Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tipologi Tindakan Sosial Petani Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan Yulasteriyani, Yulasteriyani; Suwartapradja, Opan Suhendi; Mulyana, Nandang
Society Vol 9 No 2 (2021): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v9i2.226

Abstract

Traditional farming communities are synonymous with subsistence culture, whereas modern society is a commercial economy. Economic action in sociology is called social action, which has different motives and orientations depending on the actor concerned. This research aims to analyze the socio-economic actions of farming communities in Kalampadu Village, Muara Kuang Sub-district, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province. This research uses a qualitative method. Informants in this research are rainfed rice farmers and stakeholders in Kalampadu Village and collect data using observation techniques, in-depth interviews, and documentation. The results showed that farmer actors in the village of Kalampadu carried out a dualism of economic action, both subsistence economics and commercial economics. Weber’s social action is not practiced partially. Some of these concepts of social action can be used simultaneously or separately. There are three models of social action in the socio-economic behavior of farmers, namely traditional social action (subsistence economy), traditional social action of rational instrumental integration (secondary subsistence economy), and rational social action (commercial economy).
ULAMA DAN POLITIK DI INDONESIA DALAM SUDUT PANDANG SOSIOLOGI Randi, Randi; Yulasteriyani, Yulasteriyani; Junaidi, Junaidi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i2.1994

Abstract

Kehadiran ulama dalam dunia perpolitikan sudah menjadi hal yang tidak tabu lagi. Banyak dan terlihat jelas bahwa berperan dan ikut serta dalam politik. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi ulama ikut serta dalam dunia perpolitikan serta terdapat beberapa kepentingan didalamnya yang memicu ikut sertanya ulama dalam politik. Ulama dan politik adalah dua konsep yang berbeda dimana ulama sebagai aktor dan politik adalah arena. Menurut hasil tulisan ini bahwa ulama dan politik tidaklah dapat dilepaskan dengan tujuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Pada dasarnya agama adalah untuk kedamaian di dunia. Niat ingin mencapai tujuan namun politik tidak semurni yang dharapkan sehingga banyak ulama yang terlibat dalam kriminalisasi. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa pertmuan antara pemerintah dan ulama, hal ini terkait persoalan penegakan hukum, kebangsaan hingga keadilan, dugaan praktik kriminalisasi yang dialami sejumlah ulama. Penelitian ini menggunakan metode kualitati dengan teknik pengumpulan data studi literatur. 
Livelihood Strategies of Rainfed Rice Farmers During the Covid-19 Pandemic in Kalampadu Village, Ogan Ilir Regency Yulasteriyani, Yulasteriyani; Randi, Randi; Andriani, Dian Sri
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 9 No 2 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/hwkvqd18

Abstract

The COVID-19 pandemic has profoundly affected rural livelihoods, particularly among rainfed rice farmers whose income heavily depends on seasonal rainfall and market access. This study explores the livelihood strategies adopted by rainfed rice farmers in Kalampadu Village, Ogan Ilir Regency, during the pandemic era. The research aims to identify how farmers adapted their agricultural and non-agricultural activities in response to declining productivity, market disruptions, and mobility restrictions. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving 25 farming households. The analysis applied the Sustainable Livelihood Framework (SLF) to assess changes in five livelihood assets: human, natural, physical, financial, and social capital. The findings indicate that farmers experienced significant income reduction due to unstable rainfall patterns and limited access to agricultural inputs. To cope, they diversified their income sources through wage labor, small-scale trading, livestock rearing, and social network-based cooperation. Social capital played a crucial role in maintaining food security and sustaining mutual aid systems such as “gotong royong.” Furthermore, women contributed to household resilience by engaging in home-based economic activities, including food processing and handicrafts. The government’s social assistance programs and local institutions’ support were identified as key external factors enhancing adaptive capacity. This study concludes that livelihood sustainability among rainfed farmers during the pandemic relied on a combination of diversification, adaptation, and social collaboration. Strengthening local institutional capacity and promoting climate-resilient agricultural practices are recommended to enhance future livelihood resilience in rural communities vulnerable to environmental and economic shock
Pembelajaran Sosiologi Berbasis Wahyu bagi Guru dan Siswa SMA di Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim Taqwa, Ridhah; Eko, Dyah Hapsari; Safitri, Erna Retna; Mahriani, Retna; Yulasteriyani, Yulasteriyani
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20715

Abstract

Pendahuluan: Pembelajaran sosiologi tidak hanya membahas hubungan sosial antarindividu dan kelompok, tetapi juga mengaitkan manusia dengan Tuhannya sesuai ajaran Al-Qur’an. Integrasi nilai wahyu penting untuk memperkuat pemahaman sosial yang bermoral. PKM berjudul “Pembelajaran Sosiologi Berbasis Wahyu kepada Guru dan Siswa SMA di Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim” dilaksanakan untuk mengenalkan konsep sosiologi berbasis wahyu dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode: PKM dilakukan melalui tiga tahap: Pembukaan dan pretest untuk mengukur pemahaman awal, penyampaian materi melalui kuliah desa yang menghubungkan teori sosiologi dengan nilai Al-Qur’an, dan postest untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasil: Kegiatan berjalan lancar dengan respons positif. Nilai peserta meningkat dari 64% pada pretest menjadi 87% pada postest. Kesimpulan: PKM ini efektif meningkatkan pemahaman peserta mengenai pembelajaran sosiologi berbasis wahyu dan layak dijadikan model pengembangan pembelajaran yang berkarakter dan bernilai Islami.