Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Manajemen Laktasi dan Menyusui Pada Ibu Post Partum di Ruang Jade RSUD DR Slamet Garut Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Sukmawati, Sukmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15190

Abstract

ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling baik bagi bayi dan memiliki kandungan zat gizi yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi..  WHO  dan  UNICEF  merekomendasikan  pemberian   ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga usia enam bulan tanpa adanya pemberian makanan atau minuman tambahan lainnya.  Manfaat   dari ASI dan  pemberian ASI eksklusif sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi bayi.. Bayi yang diberikan ASI eksklusif memiliki angka morbiditas dan mortalitas infeksi yang lebih rendah, dan memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bayi yang disusui dalam periode yang lebih singkat atau tidak mendapatkan ASI. Tujuan Pelaksanaan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu  potst partum mengenai pentingnya memberikan ASI eksklusif dan cara atau teknik menyusui yang baik dan benar. Metode yang digunakan  dalam pendidikan kesehatan ini  adalah dengan menggunakan metoda demonstrasi, ceramah dan tanya jawab. Dari  pendidikan kesehatan ini tujuh peserta mengalami peningkatan pengetahuan  dan  ibu bisa menyusui dengan benar dan mau memberikan ASI kepada bayinya. Adanya peningkatan pengetahuan  ibu nifas ibu bisa memberikan ASI dengan benar sehinggga terpenuhi  kebutuhan nutrisi bayi. Kesimpulan  Manajemen laktasi dan posisi menyusui merupakan hal yang penting bagi ibu post partum. Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, teknik menyusui, cara memerah ASI, menyimpan ASI perah dan memberikan ASI perah akan menentukan keberhasilan dari pemberian ASI kepada bayi. Kata kunci: Ibu Post Partum Manajemen Laktasi, Menyusui  ABSTRACT Mothers milk is the best food for babies and contains ideal nutrients for bby growth and development. WHO and UNICEF recommend administration exclusive breast milk (ASI) from birth until the age of six months without any additional food or drink. The benfits of breast milk and giving it exclusively are vry good for the growth and development of babies. Babies who are given breast milk exclusively have lower infection morbidity and mortality rates and have higher intelligence than babies  who are breastfed for a shorter period or do not receive breast milk. The aims of implementing this health  assessment is to increase the knowledge of post partum mothers regarding the importance of giving mothers exclusive breast milk and good and correct breast feeding techniques. The metod used in this health education is by using lectur demonstration and question and answer methods. As a result of this health education, seven participants experienced an increase in knowledge and mothers were able to breastfeed properly and monters were willing to give breast milk to their babis..There  is an increase in the knowledge of post partum mothers that mothers can provide breast milk correctly so that the babys nutritional needs are met. Lactation managemen and breastfeeding positions are important for post partum mothers, Mothers knowledge about exclusife breast milk , breast feeding techniques, how to express breast milk storing expressed breast milk providing expressed breast milk will determine the success of giving breast milk to mothers baby.  Keywords: Post Partum Mother, Lactation Manajemen, Breastfeeding
Intervensi Untuk Menurunkan Gejala Hot Flashes Pada Wanita Menopause: A Scoping Review Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Sukmawati, Sukmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.14867

Abstract

ABSTRACT Hormonal changes that begin during the menopausal transition affect many biological systems, including diseases related to the central nervous system including metabolism, body weight, musculoskeletal, urogenital, skin atrophy, sexual dysfunction and vasomotor symptoms (hot flashes). To determine interventions that can reduce symptoms of hot flashes in postmenopausal women. This study uses a scoping review method with the databases used are Garuda, Cinahl (EBSCO), PubMed, ProQuest, and SAGE. The articles used in this study are primary research articles using the Randomized Control Trial and Quasi Experiment methods in English and Indonesian, full text and free access with the time span for the publication of the article is the last 5 years (2017-2022). There were 4 interventions to reduce the symptoms of hot flashes in menopausal women, including giving soy milk, giving Kudzu Flower-Mandarin Peel, elderly exercise, and aerobic exercise. There are several interventions to reduce the symptoms of hot flashes in postmenopausal women which are grouped into diet-based interventions and physical activity-based interventions. Keywords: Hot Flashes, Intervention, Menopause ABSTRAK Perubahan hormonal yang dimulai selama transisi menopause memengaruhi banyak sistem biologis, termasuk penyakit terkait sistem saraf pusat meliputi metabolisme, berat badan,   perubahan   muskuloskeletal,   urogenital, atrofi kulit, disfungsi seksual serta gejala vasomotor (hot flashes).  Untuk mengetahui intervensi yang dapat menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause.  Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan database yang digunakan yaitu Garuda, Cinahl (EBSCO), PubMed, ProQuest, dan SAGE. Artikel   yang digunakan pada penelitian ini adalah artikel penelitian primer dengan metode Randomized Control Trial dan Quasi Experiment yang berbahasa inggris dan indonesia, full text dan free access dengan rentang waktu terbit artikel adalah 5 tahun terakhir (2017-2022). Didapatkan 4 intervensi untuk menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause, diantaranya yaitu pemberian susu kedelai, pemberian Kudzu Flower-Mandarin Peel, senam lansia, dan senam aerobik. Terdapat beberapa intervensi untuk menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause yang dikelompokkan menjadi intervensi berbasis diet dan intervensi berbasis aktivitas fisik. Kata Kunci: Hot Flashes, Intervensi, Menopause
Pola dan Gaya Hidup Sehat pada Remaja Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23316

