Claim Missing Document
Check
Articles

Semiotika Toleransi: Analisis Budaya dalam Dimensi Visual Film Pendek “Wei” Ilham Sukmono; Winda Amalia; Asri Dwi Ananda; Yani Hendrayani
Scriptura Vol. 14 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.2.151-162

Abstract

Film adalah tayangan gambar dan suara yang dapat menyampaikan makna pentingnya menghormati dan memahami perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbolisme visual dalam film WEI yang digunakan sutradara untuk menyampaikan pesan tentang perbedaan agama dan konflik keluarga dalam bingkai budaya Tionghoa di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten serta teori semiotika Charles Sanders Peirce yang mencakup tanda, objek, dan interpretan. Penelitian menemukan bahwa simbol budaya, seperti rumah makan Bak Kut Teh yang berarti sup iga babi, kalender sobek, dan tempat ibadah Kelenteng, mencerminkan budaya etnis Tionghoa. Adegan pemeran utama sedang bersembahyang menunjukkan konflik agama dalam keluarga. Simbol opor ayam menjadi lambang makanan pemersatu yang menggambarkan pentingnya toleransi antar umat beragama di Indonesia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut menyampaikan pesan untuk menghormati dan menciptakan harmoni dalam perbedaan agama di Indonesia.
Resepsi Sivitas Akademik terhadap Kampanye Pengelolaan Sampah pada Akun Instagram @banksampah.upnvj Tineke Permata Sari; Arya Yudha Prakoso; Hadi Prabowo; Yani Hendrayani
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 5 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i5.2204

Abstract

This study analyzes the reception of the academic community at UPN "Veteran" Jakarta (UPNVJ) toward the waste management campaign conducted through the Instagram account @banksampah.upnvj. Employing a qualitative approach with a reception study method, this research operationalizes Stuart Hall's encoding-decoding model to map the meaning-making positions of six informants representing three layers of the academic community: lecturers, students, and educational and cleaning staff. Data were collected through semi-structured in-depth interviews using a content stimulus technique. The results showed that three informants (50%) were in the dominant-hegemonic reading position, two informants (33.3%) were in the negotiated reading position, and one informant (16.7%) was in a position approaching a negotiated-oppositional reading. These findings indicate that the UPNVJ Waste Bank Instagram campaign successfully built message legitimacy among the cleaning staff and some directly involved students. However, it has not been able to evenly reach all layers of the academic community, particularly lecturers and educational staff who remained unexposed to the account. Effective environmental communication requires a multi-platform strategy that extends beyond the boundaries of the Instagram ecosystem.