Wahyuningsih Djaali
Medical Acupuncture Specialist Program, Faculty Of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia; Universitas Negeri Jakarta, Jakarta, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Acupressure PC6 Self-Care for Hyperemesis Gravidarum during the Covid-19 Pandemic Viventius, Yoshua; Mihardja, Hasan; Djaali, Wahyuningsih
Proceedings Book of International Conference and Exhibition on The Indonesian Medical Education Research Institute Vol. 6 No. - (2022): Proceedings Book of International Conference and Exhibition on The Indonesian M
Publisher : Writing Center IMERI FMUI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69951/proceedingsbookoficeonimeri.v6i-.133

Abstract

Introduction: Most pregnant women (50–90%) generally experience nausea and vomiting during pregnancy, which usually subsides at 16–20 weeks of gestation. Approximately 0.5–2 percent experience severe nausea and vomiting, known as HG, which necessitates hospitalization. Since 2.000, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia has been developing acupressure self-care, among other things, by implementing acupressure training (Teknologi Tepat Guna – TTG) for mild complaints about health workers. Objective: This review discusses several studies that demonstrated the effect of acupressure on HG, as well as the mechanism of acupressure, the points used, and treatment strategies. Method: The Google Scholar and PubMed databases were searched for studies published between 2010 and 2020 on how acupressure affects HG using the keywords acupressure, hyperemesis gravidarum, and PC6 point. Randomized clinical trials on human subjects and studies that measured nausea vomiting index in pregnant woman as outcomes were included. Studies that did not include clinical effects of acupressure were excluded. Results: The following studies on HG (n=4) were discovered. These studies suggested that acupressure might be considered to reduce symptoms of nausea and vomiting in pregnant women. Conclusion: Acupressure at PC6 may reduce nausea and vomiting in pregnant women by influencing gastrointestinal function via nerve stimulation to inhibit cerebral cortex function. Self-care acupressure at the PC6 point may be a therapeutic option to reduce HG during the Covid-19 pandemic.
Pengaruh Kombinasi Terapi Akupunktur dan Medikamentosa Terhadap Keberhasilan Terapi Nyeri Kanker pada Anak Tyas, Nike Estu Renaning; Jusuf, Ahmad Aulia; Andriastuti, Murti; Djaali, Wahyuningsih
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.236-43

Abstract

Latar belakang. Di Amerika Serikat, kanker anak mencakup 2% dari seluruh kasus kanker. Kemajuan protokol terapi dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan prognosis pasien kanker anak secara signifikan, tetapi juga memunculkan masalah baru, seperti nyeri kanker. Nyeri yang tidak tertangani dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu tidur, meningkatkan sensitivitas nyeri, dan menyulitkan tindakan medis. Akupunktur terbukti efektif sebagai terapi tambahan bersama pengobatan farmakologis untuk mengatasi nyeri kanker, sekaligus mengurangi dosis analgetik dan efek sampingnya.Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan obat analgetik, perubahan skor Visual Analog Scale S intra kelompok, dan keberhasilan terapi pada kelompok akupunktur dan medikamentosa dan kelompok medikamentosa saja pada nyeri kanker anak. Metode. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan mengambil data di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo. Populasi terjangkau penelitian ini adalah pasien anak dengan nyeri kanker yang dirawat di Gedung Pusat Kesehatan Ibu Anak RSCM Kiara pada bulan Januari 2022- Juli 2023. Hasil. Kedua kelompok dapat menurunkan skor VAS dan terdapat beda signifikan. Akupunktur dan medikamentosa mempunyai peluang untuk dapat mengurangi penggunaan jenis obat analgetik, penggunaan ekstra obat dan pengurangan dosis total morfin harian, namun diperlukan penelitian lebih lanjut. Kedua kelompok memberikan hasil yang baik pada luaran keberhasilan terapiKesimpulan. Akupunktur dan medikamentosa mempunyai peluang untuk dapat mengurangi obat analgetik, mengurangi skor VAS, dan memberikan hasil yang baik untuk keberhasilan terapi, namun diperlukan penelitian lebih lanjut.
Hubungan antara Persentase Lemak Tubuh, Lingkar Perut, Lingkar Pinggang dan Kekuatan Otot Punggung pada Mahasiswa Olahraga Mighra, Bazzar Ari; Djaali, Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v13i2.527

