Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

SHIFT KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PETUGAS KEAMANAN DI PT PERTAMINA HULU MAHAKAM BALIKPAPAN Saputri, Sri Retno; Mappangile, Andi Surayya; Zainul, L.M.
IDENTIFIKASI Vol 5 No 2 (2019): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v5i2.101

Abstract

One of the main causes of work accidents caused by humans is fatigue. Causes of fatigue can be influenced by sleep disturbance due to jet lag or work shifts. The role of the security officer is to increase the feeling of security for employees at work. Therefore the security officer is demanded to always be at the worksite at all times. PT Pertamina Hulu Mahakam Balikpapan applies a shift system for security personnel consisting of the morning shift, afternoon shift and night shift. The purpose of this study was to determine the relationship of work shifts with work fatigue in security officers at PT Pertamina Hulu Mahakam Balikpapan. This research method uses quantitative using the IFRC (Industrial Fatigue Research Committee) questionnaire. IFRC (Industrial Fatigue Research Committee) questionnaire totalling 30 questions consisting of 10 questions about weakening activities, 10 questions about weakening motivation and 10 questions about depicting physical fatigue Sample selection is taken in total sampling where the number of samples is equal to the total population with 30 samples or respondent. Data analysis uses the Spearman rank to connect variables, the results of statistical calculations show a significant relationship if the dependent variable with the independent variable with a value of p (p-value) <a (0.05). The analysis showed that the morning shift felt tired by 15 people and not tired by 15 people, the afternoon shift felt tired by 14 people and not tired by 16 people and the night shift by feeling tired by 6 people and not tired by 16 people. From the Spearman rank test results obtained 0.017 (p <0.05), it was concluded that there is a relationship between work shifts with work fatigue.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN SAFETY RIDING PADA REMAJA DI SMA NEGERI 8 BALIKPAPAN Zainul, L.M.
IDENTIFIKASI Vol 6 No 2 (2020): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v6i2.131

Abstract

Driving a motorcycle needs to be supported by good driving knowledge, so that traffic order can be carried out so that road safety can be realized, besides that the enforcement of driving standards needs to be considered such as the use of helmets and driving documents. This study aims to determine the relationship of the knowledge variable (X) to the safety riding compliance variable (Y) of students of SMAN 8 Balikpapan. The method in this study using quantitative methods with a total sample of 54 students of class XII from a population of 120 students. Samples were taken randomly from two majors, namely natural Science and Social Sciences. Based on the results of the research sample test, all are valid and reliable and there is a significant relationship between the X variable and the Y variable with a P-value of 0.018. The conclusion of the research conducted on students of SMAN 8 Balikpapan that there is a significant relationship between the level of knowledge and compliance with safety riding.
PENILAIAN POSTUR PEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT (ROSA) DI PT UNILEVER BALIKPAPAN Ramdan, Muhamad; Zainul, L.M.; Kurniawan, Muhammad
IDENTIFIKASI Vol 8 No 2 (2022): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v8i2.246

Abstract

PT Unilever is a business that uses computers in its daily operations. At PT Unilever Balikpapan, computers are used in every department. 90% of employees use computers as work aids in public services, shipping, goods, engineering, and finance departments. Rapid Office Strain Assessment is an ergonomics assessment method for office and computer-related or administrative work. Rapid Office Strain Assessment is one of the office ergonomics techniques used to analyze the risks of computer use and decide what level of adjustment measures to take in response to reports of pain. ROSA observations are used to evaluate ergonomic risks in office workers, which can lead to musculoskeletal disorders. By using the Rapid Office Strain Evaluation approach, the assessment is carried out by looking at the employee's work posture. a picture of a worker to be measured. ROSA is a useful tool and one of the easiest methods to assess several risk factors associated with complaints in the form of work-related injuries to muscles, tendons, and body structures. Risk factors from computer use are divided into chairs, monitors, telephones, keyboards, and mice. The method for assessing ROSA is by assessing an increase of 1–3 for each work factor risk. The final result of the ROSA assessment will be a value ranging from 1 to 10. If the final value obtained is greater than 5, then the work is considered risky. In addition, the duration of work time is also considered. The Nordic Body Map assessment of musculoskeletal disorders begins with the identification of workers' complaints using the SNQ, which can identify the part of the muscle that has caused the complaints.Keywords: Rapid Office Strain Assessment (ROSA), Muscoceletal Disorder, NBM
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN WORKSHOP TERHADAP KELELAHAN MATA PEKERJA PT. BALIKPAPAN READY MIX PILE Rahman, Fariz Aditya; Zainul, L.M.; Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas pencahayaan workshop terhadap kelelahan mata pekerja PT. Balikpapan Ready Mix Pile. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan cross-sectional dengan sampling jenuh (total sampling) sebanyak 35 pekerja. Data dikumpulkan melalui pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter dan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI). Hasil menunjukkan 24 titik (68,6%) tidak memenuhi nilai ambang batas pencahayaan. Hasil kuesioner 1 responden (2,9%) mengalami kelelahan mata berat, 16 responden (45,7%) sedang, dan 18 responden (51,4%) ringan. Uji normalitas menunjukkan data pencahayaan tidak berdistribusi normal, sehingga digunakan uji Spearman. Hasil uji korelasi nilai signifikasi 0,638 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas pencahayaan dan kelelahan mata. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian pencahayaan yang sesuai standar untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan kerja.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UNSAFE ACTION PADA PEKERJA KONSTRUKSI PROYEK PEMBANGUNAN DI PT. JAYA MAKMUR RAYA Chandra, Adya; Yuliana, Lina; Zainul, L.M.
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.752

