Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Perancangan Dan Implementasi Web Sistem Managemen Keuangan Pada Bina Taruna Kategori Usia 2015 Sebagai Media Sarana Transparansi Keuangan Kegiatan Husain, Ahmad; Irsan, Muhamad; Santos B, Forkas Tiroy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.3923

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan ini didasari oleh kendala dalam pengelolaan administrasi keuangan yang masih menggunakan metode konvensional. Masalah utama yang ditemukan di lapangan meliputi risiko kehilangan data fisik, penumpukan kuitansi kertas, serta sulitnya wali siswa mengakses informasi keuangan secara cepat. Hal ini menghambat terciptanya transparansi antara pihak penyelenggara kegiatan dan wali siswa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menyediakan sarana publikasi keuangan yang praktis dan transparan melalui Digitalisasi pendokumentasian bukti pembayaran (kuitansi), penyediaan akses informasi yang real-time bagi wali siswa serta peningkatan efisiensi kerja admin dalam mengelola laporan kegiatan dan keuangan. Tahapan pelaksanaan pengembangan sistem dilakukan secara sistematis melalui analisis kebutuhan yaitu dengan mengidentifikasi kendala teknis dan fitur yang dibutuhkan pengguna, perancangan dengan menyusun alur kerja (workflow), struktur database MySQL, dan antarmuka (UI/UX) yang ramah pengguna, implementasi aplikasi (Coding) dengan membangun sistem menggunakan PHP dengan framework Laravel serta pengujian dan penyerahan melalui uji coba fitur untuk memastikan sistem responsif dan bebas bug sebelum digunakan secara resmi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebuah platform web fungsional yang memiliki fitur seperti manajemen konten dimana administrator dapat menambah, mengubah, dan menghapus artikel serta foto kegiatan, publikasi keuangan menggunakan fitur unggah bukti pembayaran dan laporan keuangan yang dapat dilihat langsung oleh wali siswa serta aksesibilitas sistem yang responsif sehingga dapat diakses melalui berbagai perangkat (smartphone/laptop). Melalui pelatihan ini diharapkan pendokumentasian pembayaran menjadi lebih terorganisir dan transparan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk membangun kepercayaan wali siswa melalui komunitas digital yang lebih interaktif dan terbuka.
Bayesian Logistic Regression for Inhomogeneous Poisson Point Process: A Case Study of Post-Harvest Facilities in Sidenreng Rappang Husain, Ahmad; Sam, Marwan; Jamaluddin, Sri Rezki Wahdania
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v10i2.35956

Abstract

Understanding the spatial distribution of post-harvest infrastructure is crucial for improving the efficiency and resilience of agricultural supply chains, particularly in major food-producing regions. This study aims to extend the estimating equations based on the logistic regression likelihood within the Bayesian framework to model the spatial intensity of an Inhomogeneous Poisson Point Process (IPP). The proposed approach integrates prior information into the logistic regression likelihood by constructing posterior distributions, enabling a more comprehensive inference by quantifying parameter uncertainty. In contrast to conventional maximum likelihood (ML) estimation, which produces only point estimates, the Bayesian method provides a probabilistic characterization of parameter estimates using the Markov Chain Monte Carlo (MCMC) approach, specifically the Gibbs Sampling algorithm, to approximate posterior distributions. The methodological framework is applied to the spatial distribution of post-harvest rice facilities in Sidenreng Rappang Regency, Indonesia. The analysis is based on georeferenced observational data obtained from local goverment records and agricultural statistics, processed usign Geographic Information System (GIS) tools and statistical software. Spatial covariates include the proportion of paddy field area per village (Z_1), rice producing area (Z_2), and distance to the nearest Bulog warehouse (Z_3 ). The results indicate that Z₁ and Z₃ significantly affect the spatial intensity of post-harvest facilities, where areas with larger paddy field proportions are more likely to host such facilities, while increasing distance from Bulog reduces the likelihood of facility presence. The posterior trace and density plots demonstrate good convergence and mixing, confirming the reliability of the Gibbs Sampling procedure. Model comparison through the Akaike Information Criterion (AIC) and likelihood values shows that the Bayesian approach yields a substantially lower AIC, ten times smaller than the ML-based logistic regression, indicating superior model fit and computational efficiency. The findings suggest that integrating Bayesian inference into the IPP logistic framework enhances model interpretability and robustness, particularly in accounting for uncertainty and prior knowledge. The study underscores the practical importance of spatial modeling for agricultural infrastructure planning and offers a flexible computational framework applicable to other spatial point pattern analyses across diverse domains.