Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ONTOLOGICAL FRAMEWORK OF ISLAMIC STUDIES: A PHILOSOPHICAL REVIEW OF THE RELATIONSHIP BETWEEN REVELATION AND REASON IN CONTEMPORARY ISLAMIC THOUGHT DISCOURSE Alfauzi, Rifki; Noorhayati, Siti Mahmudah
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 3, No 1 (2025): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ontology of Islamic studies is a philosophical foundation that serves to explain the essence of Islam in its transcendental, humanitarian, cosmological, and socio-historical dimensions. This study uses a qualitative approach with a philosophical analysis of the latest literature from the past five years. The discussion focuses on the definition of the ontology of Islamic studies, its scope and object of study, the relationship between revelation and reason, and its relevance in the contemporary era. The results of the study indicate that the ontology of Islamic studies positions revelation as an absolute source of knowledge that synergizes with reason to present an integrative and contextual scientific paradigm. In the contemporary era, the ontology of Islamic studies is relevant in strengthening the identity of Islamic scholarship, building ethics in the development of science and technology, and providing solutions to problems in education, morality, and socio-religious matters. Thus, this study confirms that the ontology of Islamic studies is not only theoretical but also applicable in addressing global challenges.
PENANAMAN NILAI KEDISPLINAN DAN KEMANDIRIAN SANTRI MELALUI KEPEMIMPINAN PEMIMPIN DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PROBOLINGGO Noorhayati, Siti Mahmudah; Saifillah A.F, Muhammad Shoffa
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2024): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v12i1.4141

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga tradisional islam yang saat ini masih bertahan ditengah-tengah arus moderisasi. Dengan perkembangan zaman yang sangat cepat, dunia pesantren mulai dituntut untuk turut terlibat tidak hanya pada masalah agama saja tetapi juga masalah budaya dan tradisi yang saat ini berkembang di masyarakat,salah satunya kedisplinan dan kemandirian. Pondok pesantren al-hidayah jambi dalam pelaksanaanya dalam membimbing dan mengevaluasi para santri di ketuai oleh Kiai. Kedisplinan dan Kemandirian yang dapat dicontoh dari Kiai suatu pondok pesantren sangat berpengaruh besar bagi santri,dikarenakan Kepemimpinan Kiai dianggap mampu mempengaruhi, mendorong, serta menggerakkan perubahan terhadap prilaku santri. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan kiai pesantren dalam meningkatkan kedisiplinan dan kemandirian para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur.
Strategies For Acting Preschool Teachers In Preparing The Paud Transition To Primary School Level Through Literacy Movement Masturoh, Umi; Noorhayati, Siti Mahmudah; Widyaningrum, Novita; Wulandari, Fitrianti
PUDAK: Local Wisdom Community Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Community Empowerment for Education, Entrepreneurship, and Quranic Literacy Dev
Publisher : LPPM, STAI Al-Azhar Menganti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/pudak.v2i2.1480

Abstract

Literacy culture is very important to be driven together to improve the quality of early childhood education in educational units. Literacy is not only related to children's reading, writing and arithmetic (calistung) abilities, but includes all the abilities within the child himself, these abilities need to be developed as early as possible as literacy is the foundation of children's abilities at a later age. Devotion regarding strategies for assisting PAUD teachers in preparing the transition period for PAUD to SD/MI level through the literacy movement in the South Gresik region using the ABCD (Asset Based Community Development) strategy which is real in educational units. Developing literacy does not mean children are intense and full of discipline but to conclude in The main results are (1) analysis of the superiority of PAUD teacher assistance services in preparing the PAUD transition period to SD/MI level through the literacy movement, (2) analysis of PAUD teacher assistance strategies in preparing the PAUD transition period to SD/MI level through the literacy movement, (3 ) analysis of the expectations of the PAUD teacher mentoring service program in preparing the PAUD transition period to the SD/MI level through the literacy movement.
Settings for Early Childhood Education Teacher Assistance in Gresik Regency Masturoh, Umi; Noorhayati, Siti Mahmudah; Mufarochah, Siti; Yuliani, Naning
PUDAK: Local Wisdom Community Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Community-Based Empowerment for Education, Entrepreneurship, and Innovative Ski
Publisher : LPPM, STAI Al-Azhar Menganti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/pudak.v2i1.1482

