Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The The Relationship Between Emotional Maturity and the Learning Process of Fifth-Semester Undergraduate Nursing Students in Yogyakarta: Hubungan Kematangan Emosi dengan Proses pembelajaran Mahasiswa Sarjana Keperawatan Semester V di Yogyakarta Banne, Krista; Permina, Yullya; Palupi, Ethic; Puspitasari, Reni
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tugas pertumbuhan yang muncul pada masa dewasa muda mencakup penguatan prinsip kehidupan dan perkembangan emosi. Kematangan emosional sangat penting bagi mahasiswa karena berpengaruh pada kemampuan dalam menghadapi tantangan, baik dalam bidang akademis maupun kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara kematangan emosional dengan proses belajar mahasiswa keperawatan di Yogyakarta. Penelitian ini menerapkan metode deskripsi korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti berjumlah 88 orang dengan 88 mahasiswa sebagai sampel. Metode yang digunakan adalah total sampling, dan alat ukur yang dipakai adalah kuesioner untuk mengukur kematangan emosi serta prosespembelajaran dengan analisis data menggunakan statistik pada α 0.05. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta, yaitu 70 orang, berusia antara 20 hingga 21 tahun, dengan mayoritas adalah perempuan yakni 72 orang. Dalam aspek kematangan emosi, sebagian besar responden yaitu 82 orang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan untuk proses pembelajaran, mayoritas atau 58 orang berada dalam kategori baik. Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan P-value sebesar 0.003.
Strategi Koping Mahasiswa Kesehatan Generasi Z dalam Menghadapi Berbagai Stresor Puspitasari, Reni
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Saat ini mahasiswa dari Gen Z adalah remaja tumbuh dalam generasi perkembangan teknologi yang pesat. Mahasiswa kesehatan mengalami gangguan kesehatan mental sedang. Tekanan gangguan mental ini perlu ditangani dengan koping yang baik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sepuluh partisipan mahasiswa kesehatan Gen Z. Pengambilan data menggunakan wawancara semi tersruktur dengan dua pertanyaan. Hasil penelitian ini diperoleh lima tema. Partisipan memiliki strategi koping yaitu lebih suka tugas mandiri, membicarakan masalah, berdiam diri dikamar dan menangis, melakukan hobi, cerita dengan teman.