Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERANCANGAN SISTEM PEMBERIAN PAKAN IKAN OTOMATIS UNTUK IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) PADA BUDIDAYA BIOFLOK Kurniawan, Anri; Ferdiansyah, Erlando; Wahab, Luthfi
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 6 No 1 (2025): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2025.6.1.15989

Abstract

Lele merupakan jenis ikan air tawar yang populer dibudidayakan di Indonesia, mengingat pertumbuhan cepat dan toleransi tinggi terhadap lingkungan. Lele sangkuriang (Clarias gariepinus) adalah salah satu jenis lele memiliki pertumbuhan sangat cepat dengan konversi pakan yang lebih efisien dengan tingkat keberlangsungan hidup (survival rate) tinggi dibandingkan jenis lainnya. Tujuan penelitian ini adalah merancang pemberian pakan ikan otomatis berbasis internet of things (IoT) untuk budidaya ikan lele sistem bioflok. Metodologi penelitian menggunakan rancang bangun yang terdiri dari studi literatur, perancangan hardware, software, uji coba dan analisis data. Perhitungan menggunakan efisiensi pakan (%) dan Feed Convertion Ratio (FCR). Komponen elektronik sistem pemberian pakan ikan otomatis terdiri dari motor servo yang dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 kemudian ditampilkan pada LCD berdasarkan Real Time Clock (RTC) dapat di-setting melalui aplikasi Catfish Feeder IoT di Adafruit.io. Aplikasi dapat menentukan jadwal pemberian pakan pada pukul 06.00, 15.00 dan 20.00 WIB dengan dosis 250 gram dengan kapasitas 5 kg. Nilai Feed Conversion Ration (FCR) pakan ikan otomatis 2, 1 lebih kecil daripada manual yaitu 2,5 sehingga sistem pemberian pakan ikan otomatis lebih efisien sebesar 47,6%.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Lahan Pertanian di Kecamatan Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah : The Utilization of Geographic Information Systems for Agricultural Land Mapping in Kembaran District, Banyumas, Central Java Wahab, Luthfi; Kurniawan, Anry
Jurnal Agroindustri Terapan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): July 2023
Publisher : Department of  Agriculture, Subang State Polytechnic, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31962/jati.v1i1.119

Abstract

Kembaran District is one of the districts located in Banyumas Regency, Central Java Province, Indonesia. Kembaran District has a total area of approximately 126.74 km² and consists of 15 villages. The majority of the population in Kembaran District work as farmers, with agriculture being one of the main economic sectors. Rice, corn, and other crops are common agricultural commodities in this area. This research aims to map the potential agricultural land in Kembaran District, Banyumas, Central Java using Geographic Information System (GIS). The method used in this research is a descriptive method to analyze and match the data of the study area with the criteria. In this research, spatial data is obtained from various sources, including satellite imagery, topographic maps, and field data. The attribute data of the land is the agricultural land area. Subsequently, the data is processed and analyzed using GIS software to map agricultural land in Kembaran District. The results of the research show that the use of GIS in mapping agricultural land in Kembaran District can provide accurate information about the distribution of land in the area. The findings of this research have important implications for the management of agricultural land in Kembaran District and its surrounding areas. The results of overlay analysis between village boundaries and agricultural land in Kembaran District yielded the following results: the village with the largest agricultural land area is Purwodadi Village with an area of 186.29 Ha, and the village with the smallest agricultural land area is Sambeng Wetan Village with an area of 59.67 Ha. Meanwhile, the average agricultural land area of the 16 villages in Kembaran District is 117.72 Ha.
Automated Conveyor System of Sorting and Grading for Red Chili Pepper (Capsicum annum L.) using Image Processing and Artificial Neural Network Lestari, Hanis Adila; Kurniawan, Anri; Wahab, Luthfi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i4.1320-1333

Abstract

This research aims to design an automatic sorting and grading tool driven by color sensor processed through image processing and artificial neural networks (ANN). The research stage consists of data collection in a Mini Studio, image processing using ImageJ, and image classification with ANN. The automatic sorting process begins with items entering the belt, where they are processed in four phases: (1) separating good and rejects chili, (2) separating red from green chili, (3) distinguishing large and small red peppers, and (4) separating large and small green peppers. Automatic sorting and grading were based on image data processed using ANN. The best activation function was tansig-logsig-purelin with MAPE 1.220, RMSE 0.010, and R² = 1 during training. During testing, the MAPE 0.158, RMSE 1.790, and R² = 0.963. The criteria produced grade 1 (red, 10-15 cm), grade 2 (green, 10-15 cm), grade 3 (red, 5-9.99 cm), and reject grade. The quality of large red chilies is used as a reference for market pricing: grade 1 (IDR 60,000/kg), grade 2 (IDR 40,000/kg), and grade 3 (IDR 25.000 – 35,000). Assessing quality based on color with an automatic conveyor can reduce sorting and grading time by 70% compared to conventional methods. Keywords: ANN, Color, Grading, Image Processing, Sorting.
THE EFFECT OF QUR’AN MURATTAL AND CLASSICAL MUSIC ON THE LEAF LENGTH AND GROSS WEIGHT OF HYDROPONIC WATER SPINACH (Ipomea aquatic) : PENGARUH SUARA MUROTTAL AL-QUR’AN DAN MUSIK KLASIK TERHADAP PANJANG DAUN DAN BERAT BASAH KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) DENGAN SISTEM HIDROPONIK TRIAT ADI YUWONO; Dheni Atmiasih; LUTHFI WAHAB
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i1.1386

