Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Oligarchic Hegemony in Elections: A Criminal Offense Undermining Integrity and Threatening Democracy in Indonesia Hosnah, Asmak Ul; Antoni, Herli; Rohaedi, Edi; Nuraeny, Henny; Faturachman, Fauzan Azima
Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 18 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/fiatjustisia.v18no3.3640

Abstract

The election of the President and Vice President serves as a fundamental pillar of democracy and a crucial moment in the democratic process in Indonesia. However, in recent decades, the hegemony of oligarchs has posed a significant threat to the fairness and integrity of the electoral system. Oligarchs, wielding substantial power and influence, frequently manipulate the electoral process for personal and group interests, often resorting to criminal activities such as bribery, political intimidation, and the misuse of state resources. These actions undermine the legitimacy of elections and erode public trust in the democratic process. This research seeks to analyze the methods employed by oligarchs in the presidential election as criminal acts that damage the integrity of the electoral process in Indonesia. Using a normative legal approach, this research examines various written sources, including books, journals, and empirical data from past elections. The findings reveal a consistent pattern of legal violations by oligarchs that significantly compromise the electoral process. Based on these findings, the research recommends reforms aimed at strengthening the enforcement of criminal laws related to elections and enhancing the capacity of electoral oversight institutions to prevent oligarchic interference. These reforms are crucial for preserving an inclusive and fair democracy in Indonesia.
Nilai Budaya pada Upacara Adat Turun Bantayan di Desa Cikeléng Kecamatan Japara Rakhman, Fahmi; Yudiarti, Leida Sukma; Rohaedi, Edi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 9, No 2 (2024): Metalingua, Edisi Oktober 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v9i2.27930

Abstract

Upacara Adat Turun Bantayan di Desa Cikeléng, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, adalah salah satu tradisi budaya yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal. Upacara ini diadakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah serta untuk memohon keberkahan di masa mendatang. Dalam upacara ini, terdapat berbagai prosesi yang penuh dengan makna simbolis, seperti Nincak Endog yang melambangkan kelahiran dan keberlanjutan kehidupan, serta Meuleum Harupat yang mencerminkan ketahanan dan kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode hermeneutik untuk mengungkapkan dan menafsirkan makna yang terkandung dalam setiap prosesi upacara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan para tokoh adat serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara ini tidak hanya berfungsi sebagai ritus keagamaan dan sosial, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya yang memperkuat identitas komunitas. Nilai-nilai seperti kebersamaan, rasa syukur, dan spiritualitas yang terkandung dalam upacara ini memainkan peran penting dalam menjaga harmoni sosial serta menjaga hubungan manusia dengan alam. Pelestarian upacara ini penting untuk mempertahankan warisan budaya yang memiliki relevansi tinggi dalam kehidupan masyarakat modern.
ACCOUNTABILITY OF DISCRETION ACT BY GOVERNMENT OFFICIALS IN THE PERSPECTIVE OF STATE LAW OF WELFARE Hosnah, Asmak Ul; Rohaedi, Edi
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 4, No 1 (2020): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v4i1.1904

Abstract

Accountability of government officials' actions is strongly related to the exercise of government authority. In carrying out duties to realize the general welfare, the authority used by organs or government officials is based on the provisions of the laws and regulations (the principle of legality). However, it is not uncommon for the task to be carried out based on discretionary authority. The freedom of government officials to make decisions based on discretionary authority has a great potential to be abused which results in consequences from both point of view of administrative law as well as of criminal law. In the practice, there is discrepancy among law enforcers on the understanding of the principles related to the accountability of discretionary authority held by government officials.
The Transformation of Indonesia's Criminal Law System: Comprehensive Comparison between the Old and New Penal Codes Nugraha, Roby Satya; Rohaedi, Edi; Kusnadi, Nandang; Abid, Abid
Reformasi Hukum Vol 29 No 1 (2025): April Edition
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46257/jrh.v29i1.1169