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan serta penerapan gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, pola tidur yang buruk, serta mekanisme koping stres yang negatif. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan promosi dan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam menerapkan pola dan gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Kegiatan dilakukan di SMPN 1 Cileunyi dengan melibatkan 35 siswa ekstrakurikuler KIR dan 40 siswa kelas 8 dan 9. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi, simulasi, sosialisasi melalui poster, serta pemberdayaan dengan melakukan pemeriksaan fisik sederhana (BB, TB, TTV, IMT). Pemberdayaan dilakukan dengan melibatkan anggota PMR sebagai kader kesehatan. Hasil pre-test menunjukkan 80% peserta memiliki pengetahuan kategori “baik” dan 20% “cukup”. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) mencapai kategori “baik”. Pemeriksaan fisik menunjukkan 40% siswa berada dalam kategori kurus, dan 40% memiliki tekanan darah pada batas bawah. Sosialisasi poster diterima dan direncanakan untuk digunakan sebagai media edukasi berkelanjutan di sekolah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pola hidup sehat. Pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, pemberdayaan, serta pemeriksaan fisik menjadi strategi yang mendukung perubahan perilaku remaja ke arah yang lebih sehat. Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat, Pola, Remaja  ABSTRACT Adolescents are an age group that is vulnerable to various health problems and unhealthy lifestyles, such as fast food consumption, lack of physical activity, poor sleep patterns, and negative stress coping mechanisms. Based on the above problems, this health promotion and education activity aims to increase the knowledge, awareness, and skills of adolescents in implementing healthy patterns and lifestyles in a sustainable manner. The activity was carried out at SMPN 1 Cileunyi involving 35 KIR extracurricular students and 40 students in grades 8 and 9. The methods used included interactive lectures, discussions, simulations, socialization through posters, and empowerment by conducting simple physical examinations (BB, TB, TTV, BMI). Empowerment was carried out by involving PMR members as health cadres. The pre-test results showed that 80% of participants had knowledge in the “good” category and 20% had knowledge in the “sufficient” category. After education, all participants (100%) reached the “good” category. Physical examinations showed that 40% of students were in the thin category, and 40% had blood pressure at the lower limit. The socialization poster was accepted and is planned to be used as a continuous educational tool in schools. This activity has proven effective in increasing students' knowledge and awareness of healthy lifestyles. An educational and participatory approach through socialization, empowerment, and physical examinations is a strategy that supports behavioral changes in adolescents towards healthier lifestyles. Keywords: Healthy Lifestyle, Patterns, Adolescents
MOTHER’S KNOWLEDGE, MOTHER’S ATTITUDE, AND HUSBAND'S SUPPORT RELATED TO PREGNANT WOMEN'S COMPLIENCE WITH ANC Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Kamsatun, Kamsatun
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.4038

Abstract

Indikator derajat kesehatan suatu negara ditentukan oleh beberapa aspek diantaranya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Antenatal care (ANC) yang komprehensif berperan penting dalam menurunkan AKI dan AKB serta mendeteksi risiko kesehatan ibu dan anak. Untuk itu diperlukan kepatuhan ibu hamil untuk melakukan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil, pengambilan sampel menggunakan  tekhnik purposive sampling berjumlah  181 ibu hamil. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan instrument berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dengan nilai corrected item-total correlation >0,514 dan uji reliabilitas dengan nilai Cronbach alpha >0,8. Uji Chi Square digunakan untuk analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki katagori pengetahuan cukup (52,5%), sebagian kecil sikap responden mendukung (48,1%), sebagian besar responden mendapat dukungan suami (61,3%) dan sebagian besar patuh melakukan ANC (66,9%). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara pengetahuan responden dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara sikap responden dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara dukungan suami dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor yang berkontribusi terhadap hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan kepatuhan ANC ibu hamil seperti umur, pendidikan dan paritas sehingga didapatkan pendekatan yang lebih tepat untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil dalam melakukan ANC.