Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Transformasi Inovatif Desa Binaan melalui Irigasi Pompa Hidram dan Digitalisasi Produk di Desa Benteng Gajah Kabupaten Maros Hasbi, Muhammad; Sampetoding, Eliyah Acantha Manapa; Alpiani, Alpiani; Uksi, Rafika; Sianipar, Kelvin Leonardo; Ramadhan , Muhammad Zoel; Hendra , Muhammad Ilham Syahfithrah; Hidayat , Laode Fahmi; Rahman, Muhammad Azka Sufirman
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/560njx41

Abstract

Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros, memiliki potensi unggul pada komoditas pisang Cavendish serta daya tarik wisata Bulu Saukang. Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Hasanuddin diinisiasi untuk memperkuat infrastruktur pengairan melalui implementasi pompa hidram dan mengakselerasi digitalisasi produk desa. Pendekatan yang digunakan ialah learning by doing, sehingga transfer pengetahuan langsung di lapangan bersama BUMDes dan Karang Taruna serta koperasi merah putih. Kegiatan meliputi uji operasional pompa hidram, penataan SOP sederhana operasi pemeliharaan, serta pengembangan awal kanal digital (katalog produk dan materi promosi). Hasil menunjukkan tanggapan positif dari pemangku kepentingan desa, peningkatan pemahaman teknis pengelolaan air, dan terbentuknya fondasi pemasaran digital untuk produk Cavendish dan promosi wisata. Program direkomendasikan berlanjut pada tahap pendampingan berikutnya dengan penekanan pada penguatan kapasitas, tata kelola data, serta integrasi teknologi informasi lebih komprehensif yang direncanakan pada 2026. Inisiatif ini diharapkan mendorong nilai tambah ekonomi lokal dan kemandirian operasional desa.
Akuaponik Cerdas: Notifikasi Real-Time dengan Sensor pH, Soil Moisture, Suhu, dan TDS Putri, Salsanabila Mariestiara; Rahmat Hidayat, Tri Rahmat; Alpiani, Alpiani; Fadilah, Ade
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16, No 3 (2025)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2025.v16i3.002

Abstract

Perkembangan pertanian saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, salah satunya adalah penerapan sistem akuaponik yang mengintegrasikan budidaya tanaman dan ikan. Sistem ini sangat cocok untuk lahan dan sumber air yang terbatas, seperti di daerah perkotaan di mana ruang terbuka hijau semakin berkurang. Namun, sistem akuaponik konvensional memiliki beberapa kelemahan, terutama dalam hal perawatan yang masih dilakukan secara manual, seperti memberi makan ikan, menguji kadar pH, dan memantau suhu lingkungan. Proses ini tentu memerlukan banyak tenaga dan waktu, karena petani harus selalu berada di lokasi untuk melakukan perawatan.Teknologi Internet of Things (IoT) hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut, dengan mempermudah beberapa proses perawatan, seperti Monitoring kelembaban media tanam, suhu, pH air, dan TDS dalam sistem akuaponik berbasis IoT. Produk yang kami kembangkan ini dinamakan Internet of Things in Aquaponic (IONIC). Sistem IONIC dilengkapi dengan empat sensor yang dipasang pada media tanam dan kolam ikan, yaitu sensor kelembaban dan suhu untuk media tanam, serta sensor pH dan TDS untuk kolam ikan. Selain itu, terdapat dua pompa: satu pompa irigasi untuk mengalirkan air dari kolam ikan menuju filter dan aerator yang berfungsi untuk menyuplai oksigen ke dalam kolam, serta satu pompa lainnya untuk menyalurkan air dari filter ke media tanam.Sistem monitoring IONIC berfungsi untuk memantau pembacaan dari sensor-sensor tersebut, yang hasilnya ditampilkan pada LCD dan Thingspeak. Untuk Controlling, sensor kelembaban dan suhu membaca kondisi media tanam dan mengirimkan data ke Arduino & Esp8266, yang kemudian menginstruksikan lampu pemanas dan pompa untuk beroperasi sesuai kebutuhan dan dapat dioperasikan melalui Thingspeak.
The Role of Local Institutions in Fisheries Business Activities in Pundata Baji Village, Labakkang District, Pangkep Regency Aryadi, Didi; Arief, Andi Adri; Fachry, Mardiana E.; Ilyas, M. Irham; Alpiani, Alpiani; Amir, Faisal
PONGGAWA : Journal of Fisheries Socio-Economic VOLUME 5, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/ponggawa.v5i2.48322

Abstract

Local institutions are the values, rules, structures, and practices that exist within local communities and are interrelated with the activities carried out by a community. This study aims to determine the form and role of local institutions in fishing activities in Pundata Baji Village, Labakkang District, Pangkep Regency. This study was conducted from October 2024 to January 2025. This study used qualitative descriptive analysis and informant perception analysis using a Likert scale with data collection through interviews, observation, documentation, and literature study. The informants for this study were people whose livelihoods were in the fisheries sector, including fishermen, seaweed farmers, and fish farmers. During the field research, the researcher obtained 26 informants, and using the guidelines for determining informants, a total of 19 main informants were selected as references for providing information. The results of the study show that the existence of local community institutions such as punggawa sawi, sipakatongeng, nakasa, pappalele, and mabbulo sibatang in fishing activities plays an important role in the sustainability of the fishing industry. Local institutions act as a forum for coordination, a mechanism for profit sharing and economic roles, conflict management, collaboration and solidarity, and play a role in ecosystem sustainability. Local institutions are the values, rules, structures, and practices that exist within local communities and are interrelated with the activities carried out by a community. This study aims to determine the form and role of local institutions in fishing activities in Pundata Baji Village, Labakkang District, Pangkep Regency. This study was conducted from October 2024 to January 2025. This study used qualitative descriptive analysis and informant perception analysis using a Likert scale with data collection through interviews, observation, documentation, and literature study. The informants for this study were people whose livelihoods were in the fisheries sector, including fishermen, seaweed farmers, and fish farmers. During the field research, the researcher obtained 26 informants, and using the guidelines for determining informants, a total of 19 main informants were selected as references for providing information. The results of the study show that the existence of local community institutions such as punggawa sawi, sipakatongeng, nakasa, pappalele, and mabbulo sibatang in fishing activities plays an important role in the sustainability of the fishing industry. Local institutions act as a forum for coordination, a mechanism for profit sharing and economic roles, conflict management, collaboration and solidarity, and play a role in ecosystem sustainability.