Abstract

The old Indonesian Penal Code (KUHP), inherited from the Dutch Penal Code (Wetboek van Strafrecht), is considered no longer relevant to the values of justice and the needs of contemporary Indonesian society. This study aims to compare the criminal law system and the criminal justice system under the new Penal Code, as well as to conduct an in-depth analysis of the fundamental legal principles embedded in both the old and new KUHP. The research employs a normative juridical method with comparative legal approach, analyzing the legal norms within both codes to identify substantial changes. The result indicate that the new KUHP reflects a paradigm shift from a repressive legal system to a more humanistic and restorative model, emphasizing human rights protection, gender-based justice, and the recognition of modern crimes such as sexual violence and organized crime. It also introduces alternative sanctions, including community service and rehabilitation, as efforts to support social reintegration. In conclusion, the new KUHP is not merely a replacement of the old KUHP but a progressive step toward a more inclusive and contextually appropriate criminal law system. Comprehensive implementing regulations and ongoing evaluation are essential to ensure its effective application and real impact on society.
Upacara Seren Taun Dalam Perspektif Etnopedagogi Rohaedi, Edi; Nurjanah, Nunuy
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 1 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v9i1.2489

Abstract

Upacara seren taun memiliki fungsi dan tujuan untuk menjaga dan mewarisi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas bangsa, serta ungkapan syukur dan do’a masyarakat Sunda atas suka duka yang mereka alami terutama di bidang pertanian selama ini. Etnopedagogi merupakan pendidikan berbasis budaya lokal yang memiliki fungsi dan tujuan sebagai pemertahanan dan pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas jati diri bangsa. Etnopedagogi Sunda memiliki tujuan untuk menghasilkan manusia yang unggul atau jalma nu masagi. Kebudayaan Sunda memiliki nilai-nilai yang meliputi (1) Perilaku Nyunda Tri-silas; (2); Catur Jati Diri Insan; (3) Panca Rawayan (Gapura Panca Waluya); jeung (4) Moral Kemanusiaan. Berdasarkan hasil kajian terhadap setiap rangkaian upacara seren taun, setiap gerak yang dihadirkan dalam upacara seren taun itu memiliki makna yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Nilai kehidupan itu tergambar jelas dengan apa yang disebut dengan etnopedagogi kesundaan (tri silas, gapura panca waluya, jati diri insan, gapura panca waluya, dan moral kemanusiaan. Dengan adanya nilai etnopedagogi Sunda dapat juga mengangkat citra Sunda itu sendiri tidak hanya di lingkup Jawa Barat namun di lingkup nasional dan juga internasional.
UPACARA SEREN TAUN DALAM PERSPEKTIF ETNOPEDAGOGI Rohaedi, Edi; Nurjanah, Nunuy
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 8 No 2 (2022): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v8i2.2493

Abstract

Upacara seren taun memiliki fungsi dan tujuan untuk menjaga dan mewarisi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas bangsa, serta ungkapan syukur dan do’a masyarakat Sunda atas suka duka yang mereka alami terutama di bidang pertanian selama ini. Etnopedagogi merupakan pendidikan berbasis budaya lokal yang memiliki fungsi dan tujuan sebagai pemertahanan dan pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas jati diri bangsa. Etnopedagogi Sunda memiliki tujuan untuk menghasilkan manusia yang unggul atau jalma nu masagi. Kebudayaan Sunda memiliki nilai-nilai yang meliputi (1) Perilaku Nyunda Tri-silas; (2); Catur Jati Diri Insan; (3) Panca Rawayan (Gapura Panca Waluya); jeung (4) Moral Kemanusiaan. Berdasarkan hasil kajian terhadap setiap rangkaian upacara seren taun, setiap gerak yang dihadirkan dalam upacara seren taun itu memiliki makna yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Nilai kehidupan itu tergambar jelas dengan apa yang disebut dengan etnopedagogi kesundaan (tri silas, gapura panca waluya, jati diri insan, gapura panca waluya, dan moral kemanusiaan. Dengan adanya nilai etnopedagogi Sunda dapat juga mengangkat citra Sunda itu sendiri tidak hanya di lingkup Jawa Barat namun di lingkup nasional dan juga internasional.
Urgensi Penggunaan Bahasa Sunda dalam Proses Pendidikan di Pesantren Modern sebagai Upaya Pemertahanan Bahasa Daerah Gandaresmi, Tri Agustini Gandaresmi; Rohaedi, Edi
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.3415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang urgensi penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kajian pustaka. Hasil penelitian yang ditemukan antara lain menjelaskan bahwa pada dasarnya penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern memiliki tingkat urgensi yang tinggi sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah. Selain itu, urgensi penggunaan bahasa Sunda juga menjadi penting sebagai bentuk menjaga kekayaan budaya daerah dan pemertahanan identitas kultural. Oleh sebab itu, maka urgensi penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern menjadi hal yang vital.bahasa sunda; pendidikan;pondok pesantren;
CHALLENGES AND IMPLICATIONS OF THE SINGLE BAR SYSTEM ON LEGAL PROTECTION FOR ADVOCATES IN INDONESIA Jevis, Weldy; Hosnah, Asmak; rohaedi, Edi
NOMOI Law Review Vol 6, No 1 (2025): May Edition
Publisher : NOMOI Law Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/nomoi.v6i1.24109

