Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal BATAS

ANALISA PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN RUMAH DINAS POLRES KOTA TANJUNGBALAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SNI 2010 DAN AHSP 2022 Indri Pratiwi; Muhammad Irwansyah; Fynnisa Zebua
Jurnal Bidang Aplikasi Teknik Sipil dan Sains (BATAS) Vol 2, No 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jurnal batas.v2i2.3428

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan proyek. Pada tahap pertama dipergunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek atau investasi. Pada pelaksanaannya terdapat beberapa metode yang digunakan pada proses perencanaan anggaran biaya diantaranya seperti metode BOW, yang kemudian untuk menunjang pembangunan yang semakin berkembang dan pendayagunaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, Badan Standarisasi Nasional membuat suatu analisis perhitungan biaya konstruksi yaitu Analisa Standar Nasional Indonesia (SNI 2008 dan 2010). Dan pada tahun 2013 Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengeluarkan suatu Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Pekerjaan Umum sebagai dasar perhitungan Harga Satuan Pekerjaan dalam suatu kontruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode apa yang paling ekonomis dan untuk menjadi acuan para estimator merencenakan biaya konstruksi dengan metode yang berlaku di Indonesia. Dalam perhitungan rencana anggaran biaya pembangunan Rumah Dinas Kota Tanjungbalai dengan menggunakan 2 metode maka diperoleh metode SNI 2010 merupakan yang paling ekonomis yaitu sebesar Rp. 650.156.000,00, sedangkan dengan menggunakan metode AHSP 2022 estimasi yang diperoleh sebesar Rp. 658.637.000,00. Dari hasil perhitungan, perbandingan estimasi anggaran biaya antara metode SNI 2010 dan AHSP 2022 yakni metode SNI 2010 lebih murah 1,29 % dari metode AHSP 2022.
PEMANFAATAN FLY ASH SAWIT SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DALAM PEMBUATAN BETON K-300 Putri Handayani; Fynnisa Z; Intan Zahar
Jurnal Bidang Aplikasi Teknik Sipil dan Sains (BATAS) Vol 1, No 1 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jurnal batas.v1i1.2385

Abstract

Untuk membuat beton mutu tinggi yang sesuai dengan yang direncanakan tidak hanya diperoleh dari pencampuran semen portland atau jenis semen lainya, agregat kasar, agregat halus, dan juga air. Campuran beton dengan bahan tambah (admixture) dapatmengubah kualitas beton itu sendiri seperti bahan tambah Abu Fly Ash sawit. Sifat dari penyusun beton yang baik dapat dilihat pada saat beton dalam keadaan segar maupun setelah keras. Dalam penelitian ini, akan mengidentifikasi manfaat abu fly ash sawit sebagai bahan tambah dalam pengurangan semen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengujian kuat tekan beton dengan penambahan abu fly ash sawit sebesar 3%, 6%, dan 9%. Mutu beton yang direncanakan 24 Mpa dengan estimasi umur 28 hari. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran (15x30) cm, dan benda uji yang dibuat pada penelitian kali ini sebanyak 4 buah benda uji dimana terdiri dari 3 variasi. Kesimpulan dari penelitian ini ialah semakin besar presentasi campuran untuk abu fly ash sawit sebagai bahan tambah dalam pengurangan semen maka semangkin lemah daya kuat tekan yang dihasilkan.
ANALISA POROSITAS BETON BERPORI BERBASIS ZEOLIT ALAM PAHAE DAN KARBON AKTIF KULIT COKLAT Sabda wahyuna; Fynnisa Z; Muhammad Irwansyah
Jurnal Bidang Aplikasi Teknik Sipil dan Sains (BATAS) Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porous concrete is concrete that has cavities in its structure so that water can drain. The aim of this research is to obtain compressive strength and porosity referring to the Aci 522R-10 method using a cylindrical mold measuring 15 cm x 30 cm with a soaking age of 28 days. The highest compressive strength values ​​were obtained in porous concrete specimens mixed with 10% brown shell with an average compressive strength value of 11.7 Mpa and porous concrete mixed with 5% zeolite with an average compressive strength of 11,6 Mpa. The lowest compressive strength of porous concrete mixed with 5% zeolite + 10% brown skin with an average compressive strength of 5.5 Mpa and concrete mixed with 10% zeolite + 5% brown skin with an average compressive strength of 5,9 Mpa. The highest porosity was obtained in the 10% zeolite mixture variation test object and the 5% zeolite mixture + 5% brown leather variation test object, namely 27,6%.