Articles
A Model of Waste Management in Kapoposang Island South Sulawesi
E Fachry, Mardiana;
Alpiani, Alpiani
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 14 No. 2 (2021): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1414.524 KB)
|
DOI: 10.52046/agrikan.v14i2.819
Garbage is not only a problem for people in urban areas but also in islands. The lack of awareness and knowledge and the availability of final waste disposal facilities on the island are the reasons for the accumulation of garbage and waste polluting the waters. This study aims to produce a household waste management model that will support the sustainability of marine resources on the coast by knowing the type and amount of waste and waste produced by island communities and analyzing family behavior in its management and village government support in supporting the sustainability of coastal environmental resources. This research is qualitative research with descriptive correlation analysis. The sample was randomly selected as many as 50 families on Kapoposang Island, representing 4 RT areas. The results showed that 82 women contributed to producing household waste, and men (18%) made waste from fishing activities. The type of waste on the island is 65% organic waste and 35% inorganic, where it is known that 15-20% is plastic. The average waste generated is 0.2 kg/liter per person/day, with a total waste of all household respondents of 10 kg/day. The island produces around 1170 Kg/day of household waste/day. The government's role in facilitating waste management training is still low (12%). The existence of the PKK program and youth groups that love the environment will support the development of waste management.
Conservation-Based Management of Children's Character Education on Barrang Lompo Island, Makassar City
Muhtazib, Muhtazib;
Junaid, Khaerul Umam;
Nur Ihsan, Muhammad;
Roswiyanti, Roswiyanti;
Alpiani, Alpiani
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 15 No. 2 (2022): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52046/agrikan.v15i2.1260
Marine pollution is a major threat that can harm human social, economic, and cultural activities. Marine pollution is caused by human activities that do not pay attention to the health of the environment. Marine pollution can be prevented and minimized by employing conservation. The formation of conservation-based children's character is very influential on the sustainability of conservation. Children's character can be formed through education in the family, home, and community environment. The first and foremost environment in forming the foundation of a child's character is the family. Families make a very big contribution to the strength of the foundation of the character of child conservation. Thus, it is necessary to study the management of children's character education in coastal communities that are also direct beneficiaries of marine resources. The purpose of this study is to describe the implementation of conservation-based children's character education management in coastal communities and to find out the effectiveness of conservation-based children's character education in coastal communities. Knowing the management and effectiveness of the management of children's character education in the family environment. This research method uses a quantitative approach with SPSS 25 data analysis. The results obtained from this study are that the character education of children greatly influences the attitude of conservation of children on Barrang Lompo Island. The better the conservation character education management carried out by the family, the stronger the child's conservation attitude will be.
Conservation-Based Management of Children's Character Education on Barrang Lompo Island, Makassar City
Muhtazib, Muhtazib;
Junaid, Khaerul Umam;
Ihsan, Muhammad Nur;
Roswiyanti, Roswiyanti;
Alpiani, Alpiani
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29239/j.agrikan.15.2.520-526
Pencemaran laut merupakan ancaman besar yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan sosial, ekonomi dan budaya manusia. Pencemaran laut disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak memperhatikan kesehatan lingkungannya. Pencemaran laut tersebut dapat dicegah dan diminimalisir dengan cara konservasi. Pembentukan karakter anak berbasis konservasi adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan konservasi. Karakter anak dapat dibentuk melalui pendidikan di lingkungan keluarga, rumah dan lingkungan masyarakat. Lingkungan yang paling pertama dan utama dalam membentuk pondasi karakter anak yaitu keluarga. Keluarga memberikan andil yang sangat besar terhadap kekuatan pondasi watak konservasi anak. Dengan begitu perlu kajian terkait manajemen pendidikan karakter anak pada masyarakat pesisir yang juga sebagai pemanfaat langsung sumber daya laut. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan manajemen pendidikan karakter anak berbasis konservasi pada masyarakat pesisir dan mengetahui keefektivan pendidikan karakter anak berbasis konservasi di lingkungan masyarakat pesisir. Mengetahui manajemen dan keefektifan manajemen pendidikan karakter anak di lingkungan keluarga. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data SPSS 25. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pendidikan karakter anak sangat mempengaruhi sikap konservasi anak di Pulau Barrang Lompo. Semakin baik manajemen pendidikan karakter konservasi yang dilakukan oleh keluarga, maka semakin kuat pula sikap konservasi yang dimiliki anak.