Abstract

The large number of advocates in Indonesia requires every advocate to be registered and joined in an association or organization. With the many advocate organizations in Indonesia, PERADI as an organization recognized by the state as a forum for advocate organizations to gather. PERADI is also a manifestation of the adoption of the single bar system in Indonesia. In the context of Indonesian law, advocate organizations must be registered with the Indonesian Advocates Association (PERADI) to obtain legal protection. However, many advocate organizations choose not to join Peradi, thus creating uncertainty regarding legal protection for their members. This study uses a normative juridical approach with a literature study to examine the legal norms governing the advocate profession, especially those related to the legal position of non-Peradi organizations, as well as the single bar system implemented in Indonesia. The research findings show that although non-Peradi organizations have temporary authority to carry out certain functions, their legal status is still ambiguous and affects the legal protection provided to their members. In addition, the implementation of the single bar system in Indonesia provides advantages in terms of supervision and professional development, but also faces major challenges in terms of accessibility of advocates in remote areas to services provided by PERADI.
STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP PADA CERITA RAKYAT IKAN DEWA DI KABUPATEN KUNINGAN Rohaedi, Edi; Koswara, Dedi; Isnendes, Retty
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i2.7360

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menguji cobakan teori struktur naratif Vladimir Propp terhadap cerita rakyat ikan dewa di Kabupaten Kuningan, dengan mengambil sampel satu dari tiga versi cerita rakyat ikan dewa yang didapat di lapangan. Latar belakang penelitian ini adalah sebagai upaya pelestarian sastra lisan yang kini sudah hampir hilang dikarenakan perkembangan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskrriptif, data penelitian merupakan cerita rakyat yang bersumber langsung dari lapangan, observasi, dokumentasi dan wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data dan deskripsi analisi digunakan untuk mengolah data menerapkan pendekatan struktur naratif Vladimir Propp.  Hasil dari penelitian ini, membuktikan bahwa pendekatan struktur naratif Vladimir Propp dapat digunakan untuk menganalisis cerita rakyat yang berasal dari lapangan, dengan ditemukanya 21 fungsi pelaku, yang didistribusikan ke dalam tiga lingkungan aksi, dan terdapat tiga pola atau pergerakan cerita sengan skema (α)-J-a-Z-Q-E-Rs-↑-B-↑-β-B-E-B-N-B-J-F-K-B-F-T-(X). Selain itu, struktur naratif Vladimir Propp bukan hanya menggambarkan struktur naratif sebuah karya sastra, akan tetapi dapat mengetahui karakter tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut, seperti yang digambarkan oleh tokoh Sunan Gunung Jati dalam cerita tersebut.Kata kunci 1;, cerita rakyat, ikan dewa, kuningan, struktur  VLADIMIR PROPP'S NARRATIVE STRUCTURE ON THE FOLKLORE OF THE GOD FISH IN KUNINGAN REGENCY ABSTRACT: This study aims to test Vladimir Propp's narrative structure theory on the folklore of ikan dewa in Kuningan Regency, by taking a sample of one of three versions of the folklore of ikan dewa obtained in the field. The background of this research is as an effort to preserve oral literature which is now almost lost due to technological developments. This research is a qualitative research with a descriptive approach, the research data is folklore that comes directly from the field, observations, documentation and interviews are used as data collection techniques and descriptive analysis is used to process data using Vladimir Propp's narrative structure approach. The results of this study prove that Vladimir Propp's narrative structure approach can be used to analyze folklore originating from the field, by finding 21 actors' functions, which are distributed into three action environments, and there are three patterns or story movements with schemes (α)- J-a-Z-Q-E-Rs-↑-B-↑-β-B-E-B-N-B-J-F-K-B-F-T-(X). In addition, Vladimir Propp's narrative structure not only describes the narrative structure of a literary work, but can identify the characters in the story, as depicted by the character Sunan Gunung Jati in the story.Keywords 1;, folklore, ikan dewa, kuningan, structure
KAJIAN ETNOPEDAGOGI PADA CERITA RAKYAT IKAN DEWA DI KABUPATEN KUNINGAN Rohaedi, Edi
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.10248

