Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Tujuan Beribadah: Suatu Kajian Pengalaman Ibadah Maria dari Betani Berdasarkan Yohanes 12:1-12 Jhoni Lagun Siang; Stimson Hutagalung; Rudolf Weindra Sagala; Rolyana Ferinia
Tumou Tou Vol. 10 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/tt.v10i1.1066

Abstract

The purpose of this study was to determine the purpose of worship based on John 12:1-12. The method used in this article is literary research or literature with a descriptive approach. As Christians the purpose of our worship is to glorify God's name, God-centered worship should be where God is glorified, regardless of the human factor. The purpose of worship is not only to receive blessings from God, but also to give offerings to God.
Mengidentifikasi Tuhan dalam Mazmur 23 melalui Lensa Praksis Samardi Aruan; Rudolf W Sagala; Bartelomeus Diaz Nainggolan
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 3, No 2: Juni 2022
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55884/thron.v3i2.53

Abstract

Psalm 23 received significant attention from various groups. Thoughts or interpre-tations related to the western world do not touch on a particular context, especially Indonesia. Minahasa, as an indigenous person in Indonesia, has a different background from the setting and context of Psalm 23. For example, the term shepherd, the main focus of some of the author's interpretations, has nothing to do with the Minahasa context. Therefore, it is essential to formulate and display texts in a local frame by presenting God as the center of study. However, the term 'God' is a joint global discussion and is considered 'opo empung' in Minahasa. This article attempts to present God in Psalm 23 appropriately in the Minahasa context using a qualitative method. As one of the formulations of contextual theology by Stephen Bevans, the praxis model directs the analysis and description of God in Psalm 23, which can be practiced in Minahasa society. In the first part, Minahasa emic traditions and knowledge about God will be shared descriptively. Second, the knowledge of God in Psalm 23 will be presented and practiced in the Minahasa context. This article uses books, journals, interviews, and other academic sources as primary references. In the end, the religious values in the background of Psalm 23 contain much knowledge that can be practiced in the Minahasa 'opo empung' context.   AbstrakMazmur 23 mendapat perhatian besar dari berbagai kalangan. Pemikiran atau interpretasi dunia barat terkait tidak menyentuh konteks tertentu, khususnya Indonesia. Minahasa, sebagai suku asli di Indonesia, memiliki latar belakang yang berbeda dengan latar dan konteks Mazmur 23. Misalnya, istilah gembala sebagai fokus utama dari beberapa interpretasi penulis tidak ada hubungannya dengan konteks Minahasa. Oleh karena itu, penting untuk merumuskan dan menampilkan teks dalam bingkai lokal dengan menghadirkan Tuhan sebagai pusat kajian. Istilah 'Tuhan', bagaimanapun, adalah diskusi umum untuk konteks global, dan dianggap sebagai 'opo empung' di Minahasa. Artikel ini mencoba menghadirkan Tuhan dalam Mazmur 23 secara tepat dalam konteks Minahasa dengan menggunakan metode kualitatif. Model praxis, sebagai salah satu rumusan teologi kontekstual karya Stephen Bevans, mengarahkan analisis dan deskripsi Tuhan dalam Mazmur 23 yang bisa dipraktikkan di masyarakat Minahasa. Di bagian pertama, tradisi dan pengetahuan emik Minahasa tentang Tuhan akan dibagikan secara deskriptif. Kedua, pengetahuan tentang Tuhan dalam Mazmur 23 akan disajikan dan dipraktikkan dalam konteks Minahasa. Artikel ini menggunakan buku, jurnal, wawancara, dan sumber akademik terkait lainnya sebagai referensi utama. Pada akhirnya, nilai-nilai ketuhanan dalam latar belakang Mazmur 23 mengandung banyak pengetahuan yang dapat dipraktikkan dalam konteks 'opo empung' Minahasa.  
SILSILAH YESUS KRISTUS, ANAK DAUD, ANAK ABRAHAM BERDASARKAN MATIUS 1:1 DARI SUDUT PANDANG BIBLICAL DAN HISTORICAL Janes Sinaga; Juita Lusiana Sinambela; Rudolf Weindra Sagala; Raden Deddy Kurniawan
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v4i1.1043

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah agar setiap orang Kristen memahami keberadaan Yesus Kristus sebagai Mesias atau Juruselamat, denga napa yang dituliskan pada Kitab Matius. Melalui kitab Matius 1:1 dipaparkan mengenai silsilah Yesus Kristus sebagai anak Daud dan Anak Abraham. Sepintas seakan-akan itu hanya sebuah informasi bagi setiap pembaca, namun di dalamnya ada makna teologis dan historical mengenai silsilah tersebut. Kitab Matius pada zamannya ditujukan kepada orang Yahudi. Pemaparan mengenai silsilah Yesus kristus dalam Kitab Matius sangat penting bagi orang Yahudi, untuk mengetahui keakuratan asal usul Yesus dan Apakah Yesus layak untuk dihormati atau mendapat tempat bagi orang Yahudi. Pada zaman Kristen modern dan Yahudi hal ini penting untuk mengetahui apakah benar Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dalam perjanjian Daud dan Abraham, sehingga menolak keraguan kemesiasan Yesus sebagai Raja alam semesta dan tempat keimanan kita digantungkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendapatkan sumber daftar Pustaka, Alkitab, buku-buku dan jurnal, yang dipaparkan secara deskriptif untuk mendapatkan informasi dan pemahaman yang tempat mengenai Yesus Kristus sebagai Anak Daud dan Anak Abraham.
Meningkatkan Pertumbuhan Rohani Melalui Penerapan Program Pemeliharaan Anggota Jemaat: Sebuah Kajian di Lingkungan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Denny Austin Panjaitan; Rudolf Wendra Sagala; Alvyn C. Hendriks; Janes Sinaga
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v5i2.200

Abstract

Ditemukan bahwa gereja kehilangan anggota jemaatnya, baik anggota lama maupun anggota yang baru bergabung. Hal ini terjadi kurangnya program pemeliharan terhadap anggota jemaatnya. Jiwa-jiwa (anggota) jemaat di dalam gereja-Nya perlu dijaga dan dipelihara, karena pemeliharan dapat meningkatkan pertumbuhan rohani mereka serta Anda memiliki tanggung jawab untuk mengkhotbahkan Injil kepada generasi berikutnya. Jika mereka tidak dirawat dan dipelihara dengan baik maka kemungkinan besar mereka akan hilang. Pendekatan yang dapat dilakukan oleh penatua gereja adalah melalui program pemeliharaan yaitu dengan ada proyek, pelatihan, motivasi, pelaksana, promosi, pelatihan dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah agar melalui program pemeliharan yang dilakukan oleh gereja maka akan meningkatkan pertumbuhan rohani dan menuntun anggota jemaat dapat lebih setia dalam iman dan kehadiran dalam ibadah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan yang luas kepada gereja dalam membangun dan menjalankan program-program pemeliharaan jemaat.
Anatomi Ailments menurut 2 Timotius 4:5 Berkontribusi bagi Pelayanan Gereja Gmahk di Sabah Nelson Llames; Rudolf Sagala
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13024

Abstract

Masyarakat Sabah yang unik dari aspek penduduk peribumi yang majmuk dan pelbagai dari sudut etnik, budaya, tradisi dan bahasa merupakan keistimewaan bagi penduduk pribumi yang tinggal di Sabah namun, akan menjadi lebih rumit dalam dinamika kepadatan yang semakin bertambah dan berlaku pertembungan masyarakat antarabangsa yang meliputi kepelbagaian bangsa juga etnik, adat, bahasa dan kepercayaan yang pasti memberi kesan identifikasi masyarakat tempatan dalam jangka masa panjang. Kedudukan kepulauan Borneo yang dikelilingi laut dan pulau-pulau kecil negara jiran menjadikan Sabah mudah dimasuki kerana keluasannya. Pengaruh dan tekanan luaran yang menghambat budaya dan tradisi pribumi mengubah bentuk pola hidup dan pola pikir masyarakat untuk terus maju ke hadapan atas kelemahan pemimpin dan penguatkuasaan pengawalan kemasukan warga asing. Tanpa diduga, ‘ailments’ telah menyeruak ke dalam masyarakat yang terkait dengan kepercayaan agama dan kepemimpinan dalam pelayanan gereja. Penelitian ini akan membahas tentang ailments di dalam konteks surat 1 dan 2 Timotius dan mendapatkan pengertian apa yang dapat dipelajari dari surat 2 Timotius 4:5 sehubungan dengan pengaruh ailments dalam jemaat gereja yang dapat berkontribusi bagi GMAHK di Sabah, Malaysia. Bentuk penelitian dalam artikel ini adalah penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini melakukan kajian terhadap sumber-sumber pustaka dan menguraikannya dalam sebuah kerangka uraian. Dapatan penelitian ini, mengenalpasti ‘ailments’ penyakit yang menyerang jemaat yang dilayani berbentuk pengajaran sesat, Etika semasa beribadah, Perdebatan atau pertengkaran, Cinta akan Uang, Kejatuhan moral dan spiritual(Stimson Hutagalung & Ferinia, 2020) di zaman akhir dan menjelaskan bagaimana langkah mengatasinya melalui cara penguasaan diri, bersabar dalam penderitaan, komitmen dalam memberitakan injil dan memastikan tugas pelayanan yang diterima dapat diselesaikan sebagai hamba Tuhan.
Metode Penyembuhan Melalui Ajaran Pembenaran Oleh Iman Richard Jimmy Irawan; Rudolf W. Sagala; A. Hendriks; Rolyana Ferinia
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7785487

Abstract

The purpose of this research is to find out how the healing method that Jesus used during His ministry in this world, and to examine the relevance of His healing method in today's times, and to analyze the extent to which the doctrine of justification by faith is able to provide a solution for healing the diseases for church members and also as a tool to prevent the church members from disease. This research is a writing that is produced through a literature review by researchers who are described descriptively. Through this research it was found that the method that Jesus used during His ministry shows that the faith of the sufferer determines his healing, not only physically but also mentally and spiritually. The relevance of the healing method that Jesus used in the New Testament era to today is still very influential which is mixed through the doctrine of justification by faith. The doctrine of Justification by faith is not only able to heal sufferers but is also effective in preventing church members from suffering from any illness
The Function of Leadership and Work Motivation on the Performance of Literature Evangelists within the Organizational Scope of the Seventh-day Adventist Church Zwarsa Silalahi; Rudolf Weindra Sagala; Alvyn C. Hendriks
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i3.2482

Abstract

Literature is a word that refers to print media or online media whose purpose is as a medium of communication to convey news or general knowledge information to mankind. This ministry is engaged in the dissemination or distribution of spiritual print media in the form of tracts, magazines, health books and spiritual books with the sole aim of spreading the everlasting gospel throughout the world. To distribute such books need evangelist literature. Literature Evangelists are the ones who are at the forefront of this evangelistic ministry because they are the ones directly involved in interacting with the community, so they need to have a spirit of good performance and full of submission to God. However, the reality is that the Literature Evangelist Service has not been running effectively and efficiently. This research uses qualitative methods by analyzing and concluding the data obtained related to research. The purpose of this study was to determine the influence of leaders in improving the performance of literature evangelists and literature evangelists who have the right motivation to be involved in literature evangelism services. In doing a job a person needs one or more motivations that can be the spirit or basis for doing a job. Strong motivation will encourage someone to be able to do his job well. In this case the leader has the responsibility to provide motivation in improving the performance of literature evangelists.
Karakteristik Kepemimpinan Kristen Melalui Keteladanan Yesus Dalam Melayani Berdasarkan Markus 10: 43-45 Misdon Silalahi; Rudolf Weindra Sagala; Alvyn C. Hendriks; Janes Sinaga
Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso Vol 8 No 1: Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso - Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33856/kerusso.v8i1.272

Abstract

Every human being is a leader, at least leading themselves. Leadership is a responsibility entrusted to them by a community or an organization. In addition to having the ability and skill, a leader is also expected to have good characteristics. This research uses qualitative methods through literature study. The purpose of this research is to encourage every leader to emulate the leadership of Jesus, which is servant leadership as described in the book of Mark 10:43-45. In Christian leadership, it is expected to have the characteristic of servant leadership, which can be exemplified through the leadership of Jesus Christ. Serving is part of the existence and purpose of human life, and since humans are created to serve God, it can be done in a life of mutual service with the aim of bringing glory to Him. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Setiap manusia adalah seorang pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan adalah sebuah tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya melalui komunitas maupun sebuah organisasi. Selain seorang pemimpin harus memiliki kemampuan maupun kemahiran, seorang pemimpin juga diharapkan memiliki karakteristik yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah agar setiap pemimpin meneladani kepemimpinan Yesus, yaitu kepemimpinan yang melayani seperti yang terdapat dalam kitab Markus 10:43-45. Dalam kepemimpinan Kristen diharapkan memiliki karakteristik kepemimpinan yang melayani, kepemimpinan melayani dapat dicontoh melalui keteladanan kepemimpinan Yesus Kristus. Melayani adalah bagian dari keberadaan dan tujuan hidup manusia, dan karena manusia diciptakan untuk melayani Tuhan, hal ini dapat dilakukan dalam kehidupan yang saling melayani dengan tujuan membawa kemuliaan bagi-Nya.
Hospitalitas Sebagai Objek Perjumpaan Kristen-Islam: Resiprositas, Sinergisitas, dan Kolaborasi Audy Walangare; Bartolomeus Diaz Nainggolan; Rudolf Sagala
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v5i2.157

Abstract

The Christian-Muslim conflict is moving forward and has not yet reached a peace climax which is comprehensive and accommodating the whole, at least, the specific intention of religions. The religious conflict includes dogmatics, politics, rights to construct temples, education, and other related dimensions. Hospitality offers constructive conversation to Christian-Islam relations in Indonesia. Using the qualitative descriptive method, this research portrays a hospitality comparison between two distinct religious perspectives. Eventually, Islamic hospitality relates to wealth and worldly pleasure, while Christianity considers hospitality part of spiritual and divine participation. AbstrakKonflik agama Kristen-Islam terus bergulir dan belum mencapai titik klimaks perdamaian yang komprehensif dan mengakomodasi seluruh, atau paling tidak, sebagian besar kepentingan agama. Pertikaian agama meliputi konflik dokmatika, politik agama, hak-hak mendirikan bangunan ibadah, pendidikan dan berbagai aspek lainnya. Hospitalitas menawarkan percakapan yang konstruktif bagi agama Kristen-islam di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menampilkan hospitalitas sebagai objek perjumpaan dari dua perspektif tradisi agama yang berbeda, yaitu Kristen dan Islam. Pada akhirnya, hospitalitas Islam memiliki korelasi dengan kemakmuran dan kekayaan dunia, berpusat pada diri manusia dan berkaitan erat dengan ritual keagamaan sedangkan Kristen menganggap hospitalitas sebagai manifestasi cinta kasih, berfokus pada ilahi, dan bagaian dari partisipasi spiritual dengan Tuhan.
Kualifikasi Rohani Pendeta Jemaat yang Ideal Menurut Surat-Surat Penggembalaan Siang, Jhoni Lagun; Sagala, Rudolf Weindra; Pardosi, Milton Thorman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 16 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10276594

Abstract

The purpose of this study is to find out: The extent to which pastoral care has progressed in the Adventist Church, and to find out the reasons for the failure of some pastors. This research is a writing which is the result of library research by researchers which is described descriptively. The results showed that God gave or bestowed a shepherd in His church, to advise, guide, and guide His people in the true knowledge of God; and to hold fast to the truth, and to grow in spiritual growth and in faith to believe in Christ Jesus as the head of the church. Success in building a spiritual life, can only be done by them or the pastors of the congregation who have a spiritual life or spiritual qualifications that are in accordance with the standard of the truth of God's word as recommended by God through God's apostles written in the Bible, namely in 1 Timothy 3 :1-7 and Titus 1:5-9.