Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Management of Inclusive Learning in Growing PAUD Inclusion Tegalrejo Yogyakarta Mukhtar, Zulfadhly
ACIECE Vol 4 (2019): Annual Conference on Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education has become a basic need for every child, both children who do not have special needs (normal) or children with special needs. Inclusive learning provides answers to phenomena that have existed so far. To that end, the implementation of inclusive learning is inseparable from a management in terms of regulating the course of learning activities. This research was conducted aiming to find out and study how the management of inclusive learning carried out in Growing PAUD Inclusion Tegalrejo Yogyakarta. The research method used in this study is a qualitative research method. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data validity test used is source triangulation technique. Furthermore, the data collected was analyzed descriptively qualitatively with interactive analysis techniques consisting of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that inclusive education management in Growing PAUD Inclusion in Tegalrejo Yogyakarta was carried out in four stages, namely: (1) learning planning, (2) organizing learning, (3) implementing learning, and (4) learning assessment. Based on the results of the study it can be concluded that inclusive learning is carried out by taking into account all aspects of the needs and potential of children. Inclusive learning management that is run in Growing PAUD Inclusion is not much different from regular education management in general. Management of Inclusive Learning in Growing PAUDInclusion is carried out in accordance with management functions, namely: learning planning,organizing learning, implementing learning, and evaluating learning. The difference only lies in the learning objectives that will be set, stimulus, and treatment given to children in accordance with the child's condition in general and specifically. So there is a separation of learning objectives in a learning activity that is tailored to the needs of children, both for children with special needs and for normal children
Analisis Pendidikan Belajar Norma Bagi Peserta Didik di Madrasah Menurut Umar Bin Ahmad Baradja (Tela'ah Kitab Akhlaqul Lilbanin) Agus Mulyanto; Hakmi Wahyudi; Ahmad Fadhil Rizki; Sri Wahyuni Hakim; Zulfadhly Mukhtar
AL-FIKRA Vol 20, No 2 (2021): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v20i2.12017

Abstract

ABSTRAKDi negara Indonesia, kitab Akhlaqul banin karya ustadz umar bin ahmad barodja  dikaji dan dipelajari hampir disetiap lembaga pendidikan klasik tradisional seperti pondok pesantren maupun dimadrasah . Kitab ini berisi kiat-kiat bagi para peserta didik/murid agar mengetahui segala sesuatu tentang bagaimana mempuyai norma dalam menuntut ilmu yang baik dan benar serta memberikan solusi tentang bagaimana menciptakan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada keduniawian saja, akan tetapi juga berorientasi pada akhirat. Pada Akhlaqul banin karya ustadz umar bin ahmad barodja  menjelaskan tentang norma norma.  Seorang peserta didik  tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya bermanfaat, kecuali ia mau mempuai norma – norma yang baik dalam penulisan ini juga akan membahas konsep, prinsip dan sumber belajar dalam perspektif Al-Qur’an bagi peserta didik dengan harapan nanti akan bermanfaat yang menjadikan peserta didik mempuyai dasar belajar dari sumber pokok dan didukung dengan norma yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci:  belajar, norma, peserta didik. perspektif Al-Qur’an
Taubat Menurut Imam Ahmad Ibnu Qudamah al Maqdisi Heri Suprapto; Titi Susanti; Zulfadhly Mukhtar
AL-FIKRA Vol 20, No 2 (2021): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v20i2.14345

