Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN CAPAIAN PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL PENDIDIKAN ANTI KORUPSI UNTUK JENJANG SD DAN SMP DI KABUPATEN BENGKAYANG Saputro, Totok Victor Didik; Silvester, Silvester; Sumarni, Margaretha Lidya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32468

Abstract

Korupsi merupakan masalah yang signifikan yang menghalangi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini memerlukan integrasi pendidikan anti korupsi ke dalam kurikulum sekolah melalui integrasi pada mata pelajaran muatan lokal. Pendampingan ini bertujuan untuk menyusun capaian pembelajaran muatan lokal pendidikan anti korupsi khususnya pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pendampingan diikuti oleh tim penyusunan kurikulum muatan lokal pendidikan anti korupsi yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang. Pendampingan ini menggunakan model GROW Coaching yang terdiri dari 4 tahapan yaitu Goal, Reality, Options, dan Will. Perumusan capaian pembelajaran muatan lokal pendidikan anti korupsi ini memuat rasional mata pelajaran, tujuan mata pelajaran, karakteristik mata pelajaran, elemen, dan butir-butir rumusan capaian pembelajaran itu sendiri.
The influence of the environment, business capital and creativity of marketing strategies in increasing the competitiveness of UMKM in Bengkayang city Manggu, Blasius; Sabinus Beni; Silvester, Silvester; Kusnanto, Kusnanto
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition January - March 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The innovation of an MSME is of course to adapt in a dynamic environment, MSMEs are required to be able to create new assessments, new ideas and offer innovative products. To run an MSME, capital is one of the important supporting factors that is absolutely necessary to run a business. Sources of capital can be obtained from own capital, government assistance, financial institutions, both banks and non-bank financial institutions. Every MSME that competes in an industrial environment has the desire to be superior to its competitors. MSMEs MSMEs that have competence in the fields of marketing, products, innovation can be used as a source to achieve competitive advantage. Competitive advantage can be interpreted as a benefit strategy from MSMEs collaborating to create competitive advantages, so that they can dominate in new markets and markets. The aim of this research is to find out whether there is an environmental influence on the competitiveness of MSMEs, whether capital factors can influence the competitiveness of MSMEs, whether marketing strategy creativity can influence the competitiveness of MSMEs. The first stage in this research is identifying problems, related to environmental warfare, business capital and MSME marketing creativity. The aim of the research is to identify aspects that are closely related to problems in the environment, marketing capital and creativity, literature study, literature review both journals and texts book, data processing, feasibility study regarding aspects of the role of the environment, capital and marketing creativity, analysis, extent of data processing results research, make conclusions, based on research results and make suggestions. The output of this research is articles published in accredited national journals. This type of research is descriptive quantitative, validity and reliability tests to measure concepts, classical assumption tests to test data so that it meets the Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) criteria so that it can produce a valid estimator
Analisis Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Digital Silvester, Silvester; Purnasari, Pebria Dheni; Saputro, Totok Victor Didik; Jesica, Melania
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11: Special Issue No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i1.8281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital, yang ditinjau dari keterampilan, pemahaman, konsep dan pendekatan guru terhadap media digital dan penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif. Sumber data dalam penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan bersama responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yaitu reduction, data display, dan conclusion drawing. Keabsahan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian yang dilakukan di SDN 03 Bengkayang menunjukan bahwa pemahaman guru terhadap teknologi digital masih tergolong kurang mahir khususnya dalam menggunakan perangkat digital dan aplikasi digital. Dalam kegiatan pembelajaran para guru masih menggunakan media konvensional, belum mengimplementasikan media pembelajaran berbasis digital. Hal ini karena kemampuan, pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan perangkat dang aplikasi digital masih kurang.
Meningkatkan Logika Pemrograman Siswa SMK Melalui Pelatihan Pengenalan Flowchart dan Pseudocode Cahyaningtyas, Christian; Mira, Mira; Gudiato, Candra; Silvester, Silvester
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.673

Abstract

SMK Negeri 1 Bengkayang merupakan salah satu SMK yang berlokasi di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Salah satu jurusan di sekolah tersebut adalah jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak adalah kemampuan memahami dan membangun logika pemrograman secara benar. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan pelatihan pengenalan flowchart dan pseudocode sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir logis serta sistematis. Adapun kegiatan pelatihan pengenalan flowchart dan pseudocode telah berjalan dengan baik dan lancar serta kegiatan tersebut juga telah mencapai tujuan yang diharapkan. Siswa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keterkaitan antara pseudocode dan flowchart yang dapat digunakan sebagai dasar dari perancangan program. Dengan mengkombinasikan antara teori dan praktik secara langsung menggunakan bantuan aplikasi berbasis website, maka proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan mudah dipahami. Selain itu Feedback  yang diberikan oleh siswa menunjukkan respons yang sangat baik dan positif. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan ini dinilai sangat menarik, mudah dipahami dan sangat bermanfaat bagi siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak untuk meningkatkan logika pemrograman.
Design of short-video-based microlearning for enhancing elementary students’ digital literacy Silvester, Silvester; Saputro, Totok Victor Didik; Purnasari, Pebria Dheni; Sadewo, Yosua Damas; Kusnanto, Kusnanto
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2025): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpip.v18i1.91011