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komponen-komponen Theory of Planned Behavior (TPB), yang meliputi sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku, dengan frekuensi terjadinya tindakan tidak aman (unsafe action) di lingkungan kerja para pekerja konstruksi PT. Jaya Makmur Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan total 36 responden yang dipilih secara purposif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi metode kuesioner terstruktur dan observasi langsung di lapangan, sehingga informasi yang diperoleh lebih komprehensif. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji kekuatan hubungan antarvariabel. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara ketiga variabel TPB dengan unsafe action: sikap (rho -0,478, Sig. 0,003), norma subjektif (rho 0,406, Sig. 0,014), dan persepsi kontrol perilaku (rho -0,367, Sig. 0,028). Secara agregat, faktor-faktor TPB juga berkorelasi negatif signifikan (rho -0,411, Sig. 0,013). Implikasi dari temuan ini adalah bahwa peningkatan sikap positif pekerja terhadap keselamatan, penguatan tekanan sosial yang mendorong perilaku aman, serta peningkatan keyakinan terhadap kemampuan kontrol diri secara konsisten akan berkontribusi pada penurunan kecenderungan pekerja melakukan tindakan yang berisiko terhadap keselamatan.
PENILAIAN RISIKO ERGONOMI DI SEKTOR KESEHATAN: EVALUASI POSTUR KERJA DENGAN METODE RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT (ROSA) DI PUSKESMAS KARANG REJO BALIKPAPAN Sofyan, Orland Diadema Garibaldi; Zainul, L.M.; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.788

Abstract

Ergonomi adalah kesesuaian antara alat, metode kerja, dan lingkungan kerja yang memenuhi kemampuan, keterampilan, dan keterbatasan manusia sehingga pekerja menjadi sehat, aman, nyaman, dan efisien pada saat bekerja. Tingginya keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja administrasi di sektor kesehatan menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko ergonomi dan postur kerja tenaga administrasi di UPTD Puskesmas Karang Rejo, Balikpapan, menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner NBM, dan penilaian postur kerja dengan metode ROSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 5 informan memiliki tingkat keluhan MSDs kategori rendah, dan 1 orang berada dalam kategori sedang. Keluhan dominan dirasakan pada bagian punggung, pinggang, dan tangan kanan. Penilaian metode ROSA menunjukkan seluruh informan memiliki skor akhir di atas 5, yang menandakan tingkat risiko tinggi dan memerlukan intervensi segera. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tenaga kerja administrasi di UPTD Puskesmas Karang Rejo mengalami keluhan MSDs dengan tingkat keluhan rendah dan sedang, namun untuk penilaian postur kerja dengan metode ROSA, tingkat risiko tenaga kerja termasuk dalam kategori sedang dan tinggi.
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PADA PT GEOSERVICES DI BALIKPAPAN Sari, Iin Pratama; Zainul, L.M.; Sesariyanto, Alif
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.804

