Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Cost-Effectiveness Analysis Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan di RSU Haji Surabaya Rahmadanita, Fathia Faza; Maulina, Novia; Sugihantoro, Hajar; Muhimmah, Ilmiyatul; Saputra, Azian F.
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2022.008.01.5

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes melitus adalah penyakit kronis akibat proses metabolisme dalam tubuh yang tidak normal yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal dalam tubuh. Diabetes melitus membutuhkan perawatan medis secara terus-menerus sehingga biaya medis yang dikeluarkan besar. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas biaya penggunaan antidiabetik oral pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di RSU Haji Surabaya. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan data retrospektif berupa rekam medis dan biaya pengobatan pasien rawat jalan dengan penyakit diabetes melitus tipe 2 di RSU Haji Kota Surabaya Periode Juni-November 2021. Analisis data dilakukan menggunakan rumus Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). Hasil: Didapatkan 70 pasien diabetes melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta yang memenuhi kriteria inklusi. Penggunaan terapi antidiabetik oral monoterapi ditemukan pada 11 pasien dan pada terapi antidiabetik oral kombinasi sebanyak 59 pasien. Antidiabetik oral monoterapi yang paling banyak digunakan adalah glimepiride (8,57%), sedangkan pada antidiabetik oral kombinasi adalah kombinasi metformin dan glimepiride (17,14%). Terapi antidiabetik oral monoterapi yang paling cost-effective adalah gliklazid dengan nilai efektivitas sebesar 100%, nilai ACER sebesar Rp 1.331,15. dan nilai ICER Rp. -641,70 dan Rp. -714.52. Sedangkan terapi antidiabetik oral kombinasi yang paling cost-effective adalah kombinasi pioglitazone, metformin dan glimepiride dengan nilai efektivitas 55,56%, nilai ACER sebesar Rp 3.266,34 dan nilai ICER Rp. 1.491,54 dan Rp. 1.654,43. Kesimpulan: Berdasarkan parameter ACER dan ICER, antidiabetik oral monoterapi yang paling cost-effective adalah gliklazid. Sedangkan antidiabetik oral kombinasi yang paling cost-effective adalah kombinasi pioglitazone, metformin dan glimepiride. Kata Kunci: Diabetes melitus, Cost-effectiveness Analysis, ACER, ICER
Co-Authors Abdul Hakim Abdul Hakim Abdul Hakim Abdul Malik Setiawan Abdul Wafi Almay Abidzar Elpasha Andayani, Nurita Arief Suryadinata Arriziq, Muhammad A. Aszari, Efendi H. Azzahra, Azizah Burhan Ma'arif Burhan Ma'arif Burhan Ma'arif Bustomi, Mochammad Y. A. Cindy Natasya Dhani Wijaya Dian Ratih Laksmitawati Fadilla, Rahma Nur Fahrul Rizki Faisal Akhmal Muslikh Fathia Faza Rahmadanita Fatiya Nurul Izzah Fawzia, Rachma Izza Fidia Rizkiah Inayatilah Firdaus, Natasya Octavia Putri Firdausy, Alif Firman Fitriyani Fitriyani Fricananta, Salma Salsabila Fuadi, Muhammad Nauval Nadhirul Ginanjar Putri Nastiti Humaira Ramzi Hurriyatul Zulfa Kamelin, Badira Khoirunnisa, Zahra Kinasih, Larasati S. Lalong, Paulus Risan F. Lestari, Ludy Wiji Luthfi, Fitrati Hasanah M. Yogi Riyantama Isjoni Ma'arif , Burhan Ma'arif, Burhan Ma’arif, Burhan Mangestuti Agil Ma’arif, Burhan Meilina Ratna Dianti Mohammad Alfin Sammah Muhammad Husnul Wafa Muhimmah, Ilmiyatul Nabila Asha Rahmita Nasichuddin, Achmad Nicotiana, Diah Ayu Nurwijayanti Prameswari, Fadila A. Pratiwi, Nurvita Cindy Dwi Quintão, Roberto Doutel Rahmandhani, Farhana Rezi Gita Rani Azzahara Roihatul Muti'ah Sampurno Sampurno Saputra, Azian F. Sawjana, Oashiva H. Sholekhah, Syafirda Arma'atu Silmy, Nur Fairus Subiyakto, Erlangga Sufi Sugihantoro Sugihantoro Syahrir, Ach Syahrir, Achmad Taek, Maximus M. Taek, Maximus Markus Tanaya Jati Dharma Dewi Ummah, Syifaul Khoiro Winayah, Mesri Ananta Yuan Tamara Yusuf, Muhammad Faishal