Articles
Pendampingan Pengelolaan Website Sekolah Berbasis Content Management System di SD Xaverius 9 Palembang
Ria Triayomi;
Stefanus Setyo Wibagso;
Sukarman Sukarman;
Ignasius Putera Setiahati;
Geovani Lili Sugiarti;
Natalia Devita Ningrum;
Emilia Esti Putri Utaminingrum
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.556 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.4150
Community service was carried out by a team of lecturers from PGSD Study Program and Information Systems Study Program with Partner Schools at Xaverius 9 Elementary School Palembang. "Content Management System-Based School Website Management Assistance at SD Xaverius 9 Palembang". The application of information technology in schools, one of which is the provision of a school website as a medium for disseminating information and communication between schools and related parties. Having a school website has several benefits, including being present in providing positive content for the public to create a healthy internet, encouraging schools to provide positive and creative information on school activities, student guardians and the community can find out various things about the school directly, and foster community trust in schools. The purpose of this activity is to assist website managers in writing good news so that it is easily searchable by search engines and attracts readers. The hope of assistance is that the website can be tracked using a tracking engine and appears on the first page. Implementation of assistance by providing assistance and practice regarding making good news, and media processing.
Analisis Kebutuhan Perancangan Website Sekolah Dasar
Ria Triayomi;
Stefanus Setyo Wibagso;
Ignasius Putera Setiahati;
Sukarman Sukarman
Jurnal Basicedu Vol 7, No 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.5231
Penyebaran informasi cepat dan akurat berbasis ICT di zaman modern ini sangat dibutuhkan termasuk dunia pendidikan. Saat ini penerapan teknologi informasi salah satunya Website Sekolah sudah menjadi kebutuhan sebagai media komunikasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan sarana pelayanan terhadap peserta didik. Tujuan dari penelitian yaitu menghasilkan website sekolah dasar. Model pengembangan dengan menggunakan penelitian menurut Hannafin dan Peck terdiri dari 3 tahap pengembangan yaitu: (1) tahap analisa kebutuhan yaitu mengidentifikasi masalah dan kajian pustaka. Peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada responden untuk memperoleh kebutuhan yang diperlukan. Informasi berupa analisis kebutuhan baik pada sarana dan prasarana yang digunakan, media komunikasi sekolah, serta mengumpulkan jurnal yang berkaitan dengan pengembangan website sekolah; (2) tahap desain/perencanaan yaitu tahap analisis kebutuhan dipindahkan ke dalam bentuk dokumen. Flowchart dan tata letak antarmuka yang akan diberikan kepada pengguna dan melakukan evaluasi dan revisi berdasarkan tinjauan literatur; dan (3) tahap pengembangan dan implementasi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan bahwa perlu adanya website sekolah dasar di Xaverius 9. Selanjutnya melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil pengembangan website dengan menggunakan CMS (Content Management System) Joomla. Fitur-fitur yang dibuat berdasarkan analisis kebutuhan. Selanjutnya diuji coba dengan melibatkan responden 11 orang. Hasil uji coba yaitu dapat memahami penggunaan website.
Analisis Kebutuhan Perancangan Website Sekolah Dasar
Ria Triayomi;
Stefanus Setyo Wibagso;
Ignasius Putera Setiahati;
Sukarman Sukarman
Jurnal Basicedu Vol 7, No 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.5231
Penyebaran informasi cepat dan akurat berbasis ICT di zaman modern ini sangat dibutuhkan termasuk dunia pendidikan. Saat ini penerapan teknologi informasi salah satunya Website Sekolah sudah menjadi kebutuhan sebagai media komunikasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan sarana pelayanan terhadap peserta didik. Tujuan dari penelitian yaitu menghasilkan website sekolah dasar. Model pengembangan dengan menggunakan penelitian menurut Hannafin dan Peck terdiri dari 3 tahap pengembangan yaitu: (1) tahap analisa kebutuhan yaitu mengidentifikasi masalah dan kajian pustaka. Peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada responden untuk memperoleh kebutuhan yang diperlukan. Informasi berupa analisis kebutuhan baik pada sarana dan prasarana yang digunakan, media komunikasi sekolah, serta mengumpulkan jurnal yang berkaitan dengan pengembangan website sekolah; (2) tahap desain/perencanaan yaitu tahap analisis kebutuhan dipindahkan ke dalam bentuk dokumen. Flowchart dan tata letak antarmuka yang akan diberikan kepada pengguna dan melakukan evaluasi dan revisi berdasarkan tinjauan literatur; dan (3) tahap pengembangan dan implementasi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan bahwa perlu adanya website sekolah dasar di Xaverius 9. Selanjutnya melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil pengembangan website dengan menggunakan CMS (Content Management System) Joomla. Fitur-fitur yang dibuat berdasarkan analisis kebutuhan. Selanjutnya diuji coba dengan melibatkan responden 11 orang. Hasil uji coba yaitu dapat memahami penggunaan website.
