Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Formulasi Makanan Khas Seruit dari Lampung dengan Penambahan Ikan Gabus (Channa striata) Sebagai Sumber Protein: Formulation of Seruit Indigenous Food from Lampung with the Addition of Snakehead Fish (Channa striata) as a Source of Protein Bertalina, Bertalina; Indriyani, Reni; Sudarmi, Sudarmi; Nugroho, Arie; Yunianto, Andi Eka
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 2 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i2.2025.258-265

Abstract

Background: Seruit is an indigenous food in Lampung. The dish typically consists of a combination of seafood, vegetables, and spices that are stir-fried together to create a savory and aromatic dish beloved by locals and visitors alike. The key ingredient in seruit is the use of fresh seafood such as shrimp, squid, and fish. Objectives: The study aimed to determine a formula based on acceptability and macronutrient content, especially proteins. Methods: The study used a completely randomized experimental design. Seruit was a typical Lampung chili sauce, consisting of shrimp paste chili sauce supplemented with grilled snakehead fish meat. The seruit formulation used in this study consisted of a mixture of 30, 40, and 50 g of chili sauce and 70, 60, and 50 g of snakehead fish. Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) was used to analyze organoleptic. Proximate test was used to determine the content of water, ash, crude fiber, carbohydrates, protein, and fat. Results: The acceptability was conducted by 30 semi-trained panelists with the selected formula, namely F3 with a mixture of 50 g of snakehead fish with color indicators (3.50±1.09), aroma (3.72±0.88), taste (3.87±0.94), and texture (3.62±1.02). 100g of harpoon contains 19.67% water content, 1.18% ash content, 2.63% crude fiber, 12.36% protein, 3.17% fat, and 60.98% carbohydrates. Seruit with F3 formula was chosen by the panelists and is a high source of protein. Conclusions: Seruit formula F3 with the addition of 50 g grilled snakehead fish is the selected formula and has potential as a local food source of protein that can be served in the daily diet according to a balanced nutritional diet.
PENGEMBANGAN MP-ASI LOKAL UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 2045 DAN PEMBERDAYAAN PROGRAM STBM SERTA MENCAPAI DESA ODF DI DESA CABANG EMPAT KECAMATAN ABUNG SELATAN, KABUPATEN LAMPUNG UTARA sumardilah, dewi; Indriyani, Reni; Muliani, Usdeka; Prianto, Nawan; Sutarto, Sutarto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i1.525

Abstract

Pengabdian masyarakat dengan skema Program Pengembangan Desa Mitra ini, berjudul Pengembangan MP-ASI Lokal untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045 dan Pemberdayaan Program STBM serta mencapai Desa ODF di Desa Cabang Empat Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara. Tujuan umum kegiatan adalah meningkatkan ketrampilan kader dalam menyiapkan MP-ASI dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melaksanakan Sanitasi Total berbasis Masyarakat menuju Desa ODF. Tujuan khusus: 1) praktik membuat MP-ASI dengan memanfaatkan bahan makanan lokal 2) pendampingan pembuatan dan pemasangan jamban, 3) pencapaian predikat desa ODF. Berdasarkan Survei status Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2019 didapatkan prevalensi balita Stunting menurut Provinsi, jumlah stunting di Provinsi Lampung tahun 2013 sebesar 42,6%, pada tahun 2018 sebesar 27,3%, dan pada tahun 2019 sebesar 26,3%.  Dari hasil tersebut, Provinsi Lampung mengalami penurunan jumlah persentase balita Stunting. Berdasarkan SSGBI 2019 prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Utara tahun 2013 sebesar 32,44% dan di tahun 2019 sebesar 38,56%. Dari hasil tersebut dapat dikatakan Kabupaten Lampung Utara megalami peningkatan. Stunting merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena asupan gizi yang tidak mencukupi selama periode seribu hari pertama kehidupan (HPK). Salah satu penyebab stunting di Propinsi Lampung adalah tidak optimalnya intake gizi seimbang dan rendahnya cakupan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang pada Balita. Desa Cabang Empat Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara merupakan Desa locus stunting di Kabupaten Lampung utara dengan jumlah balita stunting sebanyak 15 orang (Hasil Penimbangan, Agt-2023).  Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat terutama Kader Posyandu. Untuk mencapai Generasi Emas di tahun 2045 banyak faktor yang harus dibenahi terutama faktor lingkungan dan perilaku masyarakat.
Pentingnya Indikator Satuan Epidmiolog Dalam Rangka Kebijakan Pada Pencegahan Kejadian Stunting Sutarto, Sutarto; Indriyani, Reni
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4905

