Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

FACTORS RELATED TO ANTENATAL CARE VISITS FOR PREGNANT WOMEN IN THE WORKING AREA OF THE BATUNADUA PUSKESMAS siregar, Nurelilasari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1274

Abstract

Incomplete pregnancy checks can indirectly affect pregnancy complications in the mother that are not detected and can cause the risk of maternal death. The World Health Organization recommends that six visits during pregnancy be mandatory during pregnancy at predetermined standards and times. The purpose of this researched wasto knowrelated factors with antenatal care visits to pregnant women in the Batunadua Working Area. The type of researched was quantitative research with a cross sectional study approach design. The population in this study was all 49 third trimester pregnant women, the sampling technique used total sampling. The analysis used is the Chi Square test. The results of this study showthat employment status (0.003), knowledge (0.000),and attitude (0.000) relatedwith antenatal care visits in pregnant women. Conclusion reached job status, knowledge and attitude related to antenatal care visits in pregnant women. It is hoped that health workers will be more comprehensive in providing counseling regarding antenatal care visits to pregnant women.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN STATUS PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI DI LEMBAH LUBUK RAYA KABUPATEN TAPANULI SELATAN siregar, Nurelilasari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1798

Abstract

Giving colostrum is one of the health problems caused by the lack of information received by pregnant women and breastfeeding mothers. The low level of giving colostrum is one of the triggers for the nutritional status of infants and toddlers. All babies need to receive colostrum to fight off an infection that is estimated to save one million infant lives. More than 90% of mothers discard colostrum and give solid food early. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal behavior and the status of giving colostrum to infants in Lembah Lubuk Raya, South Tapanuli Regency. The type of research used was quantitative with a cross sectional study approach. The population and samples were all mothers who had babies in the Lembah Lubuk Raya Work Area as many as 41 people, with a sample using the total sample method. The analysis used is the Chi-square test. The results of the analysis showed that there was a relationship between mother's knowledge (p=0.000), mother's attitude (p=0.002), mother's actions (p=0.008), mother's behavior (p=0.008) with the status of giving colostrum to the baby. The conclusion is that the mother's behavior is related to the status of giving colostrum to the baby. Suggestions for mothers to be able to give colostrum to their babies as soon as possible, and to health workers to provide counseling about colostrum breastfeeding when mothers do prenatal check-ups.
PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA BAGI KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEK I KOTA PADANGSIDIMPUAN Aswan, Yulinda; Siregar, Nurelilasari; Aliyah Rangkuti, Nur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1217-1222

Abstract

Puskesmas Wek I  merupakan salah satu Puskesmas yang ada di bagian Utara Kota Padangsidimpuan tepatnya di Kelurahan Timbangan. Wilayah kerja Puskesmas Wek I  terdiri dari 8 Kelurahan dengan 15 posyandu yang masing-masing posyandu memiliki 5 orang kader dengan total jumlah seluruh kader adalah sebanyak 75 orang. Puskesmas Wek I berjarak lebih 6 km 2 dari Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan dan terletak di wilayah kerja Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan. Berdasarkan Profil Puskesmas Wek I Tahun 2020, jumlah balita yang tercatat di Puskesmas Wek I sebanyak 546 orang, dengan ketercapaian program posyandu terkait pertumbuhan dan perkembangan hanya 72% dari target 97% berdasarkan data dari pihak puskesmas. Metode Ceramah Tanya Jawab (CTJ), Diskusi, dan Demonstrasi, sedangkan media yang digunakan LCD, dan Instrumen KPSP lengkap dengan Pedoman Kegiatan, dilaksanakan selama bulan Desember 2021. Sebagian besar ibu-ibu kader posyandu berpengalaman menjadi kader 11-20 tahun sebanyak 11 orang (35.5%), 20 orang berpengalaman 1-10 tahun (64.5%). Sebelum dilakukan intervensi, kelompok kader posyandu lebih dari setengah kader kesehatan memiliki tingkat pengetahuan pada kategori kurang 29 orang (93.6%) katagori cukup 2 orang (6,4%). Setelah dilakukan intervensi lebih dari setengah kader mengalami peningkatan pengetahuan yaitu 27 orang memiliki tingkat pengetahuan Baik (87.1%) 4 orang memiliki pengetahuan Cukup (12,9%). Nilai rata-rata kenaikan pengetahuan seluruh kader melalui kuesioner pre-test dan post test adalah 72,42%, yang diperoleh menggunakan Uji Normalized Gaid Score (N-Gaid). Diharapkan kegiatan Pelatihan bagi kader posyandu dalam Deteksi dini tumbuh kembang pada anak balita sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan dengan bekerja sama bersama pihak-pihak terkait, dapat terbentuknya Kader Posyandu. 
Edukasi Kesehatan tentang Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Ibu Hamil dalam kegiatan Posyandu di Desa Baruas wilayah kerja Puskesmas Batunadua Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani; Siregar, Nurelilasari; Harahap, Mei Adelina; Lola Pebrianthy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2444

Abstract

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan kongenital yang terjadi sejak masa perkembangan janin dan berkontribusi terhadap tingginya morbiditas serta mortalitas bayi. Upaya pencegahan PJB perlu dilakukan secara promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada ibu hamil dan perempuan usia subur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan PJB pada janin melalui edukasi kesehatan yang dilaksanakan pada kegiatan Posyandu di Desa Baruas, wilayah kerja Puskesmas Batunadua. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian media edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Aufa Royhan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus aplikasi pembelajaran mahasiswa di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko PJB, pentingnya perencanaan kehamilan sehat, dan kepatuhan terhadap pemeriksaan antenatal. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berbasis Posyandu efektif sebagai strategi pencegahan PJB pada janin dan mendukung penguatan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.