EFEKTIVITAS DOSIS BIOSLURRY CAIR TERHADAP KADAR PROTEIN TERLARUT DALAM PAKAN IKAN
Andi Masriah;
Anny Hary Ayu Suardi;
Alpiani Alpiani;
St Zaenab;
Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jp.v13i3.641
Sumber probiotik yang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah bioslurry. Bioslurry atau ampas biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik). Manfaat Bioslurry diantaranya adalah sebagai bioaktivator mikroba probiotik dan sebagai sumber pakan ikan. Mikroorganisme efektif yang terkandung dalam bioaktivator antara lain bakteri asam laktat (lactobacillus) dan bakteri penghancur (decomposer). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang lebih efektif dalam peningkatan kadar protein terlarut dalam pakan ikan. Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan (12 satuan percobaan). Perlakuan yang diuji tersebut adalah: (A) 20 mL bioslurry/100 gram pakan; (B) 30 mL bioslurry/100 gram pakan; (C) 40 mL bioslurry/100 gram pakan; (D) 50 mL bioslurry/100 gram pakan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kadar protein terlarut dalam pakan ikan sebelum dan setelah diinkubasi dengan limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang akan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (anova) dan jika terdapat perbedaan yang nyata (sig.<0,05) akan dilanjutkan dengan uji W-Tuckey. Berdasarkan hasil analisis ragam (anova) terlihat bahwa pemberian berbagai konsentrasi bioslurry berpengaruh nyata (sig.<0,05) terhadap kadar protein terlarut pakan ikan. Semakin tinggi konsentrasi bioslurry dalam pakan ikan semakin tinggi pula kadar protein terlarut yang dihasilkan. Nilai protein terlarut terendah terdapat pada perlakuan 20 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 23,506 mg/10 mL dan nilai protein terlarut tertinggi terdapat pada perlakuan 50 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 65,349 mg/10 mL.
Tingkat Resiliensi Ekosistem Mangrove di Perairan Pallime Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone
Irwansyah, Irwansyah;
Asgar, Muh Adam;
Daris, Lukman;
Massiseng, Andi Nur Apung;
Alpiani, Alpiani;
Masriah, Andi
Akuatiklestari Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i1.6396
Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang berada pada area pesisir dengan fungsi ekosistem yang sangat besar dari ditinjau dari fungsi ekologi, fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Hubungan timbal balik antara ekosistem dan sosial masyarakat akan menghasilkan sebuah perubahan dan dampak terhadap ekosistem itu sendiri. Dinamika ekologi dan sosial merupakan sesuatu yang kompleks sehingga dibutuhkan pendekatan yang komprehensif dalam penanganannya. Pendekatan resiliensi ekosistem merupakan salah satu pendekatan pengelolaan ekosistem yang cukup komprehensif digunakan dalam pengelolaan ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiliensi ekosistem perairan mangrove di wilayah perairan Pallime baik secara ekologi maupun secara sosial. Analisis data dilakukan dengan menganalisa struktur komunitas ekosistem mangrove di wilayah kajian dan menghitung indeks resiliensi ekologi dan sosial dengan metode pembobotan. Struktur komunitas ekosistem mangrove di Perairan Pallime Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone ditemukan 3 spesies yakni Sonneratia caseolaris, Avicennia marina dan Rhizophora mucronata dengan kondisi ekosistem mangrove tergolong sangat baik dengan rata-rata kerapatan pohon 1.940 pohon/ha, rata-rata persentase penutupan kanopi sebesar 85,96%. Tingkat resiliensi ekologi ekosistem mangrove di Perairan Pallime Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone memiliki nilai 0,80 dengan kelas tingkat resiliensi ekologi “tinggi”. Tingkat resiliensi sosial ekosistem mangrove memiliki nilai sebesar 0,68 dengan kriteria resiliensi sosial “sedang”. Nilai resiliensi total (resiliensi ekologi dan sosial) ekosistem mangrove sebesar 0,74 dengan kriteria tingkat resiliensi “sedang”.