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cerita rakyat ikan dewa yang berada di Kabupaten Kuningan. Cerita rakyat ikan dewa dikaji dengan pendekatan etnopedagogi, dengan menggunakan pandangan hidup manusia Sunda atau moral kemanusiaan sebagai bahan kajiannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskrriptif, data penelitian adalah cerita rakyat ikan dewa yang bersumber dari lapangan, observasi, dokumentasi dan wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data dan deskripsi analisis digunakan untuk mengolah data dengan menerapkan pendekatan etnopedagogi Sunda yang terfokus pada pandangan hidup manusia Sunda atau moral kemanusiaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan  bahwa 1) manusia harus mempunyai rasa iman terhadap takdir bahwa manusia adalah makhluk Tuhan. yang harus mentaati perintah Tuhan; 2) manusia harus berbakti dirinya kepada Tuhan dengan cara menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya;  3) manusia harus mempunyai self- harga diri yang dibuktikan dengan adanya rasa tanggung jawab, kejujuran, kehati-hatian dalam berjalan, sikap tersebut dapat meningkatkan harga diri manusia itu sendir; , 4) manusia harus mampu menjaga dan merawat alam; 5) manusia harus bisa membedakan mana yang menjadi haknya dan mana yang menjadi hak orang lain;  6 ) manusia harus bisa silih asih, silih asah dan silih asuh dengan sesama manusia lainnya; 7) dalam mengejar kepuasan batin, manusia harus mempunyai rasa ikhlas dan syukur dalam dirinya; 8) dalam cerita itu pun manusia diajarkan bagaimana dirinya dapat memanfaatkan waktu dengan bijak, dan; 9) ikhlas dan syukur nilai yang harus dimiliki manusia dalam mengejar kepuasan lahir batin. Nilai etnopedagogi merupakan salah satu sumber untuk memperkuat karakter bangsa.KATA KUNCI: 1. cerita rakyat ikan dewa ;2. etnopedagogi; 3. kuningan.> ETHNOPEDAGOGICAL STUDY OF FOLK STORIES IKAN DEWA IN KUNINGAN DISTRICTABSTRACT: This research aims to examine the folklore of the god fish in Kuningan Regency. The fish god folklore is studied using an ethnopedagogical approach, using the Sundanese human outlook on life or human morals as the study material. This research is qualitative research with a descriptive approach, the research data is the fish god folklore sourced from the field, observation, documentation and interviews are used as data collection techniques and analytical descriptions are used to process the data by applying a Sundanese ethnopedagogical approach which focuses on the Sundanese human outlook on life. or human morals. The results of this research show that 1) humans must have a sense of faith in destiny that humans are God's creatures. who must obey God's commands; 2) humans must dedicate themselves to God by carrying out his commands and avoiding his prohibitions;  3) humans must have self-esteem as evidenced by a sense of responsibility, honesty, caution in walking, this attitude can increase the self-esteem of humans themselves; , 4) humans must be able to protect and care for nature; 5) humans must be able to differentiate between what is their right and what is someone else's right;  6) humans must be able to show compassion, compassion and care for other humans; 7) in pursuing inner satisfaction, humans must have a sense of sincerity and gratitude within themselves; 8) in this story humans are taught how they can use their time wisely, and; 9) sincerity and gratitude are the values that humans must have in pursuing inner and outer satisfaction. Ethnopedagogical values are one source for strengthening national character.KEYWORDS: 1. etnopedadogical ; 2. folklore ikan dewa; 3. kuningan