Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Perbandingan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin (Hb) Diperiksa Langsung Dan Ditunda 2 Jam Pada Ibu Hamil Asdinar; Selvina; Salnus, Subakir; Mulhayat, Syamsul
Jurnal TLM Blood Smear Vol 4 No 2 (2023): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v4i2.1151

Abstract

Defisiensi Hemoglobin (Hb) merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh ibu hamil. Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), perdarahan, dan jika ibu hamil mengalami anemia berat dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan kadar hemoglobin (Hb) menggunakan sampel darah EDTA pada ibu hamil, diperiksa langsung dan ditunda 2 jam di puskesmas caile. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif ketegorik berpasangan dengan metode penelitian experiment laboratory. Dimana jumlah populasi sebanyak 30 orang dan sampel sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan pada pengambilan sampel ialah metode purposive sampling. Dari 15 sampel untuk pemeriksaan langsung terhadap 2 sampel yang kadar hemoglobin di bawah normal dan 13 sampel dengan kadar hemoglobin normal. Untuk pemeriksaan yang ditunda 2 jam didapatkan semua responden kadar hemoglobin normal yaitu 15 responden. Berdasarkan uji statistic Wilcoxon penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbandingan kadar hemoglobin di periksa langsung dan ditunda 2 jam.
Perbandingan Kadar Asam Urat Darah Tidak Puasa Dengan Puasa 8 Jam Dan 12 Jam Pada Mahasiswa/I Stikes Panrita Husada Bulukumba Asdinar
Jurnal TLM Blood Smear Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v5i1.1392

Abstract

Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin yang merupakan salah satu komponen asam nukleat dalam inti sel tubuh. Meningkatnya kadar asam urat dapat menimbulkan gangguan pada tubuh manusia, seperti nyeri pada daerah persendian, dan seringkali disertai dengan rasa nyeri yang hebat pada penderitanya. Kadar asam urat dalam tubuh memiliki kadar normal, nilai normal asam urat pada pria adalah 3,4 - 7,0 mg/dL, sedangkan nilai normal asam urat pada wanita adalah 2,4 - 6,0 mg/dL. Jika nilai asam urat abnormal dapat menyebabkan hiperurisemia, sedangkan kadar asam urat yang lebih rendah dari normal disebut hipourisemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat darah tidak puasa dengan puasa 8 jam dan 12 jam pada mahasiswa/i Stikes Panrita Husada Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain observasional laboratories dengan pendekatan cross sectional dengan jenis kuantitatif analitik komparatif. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa/i DIII teknologi laboratorium medik. Sampel diambil dari darah kapiler dengan jumlah 25 sampel tidak puasa, 25 sampel puasa 8 jam dan 25 sampel puasa 12 jam. Total 75 sampel di periksa. Kadar asam urat di ukur menggunakan alat POCT dengan merk Autocheck. Hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriktif dengan perolehan kadar asam utrat pada sampel responden tidak puasa rata-rata 4,912 mg/dl, sampel puasa 8 jam 4,788 mg/dl dan sampel 12 jam 4,672 mg/dl. Uji normalitas data menggunakan menggunkan Saphiro-wilk dan dilanjutkan uji Repeated measures ANOVA. Berdasarkan uji uanine Repeated measures ANOVA diperoleh nilai P-Value <0,5, menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna kadar urat darah sampel tidak puasa dengan puasa 8 jam dan 12 jam. Kesimpulan penelitian ini diperoleh nilai p=0,02 artinya <0,05, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara tidak puasa dengan puasa 8 jam dan puasa 12
Gambaran Pemeriksaan Jumlah Dan Jenis Leokosit Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di RSUD H.Andi Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba Tahun 2021 Faiqatul Hikma; Asriyani Ridwan; Asdinar
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 1 No. 5 (2023): November
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan yang utama terjadi di dunia ataupun di Indonesia.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan jumlah dan jenis leukosit pada pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) Di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba Tahun 2021. Metode ini menggunakan penelitian deksriptif. Sampel pada penelitian ini adalah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di RSUD H.Andi Sulthan Daeng Radja Kab.Bulukumba pada bulan Maret-April 2023 yaitu berjumlah 62 penderita.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 62 penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berdasarkan jenis kelamin, ditemukan responden berjenis kelamin perempuan  sebanyak 32 orang (51,60%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 30 orang (48,4%). Berdasarkan umur persentase terbesar pada kisaran 0-5 tahun sebanyak 19 orang atau sebanyak (30,6%). Berdasarkan penelitian didapatkan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut yang mengalami peningkatan (leukositosis)  sebanyak  42 orang (67.7%) dan yang normal  sebanyak 20 orang (32.2%). Berdasarkan penelitian didapatkan jenis leukosit yang mengalami peningkatan terbanyak yang lebih dari nilai normal yaitu monosit sebanyak 30 pasien (48,4%) dan untuk jenis leukosit yang mengalami penurunan kurang dari nilai normal yaitu limfosit 41 pasien (66,1%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu jumlah leukosit pada pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat dan jumlah jenis leukosit pada pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat pada jenis monosit, netrofil dan basofil.  Hal ini menunjukkan sebagian besar pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) Di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumbu disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan akut
PEMERIKSAAN GULA DARAH MASYARAKAT DESA BARUGAE KECAMATAN BULUKUMPA KABUPATEN BULUKUMBA Fatimah; Asdinar
Jurnal ABDIMAS Panrita Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Abdimas Panrita
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.418 KB) | DOI: 10.37362/jap.v1i1.398

