Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kegiatan Sosialisasi dan Penyeluhan Kesehatan : Pendemonstrasian dan Sosialisasi Kebencanaan SDN 1 Punggul Sidoarjo Arkha Rosyaria Badrus; Nurul Fathiyyah; Rakhmalia Imeldawati; Ainun Ganisia; Miftahul Khairoh; Shinta Nur Rochmayati; Kholifatul Ummah; Alief Ayu Purwitasari
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i1.102

Abstract

Indonesia, sebagai negara dengan tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi, menjadikan upaya kesiapsiagaan sebagai prioritas nasional. Kabupaten Sidoarjo, dengan karakteristik geografis dan demografisnya, juga rentan terhadap berbagai ancaman bencana lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan terkait tanggap bencana yang dilaksanakan di SDN Punggul 1 Sidoarjo. Metode pelaksanaan meliputi pengembangan materi adaptif, pembelajaran interaktif, simulasi rutin, pembentukan tim siaga bencana sekolah, sosialisasi kepada orang tua, penyediaan sarana prasarana darurat, dan integrasi dalam kegiatan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman siswa, guru, dan staf mengenai jenis-jenis bencana, tanda peringatan dini, dan tindakan yang diperlukan. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran akan risiko bencana, keterampilan praktis evakuasi dan pertolongan pertama, kesiapsiagaan individu dan kolektif, serta penguatan kapasitas tim siaga bencana sekolah. Pengetahuan dengan sarana prasarana darurat juga meningkat. Kegiatan ini berkontribusi positif dalam membentuk komunitas sekolah yang lebih siap, aman, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana. Evaluasi pasca-kegiatan melalui kuis, observasi simulasi, dan umpan balik peserta mengkonfirmasi efektivitas intervensi ini sebagai landasan pengembangan program kesiapsiagaan bencana di tingkat sekolah.
Efektivitas Seduhan Jahe Merah Terhadap Penurunan ISPA Balita Usia 1-5 Tahun Pasca Kejadian Bencana Banjir di Desa Blimbing Kecamatan Brondong Lamongan Purwitasari, Alief Ayu; Rosyaria, Arkha
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 1 No 1 (2023): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v1i1.493

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau disebut ISPA yaitu infeksi virus yang rentan menginfeksi balita (usia 0 – 5 tahun) dan merupakan salah satu penyebab kematian pada balita di dunia. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini antara lain untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat ISPA sebelum dan sesudah pemberian seduhan jahe merah pada balita usia 1-5 tahun, serta untuk mengetahui efektivitas pemberian seduhan jahe merah terhadap penurunan ISPA pada balita usia 1-5 tahun. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas Seduhan Jahe Merah Terhadap Penurunan Ispa pada Balita Usia 1-5 Tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pra Eksperimental dengan desain Pretest dan Postest Without Control yang artinya peneliti hanya melakukan intervensi pada satu kelompok tanpa pembanding. Keefektifan perlakuan dapat dinilai dengan cara membandingkan nilai pretest dengan postest (Heriyanto, 2017:80). Dalam penelitian ini, populasinya yaitu ibu dengan balita usia 1-5 tahun yang terkena ISPA di Desa Blimbing yakni sebanyak 97 balita. Sampel diperoleh dengan teknik proportionet random sampling dengan rumus lemeshow sehingga ditemukan jumlah sampel sebanyak 39. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada efektivitas pemberian seduhan jahe merah terhadap penurunan ISPA pada balita usia 1-5 tahun dengan Uji Wilcoxon sebagai pengujian datap 0,35 > nilai α 0,05. Kesimpulan penelitian diketahuibahwa 39 responden yang terdiri dari 21 responden berjenis kelamin laki – laki dan 18 responden berjenis kelamin perempuan dengan kelompok umur 1-2 tahun sebanyak 9 responden, kelompok umur 3 – 4 tahun sebanyak 27 responden dan kelpmpok umur 5 tahun sebanyak 3 responden. Ada efektivitas pemberian seduhan jahe merah terhadap penurunan ISPA balita usia 1-5 tahun di Desa Blimbing.
PERAN ORANG TUA MELALUI SOTH SEBAGAI UPAYA PENGENALAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ANAK USIA DINI Badrus, Arkha Rosyaria; Ummah, Kholifatul; Khairoh, Miftahul; Purwitasari, Alief Ayu; Ganisia, Ainun; Imeldawati, Rakhmalia; Fathiyyah, Nurul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pendidikan kesehatan reproduksi pada anak usia dini dirasa diperlukan dikarenakan adanya perubahan kebutuhan yang terus berubah, selain itu dianggap akan berdampak positif pada saat kehidupan remaja (S. Handayani et al., 2019).  Anak usia dini perlu mengetahui tentang dirinya dan alat kelaminnya, apa saja yang perlu dilindungi, dan bagaimana mereka dapat memberikan perlindungan sejak dini dari pihak-pihak yang akan melakukan kekerasan seksual. Selain itu, anak harus memiliki karakter yang kuat agar terhindar dari penyimpangan seksual (Soesilo, 2021). SOTH adalah singkatan dari Sekolah Orang Tua Hebat, yaitu program pengasuhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak.  hasil penelitian tersebut menunjukkan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden terhadap Peran Orang Tua dalam Upaya Pengenalan Kesehatan Reproduksi Pada Anak Usia Dini setelah dilakukan Sekolah Orang Tua Hebat yakni sebanyak 78,6% responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 22 orang, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup yakni sebanyak 6 orang 21,4%.  Adanya kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) ini dapat memberikan edukasi seks sejak dini bertujuan untuk memberikan informasi dan mengenalkan kepada anak bagaimana ia harus menjaga dan melindungi organ tubuhnya dari orang yang berniat jahat terhadap dirinya.
Maternal Reproductive Health Indicators and Their Correlation with Low Birth Weight: Evidence from a Community-Based Cohort at Pasean-Pamekasan Health Center Badrus, Arkha Rosyaria; Khairoh, Mifftahul; Purwitasari, Alief Ayu; Fathiyyah, Nurul; Mulyadi, Jesica
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 5, No 1 (2026): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v5i1.34053