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan global yang sangat berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan, terutama di Indonesia. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan untuk mengurangi prevalensi stunting, angka stunting masih tinggi, menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas kebijakan tersebut. Artikel ini membahas pentingnya penggunaan indikator satuan epidemiologi, seperti prevalensi stunting, angka kematian bayi, cakupan imunisasi, dan sanitasi, dalam memantau dan merancang kebijakan pencegahan stunting yang lebih efektif. Indikator ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kebijakan, serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data. Selain itu, pendidikan kesehatan juga memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan stunting, terutama melalui program penyuluhan yang berkelanjutan untuk masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui. Program penyuluhan yang efektif dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang dan pengasuhan yang baik selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. Melalui pendekatan multisektoral yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial, serta penguatan peran kader kesehatan, diharapkan prevalensi stunting dapat menurun secara signifikan. Artikel ini juga merekomendasikan pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan pendidikan kesehatan dan melakukan evaluasi kebijakan secara berkala untuk menyesuaikan dengan temuan di lapangan.
Kajian Pembuatan Cupcake dengan Penambahan Tepung Bayam Merah dan Tepung Ikan Teri sebagai Alternatif Makanan Selingan Tinggi Zat Besi dan Kalsium bagi Ibu Hamil Indriyani, Reni; Merita Putri; Nugroho, Arie; Sejati, Nawasari Indah Putri
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4929

Abstract

Cupcake merupakan salah satu makanan selingan yang banyak disukai oleh masyarakat, baik anak-anak hingga dewasa. Produk cupcake yang dikonsumsi saat ini masih memiliki kandungan gizi terbatas, sehingga perlu ditambahkan beberapa pangan lain untuk meningkatkan nilai gizi cupcake. Nilai gizi cupcake dapat ditingkatkan dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang mempunyai kandungan zat besi dan kalsium yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur dan penerimaan keseluruhan) serta kandungan zat besi dari cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang paling disukai. Metode yang digunakan berupa deskriptif dengan satu kali pengulangan dalam pembuatan produknya. Penelitian ini menggunakan 2 faktor, faktor pertama yaitu penambahan tepung bayam merah dengan konsentrasi 8%, 12%, 16%, dan 20%, faktor kedua yaitu penambahan tepung ikan teri dengan konsentrasi 8%, 12%, 16% dan 20%. Uji organoleptik menggunakan metode uji hedonik, kemudian dilanjutkan uji kadar zat besi dengan metode Plasma Terpasang Secara Induktif Spektrometri Massa (ICP – MS), kandungan zat gizi menggunakan TKPI 2020, dan foodcost pada cupcake yang paling disukai. Berdasarkan uji organoleptik didapatkan hasil cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang paling disukai yaitu formula 1 dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri sebanyak 8%. Hasil analisis zat besi cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri dengan menggunakan TKPI yaitu sebesar 1,28 mg, sedangkan berdasarkan uji laboratorium kadar zat besi didapatkan sebesar 8,7 mg. Perlu dilakukan uji umur simpan untuk mengetahui berapa lama produk cupcake bisa dikonsumsi dengan baik. Dan pada saat pencampuran mentega cair kedalam adonan harus dipastikan tercampur dengan rata karena jika tidak tercampur rata maka cupcake tidak mengembang dengan sempurna.
Analysis Of Service Facilities On The Distribution Pattern Of Stunting Toddlers Sutarto, Sutarto; Sari, Ratna Dewi Puspita; Trijayanthi, Winda; Indriyani, Reni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.2966