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit atau gangguan metabilik kronik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufiensi fungsi insulin. pentingnya masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu agar bisa mengetahui kondisi gula darah dalam tubuh dan terhindar dari penyakit Diabetes Melitus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemerikaan gula darah pada masyarakat desa Barugae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba. Metode dalam pelaksanaan pengabdian melalui pemeriksaan Kesehatan dan diskusi tentang pentingnya upaya pencegahan penyakit Diabetes Melitus dengan melibatkan puskesmas, pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat. Hasil kegiatan pemeriksaan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai kadar gula darah dan bagaimana masyarakat bisa memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan baik dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Kesimpulan dari kegiatan ini diketahui bahwa dari 31 warga yang diperiksa diketahui bahwa yang memiliki kadar glukosa darah rendah sebanyak 4 orang, kadar gula darah normal sebanyak 16 orang, beresiko diabetes mellitus sebanyak 8 orang, sedangkan 3 orang lainnya adalah penderita diabetes. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pemeriksaan Gula Darah, Desa Barugae, Bulukumpa, Bulukumba
SOSIALISASI DAN PEMERIKSAAN HB SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN ANAK REMAJA SEHAT BEBAS ANEMIA Asdinar; Fitriani; Tenriwati
Jurnal ABDIMAS Panrita Vol 4 No 2 (2023): Jurnal ABDIMAS Panrita
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jap.v4i2.1166

Abstract

ABSTRAK Anak usia sekolah merupakan fase yang sangat penting dalam pertumbuhan. Periode anak usia sekolah ini disebut juga dengan istilah latency, yakni periode dimana proses pertumbuhan berlanjut dari masa balita, namun dengan efek pertumbuhan yang tidak sebesar pada periode sebelumnya. Pada fase ini, tubuh dengan optimal menyimpan cadangan nutrisi yang diperlukan anak pada fase pubertas nantinya. Selain itu, anak usia sekolah merupakan fase dimana aktivitas anak berlangsung sangat dinamis dan aktif sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang memadai. Dengan demikian kecukupan zat gizi menjadi hal utama yang harus dipenuhi oleh keluarga. Hemoglobin (Hb) merupakan heme protein pengikat oksigen karbon dioksida dan proton. Hb ini ditemukan dalam sel darah merah atau eritrosit. Pada sel darah merah, hemoglobin berjumlah sangat besar. Apabila jumlah hemoglobin dalam sel darah merah sedikit, maka orang akan terlihat pucak dimana keadaan ini disebut anemia. Jika sel darah merah kekurangan hemoglobin, maka suplai oksigen ke dalam jaringan tubuh akan berkurang, sehingga proses metabolisme dalam tubuh mengalami gangguan. Perawatan anemia defisiensi besi tergantung pada seberapa parah kondisinya dan apa penyebabnya. Biasanya, kondisi ini paling sering disebabkan karena kurangnya asupan zat besi dalam makanan atau masalah penyerapan menyerap zat besi. Salah satu cara pengobatannya adalah Mengonsumsi suplemen zat besi dalam bentuk tablet secara rutin dua sampai tiga kali dalam sehari. Kata Kunci : Pemeriksaan Hb, Anemia Zat Besi, Nutrisi
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kaki Kuda (Centella Asiatica) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium Acnes Wardani, Dini; Asdinar, Asdinar; Fatimah, Fatimah; Arwie, Dzikra; Safaruddin, Safaruddin
Jurnal Medisains Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Medisains Kesehatan
Publisher : Universitas Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59963/jmk.v4i2.214