Abstract

Hakikat taubat yaitu perasaan hati yang menyesali perbuatan maksiat yang sudah terjadi, lalu mengarahkan hati kepada Allah ﷻ pada sisa usianya serta menahan diri dari dosa. Melakukan amal shalih dan meninggalkan larangan adalah bentuk perbuatan nyata dari taubat. Taubat mencakup penyerahan diri seorang hamba kepada Rabbnya, kembali kepada Allah ﷻ dan konsisten menjalankan ketaatan kepada Allah ﷻ. Jadi, bukan sekedar meninggalkan perbuatan dosa, namun tidak melaksanakan amalan yang dicintai Allah ﷻ , maka itu belum dianggap bertaubat yang sesungguhnya. Seseorang dikatakan telah bertaubat jika ia kembali kepada Allah ﷻ dan rasul-Nya serta melepaskan diri dari belenggu yang membuatnya terus-menerus melakukan dosa dan maksiat. Ia tanamkan makna taubat dalam hatinya sebelum diucapkan lisannya, senantiasa mengingat apa yang disebutkan Allah ﷻ berupa keterangan terperinci tentang surga yang dijanjikan bagi orang-orang yang taat kepada Allah ﷻ dan rasul-Nya, dan mengingat siksa neraka yang ancamkan bagi pelaku dosa dan maksiat. Dia berusaha terus melakukan itu agar rasa takut dan optimismenya kepada Allah ﷻ semakin menguat dalam hatinya. Dengan demikian, ia harus senantiasa berdoa kepada Allah ﷻ  dengan penuh harap dan cemas agar Allah ﷻ berkenan menerima taubatnya, menghapuskan seluruh dosa dan kesalahannya serta memasukkannya kedalam kenikmatanan yang abadi yaitu surga-Nya.
Islamic Education in Middle School Perspective KH. Ahmad Dahlan (1868 – 1923 M) Nur Azizah Lubis; Mhd Rasid Hamdi; Hakmi Wahyudi; Zulfadhly Mukhtar
AL-FIKRA Vol 20, No 2 (2021): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v20i2.13076

Abstract

Islamic Renewal Thought is a very interesting study in the development of thought in the Islamic world. Moreover, the emergence and renewal movements that occurred in Indonesia provided a new, more advanced atmosphere in the field of Islamic Education. K.H. Ahmad Dahlan is a reformist thinker in Indonesia who is engaged in education. Ahmad Dahlan sees that the problem of education is the main root that causes the Indonesian nation, especially Muslims to be left behind. That's why he took the educational path as the main means of preaching. However, to expand the movement of this da'wah step, the existence of educational institutions is presumably too narrow. Some of Ahmad Dahlan's friends advised him to establish an organization. Finally he founded the Muhammadiyah organization. One of the Muslim intellectuals or Islamic education figures who tried to reconstruct the paradigm building that could be used as the basis for the National Education system was KH Ahmad Dahlan. He is a reformist figure in Indonesia who comes with his thoughts to respond to the condition of the ummah, especially in the field of Islamic education, which was very bad in Indonesia during the Dutch colonial government. Seeing this with the K.H. renewal movement. Ahmad Dahlan struggled to change education for the better and more advanced. KH.Ahmad Dahlan is called to take part in thinking about and improving the plight of Indonesian Muslims. KH.Ahmad Dahlan's efforts were realized with the establishment of the Muhammadiyah Organization. The purpose of writing this article is to find out K.H. Ahmad Dahlan on Renewing Islamic Education in Indonesia. The method used is qualitative with the approach used is library research where the data is obtained through various existing literacy.
Analisis Tumbuh Kembang Anak Usia Dini dengan Asesmen Anecdotal Record Zulfadhly Mukhtar
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.839 KB) | DOI: 10.24014/kjiece.v3i1.9501

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keaktifan guru dalam melaksanakan asesmen Anecdotal Record dengan langsung mencatat perilaku insidental pada anak. Hal ini berdampak pada keaktifan orang tua dalam memberikan stimulus kepada anak sesuai saran dari guru berdasarkan asesmen Anecdotal Record saat itu. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek apa saja yang diukur melalui asesmen Anecdotal Record dan bagaimana proses penilaian baik dari segi perencanaan dan pelaksanaan, serta apa saja kelebihan, manfaat dan kelemahan asesmen Anecdotal Record di KB Fun Islamic School Purworejo. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Sumber data dalam penelitian ini diantaranya: kepala sekolah dan guru PAUD. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penulis menguji keabsahan atau validitas data menggunakan teknik triangulasi dengan uji kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aspek tumbuh kembang anak menjadi prioritas asesmen Anecdotal Record. Perencanaan penilaian dilakukan dengan menentukan aspek prilaku yang akan dicatat, menentukan observer penilaian, dan menentukan bentuk Anecdotal Record yang digunakan. Sedangkan pelaksanaan asesmen Anecdotal Record tidak dilakukan terhadap semua anak. Guru inti dan guru pendamping berkolaborasi untuk mencatat peristiwa atau perilaku insidental yang terjadi pada beberapa anak saja.
Model Pembelajaran Tematik Menggunakan Metode Bernyanyi Dengan Gerakan Dalam Perkembangan Motorik Kasar Dan Kognitif AUD Nurkamelia Mukhtar AH; Zulfadhly Mukhtar
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v4i2.14600

