Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Dinamika Perubahan Regulasi Perseroan Terbatas Menurut Undang-Undang Cipta Kerja Dan Problematika Dalam Penerapannya Bagi Notaris Ardania, Vidya Devia; Gupita, Febria; Damayanti, Suci; Savira, Karina Amanda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.14702

Abstract

Notaris merupakan kepanjangan tangan negara yang berwenang untuk membuat produk hukum berupa akta otentik. Hal ini diatur dalam Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris. Salah satu akta Notaris adalah akta pendirian perseroan terbatas yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas karena saat ini terdapat aturan baru mengenai pengaturan perseroan terbatas perorangan maka Notaris harus mendasarkan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (disebut juga UUCK). Karena kehidupan masyarakat yang sangat dinamis maka Notaris juga harus selalu mempelajari dan menyesuaikan diri terhadap aturan-aturan baru yang menjadi dasar Notaris agar selalu mengikuti perkembangan zaman. Karena pada dasarnya terdapat adagium hukum “het recht hinkt achter de feiten aan” yang artinya: hukum akan selalu tertinggal di belakang perkembangan zaman, akan tetapi hukum itu bersifat memfasilitasi atau menjembatani perkembangan zaman saat ini dan peradaban di masa depan bukan malah berjalan statis (stagnan). Oleh karena itu, DPR dan Presiden mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas membuka peluang usaha dan investasi. Disamping ada kelemahan pasti ada kekurangannya yang menjadi problematika karena saat ini pendirian perusahaan perseorangan bisa dilakukan tanpa akta notaris, padahal akta notaris dapat memberikan kepastian hukum bagi para pendirinya. Adanya pembaharuan regulasi mengenai perseroan perorangan mengubah ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas mengenai pendirian badan hukum dapat dilakukan oleh satu pihak dan tanpa ada minimal modal di setor (diserahkan kepada pendiri atau berdasarkan kesepakatan para pendiri) mengubah ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Jabatan Notaris mengenai akta pendirian badan hukum dengan kriteria tertentu dapat dilakukan oleh Pemerintah melalui registrasi elektronik tanpa melalui akta notaris.
Pengalaman Mahasiswa Ubsi Dalam Berbelanja Di Online Shop: Studi Fenomenologi Pada Perilaku Konsumtif Di Era Digital Aprita, Yessica Mega; Nuraeni, Yuni Siti; Damayanti, Suci; Irawati, Dwi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.14703

Abstract

Fenomena e-commerce yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah mempengaruhi cara mahasiswa berbelanja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengkaji pengalaman mahasiswa Program Studi Manajemen UBSI dalam berbelanja di online shop. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana kemudahan dan promosi yang ditawarkan oleh platform e-commerce mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa. Melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa yang aktif berbelanja online, temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun belanja online memberikan kemudahan akses dan peluang hemat biaya, ia juga mendorong perilaku konsumtif impulsif. Faktor-faktor seperti domisili, frekuensi pemberian uang saku, serta pengaruh iklan berperan signifikan dalam pola konsumsi mahasiswa. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi mahasiswa, pengelola online shop, dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam mengelola perilaku konsumtif di era digital