Abstract

Komposisi lemak tubuh dipakai sebagai salah satu komponen yang berhubungan dengan kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan. Cukup banyak cara pemeriksaan komposisi tubuh yang dapat dilakukan, antara lain pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT), Skinfold Caliper, dan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan persentase lemak tubuh, lingkar perut, lingkar pinggang dan kekuatan otot punggung pada mahasiswa olahraga. Penelitan dilakukan pada 30 mahasiswa olahraga FIK UNJ, dengan desain penelitian analitik obervasional. Dilakukan pengukuran IMT, persentase lemak tubuh menggunakan BIA, lingkar perut, lingkar pinggang, dan kekuatan otot punggung menggunakan “back and leg dynamometer”. Hasil penelitian ini persentase lemak berkorelasi positif secara signifikan dengan lingkar perut (koefisien korelasi r = 0,598 dan p<0,001), persentase lemak berkorelasi positif secara signifikan dengan lingkar pinggang (koefisien korelasi r = 0,616 dan p<0,001), dan persentase lemak tidak berkorelasi dengan kekuatan otot punggung (koefisien korelasi r = 0,204 dan p=0,279). Terdapat hubungan positif antara persentase lemak tubuh dengan lingkar perut, dan antara persentase lemak tubuh dengan lingkar pinggang, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persentase lemak tubuh dengan kekuatan otot punggung pada mahasiswa olahraga FIK UNJ.Kata Kunci: Persentase Lemak Tubuh, Lingkar Perut, Lingkar Pinggang, Kekuatan Otot Punggung.
Hubungan antara Persentase Lemak Tubuh, Lingkar Perut, Lingkar Pinggang dan Kekuatan Otot Punggung pada Mahasiswa Olahraga Mighra, Bazzar Ari; Djaali, Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i1.714

Abstract

Pendahuluan: Komposisi lemak tubuh dipakai sebagai salah satu komponen yang berhubungan dengan kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan. Cukup banyak cara pemeriksaan komposisi tubuh yang dapat dilakukan, antara lain pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT), Skinfold Caliper, dan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan persentase lemak tubuh, lingkar perut, lingkar pinggang dan kekuatan otot punggung pada mahasiswa olahraga.Metode: Penelitan dilakukan pada 30 mahasiswa olahraga FIK UNJ, dengan desain penelitian analitik obervasional. Dilakukan pengukuran IMT, persentase lemak tubuh menggunakan BIA, lingkar perut, lingkar pinggang, dan kekuatan otot punggung menggunakan “back and leg dynamometer”.Hasil: Persentase lemak berkorelasi positif secara signifikan dengan lingkar perut (koefisien korelasi r = 0,598 dan p<0,001), persentase lemak berkorelasi positif secara signifikan dengan lingkar pinggang (koefisien korelasi r = 0,616 dan p<0,001), dan persentase lemak tidak berkorelasi dengan kekuatan otot punggung (koefisien korelasi r = 0,204 dan p=0,279).Kesimpulan: Terdapat hubungan positif antara persentase lemak tubuh dengan lingkar perut, dan antara persentase lemak tubuh dengan lingkar pinggang, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persentase lemak tubuh dengan kekuatan otot punggung pada mahasiswa olahraga FIK UNJ. Kata kunci: Persentase lemak tubuh, lingkar perut, lingkar pinggang, kekuatan otot punggung.
Pengeluaran Energi Selama Berjalan Pada Lengkung Kaki Datar (Flat Foot) Djaali, Wahyuningsih; Mighra, Bazzar Ari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i2.1052

Abstract

Lengkung kaki datar (flat foot) merupakan kondisi yang cukup umum terjadi pada orang dewasa dan dapat meningkatkan beban kerja struktur kaki sehingga mengganggu fungsi kaki secara normal. Pengeluaran energi dalam melakukan suatu aktivitas dipengaruhi oleh banyak hal, yaitu intensitas aktivitas, durasi aktivitas, dan komposisi tubuh, salah satunya adalah bentuk lengkung kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lengkung kaki datar terhadap pengeluaran energi selama berjalan. Jenis penelitian adalah penelitian analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan lengkung kaki dan pemeriksaan pengeluaran energi selama berjalan dengan pengukuran konsumsi oksigen (O2 cost). Pada hasil penelitian, jumlah konsumsi oksigen selama berjalan pada tipe lengkung kaki datar adalah sebesar 0,269 ± 0,036 ml/kg/m dan pada lengkung kaki normal adalah sebesar 0,186 ± 0,019 0,269 ± 0,036 ml/kg/m, dan hasil ini berbeda bermakna (nilai p<0,001). Hal ini menunjukkan bahwa tipe lengkung kaki datar memengaruhi pengeluaran energi selama berjalan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN ASUHAN MANDIRI AKUPRESUR UNTUK MENINGKATKAN NAFSU MAKAN PADA BALITA STUNTING Viventius, Yoshua; Mihardja, Hasan; Lazuardi, Didi; Srilestari, Adiningsih; Nareswari, Irma; Djaali, Wahyuningsih; Nugraha, Deity; Setiawan, Natasha; Konda, Yuanti Yunus; Syailindra, Firza; Fitriani, Elies
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2024): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i1.14450