Abstract

ABSTRAK. Pembelajaran tematik merupakan model pembelajaran terpadu berdasarkan tema-tema yang disesuaikan dengan tema pelajaran dan karakter perkembangan anak usia dini. Hal ini relevan dengan cara kerja otak anak, sehingga untuk bisa menstimulasi semangat, mampu mengekspresikan perasaan bahagia, merasa terhibur dibutuhkan metode yang tepat agar anak mampu menyerap informasi dengan lebih mudah, salah satunya metode bernyanyi dengan gerakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa bagaimana implementasi model pembelajaran tematik menggunakan metode bernyanyi dengan gerakan dalam perkembangan motorik kasar dan kognitif AUD. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap program pembelajaran tematik menggunakan metode bernyanyi dengan gerakan di KB FUN Islamic School Purwerejo. Temuan hasil penelitian ini: KB FIS Purwerejo dalam proses pembelajaran tematik menggunakan berbagai macam metode salah satunya mengimplementasikan metode bernyanyi dengan gerakan pada sentra seni/kreativitas. Hasil metode bernyanyi dengan gerakan dalam perkembangan motorikc kasar AUD; anak mampu melompat, mampu melangkah, mampu menggerakkan tangan dan kaki, mampu menggerakan kepala dan gerakan tubuh dengan lincah dan luluasa sesuai koordinasi mata dan gerakan tubuh. Pada perkembangan kognitif AUD mampu menerima pesan-pesan positif dan menunjukkan reaksi diri. dan mengenal konsep warna serta bentuk.Kata Kunci:  Tematik, Metode Bernyanyi, Motorik Kasar dan KognitifABSTRACT. Thematic learning is an integrated learning model based on themes adapted from the lesson and the character of early childhood development. This is relevant to the way the child's brain works, thus to enable stimulating the spirit, expressing feelings of happiness, feeling entertained, it is necessary the right method and therefore the children are able to absorb information more easily, one of which is the method of singing with movement. The present study was conducted to analyze how the implementation of the thematic learning model using the singing method with movement in the gross motor skills and cognitive development of Early childhood. Conducted through a qualitative method with a case study approach to the thematic learning program, this research-based paper uses the singing with movement method at KB FUN Islamic School Purwerejo. The findings of the present study: In the thematic learning process, KB FIS Purwerejo employs various methods, one of which is implementing the singing method with movement at the art/creativity center. The results of the singing method with movement in gross motoric development of Early childhood; the children are able to jump, to step, to move the hands and feet, to move the head and they are able to demonstrate body movements agile and flexible according to eyes coordination and body movements. In cognitive development of Early childhood, they are able to receive positive messages and show self-reaction and recognize the concept of color and shape. Keywords: Thematic Learning Method of Singing, Gross Motoric and Cognitive
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Konsep Manajemen Qalbu Menurut KH. Abdullah Gymnastiar (AA Gym) Zulfadhly Mukhtar; Hakmi Kurniawan; Nurul Zaman; Iskandar Arnel; Hakmi Wahyudi; Hakmi Hidayat; Syafaruddin Syafaruddin
Kutubkhanah Vol 21, No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.516 KB) | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v21i2.14664

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam dalam konsep manajemen qalbu menurut KH. Abdullah Gymnastiar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Library Research. Adapun analisis data menggunakan content analysis. Sedangkan sumber data yang penulis gunakan terdiri dari sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam dalam konsep manajemen qalbu menurut KH. Abdullah Gymnastiar  meliputi: 1) Nilai akidah, seseorang dikatakan beriman apabila keimanan itu telah masuk ke dalam hati seseorang. Dengan kata lain, keimanan merupakan perbuatan qalbu sebagai salah satu bentuk akhlak kepada Allah yang seharusnya berimplikasi pada diri manusia. 2) Nilai ibadah, bahwa bukti keimanan  adalah amal shaleh, senang melakukan ibadah dan kebaikan. Amal shaleh akan membawa keberkahan dan rahmat Allah, yang bisa diperoleh dengan hati yang bersih. Keshalehan merupakan kompleksitas sifat dan sikap kepribadian yang bersandarkan pada nilai-nilai keislaman. 3) Nilai akhlak, jika dirinya mengaku beriman kepada Allah maka seharusnya keimanan itu dapat melahirkan akhlak terpuji. Untuk menjadi pribadi yang sholeh dan berakhlak mulia maka sebagai manusia kita harus selalu berupaya untuk membersihkan hati dengan tekad yang kuat, mempunyai ilmu dalam memahami diri, mengevaluasi diri dan memberikan kesempatan pada orang lain untuk menilai kita serta selalu mau belajar dan mengambil hikmah dari apa yang terjadi pada diri dan orang lain.
Habituation Method In Developing The Religiosity Dimensions for Young Children Issaura Dwi Selvi; Maragustam Siregar; Zulfadhly Mukhtar
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v5i2.17545