Abstract

Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan aspek penting dalam menjamin keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah B3 pada tahap penyimpanan serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada PT Geoservices di Balikpapan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi sebagian ketentuan penyimpanan limbah B3 sesuai regulasi. Namun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian. Selain itu, fasilitas K3 belum tersedia di area penyimpanan limbah B3. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun upaya pengelolaan limbah B3 telah dilaksanakan, peningkatan sarana teknis dan kepatuhan terhadap aspek K3 masih sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan yang lebih aman dan berkelanjutan.
KAJIAN RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJAAN INSTALASI PANEL LISTRIK: PENDEKATAN JOB SAFETY ANALYSIS DI PT. MEICA INDO TEKNIK Zainul, L.M.; Pongky, Patunru; Syams, Almidhita Dhea Nazlaiqa
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.818

Abstract

Pekerjaan instalasi panel listrik memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, khususnya akibat sengatan listrik, korsleting, maupun kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko keselamatan kerja dalam pekerjaan instalasi panel listrik dengan pendekatan Job Safety Analysis (JSA) di PT. Meica Indo Teknik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menyusun dokumen JSA secara lengkap dan sistematis, mencakup tahapan kerja dari persiapan hingga penyelesaian proyek. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala, terutama pada konsistensi penggunaan alat pelindung diri (APD) dan kecenderungan pekerja mengandalkan pengalaman dibandingkan prosedur tertulis. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara dokumen JSA dengan praktik aktual. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan berupa pelatihan yang berkelanjutan, pengawasan intensif, serta penguatan budaya keselamatan kerja.
ANALISIS PENERAPAN INSPEKSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI WAREHOUSE PT ORICA SITE SANGATTA Zainul, L.M.; Prayudha, Bayu; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di warehouse PT ORICA site Sangatta. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya potensi bahaya dalam aktivitas pengangkutan dan penyimpanan bahan kimia menggunakan forklift yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan informan (supervisor maintenance, petugas SHE, dan operator forklift), serta studi dokumentasi yang dibandingkan dengan regulasi dan standar operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program inspeksi K3 di warehouse PT ORICA dilakukan melalui dua program utama, yaitu inspeksi P2H (Pemeriksaan Harian) dan inspeksi commissioning (tahunan). Inspeksi P2H dilaksanakan setiap hari sebelum forklift dioperasikan dengan menggunakan form checklist untuk memastikan kondisi unit layak dan aman digunakan. Sementara itu, inspeksi commissioning dilakukan setahun sekali oleh inspektor berkompeten dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk menilai kelayakan operasional unit forklift secara menyeluruh. Proporsi implementasi program inspeksi menunjukkan bahwa P2H lebih dominan (70%) dibandingkan commissioning (30%) karena frekuensinya yang lebih rutin. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan inspeksi K3 di warehouse PT ORICA site Sangatta telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3 dan standar operasional prosedur perusahaan. Penerapan inspeksi terbukti efektif dalam meminimalisir potensi bahaya dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman.
STRATEGI PENGENDALIAN KEBISINGAN UNTUK MENCEGAH GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA WORKSHOP BFS NON-SPUN PT. BALIKPAPAN READY MIX PILE Ramadhany, Muhammad Revanza Hafizh; Zainul, L.M.; Wahyuni, Sri
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1293

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan industri dan berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja apabila tidak dikendalikan dengan baik. Mesin BFS (Beton Fertigile Systeme) yang digunakan pada Workshop BFS Non-Spun PT. Balikpapan Ready Mix Pile menghasilkan tingkat kebisingan yang berisiko terhadap kesehatan pendengaran pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian kebisingan serta tindakan pencegahan gangguan pendengaran pada pekerja yang terpapar kebisingan mesin BFS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa checklist observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari HSE Manager dan pekerja di Workshop BFS Non-Spun PT. Balikpapan Ready Mix Pile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian kebisingan telah diterapkan berdasarkan hirarki pengendalian risiko, meliputi pengendalian teknis melalui pemeliharaan mesin dan peredaman sumber suara, pengendalian administratif melalui pengaturan waktu kerja dan penyediaan ruang istirahat, serta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa earplug dan earmuff. Namun demikian, pengendalian eliminasi dan substitusi belum dapat diterapkan, serta tingkat kepatuhan pekerja dalam penggunaan APD masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan edukasi K3, serta menerapkan sistem insentif dan sanksi guna mencegah risiko gangguan pendengaran jangka panjang dan meningkatkan perlindungan kesehatan pekerja.