Abstract

Introduction: Low birth weight (LBW) is a major cause of neonatal morbidity and mortality in developing countries. This study analyzed the relationship between maternal reproductive health indicators and LBW incidence at the Pasean Health Center, Pamekasan.Method: A prospective cohort study was conducted on 72 third-trimester pregnant women followed until delivery. Data on maternal age, interpregnancy interval, nutritional status, and antenatal care (ANC) visits were obtained through interviews and anthropometric measurements. Infant birth weight was measured within 24 hours postpartum. Logistic regression analysis was used with a 5% significance level.Results: The prevalence of LBW was 15.3%. Maternal age 20 years significantly increased the risk of LBW (AOR=2.45; 95% CI: 1.18–5.07; P=0.016), while short interpregnancy interval (24 months) also showed a significant effect (AOR=1.87; 95% CI: 1.02–3.45; P=0.042). Poor maternal nutritional status emerged as the strongest predictor (AOR=3.12; 95% CI: 1.58–6.15; P=0.001).Conclusion: These results highlight the importance of improving maternal nutrition, ensuring adequate birth spacing, and delaying early pregnancies. Strengthening primary health care interventions focusing on preconception and antenatal nutrition is essential to reduce LBW and improve neonatal health outcomes. Keywords: Antenatal care, low birth weight, maternal nutrition, pregnancy interval, reproductive health
Analisis Faktor Aksesibilitas dan Dukungan Masyarakat untuk Keberhasilan Program Skrining Sifilis pada Wanita Hamil Badrus, Arkha Rosyaria; Khairoh, Miftahul; Kwarta, Cityta Putri; Purwitasari, Alief Ayu
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3208

Abstract

Background: Syphilis screening during pregnancy is a critical strategy to prevent adverse outcomes for mothers and newborns. However, in rural areas, the success of screening programs is often influenced by structural barriers and poorly addressed social support systems. Objective: This study aimed to analyze the determinants of successful syphilis screening among pregnant women in Pakong District, Pamekasan, with an emphasis on service accessibility and community support. Methods: This study employed a sequential explanatory mixed methods design. The study population was all pregnant women in the Pakong Community Health Center (Puskesmas) working area from January to December 2024, with a sample of 1,552 respondents drawn using total population sampling. The quantitative phase used a cross-sectional approach analyzed using binary (bivariate and multivariate) logistic regression. The qualitative phase involved in-depth interviews with pregnant women, midwives, and laboratory staff. Thematic analysis was conducted to explain the quantitative findings. Results: Qualitative results indicated that service accessibility and community support were the main determinants of successful screening. Qualitative findings revealed that service accessibility and community support were determinants of successful syphilis screening in rural settings. Conclusion: Strengthening physical access, ensuring the continuity of laboratory services, empowering community cadres, increasing family involvement, and reducing stigma are crucial to increasing the effectiveness and sustainability of syphilis screening programs.
The Correlation of Progressive Muscle Relaxation (PMR) with Massage and Aromatherapy on Reducing Menstrual Pain Intensity (Primary Dysmenorrhea) among Female Students Badrus, Arkha Rosyaria; Khairoh, Miftahul; Purwitasari, Alief Ayu; Anggraeni, Novi; Kwarta, Cityta Putri
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 18 No 1 (2026): EMBRIO: Jurnal Kebidanan
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v18i1.10728

Abstract

Primary dysmenorrhea is one of the most common reproductive health problems experienced by adolescent girls, characterised by lower abdominal pain caused by excessive uterine contractions without any organic abnormalities. High menstrual pain intensity negatively affects learning concentration, school attendance, and overall quality of life. Non-pharmacological management approaches, such as Progressive Muscle Relaxation (PMR), massage, and aromatherapy, are considered safe and effective methods for reducing pain intensity through mechanisms including muscle relaxation, endorphin release, and parasympathetic nerve stimulation. This study aimed to evaluate the effectiveness of combining PMR, massage, and aromatherapy in reducing menstrual pain intensity among female students at Dr. Soetomo High School, Surabaya. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group was employed. A total of 60 respondents were selected using purposive sampling and divided into 2 groups: the intervention group (PMR + massage + aromatherapy) and the control group (health education). Menstrual pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data were analysed using a Paired t-test for within-group comparisons and normality tests to assess data distribution. The results showed a significant reduction in pain intensity in the intervention group compared with the control group (p equals 0.001). The median score in the intervention group decreased from 7.0 to 3.0, while the control group showed no significant change (p equals 0.216). The combined intervention demonstrated a large effect size (r equals 0.72), indicating a strong influence on pain reduction. Conclusion: The combination of PMR, massage, and aromatherapy is effective in reducing primary dysmenorrhea and can be recommended as a safe, affordable, and practical complementary therapy for adolescents.