Pola Hubungan dan Sistem Bagi Hasil Punggawa-Sawi Pada Alat Tangkap Bagan Rambo di Kabupaten Barru
Alpiani Alpiani
Gorontalo Fisheries Journal Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gfj.v2i1.996
Usaha yang tidak mengikuti sirkulasi komoditas nonkapitalis tidak merugikan bagi buruh (proletar) karena pemilik modal (kapitalis) tidak hanya memikirkan untung semata, namun lebih mengikuti sifat kemanusiaannya. Masalahnya adalah ketika punggawa (pemilik modal) mengikuti sirkulasi komoditas kapitalis. Hal ini akan berdampak nyata terhadap sawi (buruh) dimana sawi yang diperas tenaganya dan mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan apa yang mereka usahakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan punggawa-sawi dan mengetahui sistem bagi hasil pada alat tangkap bagan rambo di Kabupaten Barru. Sehingga diketahui apakah punggawa mengikuti sirkulasi komoditas nonkapitalis atau sebaliknya yang dapat merugikan sawi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan sampel yaitu menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola hubungan punggawa-sawi di Kabupaten Barru merupakan pola hubungan patron-klien. Antar keduanya memiliki hubungan simbiosis mutualisme. Bagi hasil untuk punggawa sebesar 50% dari total bersih hasil tangkapan dan 50% untuk pekerja Bagan rambo. Total hasil bagi dari bagian pekerja yaitu 0,91% untuk satu orang sawi.
SISTEM OTOMASI AKUAPONIK PINTAR BERBASIS ARDUINO
Putri, Salsanabila Mariestiara;
Alpiani, Alpiani;
Fadilah, Ade
Jurnal Inkofar Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v9i1.414
Kementrian Kesehatan telah memperkirakan pada tahun 2035, sebesar 65% penduduk akan menghuni perkotaan, terutama di 16 kota besar di Indonesia. Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan pangan terus meningkat. Pada kondisi demikian, akuaponik menjadi salah satu jawaban untuk menekan angka permintaan pangan untuk penduduk kota. Melalui sistem akuaponik, akan menghasilkan dua komoditas sekaligus yaitu sayuran dan ikan. Namun, sistem akuaponik konvensional membutuhkan tenaga dan cukup menyita waktu karena harus selalu hadir ditempat untuk melakukan proses perawatan. Oleh sebab itu, dibutuhkan sistem otomasi cerdas dari segi monitoring maupun controlling berbasis Arduino. Metode penelitian yang dipakai adalah Research and Development program arduino. Variabel pada sistem otomasi akuaponik pintar berbasis Arduino ini adalah variabel monitoring dan controlling. Sistem monitoring terletak pada pemantauan kelembaban media tanam, suhu, TDS air, dan pH air yang ditampilkan dalam LCD, serta sistem controlling dengan pengontrolan yang terletak pada mengatur kadar kelembaban media tanam dengan pompa dan lampu. Hasil pengukuran pada sistem monitoring ini adalah 0.49% untuk nilai error pada sensor suhu, 0.95% untuk nilai error sensor kelembaban, 0.12% untuk nilai error pada sensor TDS, 1.64 % untuk nilai error sensor pH. Hasil pada sistem controlling ini adalah pompa dan lampu dapat berjalan secara otomatis dengan sistem kendali fuzzy.