Abstract

The PAUD teacher mentoring activity program in the Gresik Regency area in each sub-district has its own characteristics and uniqueness, there are 2 - 5 units in each sub-district in Gresik Regency which have almost the same problems as other units, namely in terms of lack of enthusiasm for competitiveness between units. one unit with another, lack of order in administration, as well as PAUD teachers' lack of understanding of the development of Early Childhood learning media. The aim of the PAUD teacher mentoring activities in each sub-district is to; 1) Strengthening and empowering, 2) Carrying out integrated unit promotions, 3) Providing workshops and training in the form of making educational game tools (APE) that are adapted to Curriculum 13 and early Asian education learning models. The target of this PAUD teacher mentoring activity is to manage PAUD units located in each sub-district. This service uses a descriptive method regarding the real picture in the educational unit in the form of delivering material, assignments, questions and answers and discussions, workshops dividing into small groups, training in making educational game tools (APE) with the main focus for Early Childhood (AUD). The expected results are the implementation of the Unit Based Management (MBS) program from empowerment activities, promotion programs integrated with units and increased understanding of teachers regarding the creation of Educational Game Tools (APE) for Early Childhood Children. It is hoped that this PAUD teacher mentoring activity will receive good appreciation from the units in Gresik Regency and all educators and teaching staff as having a strategic meaning related to improving the quality of PAUD in Gresik Regency.
Epistemologi Dalam Filsafat Pendidikan Islam Manurung, Azhar Azmi; Zulfi, Syifa; Noorhayati, Siti Mahmudah; Yahanan, Yahanan
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep epistemologi dalam filsafat pendidikan Islam, meliputi sumber dan validitas pengetahuan, serta pendekatan epistemologi bayani, irfani, dan burhani. Epistemologi dalam pendidikan Islam memiliki kekhasan tersendiri karena tidak hanya mengandalkan rasio dan empirisme sebagaimana tradisi Barat, tetapi juga menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran absolut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur-literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pengetahuan dalam epistemologi pendidikan Islam terdiri dari tiga pilar utama: ayat-ayat ilahiyah (Al-Qur'an dan Sunnah), ayat-ayat insaniyah (potensi akal, indera, hati, dan fitrah manusia), dan ayat-ayat kauniyah (fenomena alam semesta). Validitas pengetahuan dalam Islam diukur bukan hanya dari aspek rasionalitas dan empirisitas, tetapi juga dari kesesuaiannya dengan nilai-nilai tauhid, moral, dan tujuan spiritual. Ketiga pendekatan epistemologi—bayani (tekstual), irfani (intuitif-spiritual), dan burhani (rasional-empiris)—saling melengkapi dalam membentuk fondasi epistemologi pendidikan Islam yang holistik dan integratif. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang mengintegrasikan ketiga pendekatan epistemologi tersebut secara seimbang agar menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kematangan moral, dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai khalifah Allah di muka bumi
Konsep Pendidikan dalam Perspektif Ibnu Khaldun dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Selfiana, Rani; Salsahbilla, Meysi; Salasiah, Salasiah; Cesa, Cesa; Noorhayati, Siti Mahmudah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2508

Abstract

This study analyzes the relevance of Ibn Khaldun's educational thinking to the challenges of contemporary Islamic education in the digital age. This study uses a qualitative approach with a literature review and content analysis of Ibn Khaldun's Muqaddimah and supporting literature. The results of the study show that Ibn Khaldun's concept of education, which emphasizes intellectual, moral, and social balance, is highly relevant in addressing the challenges of contemporary Islamic education. This study contributes to science in the form of an integrative framework of classical thought that is adaptive to the dynamics of modern Islamic education, particularly in strengthening contextual learning and the systematic internalization of moral values.ABSTRAKPenelitian ini menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun terhadap tantangan pendidikan Islam kontemporer di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi terhadap karya Muqaddimah Ibnu Khaldun serta literatur pendukung. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Ibnu Khaldun yang menekankan keseimbangan intelektual, moral, dan sosial memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah berupa kerangka integratif pemikiran klasik yang adaptif terhadap dinamika pendidikan Islam modern, khususnya dalam penguatan pembelajaran kontekstual dan internalisasi nilai akhlak secara sistematis.
METODE DIALEKTIKA DALAM PENDIDIKAN ISLAM: SINTESIS KLASIK-MODERN MENUJU INSAN KAMIL sabila, Aura sufi; Harahap, Despita Amalina; Pohan, Widya Eka Putri; noorhayati, Siti mahmudah; Yahanan, Yahanan
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.198

