Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Promosi Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Di Kelompok Pengajian Masjid Taqwa Muhammadiah Nyorong, Mappeaty; muhammad crystandy; Maryanti, Endang
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/hrt53365

Abstract

Promosi kesehatan memiliki peran penting dalam memengaruhi Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga. Berbagai faktor memengaruhi keberhasilan promosi kesehatan untuk mendorong PHBS di rumah tangga  seperti, Pendidikan dan Informasi. Promosi kesehatan memiliki peran penting dalam memengaruhi Perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga. Berbagai faktor memengaruhi keberhasilan promosi kesehatan untuk mendorong PHBS di rumah tangga  seperti pendidikan dan informasi, Ibu-bu menjadi salah satu bagian penting dari perubahan perilaku pada tatanan keluarga. Maka penting untuk memeberikan edukasi kepada kelompok tersebut. Kegiatan yang dilakukan adalah pemahaman tentang Promosi Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Tatanan Rumah Tangga di Kelompok Pengajian. Diharapkan dengan pemberian edukasi, wawasan, keterampilan dan pengalaman yang diperoleh dapat dimanfaatkan sampai kapanpun dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dan juga dapat membagikan informasi ini Kembali kepada lingkungan sekitar. Tujuan kegiatan Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan pada ibu-ibu dalam kelompok pengajian. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi dalam bentuk penyuluhan kesehatan dan membangun komunitas ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian Dari kegiatan pengabdian tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya penyuluhan tetang PHBS memberikan pengetahuan lebih kepada ibu-ibu yang menjadi bagian perubahan perilaku keluarga, diharapkan dengan pemberian edukasi, wawasan dan keterampilan dan pengalaman yang diperoleh dapat dimanfaatkan sampai  kapanpun dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dan juga dapat membagikan informasi ini Kembali kepada lingkungan sekitar.
Faktor Pengawas Minum Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita Tu-berkolisis Di Rumah Sakit Khusu Paru Medan Tahun 2019 Rivai Harahap, Akhmad; Niswati Utami, Tri; Maryanti, Endang
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.225 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i2.1076

Abstract

TB paru adalah masalah kesehatan utama di dunia yang menyebabkan morbiditas pada jutaan orang setiap tahun. Laporan kasus tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru Khusus tahun 2018 berjumlah 63 kasus putus pengobatan dari jumlah kasus tuberkulosis 117. Pada tahun 2019 tercatat hingga Mei 95 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah un-tuk mengetahui pengaruh peran Inspektur Pengambilan obat kepatuhan untuk penderita TB di Rumah Sakit Paru Khusus Medan 2019. Penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi adalah Pasien PMO dan Tuberkulosis Paru yang datang berobat di Rumah Sakit Paru Khusus Januari-Mei 2019 berjumlah 95 orang. Sampel menggunakan total populasi. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil studi regresi logistik menemukan nilai sig pada variabel pendidikan = 0,115, perumahan = 0,054, hubungan keluarga = 0,000, pengetahuan = 0,004 dan pendidikan kesehatan = 0,001. Variabel hubungan keluarga memiliki nilai Exp (B) terbesar (42.874), sehingga hubungan keluarga dekat memiliki kecenderungan 42.874 kali lebih besar pengaruhnya terhadap kepatuhan minum obat dibandingkan dengan hubungan keluarga yang kurang dekat. Kesimpulannya adalah pengaruh hubungan keluarga, pengetahuan dan pendidikan kesehatan. Pendidi-kan dan perumahan dengan kepatuhan pengobatan tidak ditemukan. Variabel yang paling signifikan mempengaruhi kepatuhan pengobatan adalah hubungan keluarga. Direkomendasikan kepada Rumah Sakit Paru Khusus bekerja sa-ma dengan Departemen Kesehatan untuk memberikan lebih banyak informasi kepada PMO dan penderita dalam meningkatkan pengetahuan seperti pengadaan buku saku dan selebaran PMO.