Abstract

Infection is a disease caused by bacteria. Acne is an infectious disease caused by the bacteria Propionibacterium acnes. Acne can be treated with topical treatments such as using Benzoyl peroxide, Retinoid acid, and antibiotics, but this has the side effect of causing drug resistance. To prevent the emergence of resistance to antibiotics, a formula is needed that can utilize herbal plants as the main ingredient. One example of a herbal plant that can be used is horse's foot leaves. This herbal contains active ingredients in the form of Flavonoids, Saponins, Tannins, Steroids and Triterpenoids which are thought to inhibit the growth of bacteria, especially Propionibacterium acnes. The aim of this research is to determine the antibacterial effectiveness of horse's foot leaf extract (Centella asiatica) against the growth of Propionibacterium acnes bacteria at concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, 100%. The method used is a quantitative method, namely laboratory experiments. Horse's foot leaf extract was obtained by maceration then distilled which was then varied into several concentration treatments, namely 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, as well as a positive control in the form of Tetracycline and a negative control of distilled water. Which is continued by using the well method. The results research show that horse's foot leaf extract can inhibit the growth of Propionibacterium acnes bacteria with moderate to strong inhibitory power. With a 20% concentration with an average inhibition zone of 7.6 mm, a 40% concentration of 9.3 mm, a 60% concentration of 10.3 mm, an 80% concentration of 11.6 mm and a 100% concentration which has the largest inhibition zone, namely 12.6mm.
Analisis Keton Urine Penderita Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 Syahruni , Susi Susanti; Aryandi, Rahmat; Asnidar , Asdinar
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 4 (2024): Sep-Okt
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v1i4.196

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2, gangguan metabolik kronis yang melibatkan resistensi insulin atau penurunan sekresi insulin, menunjukkan prevalensi meningkat secara signifikan di Kabupaten Bulukumba, termasuk di Puskesmas Bontonyeleng. Kondisi ini berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti ketoasidosis diabetik (KAD) akibat keton yang berlebihan dalam tubuh. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Dengan metode Diptick carik celup menggunakan alat urine analyzer. Sampel  yang di ambil sebanyak 13 dengan teknik porposive sampling pada pasien diabetes mellitus tipe 2  di Puskesmas Bontonyeleng dengan jumlah populasi 359. Hasil penelitian diperoleh hasil negatif dengan persentase (100%), yang berarti pada pemeriksaan urin pada penderita diabetes melitus tipe 2 tidak ditemukan keton urine. dan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keton pada urine penderita diabetes mellitus tipe 2 didapatkan semua negatif.
Test of the inhibitory power of red betel leaf extract (Piper crocatum) against stapylococcus aureus bacteria: Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Stapylococcus aureus rahayu putri, Andini; Asdinar, Asdinar; Fatimah, Fatimah
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Bulan November 2023 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v1i3.2392