APLIKASI PERPUSTAKAAN PADA SDK MITRA PENABUR EBEN HAEZER PALEMBANG BERBASIS DESKTOP
Clara Agustina;
Stefanus Setyo Wibagso
JuSiTik : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Komunikasi
Publisher : Universitas Katolik Musi Charitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32524/jusitik.v6i2.964
Mitra Penabur Eben Haezer Palembang Christian Elementary School is an educational unit with an elementary school level located in Sekip Jaya, Kemuning District, Palembang City, South Sumatra. Based on the results of interviews that have been conducted, problems were found in the school library in the data collection process to transactions borrowing and returning books that are still done manually. Therefore, a desktop-based library application was created to help admins be able to process library data more quickly and easily. The development of this application uses the extreme programming (XP) methodology. Problem analysis uses PIECES, based on localhost, using the Java programming language and MySQL database. The application of this processing application is expected to help the admin in processing library data processing.
The empirical study of Joomla CMS map extension and location performance
Stefanus Setyo Wibagso
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31940/matrix.v13i2.94-105
Thousands of extensions can be installed on the Joomla CMS with various functions. One of them is the map and location extension, which is useful for meeting the needs of content that display information in the form of visual maps and locations. The Phoca Maps and MX Maps extensions are two of the many map and location extensions available on the Joomla Extension Directory website, downloadable and widely used. This study aims to provide a reference for Joomla CMS users in terms of managing content related to maps and locations through empirical studies of the performance of Phoca Maps and MX Maps extensions. In measuring extension performance, Google Lighthouse is used to audit all quality aspects that support the performance of a web application. The research results found that, in general, the desktop and mobile performance of the Phoca Maps and MX Maps extensions was unsatisfactory. This can be seen from the performance testing results for First Contentful Paint, Speed Index, Largest Contentful Paint, Time to Interactive, Total Blocking Time, and Cumulative Layout Shift.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT DI SD XAVERIUS 2 BATUPUTIH
Ignasius Putera Setiahati;
Stefanus Setyo Wibagso;
Sukarman;
Ria Triayomi;
B. A. Indriasari;
Maria Margareta;
Olga Sovia Oktaviani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i3.5434
Guru yang ingin meningkatkan mutu pendidikan haruslah kreatif dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran tidak hanya disediakan untuk mata pelajaran yang sifatnya sosial tapi juga bersifat science maupun eksakta. Media pembelajaran sangat diperlukan guna menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa sehingga pembelajaran jadi lebih bermakna. Di samping itu, siswa menjadi lebih mengerti materi yang diberikan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Mengeksplor IT untuk media pembelajaran adalah salah satu alternatifnya. Maka perlu pelatihan membuat media pembelajaran berbasis IT bagi guru yang belum terbiasa memakai IT. Target dan luaran dalam kegiatan ini adalah menghasilkan media pembelajaran berbasis IT bagi guru SD Xaverius 2 Batuputih. Pelatihan dasar yang diberikan oleh tim Universitas Katolik Musi Charitas dijadikan sebagai tahap awal untuk merangsang ketertarikan dan kerjasama antara guru agar lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran sederhana sekaligus memperluas pengetahuan guru. Ada beberapa metode yang akan digunakan yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, metode eksperimen, metode demonstrasi. Hasil dari pelatihan seluruh peserta memiliki bekal yang cukup dalam membuat media pembelajaran dan menghasilkan produk sendiri sesuai dengan kebutuhan
Pendampingan Pengelolaan Website Sekolah Berbasis Content Management System di SD Xaverius 9 Palembang
Ria Triayomi;
Stefanus Setyo Wibagso;
Sukarman Sukarman;
Ignasius Putera Setiahati;
Geovani Lili Sugiarti;
Natalia Devita Ningrum;
Emilia Esti Putri Utaminingrum
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.4150
Community service was carried out by a team of lecturers from PGSD Study Program and Information Systems Study Program with Partner Schools at Xaverius 9 Elementary School Palembang. "Content Management System-Based School Website Management Assistance at SD Xaverius 9 Palembang". The application of information technology in schools, one of which is the provision of a school website as a medium for disseminating information and communication between schools and related parties. Having a school website has several benefits, including being present in providing positive content for the public to create a healthy internet, encouraging schools to provide positive and creative information on school activities, student guardians and the community can find out various things about the school directly, and foster community trust in schools. The purpose of this activity is to assist website managers in writing good news so that it is easily searchable by search engines and attracts readers. The hope of assistance is that the website can be tracked using a tracking engine and appears on the first page. Implementation of assistance by providing assistance and practice regarding making good news, and media processing.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT DI SD XAVERIUS 2 BATUPUTIH
