Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal TAMBORA

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis) TERHADAP BAKTERI Coliform PADA PRODUK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Erna Febriana; Riri Rimbun Anggih Chaidir
Jurnal TAMBORA Vol. 7 No. 2 (2023): EDISI 19
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jt.v7i2.2946

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) termasuk salah satu hasil perikanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan gizi tinggi. Namun, penanganan yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan produk perikanan karena aktivitas mikroorganisme, sehingga diperlukan bahan pengawet alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun jati (Tectona grandis) terhadap bakteri coliform pada produk ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi bakteri coliform dari sampel ikan nila dengan media Lauryl Tryptose Broth (LTB), Brilliant Green Lactose Broth (BGLB), dan Eosin Methylene Blue (EMB). Ekstraksi daun jati menggunakan metode infundasi (1:10) dan diuji terhadap isolat coliform dari sample ikan nila dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% yang dibandingkan dengan kontrol negatif (aquades) dan kontrol positif (formalin). Data yang diamati adalah zona hambat terhadap isolat bakteri coliform yang terbentuk di sekitar kertas cakram. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan setiap perlakuan, kemudian data dianalisis menggunakan ANOVA dan Duncan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jati dengan konsentrasi 5% - 20% memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 9,3 mm - 17,6 mm. Konsentrasi ekstrak daun jati 20% merupakan konsentrasi terbaik, dengan zona hambat terbesar yaitu 17,6 mm sehingga memiliki potensi antimikroba terhadap coliform, serta berpotensi sebagai pengganti formalin dalam mengawetkan produk ikan nila.
The ETNOFARMAKOLOGI: TANAMAN OBAT DI LINGKUNGAN SEKITAR MASYARAKAT DESA DI KABUPATEN SUMBAWA Hamidah Nur Aulia; Chaidir, Riri Rimbun Anggih; Agusmi, Dwi; Ayunda, Nayeng Githa Aiyodya; Nurjannah, Indah
Jurnal TAMBORA Vol 8 No 3 (2024): EDISI 23
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v8i3.4178

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi kekayaan alam yang sangat melimpah hingga termasuk salah satu negara megabiodiversity di dunia. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia menyebabkan adanya keberagaman penggunaan tanaman-tanaman sebagai obat dan makanan oleh masyarakat daerah. Pulau Sumbawa merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki potensi keanekaragaman jenis tumbuhan yang baik. Akan tetapi, keanekaragaman jenis tumbuhan di Pulau Sumbawa masih belum banyak dieksplorasi ataupun dikenali. Masyarakat Sumbawa sangat menghargai kekayaan jenis tumbuhan yang ada serta telah sejak lama menerapkan pengobatan dengan tanaman obat. Selain sebagai kekayaan tradisi, sangat disayangkan bahwa data terkait keanekaragaman jenis tanaman obat yang ada di Pulau Sumbawa masih sangat sedikit. Sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan data terkait jenis tanaman obat yang umum ditanam di sekitar lingkungan masyarakat desa di Kabupaten Sumbawa melalui pendekatan etnofarmakologi. Penelitian ini dilakukan di 9 desa Sumbawa, yaitu: Desa Perung, Pernek, Kerekeh, Luk, Orong Bawa, Lunyuk Ode, Baru Tahan, Kukin, dan Desa Labuan Jambu. Pengumpulan data etnofarmakologi tersebut dilakukan dengan menggunakan metode survei yaitu berupa wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Melalui analisa data jenis tanaman beserta manfaat klinis yang digunakan masyarakat lokal, diperoleh 162 jenis tanaman dengan persentase 47-87% tanaman obat digunakan sebagai obat dalam/oral dan 10-42% digunakan sebagai obat luar.