Abstract

Latar Belakang : Bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit infeksi, seperti infeksi supuratif dengan angka keparahan yang bervariasi. Daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan salah satu tanaman herbal yang banyak dijumpai di Indonesia yang bermanfaat sebagai obat, mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan minyak atsiri yang bersifat antibakteri. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uji daya hambat ekstrak daun sirih merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Experimental Laboratories menggunakan disc deffision untuk melihat efek daun Sirih merah. Dimana ekstrak daun sirih merah diperoleh dengan metode maserasi yang kemudian di variasikan kedalam beberapa perlakuan konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% serta kontrol positif tetracylin dan kontrol negatif aquades. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan aktivitas kuat. Dari hasil analisis statistik menunjukkan masing-masing data terdistribusi dengan normal yang memenuhi syarat untuk melakukan uji One-Way Anova dari hasil akhir menunjukkan nilai p<0,005 sehingga paling tidak terdapat rerata bermakna antara kelompok data.Kesimpulan : Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun sirih merah dengan konsentrasi 40%, 60%, 80% dan 100% efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Testing The Antibacterial Effectiveness Of Pegagan (Centela Asiatica) Leaf Extract Using The Well Method On The Growth Of The Bacteria Staphylococcus Aureus: Uji Efektivitas Antibakter Ekstrak Daun Pegagan (Centela Asiatica) Dengan Metode Sumuran Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Yulianto, Delmi; Asdinar, Asdinar; Dr.Aszrul AB, Dr.Aszrul AB
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Bulan November 2023 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v1i3.2396

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit infeksi, seperti infeksi suparatif dengan angka keparahan yang bervariasi. Bakteri ini salah satu bakteri yang resisten sehingga menjadi masalah tersendiri. Pegagan (Centela Asiatica) merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari daun pegagan (Centela Asiatika) adalah antibakterinya. Metode:  Metode penelitian experimental laboratory, menggunakan desain post test only control group. Ekstrak pegangan diperoleh dengan menggunakan metode maserasi yang kemudian divariasikan kedalam beberapa konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% serta kontrol positif ciprofloxacin dan kontrol negatif aquades. Dilanjutkan dengan metode difusi sumuran untuk menguji daya hambat, lalu hasil yang didapatkan diolah menggunakan uji SPSS menggunakan one way anova. Hasil: Hasil penelitian uji daya hambat ekstrak daun pegagan (Centela Asiatica) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% memiliki respon hambat yaitu 0  mm, 12,6  mm, 13,5  mm, 16.1 mm, 18 mm dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai P=0,00 yang berarti nilai P< 0,05. Simpulan dan saran: Adapun kesimpulannya yaitu menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
Analisis Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Goreng Kelapa Murni Sebelum dan Sesudah Penggorengan di Desa Pakubalaho Rahmi, Alidah; Asdinar, Asdinar; Artati, Artati
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Bulan November 2023 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v1i3.2403

Abstract

Latar belakang: Minyak goreng kelapa murni adalah minyak goreng yang dibuat secara tradisional yang secara fisik berwujud  cairan yang berwarna bening sampai kuning kecoklatan dan memiliki karakteristik bau yang khas. Warna minyak kelapa murni dipengaruhi oleh bahan dasar dan suhu selama proses pengolahan. Tujuan: tujuan penelitian untuk mengatahui kadar asam lemak bebas pada minyak goreng kelapa murni sebelum dan sesudah 3 kali dipakai. Metode: metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah free eksperimental. Hasil: Hasil penelitian dari penelitian ini Menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah kadar asam lemak bebas pada minyak goreng kelapa murni yaitu pada sampel 1 sebelum dipakai 0,24%, sesudah 1 kali dipakai 0,66%, sesudah 2 kali diapakai 0,74%, sesudah 3 kali dipakai 1,44%. Pada sampel 2 sebelum dipakai 0,14 %, sesudah 1 kali dipakai 0,18 %, sesudah 2 kali dipakai 0,24 %, dan sesudah 3 kali dipakai 0,30. Pada sampel 3 sebelum dipakai 0,12%, sesudah 1 kali dipakai 0,60%, sesudah 2 kali dipakai 0,76%, sesudah 3 kali pakai 1,4%. Simpulan dan Saran: bahwa kadar asam lemak bebas pada minyak goreng kelapa murni sebelum dan sesudah 3 kali penggorengan masih memenuhi batas yang telah ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3741-2013 yaitu 0,30 % dan minyak yang digunakan sebanyak 3 kali penggorengan masih layak untuk dikonsumsi