Abstract

Stunting is a serious health issue in Indonesia, particularly affecting toddlers and their physical and cognitive growth. Nutritional, health, environmental, and socio-economic factors and health service facilities play significant roles. This study analyzes service determinants and their influence on stunting distribution patterns. The findings are expected to offer recommendations for reducing stunting prevalence through improved health service quality, optimal agricultural land use, and better food facilities. The research conducted in Pesawaran Regency, Lampung Province, uses a qualitative approach to analyze stunting distribution with health services via the QGis application. Subjects were stunted toddlers, with coordinate data collected by a survey team and additional information from parent interviews. The analysis shows stunting is evenly distributed, with high concentrations in central, northern, and southern coastal areas. Despite widespread health center access, no clear relationship exists between proximity to health centers and reduced stunting. Geographical factors, clean water availability, and food facilities impact stunting distribution. Expanding agricultural land and evenly distributing health workers are necessary to mitigate stunting
Analisis Penggunaan Digital Payment: Modifikasi Teori Technology Acceptance Model Indriyani, Reni; Widyastuti, Umi; Yusuf, Muhammad
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i3.22988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel perceived ease of use, variabel perceived of risk, dan trust sebagai variabel mediasi terhadap digital payment usage khususnya aplikasi QRIS pada pelaku UMKM yang berlokasi di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan modifikasi teori Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sumber data primer melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan secara daring menggunakan Google Form. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling. Kriteria sampel penelitian adalah UMKM yang menjadi merchant QRIS dan menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran serta berlokasi di Jabodetabek. Jumlah sampel penelitian yang dikumpulkan sebanyak 224 sampel. Penelitian dilakukan dengan mengolah data menggunakan software SPSS 25 dan AMOS 26 dengan menggunakan model penelitian SEM-AMOS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga hipotesis yang diterima antara lain perceived ease of use berpengaruh positif terhadap trust, trust berpengaruh positif terhadap digital payment usage, dan perceived ease of use berpengaruh positif terhadap digital payment usage serta dua hipotesis yang ditolak yaitu, perceived of risk tidak berpengaruh terhadap trust dan perceived of risk tidak berpengaruh terhadap digital payment usage.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI POSYANDU TERINTERGRASI UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI DESA CABANG EMPAT KECAMATAN ABUNG SELATAN-LAMPUNG UTARA Sumardilah, Dewi Sri; Indriyani, Reni; Muliani, Usdeka; Prianto, Nawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37306

Abstract

Desa Cabang Empat Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara yang sejak dua tahun lalu menjadi desa binaan Poltekkes Tanjungkarang saat ini masih menghadapi berbagai masalah kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak. Berbagai masalah masih dihadapi posyandu, diantaranya adalah tingkat keterampilan kader yang rendah dalam penyelenggaraan kegiatan posyandu. Tujuan pengabdian masyarakat di desa Cabang Empat adalah untuk meningkatkan koordinasi dan keterpaduan untuk membentuk posyandu terintegrasi, meningkatkan keterampilan kader posyandu, dan meningkatkan pemahaman remaja dan lansia tentang kegiatan posyandu. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif mitra dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil, melalui kegiatan pertemuan lintas sektor tingkat desa, workshop kader posyandu terintegrasi, dan sosialisasi dan edukasi terhadap remaja dan lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat diselenggarakan pada bulan Juli 2024 bermitra dengan perangkat desa Cabang Empat dan Puskesmas Kemalo Abung. Hasil pengabdian masyarakat adalah pertemuan lintas sector tingkat desa yang menghasilkan kesepakatan untuk membentuk Tim Terpadu Posyandu Integrasi Layanan Prima (ILP), kemudian workshop kader posyandu yang menghasilkan informasi bahwa terjadi peningkatan keterampilan sebelum dan sesudah workshop, kemudian ada perbedaan yang bermakna antara keterampilan kader sebelum dan sesudah diberikan workshop (p = 0.017). Dari hasil pengabdian masyarakat ini maka dapat disampaikan rekomendasi, diantaranya adalah bidan desa atau petugas puskesmas perlu memberikan keterampilan kader yang berkaitan dengan penguasaan program dan teknis pelayanan fungsional.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SEHAT BEBAS STUNTING MELALUI OPTIMALISASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL DEMI MENINGKATKAN KECERDASAN BALITA: STUDI KASUS DI DESA CIPADANG, KECAMATAN GEDONG TATAAN, KABUPATEN PESAWARAN Nugroho, Arie; Indriyani, Reni; Mulyani, Roza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37724