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan reduksi fungsi ke aspek kognitif semata, dikotomi ilmu agama-umum, dan krisis identitas moral akibat globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini mengkaji metode dialektika sebagai solusi potensial melalui sintesis tesis-antitesis yang mengintegrasikan pemikiran filsuf Islam klasik (Al-Farabi, Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun) dengan konteks modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konseptual terhadap sumber primer dan sekunder terkait filsafat pendidikan Islam dan dialektika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dialektika efektif mengintegrasikan rasionalitas (Al-Farabi) dengan spiritualitas (Al-Ghazali), individualitas dengan sosialitas (Ibnu Khaldun), serta idealisme dengan realisme untuk mencapai keseimbangan ruhani-jasmani-akal menuju pembentukan insan kamil. Implementasi dialektika dalam kurikulum melalui tahap tesis (pengenalan materi), antitesis (diskusi ketegangan), dan sintesis (proyek kreatif) terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, identitas Islam, dan tanggung jawab sosial siswa, sehingga pelatihan guru PAI menggunakan metode dialektika, pengembangan kurikulum berbasis langkah tesis-antitesis-sintesis, serta penelitian empiris lanjutan untuk validasi implementasi di madrasah Indonesia sangat urgensi.
Filsafat Kurikulum Pendidikan Islam Pane, Ananda; Harahap, Kholid Jamhuri; Yahanan, Yahanan; Noorhayati, Siti Mahmudah
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i4.140

Abstract

Kurikulum merupakan komponen fundamental dalam sistem pendidikan Islam yang berfungsi sebagai panduan untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep filsafat kurikulum pendidikan Islam, mengidentifikasi landasan-landasan yang mendasarinya, serta menjelaskan prinsip dan asas yang menjadi pedoman pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Metode kajian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam memiliki karakteristik khusus yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan Hadis, serta terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dalam seluruh aspek pendidikan. Landasan kurikulum pendidikan Islam meliputi landasan religius, filosofis, psikologis, sosiologis, dan organisatoris yang saling berkaitan dan melengkapi. Prinsip-prinsip kurikulum pendidikan Islam mencakup keterkaitan dengan ajaran Islam, komprehensif, relevansi, efisiensi, individualitas, dan efektivitas. Sementara itu, asas-asas kurikulum meliputi asas religius, falsafah, psikologis, sosiologis, organisatoris, sosial budaya, dan teknologi. Kurikulum pendidikan Islam yang dikembangkan dengan memperhatikan landasan, prinsip, dan asas tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kompetensi yang diperlukan untuk kehidupan di dunia dan akhirat.
STUDI KOMPARATIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM TIGA TOKOH DALAM PERANCANGAN KURIKULUM BERKARAKTER Khudhori, Mahfudz; Muhammad Anshor, Nasrullah; Nurkholis, Ahmad; M. Fauzan Almursyidi; Noorhayati, Siti Mahmudah
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Nusantara
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif implementasi Filsafat Pendidikan Islam (FPI) dari perspektif Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, dan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam perancangan kurikulum pendidikan yang berkarakter. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana mensintesiskan pemikiran ketiga tokoh klasik tersebut guna menjawab tantangan degradasi moral di era global. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menitikberatkan pada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), Ibnu Khaldun pada prinsip bertahap (al-tadarruj) dan relevansi sosial, sedangkan Ibnul Qayyim menekankan penguatan akidah dan adab sejak dini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi ketiga pemikiran tersebut menghasilkan kerangka kurikulum yang holistik, yang tidak hanya mengutamakan aspek kognitif, tetapi juga membentuk spiritualitas dan karakter peserta didik menuju insan kamil.
Studi Komparatif Pemikiran Al-Ghazali dan John Dewey dalam Konteks Pendidikan Kontemporer Zainab, Siti; Maula, Istul; Maulana, Mohammad Thoyib; Akhmadi, Abdul Muhaimin; Noorhayati, Siti Mahmudah
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1132

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk menjembatani pemikiran pendidikan klasik Islam Al-Ghazali dan filsafat pendidikan progresif John Dewey guna merumuskan pendekatan pendidikan kontemporer yang holistik, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman. Pendidikan kontemporer menghadapi tantangan serius akibat globalisasi, digitalisasi, dan perubahan struktur sosial yang mendorong orientasi pragmatis sekaligus berpotensi mereduksi dimensi reflektif dan kemanusiaan. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komparatif pemikiran Al-Ghazali dan John Dewey dalam konteks pendidikan kontemporer untuk menawarkan perspektif alternatif yang lebih holistik. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan sumber data primer berupa karya Al-Ghazali Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Ayyuha al-Walad, serta karya John Dewey Democracy and Education, yang didukung oleh literatur ilmiah nasional dan internasional bereputasi dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui pendekatan interpretatif, komparatif, dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses penyucian jiwa dan pembentukan akhlak yang berorientasi pada kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, sedangkan John Dewey menekankan pendidikan sebagai proses pertumbuhan berkelanjutan berbasis pengalaman, refleksi kritis, dan partisipasi demokratis. Meskipun berbeda secara epistemologis dan metafisik, kedua tokoh sama-sama menolak pendidikan yang bersifat mekanistik dan reduksionistik. Artikel ini menegaskan pentingnya sintesis nilai spiritual-etik dan pendekatan pragmatis-humanistik sebagai landasan pengembangan paradigma pendidikan kontemporer yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pemanusiaan.