Pendampingan Kompetensi Transformasi Digital Perangkat Desa Pesisir Kabupaten Bulukumba
Sampetoding, Eliyah Acantha Manapa;
Alpiani, Alpiani;
Wynnie, Illuminata;
Ramadhan, Muhammad Zoel;
Sianipar, Kelvin Leonardo;
Amiruddin, Muh. Adnan Putra;
Hendra, Muhammad Ilham Syahfithrah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/a68ka906
Kabupaten Bulukumba merupakan daerah pesisir dengan garis pantai yang cukup panjang. Kementerian Desa PDTT telah menetapkan 20 desa di wilayah ini sebagai lokus Desa Cerdas, salah satunya Desa Gunturu. Program Desa Cerdas menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan desa. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk SiBulu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi transformasi digital perangkat Desa Gunturu dengan melibatkan mitra BUMDes Passiturukan. PkM SiBulu berkontribusi pada agenda Asta Cita “Membangun dari desa dan dari bawah” dalam mendorong pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas SDM yang sejalan dengan SDGs. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan lima tahap berbasis metode Design-Science Research di bidang Sistem Informasi. Hasil pelaksanaan mendapatkan tanggapan positif dari mitra, dan diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut serta diperluas pada tahun mendatang.
ANALISIS NILAI TUKAR NELAYAN BAGAN PERAHU (NTN) DI KECAMATAN POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT
Reza, Andi Muhammad;
Alpiani, Alpiani;
Massiseng, Andi Nur Apung;
Ummung, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 1 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/octopus.v12i1.11854
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan bagan perahu dengan menggunakan analisis Nilai Tukar Nelayan dan mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi indeks nilai tukar nelayan bagan perahu.Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan Januari sampai Maret dan dilaksanakan di Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik sampel sensus yang berjumlah 69 orang nelayan bagan perahu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, kuesioner dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis nilai tukar nelayan (NTN).Hasil penelitian menunjukkan Tingkat kesejahteraan nelayan Bagan Perahu dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama, Nilai NTN Punggawa tergolong dalam kategori sejahtera dengan nilai NTN di atas 100 Kedua, Nilai NTN ABK nelayan bagan perahu tergolong dalam kategori kurang sejahtera dengan nilai NTN di bawah 100. Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi indeks nilai tukar nelayan bagan perahu adalah keterbatasan pengetahuan dan teknologi penangkapan, pemerintah belum mampu memberikan informasi yang berhubungan dengan kegiatan penangkapan, tidak adanya penetapan harga ikan dan tidak adanya sumbangsi pendapatan dari istri nelayan.
Meningkatkan Daya Saing UMKM Perikanan Melalui E-commerce
Alpiani, Alpiani;
Amri, Andi;
Tahang, Hamzah;
Fakhriyyah, Sitti;
Wahid, Abd
Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat : Edisi Februari 2025
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51622/pengabdian.v6i1.2610
The development of digital technology has opened up opportunities for MSMEs to expand their product marketing through the use of e-commerce. However, many MSMEs in the fishery sector in Takalar Regency have not yet optimally utilized digital platforms. This condition encourages the need for efforts to increase digital literacy and the capacity of fishery MSMEs in online marketing. The Fisheries Agribusiness Study Program at Hasanuddin University (Unhas) conducted community service activities with the theme " E-commerce for MSMEs: Opening Global Market Opportunities through Digital Marketing". This activity aims to provide understanding to MSMEs so they can utilize e-commerce as a means of marketing and business development. The implementation method includes presentations, simulations, and question-and-answer sessions integrated with the practice of using e-commerce. The results of the activity indicate an increase in the understanding and skills of fishery MSMEs in utilizing e-commerce. The use of e-commerce is expected to help fishery MSMEs overcome marketing constraints, increase sales, improve the welfare of business actors, and support regional economic growth.