dalam pembelajaran IPS biasanya lebih mudah mengintegrasikan nilai budaya lokal yang ada sehingga peserta didik mengetahui beragamnya kekayaan budaya di daerah. Guru kelas di SDS Amkur Bengkayang memaparkan bahwa pembelajaran dengan mengintegrasikan budaya lokal sudah terlaksana di kelas pada materi PKn, IPA, dan Mulok. Integrasi nilai budaya lokal pada proses pembelajaran di kelas sudah dilaksanakan oleh guru dengan berbagai strategi sehingga pengetahuan akan budaya lokal bisa diterima oleh peserta didik. Cara pengintegrasiannya melalui sisipan pengetahuan akan budaya lokal pada materi pembelajaran atau melalui contoh konkret yang diberikan oleh guru pada setiap pembelajaran.
Pengaruh Kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap Keterampilan Guru dalam Mengimplemtasikan Pembelajaran Berbasis Digital Silvester, Silvester; Sumarni, Margaretha Lidya; Saputro, Totok Victor Didik
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1697

Abstract

TPACKĀ (Technological Pedagogical Content Knowledge) adalah sebuah kerangka kerja yang menjelaskan bagaimana guru dapat mengintegrasikan teknologi dengan pengetahuan pedagogis dan pengetahuan konten dalam proses pembelajaran. Konsep ini membantu guru mengembangkan kemampuan untuk menggabungkan teknologi secara efektif dalam pengajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan, interaktif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap keterampilan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital. Kompetensi TPACK, yang mencakup integrasi teknologi, pedagogi, dan konten, dianggap penting dalam mendukung pembelajaran di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 44 guru Sekolah Dasar di Kabupaten Bengkayang. Analisis regresi dan uji ANOVA menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kompetensi TPACK dengan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital (F hitung = 322,682; p < 0,05). Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi TPACK meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan kompetensi TPACK melalui pelatihan dan dukungan teknologi yang berkelanjutan sangat diperlukan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan, terutama terkait pelatihan dan dukungan teknologi bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital.