Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EVALUASI KANDUNGAN NUTRISI TEPUNG DAUN GAMAL HASIL FERMENTASI MENGGUNAKAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BONGGOL PISANG SEBAGAI PAKAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) Syafaat, Idham Wandi; Anwar, Asni; Haris, Abdul; Khaeriyah, Andi; Murni, Murni
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 10 No. 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi tepung daun gamal hasil fermentasi menggunakan mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang sebagai pakan ikan mas. Penelitian ini dilakukan kurang lebih 2 bulan. Proses fermentasi dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar, Analisis kimia dilakukan di laboratorium terpadu bioteknologi Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yaitu tepung daun gamal terfermentasi tidak menggunakan mol (A); tepung daun gamal terfermentasi mol 10 ml (B); tepung daun gamal terfermentasi mol 20 ml (C), dan tepung daun gamal terfermentasi mol 30 ml (D). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa belum didapatkan hasil yang optimal dalam penambahan dosis cairan mol bonggol pisang terhadap kandungan nutrisi tepung daun gamal yang akan dijadikan sebagai salah satu bahan baku pakan ikan mas.
POTENSI ZONA HAMBAT EKSTRAK Avicennia alba DENGAN PELARUT BERTINGKAT TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio alginolyticus PATHOGEN CRUSTACEA Burhanuddin, Burhanuddin; Malik, Abdul; Sodiq, Syawaluddin; Khaeriyah, Andi; Agusanty, Harnita
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 10 No. 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7549

Abstract

Tumbuhan Mangrove memiliki potensi sebagai antibiotik alami dan salah satunya adalah mangrove jenis Avicennia alba, karena mengandung senyawa antibakteri seperti alkaloid, saponin, flavonoid dan juga tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen pada berbagai jenis Crustacea.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipotensi aktivitas antibakteri dari ekstrak buah mangrove Avicennia albadalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio alginolyticusdan menentukan seberapa besar diameter  zona hambat masing-masing ekstrak buah mangrove Avicennia alba dengan penggunaan pelarut bertingkat (n-heksana, kloroform, Metanol, Air).Penelitian dilaksanakan di laboratorium hama dan penyakit universitas hasanuddin makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi agar dengan menggunakan paper disk.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah mangrove (Avicennia alba) memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio alginolyticus berdasarkan uji zona hambat dan uji MIC, dimana zona hambat tertinggi diperoleh pada ekstrak kloroform pada bakteri V. alginolyticus dengan rata-rata zona hambat sebesar 21,09 mm pada bakteri V. alginolyticus, dan berbeda dengan ekstrak lainnya (N-hexan, Metanil dan Air). Dan nilai uji MIC ekstrak kloroform diperoleh pada konsetrasi 250 ug/mL.
DERAJAT HIDROLISIS PROTEIN LIMBAH ROTI YANG DIINKUBASI DENGAN LAMA WAKTU BERBEDA UNTUK PENINGKATAN KANDUNGAN NUTRISI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Ahmad, Ahmad; Murni, Murni; Khaeriyah, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/o.v12i2.14884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat hidrolisis protein yang diinkubasi dalam cairan rumen sapi dengan lama waktu yang berbeda terhadap kualitas limbah roti. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 9 satuan percobaan. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan analisis varian, sesuai dengan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata derajat hidrolisis protein (PK) optimal diperoleh pada perlakuan C (18 jam) sebesar 14,05%, disusul perlakuan B (12 jam) sebesar 1,25% dan terendah pada perlakuan A (6 jam). Rata-rata kandungan BETN meningkat sekitar 48-51%, nilai tersebut memenuhi kebutuhan karbohidrat ikan nila. Rata-rata kadar serat kasar dan kadar lemak kasar mengalami penurunan dengan waktu inkubasi 6 jam.
OPTIMASI LAMA PERENDAMAN LARUTAN DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP PREVALENSI SERANGAN JAMUR DAN DAYA TETAS TELUR IKAN LELE (Clarias batrachus) Rachman, Siti Hardiningsih; Khaeriyah, Andi; Salam, Nur Insana
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/o.v12i2.14965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu optimal perendaman larutan daun pepaya guna mengetahui dampaknya terhadap prevalensi infeksi jamur dan daya tetas telur ikan lele (Clarias batrachus). Penelitian tersebut menggunakan teknik pemanfaatan telur ikan lele yang diperoleh melalui pemijahan alami yang bersumber dari Pusat Benih Ikan Bontomanai di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sebanyak 100 butir telur ikan lele dimanfaatkan per wadah, beserta 10 liter air yang mengandung nutrisi. Wadah penelitian berjumlah 12 buah, yaitu toples plastik yang mampu menampung 15 liter air. Percobaan dilakukan untuk mengetahui pengaruh perendaman lama dalam larutan daun pepaya terhadap keberadaan jamur dan kelangsungan hidup telur lele dumbo. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu perlakuan A yaitu perendaman selama 5 menit, perlakuan B yaitu perendaman selama 10 menit, perlakuan C yaitu perendaman selama 15 menit, dan perlakuan D yaitu perendaman selama 20 menit. Temuan penelitian yang diperoleh selama kurang lebih satu bulan menunjukkan bahwa perlakuan D menunjukkan kejadian infeksi jamur pada telur ikan lele paling rendah, dengan angka prevalensi sebesar 3,33%. Sedangkan daya tetas telur ikan lele pada perlakuan D mencapai angka 82,67%. Disarankan untuk melakukan pengujian efektivitas perendaman dengan durasi lebih dari 20 menit untuk memberikan penilaian yang lebih akurat terhadap efektivitas waktu perendaman yang berbeda. Saat melakukan penelitian atau budidaya, sangat penting untuk memantau dan menjaga kualitas air dengan cermat untuk memastikan stabilitasnya dan mencapai hasil yang ideal.
OPTIMASI LARUTAN DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) DALAM UPAYA MENGOBATI SERANGAN PARASIT PADA BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Wahyullah, Wahyullah; Darmawati, Darmawati; Khaeriyah, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 10 No. 1 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i1.15326

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk untuk menentukan efektivitas ekstrak daun ketapang (T. cattapa  L.) sebagai antimikroba pada benih ikan nila. Metode penelitian yang digunakan adalah benih ikan nila yang diperoleh dari Balai Benih Ikan (BBI) Limbung. Benih ikan nila yang digunakan sebanyak 20 ekor/wadah penelitian. Wadah yang digunakan adalah ember plastik berkapasitas 25 liter namun diisi air sebanyak 20 liter. Jumlah wadah penelitian sebanyak 12 buah. Perlakuan yang dicobakan adalah perendaman larutan daun ketapang dengan dosis berbeda terhadap prevalensi dan sintasan benih ikan nila yang terinfeksi parasit. Pada penelitian ini terdapat 4 perlakuan, yaitu dosis 1.000 ppm (perlakuan A), dosis 2.000 ppm (perlakuan B) , dosis 3.000 ppm (perlakuan C), tanpa perendaman larutan daun ketapang (perlakuan D). Hasil penelitian yang dilakukan selama ±1 bulan menunjukkan bahwa prevalensi parasit pada benih ikan nila terendah pada perlakuan C yaitu 50% dengan sintasan 100%. Disarankan untuk melakukan pengujian konsentrasi larutan dengan perbedaan dosis yang lebih kecil antara perlakuan. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui optimasi dosis yang lebih sesuai dalam mencegah dan mengobati penyakit yang disebabkan oleh serangan parasit.
APLIKASI PEMBERIAN ROTIFERA YANG DITAMBAH VITAMIN C DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP SINTASAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Kaltum, Kaltum; Khaeriyah, Andi; Anwar, Asni
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 10 No. 1 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i1.15328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dosis Rotifera yang diperkaya Vitamin C yang optimal untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling untuk memastikan tidak ada organisme yang selalu terlalu kecil atau terlalu besar selama pengambilan sampel. Metode penelitiannya adalah dengan membandingkan perlakuan yang berbeda satu sama lain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dan tiga ulangan, yakni perlakuan (A) Pemberian Rotifera dengan dosis 1 liter/1 g Vitamin C; (B) Pemberian Rotifera dengan dosis 1 liter/ 1,5 g Vitamin C; (C) Pemberian Rotifera dengan dosis 1 liter/ 2 g Vitamin C; (D) Pemberian Rotifera tampa Vitamin C (kontrol). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dosis Rotifera yang diperkaya Vitamin C yang optimal untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila adalah Perlakuan C (1 liter/2 g). Untuk mencapai pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang baik dalam budidaya ikan nila, disarankan agar peternak memperkaya pakan dengan Vitamin C pada dosis tersebut.
APLIKASI Nannochloropsis sp. YANG DIKULTUR AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN BANDENG (Chanos chanos) Elmawati, Elmawati; Murni, Murni; Khaeriyah, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 10 No. 1 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i1.15330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pemberian pakan Nannochloropsis sp yang dikultur air kelapa terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan bandeng. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dalam upaya meningkatkan produksi larva ikan bandeng. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 di di BPBAP Takalar Desa Mappakalompo, Kec. Galesong Selatan, Kab. Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, alat dan bahan yang digunakan termometer, kertas pH, refraktometer, wadah toples, selang aerasi, batu aerasi , air kelapa, baskom kecil, alat tulis, pakan, larva bandeng dan air laut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A Nannochloropsis sp. tanpa kultur air kelapa, Perlakuan B dengan dosis 150.000 sel/ind/hari, Perlakuan C dengan dosis 250.000 sel/ind/hari, Perlakuan D dengan dosis 350.000 sel/ind/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan Nannochloropsis sp yang dikultur air kelapa tidak layak untuk media pemeliharaan larva ikan bandeng.
OPTIMASI KEBUTUHAN PROTEIN PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN GABUS (Channa striata) Masdianto, Masdianto; Khaeriyah, Andi; Burhanuddin, Burhanuddin
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 10 No. 1 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i1.15339

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan berapa kandungan protein optimal dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan sintasan pada benih ikan gabus (C. striata). Metode penelitian yang digunakan adalah benih ikan gabus yang berukuran 4 cm. Wadah penelitian yang digunakan adalah aquarium berkapasitas 50 liter air sebanyak 12 buah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 Perlakuan dan 3 ulangan sehingga berjumlah 12 unit. Perlakuan A = Protein 30%, Perlakuan B = Protein 35% Perlakuan C = Protein 40%, Perlakuan D = Protein 45%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, semakin tinggi kadar protein pakan sampai batas tertentu menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi pakan yang semakin tinggi. Pakan yang mengandung protein 40% (Perlakuan C 40) memberikan respon pertumbuhan dan efisiensi pakan tertinggi, meskipun tidak berbeda dengan pakan yang mengandung protein 45% Perlakuan D dan Perlakuan B 35%. Sementara pakan yang mengandung protein 30% menghasilkan pertumbuhan terendah. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa pemberian protein yang berbeda pada pakan benih ikan gabus berpengaruh nyata (p<0,05) pada setiap Perlakuan. Agar memperoleh pertumbuhan benih Ikan Gabus (C. striata) yang lebih baik maka dalam kegiatan budidaya benih Ikan Gabus di anjurkan menggunakan pakan buatan dengan kandungan protein 40 % karena dapat mempercepat pertumbuhan benih ikan gabus.