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan pangan, maka teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian terus dikembangkan. Diantara teknologi yang ramah lingkungan untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan memanfaatkan teknologi sonic bloom yaitu teknik menyuburkan pertumbuhan tanaman menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (3500–5000 Hertz) yang digabungkan dengan pemberian nutrisi melalui daun. Dari berbagai penelitian yang menggunakan paparan gelombang suara terhadap tanaman, sepanjang pengetahuan penulis belum ada yang menggunakan murotal Al-Qur’an dan music klasik pada tanaman kangkung yang ditanam dengan system hidroponik. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Suara Murottal Al-Qur’an dan Musik Klasik Terhadap Panjang Daun dan Berat Basah Kangkung Air (Ipomoea Aquatica) dengan Sistem Hidroponik. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pengaruh suara murotal Al-Qur’an dan musik klasik terhadap panjang daun dan berat basah kangkung air yang ditanam dengan system hidroponik. (2) Mengetahui signifikansi suara murotal Al-Qur’an dan musik klasik terhadap panjang daun dan berat basah kangkung air yang ditanam dengan system hidroponik. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu (A) Suara Musik Klasik, (B) perlakuan kontrol tanpa suara, dan (C) suara murotal Al-Qur’an. Suara yang diberikan memiliki taraf intensitas bunyi sebesar 65,8-73,9 dB. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa : (1) Paparan suara murotal Al-Qur’an dan music klasik berpengaruh terhadap panjang daun dan berat basah kangkung air yang ditanam dengan system hidroponik (2) Hasil uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada panjang daun dan berat basah kangkung air dengan perlakuan pemberian suara murotal Al-Qur’an, musik klasik dan tanpa suara.
PENYULUHAN PERTANIAN URBAN FARMING UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI MT. NURUL ‘ILMI KELURAHAN MERSI Anri Kurniawan; Triat Adi Yuwono; Hanis Adila Lestari; Dwi Sukowati; Luthfi Wahab; Novita Hindratiningrum
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di daerah perkotaan yang sangat pesat menyebabkan penyempitan lahan pertanian. Urban farming adalah salah satu alternatif solusi yang inovatif yang dapat diterapkan untuk memanfaatkan lahan terbatas. Pertanian perkotaan bertujuan untuk ketahanan pangan keluarga, mengurangi jejak karbon, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Namun demikian, teknologi ini masih jarang diketahui oleh masyarakat umum, termasuk ibu-ibu anggota majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi yang berada di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur. Oleh karena itu dilaksanakan penyuluhan tentang pemanfaatan teknologi urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga bagi anggota Majelis Ta’lim. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan tingkat pemahaman anggota Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi tentang konsep dan manfaat urban farming. Metodologi pelaksanaan kegiatan menggunakan Participacy Rural Appraisal (PRA). Kegiatan penyuluhan ini berjalan dengan lancar, hal ini bisa dilihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan serta hasil pre test dan post test yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta lebih memahami tentang urban farming dibandingkan dengan sebelum mengikuti penyuluhan.
Smart Solar Dome Dryer: IoT-Integrated Automatic Hybrid Drying System for Cereal Grains Hanis Adila Lestari; Luthfi Wahab; Triat Adi Yuwono
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i1.372-384

Abstract

The drying process for cereals is essential to reduce the moisture content of grains to an optimal level of 12%; however, it is often hindered by the unpredictable tropical climate. This study aimed, firstly, to design a solar dome dryer for drying grains using solar energy and, secondly, to develop an automatic control system for a hybrid solar-heated system based on the Internet of Things (IoT). The research started with engineering design, followed by drying test using single-factor of different grains. The Solar Dome Dryer (SDD) was constructed with a lightweight steel frame covered by UV-resistant plastic, sizing 2 × 1 m and with a capacity of 25 kg. It is equipped with an exhaust and heater operating in a hybrid mode during day and night, controlled by DHT22, BH1750, and capacitive soil moisture sensors integrated with a Smart SDD application on a smartphone. Results showed that percentage error, MAE, RMSE, and R² values were below 1%, indicating high sensor accuracy and consistency. The final moisture contents of 12% were achieved in the following grains: rice 4.72 h, red rice 6.20 h, glutinous rice 6.20 h, black glutinous rice 6.62 h, feed maize 7.35 h, sweet maize 7.62 h, glutinous maize 7.27 h, white sorghum 6.20 h, brown sorghum 5.99 h, and red sorghum 5.64 h. ANOVA of drying using SDD was faster than conventional, even while performing drying during rainy conditions.