Abstract

Masalah gizi pada balita, seperti stunting, kerap kali disebabkan oleh faktor sosial ekonomi, kurangnya asupan gizi sejak dini, serta minimnya edukasi kesehatan masyarakat. Program pengabdian masyarakat di Desa Cipadang, Pesawaran, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu balita, memanfaatkan pangan lokal, dan membentuk kader kesehatan sebagai pendamping masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif mitra dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil, meliputi penyuluhan gizi, praktik pemanfaatan pangan lokal, serta pembentukan kader kesehatan yang dilatih untuk memantau dan mengedukasi masyarakat. Penyuluhan dilakukan melalui materi interaktif, sementara evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dari 60% menjadi 85% setelah penyuluhan. Pembentukan lima kader kesehatan aktif menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam memantau gizi balita. Kendala seperti keterbatasan akses bahan pangan lokal dapat diatasi melalui kerjasama dengan tokoh masyarakat. Simpulannya, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan gizi dan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan pangan lokal. Disarankan agar program serupa diadakan secara berkala untuk memastikan dampak berkelanjutan, serta dukungan pemerintah dalam pengadaan bahan pangan lokal di wilayah lain sebagai upaya mencegah stunting.
Kader Prolanis dan Skrining Hipertensi - Diabetes Militus di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Sutarto, Sutarto; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Indriyani, Reni; Utama, Winda Trijayanthi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2541

Abstract

Beberapa masalah gangguan penyakit dan menurunnya kekebalan tubuh, menimbulkan berbagai penyakit, antara lain Hipertensi - Diabetes Melitus (DM). Tim pengabdian Fakultas Kedokteran Unila bekerja sama dengan desa Marga Agung, melakukan kegiatan terintegrasi, untuk pembentukan kader pengelolaan penyakit kronis (prolanis) dan skrining hipertensi dan DM. Kegiatan ini mengutamakan pada kemandirian warga. Rumusan pada pengabdian ini bagaimana cara membentuk masyarakat desa Marga Agung yang tersangka Hipertensi dan DM secara mandiri dalam melakukan pengelolaan penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Metode pengabdian dilakukan melalui pelatihan kader prolanis desa dan skrining warga ,Kegiatan berupa merencanakan kegiatan pembentukan kader prolanis, dan skrining hipertensi dan diabetes militus.Kegiatan pelatihan kader prolanis dengan hasil tren peningkatan nilai pengetahuan kader prolanis yang dilatih naik sangat tinggi dari minus 67% menjadi 64%. Hal ini terjelaskan bahwa nilai pengetahun pada rentang 0-40 dari 10 orang kader menjadi hanya 2 orang dan sebaliknya rentang nilai 61-100 dari 2 orang kader menjadi 9 orang kader. Kemudian dilakukan skrining didapatkan warga dengan gangguan Hipertensi dan Diabetes Melitus 29 orang.Kata Kunci : hipertensi, diabete militus, prolanis
Pemberdayaan Kemitraan Dukun Beranak pada Pelayanan Kesehatan Ibu -Anak dalam rangka Upaya Pencegahan Stunting di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran (Desa Binaan Fakultas Kedokteran – Universitas Lampung) Sutarto, Sutarto; Sari, Ratna Dewi Puspita; Utama, Winda Trijayanthi; Graharti, Risti; Indriyani, Reni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2973

Abstract

Stunting merupakan salah satu kondisi kekurangan gizi kronis disertai dengan komplikasi sakit. Stunting disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain perilaku ibu saat hamil dan pola asuh balita yang kurang baik. Penyakit infeksi secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dengan pertimbangan tersebut bahwa pelayanan kesehatan ibu dan anak sangat berpengaruh terhadap kejadian stunting. Kegiatan ini untuk membantu pelayanan kesehatan ibu dan anak oleh puskesmas, dengan melakukan pemberdayaan dukun beranak/bayi dalam rangka pencegahan stunting di desa Cipadang. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dukun beranak dan kader kesehatan dalam forum kemitraan dukun beranak/bayi dan bidan (puskesmas) dan terjalinnya hubungan kemitraan. Pelaksanaan pengabdian dengan metode penyuluhan ceramah kelompok dan lanjutkan diskusi. Pada hari yang berbeda dilakukan wawancara mendalam dan penyerahan bahan pokok kebutuhan keluarga sehari-hari. Untuk memndapatkan analisa ilmiah pada peningkatan hasil pengukuran tingkat pengetahuan peserta selanjutnya dilakukan analisa data statisitk uji beda berpasangan. Melalui penyuluhan dan diskusi terdapat peningkatan pengetahuan dukun beranak dan kader kesehatan dalam forum kemitraan dukun beranak/bayi dan bidan (puskesmas) di desa Cipadang dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak untuk mencegah kejadian stunting. Kata kunci: dukun beranak, pelayanan kesehatan, stunting