Abstract

Masalah stunting masih belum bisa dikendalikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai lebih dari 20% yang termasuk kategori tinggi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Stunting tidak hanya menyebabkan perlambatan pertambahan berat badan, namun juga gangguan perkembangan kognitif dan mental, gangguan pertahanan tubuh, serta peningkatan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah dan menangani stunting, namun penanganan stunting yang efektif mencakup kolaborasi berbagai pihak, termasuk kader kesehatan dan orang tua balita. Salah satu penanganan stunting yang dapat dilakukan adalah akupresur. Akupresur yang merupakan bagian dari akupunktur, memanfaatkan penekanan pada titik-titik akupunktur. Akupresur merupakan terapi yang sederhana, murah, non invasif, mudah dilakukan, serta dapat dilakukan secara mandiri oleh siapa saja dan kapan saja, termasuk oleh kader kesehatan dan terutama orang tua balita. Namun masih banyak orang tua dan kader kesehatan yang belum mengetahui terapi akupresur, terutama pemanfaatannya pada kondisi stunting. Penyuluhan dengan seminar awam dilakukan untuk membuka wawasan masyarakat luas terhadap pemanfaatan akupresur untuk stunting. Seminar awam diikuti dengan workshop dilakukan secara hibrida luring di Kabupaten Tangerang dan daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta luring dan 941 peserta daring. Pada evaluasi, ditemukan peningkatan skor posttest dibandingkan dengan pretest yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemberian gizi pada balita, stunting, akupresur, dan manfaat akupresur pada stunting. Terdapat peningkatan pengetahuan kader, dan ibu balita stunting setelah pemberian penyuluhan dan workshop akupresur. Diharapkan kader dan ibu balita stunting dapat mempraktekan akupresur mandiri untuk meningkatkan nafsu makan balita stunting.
Impact on the Kidney of Pancreas Damage due to Streptozotocin-Induced Hyperglycemia Prathita, Yana Aurora; Jusuf, Ahmad Aulia; Simadibrata, Christina; Djaali, Wahyuningsih; Viventius, Yoshua
Folia Medica Indonesiana Vol. 59, No. 2
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Highlights: • This study observed the histology of pancreatic β-cell damage without any intervention to the kidneys of the animal models. • The histological analysis of the kidneys shows that STZ-induced animal models can be used for assessing kidney abnormalities due to hyperglycemia. • A scoring system for the histological analysis was developed to evaluate the changes in the kidney cells. Abstract The kidneys are one of the organs affected by microvascular complications due to diabetes mellitus. Hyperglycemia plays an important role in glomerular, mesangial cell, and tubular damage in the kidneys. Metabolic dysregulation, including hyperglycemia, initiates cellular damage in the kidneys. Streptozotocin (STZ) is a chemical compound that is known to damage pancreatic cells and cause hyperglycemia. This study aimed to examine the effects of hyperglycemia on the morphology of the kidneys. Kidney tissues were observed histologically using a light microscope. Samples were taken from the kidneys of experimental animals administered with STZ to induce hyperglycemia. Observation was performed afterwards to investigate any damage to pancreatic cells. A total of 12 kidney samples were divided into two groups: the control group and the STZ-induced group. The samples were prepared before staining with hematoxylin-eosin and Masson's trichrome. The endothelium, podocytes, mesangial cells, and basement membrane of the glomerulus were examined. The tubules of the kidneys were also examined, and the presence or absence of connective tissue formation in both groups was statistically tested. The results suggested a significant difference in tubular damage (p<0.05) and an insignificant difference in an increase in the damage of other components of the kidneys (p>0.05) in the STZ-induced group. Significant morphological changes were observed in the hyperglycemic renal tubules due to the administration of STZ. In conclusion, STZ-induced hyperglycemia caused damage to the kidney components but overall had no significant impact on the kidney.