Abstract

This study analyzes the design of short-video-based microlearning developed by elementary school teachers to strengthen students’ digital literacy in Bengkayang Regency, West Kalimantan. Qualitative case study design was employed in four elementary schools, with data collected through interviews, observations, and documentation and analyzed using Miles and Huberman’s interactive models. The findings show that teachers were able to design microlearning creatively despite limitations in infrastructure and digital devices. The instructional designs focused on a single core concept within a duration of 1–5 minutes and integrated visual, audio, and text elements to support students’ conceptual understanding. Teachers used accessible applications such as Canva, CapCut, and KineMaster and implemented videos through various strategies, including flipped classrooms, introductory activities, and contextual documentation of school activities. The implementation of microlearning proved effective in enhancing students’ focus, engagement, and digital literacy skills, particularly in critically and responsibly interpreting digital information. However, teachers still faced challenges related to unstable electricity and internet access, limited devices, and constraints in video-editing skills. Overall, short-video-based microlearning is an effective and adaptive strategy to support the implementation of the Kurikulum Merdeka in border-area schools and offers an innovative solution for strengthening digital learning in elementary education.
Pendampingan Optimalisasi Komunitas Belajar untuk Meningkatkan Literasi Digital Guru Sekolah Dasar Silvester, Silvester; Saputro, Totok Victor Didik; Cahyaningtias, Christian; Sadewo, Yosua Damas
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nqq32f38

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru memiliki literasi digital yang memadai agar mampu mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam pembelajaran. Namun, di wilayah 3T seperti Kabupaten Bengkayang, kompetensi digital guru masih rendah akibat keterbatasan sarana dan pendampingan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran Komunitas Belajar Gema Ceria di SDN 03 Bengkayang sebagai wadah kolaboratif untuk meningkatkan literasi digital guru sekolah dasar. Program dirancang menggunakan model Goal–Reality–Options–Will (GROW) yang melibatkan 20 guru, terdiri atas 14 guru kelas dan 6 guru mata pelajaran. Pendampingan meliputi pelatihan literasi digital berbasis kebutuhan, penggunaan aplikasi pembelajaran inovatif, dan pembuatan media Augmented Reality (AR) berbasis Assemblr EDU. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata literasi digital guru dari 2,8 menjadi 4,3, dengan peningkatan tertinggi pada aspek integrasi teknologi dalam pembelajaran. Guru berhasil menghasilkan empat produk media AR bertema Sistem Tata Surya, Struktur Tumbuhan, Bangun Ruang Sederhana, dan Sejarah, yang diuji coba secara terbatas di kelas. Selain itu, frekuensi pertemuan komunitas belajar meningkat dari satu kali menjadi tiga kali per bulan, menandakan tumbuhnya budaya kolaboratif dan reflektif. Dengan demikian, model pendampingan GROW terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi literasi digital guru serta memperkuat ekosistem pembelajaran digital yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan di sekolah dasar wilayah perbatasan. Optimizing Learning Communities through Mentoring to Improve Elementary School Teachers’ Digital Literacy Abstract The development of digital technology demands that teachers possess adequate digital literacy to effectively integrate technology into the learning process. However, in remote and underdeveloped regions such as Bengkayang Regency, teachers’ digital competence remains low due to limited facilities and lack of mentoring. This Community Service Program aims to optimize the role of the Gema Ceria Learning Community at SDN 03 Bengkayang as a collaborative platform to enhance the digital literacy of elementary school teachers. The program was designed using the Goal–Reality–Options–Will (GROW) model and involved 20 teachers, consisting of 14 classroom teachers and 6 subject teachers. The mentoring activities included needs-based digital literacy training, the use of innovative learning applications, and the development of Augmented Reality (AR) media using Assemblr EDU. Evaluation was conducted both quantitatively and qualitatively. The pre-test and post-test results showed an increase in the teachers’ average digital literacy score from 2.8 to 4.3, with the highest improvement in the aspect of technology integration in learning. Teachers successfully created four AR media products on the themes of the Solar System, Plant Structure, Simple Geometry, and History, which were tested in classroom settings. In addition, the frequency of learning community meetings increased from once to three times per month, indicating the growth of a collaborative and reflective culture. Thus, the GROW mentoring model proved effective in improving teachers’ digital literacy competence and strengthening an adaptive, collaborative, and sustainable digital learning ecosystem in elementary schools located in border areas.