Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA BAGI KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEK I KOTA PADANGSIDIMPUAN Yulinda Aswan; Nurelilasari Siregar; Nur Aliyah Rangkuti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1217-1222

Abstract

Puskesmas Wek I  merupakan salah satu Puskesmas yang ada di bagian Utara Kota Padangsidimpuan tepatnya di Kelurahan Timbangan. Wilayah kerja Puskesmas Wek I  terdiri dari 8 Kelurahan dengan 15 posyandu yang masing-masing posyandu memiliki 5 orang kader dengan total jumlah seluruh kader adalah sebanyak 75 orang. Puskesmas Wek I berjarak lebih 6 km 2 dari Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan dan terletak di wilayah kerja Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan. Berdasarkan Profil Puskesmas Wek I Tahun 2020, jumlah balita yang tercatat di Puskesmas Wek I sebanyak 546 orang, dengan ketercapaian program posyandu terkait pertumbuhan dan perkembangan hanya 72% dari target 97% berdasarkan data dari pihak puskesmas. Metode Ceramah Tanya Jawab (CTJ), Diskusi, dan Demonstrasi, sedangkan media yang digunakan LCD, dan Instrumen KPSP lengkap dengan Pedoman Kegiatan, dilaksanakan selama bulan Desember 2021. Sebagian besar ibu-ibu kader posyandu berpengalaman menjadi kader 11-20 tahun sebanyak 11 orang (35.5%), 20 orang berpengalaman 1-10 tahun (64.5%). Sebelum dilakukan intervensi, kelompok kader posyandu lebih dari setengah kader kesehatan memiliki tingkat pengetahuan pada kategori kurang 29 orang (93.6%) katagori cukup 2 orang (6,4%). Setelah dilakukan intervensi lebih dari setengah kader mengalami peningkatan pengetahuan yaitu 27 orang memiliki tingkat pengetahuan Baik (87.1%) 4 orang memiliki pengetahuan Cukup (12,9%). Nilai rata-rata kenaikan pengetahuan seluruh kader melalui kuesioner pre-test dan post test adalah 72,42%, yang diperoleh menggunakan Uji Normalized Gaid Score (N-Gaid). Diharapkan kegiatan Pelatihan bagi kader posyandu dalam Deteksi dini tumbuh kembang pada anak balita sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan dengan bekerja sama bersama pihak-pihak terkait, dapat terbentuknya Kader Posyandu. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SADABUAN TAHUN 2025 Nurelilasari Siregar; Yusnina Maisyaroh; Febrina Angraini Simamora
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Juni 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i2.108

Abstract

Gizi memiliki peran utama dalam menentukan penyebab suatu penyakit. Asupan gizi yang memadai sangat penting dalam kehidupan, terutama bagi ibu hamil, karena kekurangan gizi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satu gangguan kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK). WHO mencatat 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan kekurangan energi kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku gizi dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan sebanyak 50 ibu hamil. Jumlah sampel sebanyak 50 orang dengan metode accidental sampling. Analisa yang digunakan Adalah Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil (p=0,001), ada hubungan sikap dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil (p=0,000), Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil. Oleh karena itu disarankan bagi ibu hamil agar dapat meningkatkan kunjungan antenatal care untuk mengurangi angka kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil.
HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Lola Pebrianthy; Nurelilasari Siregar; Sri Sartika Sari Dewi
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Juni 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i2.109

Abstract

IMD bermanfaat bagi ibu karena dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasca persalinan. Dalam 1 jam kehidupan pertama bayi dilahirkan ke dunia, bayi dipastikan untuk mendapatkan kesempatan melakukan IMD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap keberhasilan ASI eksklusif di Kota Padangsidimpuan Tahun 2025. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. pengambilan sampel dilakukan secara purvosive sampling dan didapatkan 56 sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dengan Pemberian ASI Eksklusif (sig = 0,011< α=0,05). Nilai Odds ratio yang dihasilkan sebesar 4,359 artinya bahwa ibu yang melakukan Inisiasi Menyusu Dini memiliki peluang memberikan ASI Ekslusif 4,359 kali lebih besar dibandingkan ibu yang tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini. Kesimpulan diperoleh bahwa inisiasi menyusu dini (IMD) berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Saran bagi ibu menyusui agar melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) segera setelah bayi lahir.
INTENSITAS RASA NYERI TERHADAP PEMASANGAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) Nurelilasari Siregar; Sri Sartika Sari Dewi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/c1xyj659

Abstract

Latar belakang: Intensitas rasa nyeri adalah gambaran tentang seberapa parah nyeri dirasakan oleh individu. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah alat yang dimasukkan kedalam rongga rahim Nyeri pada pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) diakibat dilatasi srvikalis internus oleh sonde atau alat pemasang.  Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif  dengan pendekatan crossectional dan jumlah sampel sebanyak 41 orang dengan tehnik purposive sampling. Hasil: Penelitian menunjukkan Dari segi karakteristik tentang intensitas rasa nyeri terhadap pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim berdasarkan karakteristik akseptor AKDR yakni usia  diketahui mayoritas responden yang berumur 31-40 tahun sebanyak  21 orang (51.2%), sedangkan berdasarkan suku diketahui mayoritas responden yang bersuku jawa sebanyak 34 orang (82,9%), berdasarkan pendidikan diketahui mayoritas responden berpendidikan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 14 orang (34,1%), berdasarkan paritas diketahui mayoritas responden dengan paritas >3 kali sebanyak 14 orang (34,1%), sedangkan berdasarkan tingkat nyeri diketahui mayoritas responden mengalami nyeri pada saat pemasangan AKDR dengan skala sedang (4-6) sebanyak 28 orang (68,3%). Kesimpulan : Tingkat nyeri yang dirasakan adalah sedang (4-6) sebanyak 28 responden.