Abstract

ABSTRACTThe challenge of developing religious values today is consistency and long-term memory. Because the development of religious values will be valid for the whole life of the child. This study aims to show habituation methods that can be used in developing dimensions of religiosity in the golden age. This research was conducted using qualitative research through a phenomenological approach. The respondents in this study were teachers and children in TK ABA Rewulu Kulon Yogyakarta. Techniques used for data collection with Focus Group Discussions, interviews and observations, while in analyzing data with data reduction, visualization, and data verification. The research obtained data that in carrying out the habituation method, it was carried out with several programs of habituation activities, namely dhuha prayers, almsgiving, memorization of prayers and hadith, studying and memorizing by applying the concept of Wafa Learning. The habituation method by applying several programs has been proven to build a dimension of religiosity for children faster, quality, fun and long-term. Application that is carried out consistently can build the dimendi of children's religiosity more optimally.Keyword: Early Childhood; Habituation Methods; Religiosity Dimension
Implementasi Metode Gerakan untuk Menghafal Hadis bagi Anak Usia Dini melalui Program Parenting Zulfadhly Mukhtar; Na'imah Na'imah; Issaura Dwi Selvi; Nurkamelia Mukhtar AH
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3157

Abstract

Penggunaan metode yang monoton (klasikal) dalam menghafal Hadis membuat anak-anak tidak antusias dan cepat merasa bosan. Ditambah lagi kurangnya keterlibatan orang tua untuk bersama-sama anak dalam menghafal Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode gerakan untuk menghafal Hadiś bagi anak usia dini melalui program parenting. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif pada lingkup studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan model Miles Huberman yang meliputi: reduksi data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan metode gerakan yang digunakan adalah gerakan anggota tubuh (tangan dan ekspresi wajah). Proses implementasi metode gerakan untuk menghafal Hadiś bagi anak usia dini melalui program parenting dilakukan dengan 3 tahapan yaitu: tahap perencanaan yang meliputi persiapan sarana dan prasarana, sosialisasi, dan teknis kegiatan; pada tahap pelaksanaan meliputi kegiatan menghafal Hadis dengan metode gerakan secara mandiri di rumah, dan pemberian penguatan pada kegiatan parenting; dan pada tahap evaluasi meliputi melakukan tes (penilaian) kepada orang tua, dan pemberian reward.
Project on Strengthening Pancasila Student Profiles: Development of Traditional Early Childhood Game Modules in Kepulauan Riau Mukhtar, Zulfadhly; Selvi, Issaura Dwi; Mukhtar AH, Nurkamelia; Tassa, Amy
JOYCED: Journal of Early Childhood Education Vol. 4 No. 2 (2024): JOYCED : Journal of Early Childhood Education
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD) FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/joyced.2024.42-01

Abstract

This study aims to develop a traditional game module of the Kepulauan Riau as part of a project to strengthen the profile of Pancasila students in early childhood. This study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of the study indicate that this module is effective in increasing children's interest in traditional games while strengthening characters that are in line with Pancasila values such as mutual cooperation, creativity, and cultural diversity. Validation by experts shows that this module has very good feasibility. The trial was conducted in three PAUD institutions in Tanjungpinang and Bintan, with results showing positive responses from students and teachers. This module helps reduce children's dependence on gadgets and introduces them to local cultural values through games. Thus, this module can be a practical guide for teachers in learning activities to preserve traditional games and shape children's characters under the profile of Pancasila students.