Ignasius Putera Setiahati;
Stefanus Setyo Wibagso;
Sukarman;
Ria Triayomi;
B. A. Indriasari;
Maria Margareta;
Olga Sovia Oktaviani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i3.5434
Guru yang ingin meningkatkan mutu pendidikan haruslah kreatif dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran tidak hanya disediakan untuk mata pelajaran yang sifatnya sosial tapi juga bersifat science maupun eksakta. Media pembelajaran sangat diperlukan guna menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa sehingga pembelajaran jadi lebih bermakna. Di samping itu, siswa menjadi lebih mengerti materi yang diberikan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Mengeksplor IT untuk media pembelajaran adalah salah satu alternatifnya. Maka perlu pelatihan membuat media pembelajaran berbasis IT bagi guru yang belum terbiasa memakai IT. Target dan luaran dalam kegiatan ini adalah menghasilkan media pembelajaran berbasis IT bagi guru SD Xaverius 2 Batuputih. Pelatihan dasar yang diberikan oleh tim Universitas Katolik Musi Charitas dijadikan sebagai tahap awal untuk merangsang ketertarikan dan kerjasama antara guru agar lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran sederhana sekaligus memperluas pengetahuan guru. Ada beberapa metode yang akan digunakan yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, metode eksperimen, metode demonstrasi. Hasil dari pelatihan seluruh peserta memiliki bekal yang cukup dalam membuat media pembelajaran dan menghasilkan produk sendiri sesuai dengan kebutuhan
Pemanfaatan Google Apps for Education (GAFE) sebagai Media Pembelajaran Sekolah Dasar
Setiahati, Ignasius Putera;
Triayomi, Ria;
Sukarman, Sukarman;
Wibagso, Stefanus Setyo
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2751
Memilih media pembelajaran online perlu cermat dan tepat sesuai dengan kemampuan pendidik dan kebutuhan serta karakter peserta didik. Aplikasi Google untuk pendidikan adalah salah satu media online yang banyak pakai para pengajar dalam melakukan pembelajaran online termasuk guru Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana penggunaan GAFE (google apps for education) bagi para guru di SD Xaverius 9 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan 24 guru sekolah dasar sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diggunakan adalah reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat adalah aplikasi Google sangat membantu dalam proses pembelajaran online. Aplikasi google yang paling sering digunakan adalah google meet, google classroom, google forms di mana sebanyak 24 guru menggunakan atau sebasar 100% responden. Aplikasi google yang jarang digunakan oleh guru SD Xaverius 9 adalah google slide, google calender, google doc. Alasannya beberapa guru tidak mengerti fungsi aplikasi itu dan sudah terbiasa dengan aplikasi lainnya pada Microsoft. Â
Analisis Kebutuhan Perancangan Website Sekolah Dasar
Triayomi, Ria;
Wibagso, Stefanus Setyo;
Setiahati, Ignasius Putera;
Sukarman, Sukarman
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.5231
Penyebaran informasi cepat dan akurat berbasis ICT di zaman modern ini sangat dibutuhkan termasuk dunia pendidikan. Saat ini penerapan teknologi informasi salah satunya Website Sekolah sudah menjadi kebutuhan sebagai media komunikasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan sarana pelayanan terhadap peserta didik. Tujuan dari penelitian yaitu menghasilkan website sekolah dasar. Model pengembangan dengan menggunakan penelitian menurut Hannafin dan Peck terdiri dari 3 tahap pengembangan yaitu: (1) tahap analisa kebutuhan yaitu mengidentifikasi masalah dan kajian pustaka. Peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada responden untuk memperoleh kebutuhan yang diperlukan. Informasi berupa analisis kebutuhan baik pada sarana dan prasarana yang digunakan, media komunikasi sekolah, serta mengumpulkan jurnal yang berkaitan dengan pengembangan website sekolah; (2) tahap desain/perencanaan yaitu tahap analisis kebutuhan dipindahkan ke dalam bentuk dokumen. Flowchart dan tata letak antarmuka yang akan diberikan kepada pengguna dan melakukan evaluasi dan revisi berdasarkan tinjauan literatur; dan (3) tahap pengembangan dan implementasi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan bahwa perlu adanya website sekolah dasar di Xaverius 9. Selanjutnya melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil pengembangan website dengan menggunakan CMS (Content Management System) Joomla. Fitur-fitur yang dibuat berdasarkan analisis kebutuhan. Selanjutnya diuji coba dengan melibatkan responden 11 orang. Hasil uji coba yaitu dapat memahami penggunaan website.