Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Hubungan Pola Asupan Serat Dengan Status Gizi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Remaja Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 39 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Agama Islam Yorianti, Athira shafa; Marsiati, Himmi; Arsyad, Muhammad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63113

Abstract

Pendahuluan: Rendahnya pengetahuan gizi dan kebiasaan konsumsi serat menyebabkan banyak remaja mengalami ketidakseimbangan gizi yang tercermin dari nilai IMT. Asupan serat yang cukup dapat membantu menjaga berat badan ideal dan mencegah gangguan metabolik. Dalam pandangan Islam, menjaga keseimbangan gizi melalui konsumsi makanan berserat termasuk penerapan prinsip ḥifẓ al-nafs melalui konsumsi makanan halalan thayyiban. Metodologi : Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 50 responden siswa kelas X berusia 15 – 18 tahun di SMKN 39 Jakarta. Data diperoleh melalui kuesioner SQ-FFQ dan pengukuran antropometri untuk menghitung IMT. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (χ²) untuk mengetahui hubungan antara pola asupan serat dan status gizi berdasarkan IMT. Hasil : Rata-rata asupan serat sebesar 16,47 g/hari dengan 39 responden (78%) kategori kurang dan 11 responden (22%) kategori cukup. Rata-rata IMT 19,68 kg/m² dengan 23 responden (46%) underweight, 20 (40%) normal, dan 7 (14%) overweight. Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan serat dan status gizi berdasarkan IMT (p = 0,894). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi tentang serat (86%). Simpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asupan serat dan status gizi berdasarkan IMT, namun peningkatan konsumsi serat penting untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan gizi. Perspektif Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan seimbang dan konsumsi makanan halalan thayyiban.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Status Gizi Berdasarkan IMT pada Remaja di SMK Negeri 39 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam. Zahwa, Iren; Marsiati, Himmi; Wuryanti, Sri; Arsyad, Muhammad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63173

Abstract

Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu keseimbangan hormon pengatur nafsu makan (leptin dan ghrelin), yang berpotensi memengaruhi status gizi dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Dalam perspektif Islam, menjaga kualitas tidur dan asupan gizi yang seimbang merupakan bagian penting dari upaya memelihara kesehatan sesuai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi berdasarkan IMT pada remaja di SMK Negeri 39 Jakarta serta meninjaunya menurut pandangan Islam. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 52 siswa berusia 15–18 tahun yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari kuesioner PSQI untuk menilai kualitas tidur dan pengukuran antropometri untuk menghitung IMT. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test. Distribusi status gizi menunjukkan 36,5% responden ber-IMT normal, 36,5% underweight, dan 26,9% overweight. Pengetahuan tentang kualitas tidur tergolong baik pada 90,4% responden dan cukup pada 9,6%. Kualitas tidur dinilai baik pada 53,8% responden dan buruk pada 46,2%. Uji Chi-Square menghasilkan p = 0,587 (p > 0,05), sehingga tidak ada hubungan signifikan antara kualitas tidur dan status gizi. Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan status gizi berdasarkan IMT pada remaja di lokasi penelitian, namun tidur yang cukup tetap penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan berat badan ideal. Perspektif Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola tidur yang baik serta konsumsi makanan halal, thayyib, dan seimbang sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.