Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tingkat Pengencer dan Waktu Penyimpanan Berbeda Terhadap Abnormalitas dan Malondialdehid Semen Entog Pada Suhu Kamar Andaruisworo, Sapta; Tanjungsari, Ardina; Yuniati, Erna; Solikin, Nur; Anifiatiningrum, Anifiatiningrum; Fitriani, Fitriani
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.6

Abstract

Efek penyimpanan semen Entog akan menyebabkan penurunan kualitas seiring dengan perlakuan lama penyimpanan dan kadar pengencer  semen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan Malondialdehid (MDA) semen Entog pada pengenceran dan penyimpanan yang berbeda pada suhu ruang 27 °C. Penelitian ini menggunakan tingkat pengenceran semen dengan lama penyimpanan yang berbeda pada suhu ruang 27 °C. Pada penelitian ini parameter motilitas masa spermatozoa yang digunakan adalah motilitas individu, abnormalitas spermatozoa, dan uji aktivitas MDA. Sampel menggunakan 5 ekor Entog dewasa berumur 1,5-2 tahun, 3 jantan dan 2 betina, sehat dan memiliki libido tinggi digunakan sebagai penelitian dan dikandangkan secara individu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pola petak terbagi. Faktor pertama sebagai petak utama adalah tingkat pengenceran yaitu 0 (A0), 5 kali (A1), 10 kali (A2) dan 15 kali (A3), faktor kedua sebagai anak petak adalah waktu penyimpanan 0 (BO), 60 menit (B1), 120 menit (B2) dan 180 menit (B3) disimpan pada suhu ruang 27 °C dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian ini adalah hasil terbaik adalah abnormalitas terjadi pada laju pengenceran 5 kali dengan umur simpan 60 menit dan MDA tanpa pengenceran atau kontrol dengan umur simpan 120 menit.
Strategi Pemberdayaan Peternak Sapi Bali Akibat Pandemi Covid-19 di Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali Tanjungsari, Ardina
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 7 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v7i2.14995

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 berdampak terhadap eksistensi perkonomian, salah satu dampaknya adalah terganggunya produksi ternak di seluruh daerah tidak terkecuali di Desa Tiga, Kecamatan Susust, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Lokasi Desa Tiga terletak di kaki Gunung Batur dengan ketinggian sekitar ±800 meter dari permukaan laut. Penduduk Desa Tiga banyak yang bermata pencaharian sebagai peternak sapi Bali dengan metode beternak tradisional dan belum banyak mendapatkan pengaruh modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor strategi pemberdayaan peternak Sapi Bali di Desa Tiga, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Penelitian dilakukan terhadap 20 peternak yang rata-rata memiliki 2-15 ekor sapi Bali. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 tidak berpengaruh secara signifikan pada sosial-ekonomi peternak sapi Bali di Desa Tiga. Strategi pemberdayaan bagi peternak perlu adanya edukasi tentang bahaya virus dan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan virus Covid-19. Pemerintah Provinsi Bali sebaiknya lebih memperhatikan kesejahteraan peternak, seperti dilakukannya edukasi mengenai kawin suntik atau inseminasi buatan, vaksin gratis, perawatan kandang sesuai standar, jenis pakan hijauan dan kosentrat yang cocok untuk sapi Bali, dan penyediaan rumah potong hewan di Kabupaten Bangli. Kerja sama yang baik antara peternak dan pemerintah Provinsi Bali diharapkan menjadi salah satu langkah konservasi dan perbaikan mutu genetik sapi Bali, sehingga menciptakan kesejahteraan peternak yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pengolahan Limbah Kotoran Burung Puyuh Menjadi Kompos untuk Petani di Desa Gampeng, Gampengrejo, Kabupaten Kediri Tanjungsari, Ardina; Utomo, Budi; Andaruisworo, Sapta; Yuniati, Erna; Solikin, Nur; Anifiatiningrum, Anifiatiningrum
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 3 (2023): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i3.17205

Abstract

Quail waste from Omah Puyuh Kediri is usually disposed without being processed, it can be smells odor and environmental pollution. Lecturers and students of the Animal Husbandry Study Program UNP Kediri through Community Service activities aimed providing insight and skills to students and the community in Gampeng Village, Gampengrejo, Kediri Regency by processing quail manure into compost is the right solution. During this pandemic, the availability of chemical fertilizers is increasingly rare and expensive. The composting of quail was made through short training using simple and easy materials. The targets in this activity are students, breeders, and farmers to add insight and skills to process quail waste into compost so that it can be used by farmers. This activity was attended by 30 participants from students, breeders, and farmers. This activity is divided into two stages, namely training and hands-on practice. The training was provided through the delivery of material on the meaning, method of making, and the benefits of compost. Then continued the practice of making compost. The results showed the enthusiasm of the participants in participating in the training, and the participants were able to practice making compost well. The results of the questionnaire on the satisfaction level of participants showed that the community service activities organized by lecturers and students of the Animal Husbandry Study Program UNP Kediri were very satisfying.
Pelatihan Pembuatan Urea Molasses Block (UMB) pada Kelompok Ternak ''Satria Kelud Perkasa" Desa Gadungan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Anifiatiningrum; Andaruisworo, Sapta; Yuniati, Erna; Solikin, Nur; Tanjungsari, Ardina; Fauzi, Moh. Mimbar; Rohman, Alfan Nur; Ariana, Melati; Reymonita, Ocha Meylda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 5 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v5i1.27496

Abstract

The availability of quality feed for ruminant livestock remains a major challenge for smallholder farmers, especially during the dry season when forage resources become limited. One practical solution is the utilization of Urea Molasses Block (UMB) as a low-cost supplementary feed that is easy to produce and capable of improving feed intake and digestibility. This community service program aimed to enhance the knowledge and technical skills of members of the “Satria Kelud Perkasa” Livestock Group in Gadungan Village, Wates District, Kediri Regency through training on the production of UMB using locally available ingredients. The training was conducted using lectures, demonstrations, and hands-on practice. Program effectiveness was evaluated through pre-test and post-test assessments to measure participants’ knowledge improvement. The results showed a significant increase in participants’ understanding of the functions, composition, and production techniques of UMB. Participants successfully completed all stages of production—including weighing ingredients, mixing, molding, and drying—and produced UMB blocks with good physical quality that were readily accepted by livestock. The activity also strengthened the group’s independence in providing supplementary feed, thereby improving feed efficiency and the potential productivity of their ruminants. This program demonstrates that a participatory approach combined with simple technology transfer is highly effective in improving farmers’ skills and encouraging the adoption of innovations. It is expected that the livestock group will continue producing UMB independently and apply it sustainably in their ruminant feed management.