Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

DISINFEKTAN RUMAH IBADAH DAN PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN COVID-19 DI MESJID AL HIDAYAH JL. BAKTI LUHUR LK.3 MEDAN Silalahi, Taruli Marito; Hutajulu, Johansen; Siregar, Laura Mariati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan protokol kesehatan 3M masih tetap menjadi intruksi tegas dari pemerintah yang harus dilakukan, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Namun pelaksanaan 3M saja tidak cukup, banyak upaya-upaya lain yang dapat kita lakukan untuk mencegah penularan Covid-19 seperti meningkatkan imun tubuh, menghindari kerumunan dan menjaga kebersihan melalui peyemprotan disinfektan. Penyemprotan disinfektan dirumah ibadah yang menjadi tempat orang bersilih ganti melakukan ibadah menjadi tempat penularan covid-19. Penyemprotan disinfektan dilakukan di Mesjid Al Hidayah Medan selama 2 hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Diharapkan kegiatan penyemprotan disinfektan ini memiliki dampak yang besar terhadap pemutusan covid-19 dan kegiatan PKM ini dapat dilanjutkan kembali di fasilitas umum lainnya.
Pendidikan Kesehatan Pencegahan Penyakit Tuberkulosis (TB) Balita Pada Ibu-Ibu di Posyandu Girsang, Vierto Irennius; Saragih, Frida Liharris; Siregar, Laura Mariati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis dapat menyerang siapa saja terutama usia produktif dan balita. Tuberkulosis dapat menyebabkan kematian apabila tidak diobati dan 50% dari pasien tuberkulosis akan meninggal setelah lima tahun. Ibu-ibu membawa balitanya ke posyandu secara rutin diharapkan mendapatkan juga peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penyakit yang terjadi pada balita khususnya penyakit tuberkulosis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu Posyandu memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit tuberkulosis, gejala dan pencegahannya pada balita. Metode kegiatan ini adalah ceramah secara kelompok dan diskusi. Informasi tentang penyakit tuberkulosis, gejala dan pencegahannya pada balita disajikan dalam bentuk leaflet. Setelah memberikan informasi tentang tentang penyakit tuberkulosis, gejala dan pencegahannya pada balita maka selanjutnya ibu-ibu diajak berdikusi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakn di posyandu di wilayah kerja Puskesmas Bendahara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Juli tahun 2023. Sasaran kegiatan ini adalah ibu yang mengunjugi posyandu dan memiliki balita sebanyak 58 orang. Peserta kegiatan menyampaikan sangat senang telah mendapat informasi tentang penyakit tuberkulosis gejala dan pencegahannya pada balita. Pendidikan kesehatan tentang penyakit-penyakit yang dapat terjadi pada balita sebaiknya dilakukan lebih terencana dan rutin di Posyandu.
Penerapan Toilet Training Pada Anak Di Desa Serasah Kabupaten Singkil Girsang, Vierto Irennius; Siregar, Laura Mariati; Hutajulu, Johansen
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan toilet training adalah suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol Buang Air Besar dan buang air kecil. Toilet training  merupakan proses pengajaran untuk mengontrol buang air besar dan buang air kecil secara benar dan teratur.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melatih ibu-ibu  menerapkan toilet training pada anak di Desa Serasah Kecamatan Simpang Kanan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat penerapan toilet training pada anak di Desa Serasah Kabupaten Singkil dilakukan dengan metode simulasi dan ceramah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada Desember 2023. Sasaran kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai anak yang berusia 18 sampai 48 bulan dan mengunjungi posyandu saat kegiatan dilaksanakan. Ibu yang ikut kegiatan ini sebanyak 20 orang. Kegiatan penerapan toilet training ini dilakukan sebelum kegiatan posyandu dilaksanakan. Ibu-ibu menyampaikan sebelumnya tidak pernah mendapat informasi tentang penerapan toilet training. Ibu-ibu menyampaikan menyampaikan sangat senang telah dapat mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Tanjung Beringin I Kecamatan Sumbul Tahun 2024 Siregar, Laura Mariati; Asima Sirait; Yunita Purba; Vierto Irennius Girsang; Priska Mendrofa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat mencakup fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh pada segala hal yang berkaitan dengan sistem dan fungsi juga proses reproduksi. Dalam hal ini bukan hanya bebas dari penyakit namun juga seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan. Kegiatan pengabdian masyarakat pendidikan kesehatan reproduksi diberikan pada ibu rumah tangga di Desa Tanjung Beringin I Kecamatan Sumbul. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024. Metode yang diguanakan pada kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Pada bagian ceramah tim pengabdian masyarakat menggunakan batuan powerpoint untuk mempresentasikan tentang kesehatan reproduksi perempuan. Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh ibu rumah tangga, perangkat desa, bidan desa dan kader posyandu. Jumlah seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 45 orang. Ibu rumah tangga yang merupakan peserta dalam kegiatan pengabdian sangat antusias menerima informasi tentang kesehatan reproduksi wanita. Disarankan kepada ibu rumah tangga agar lebih sering mengakses informasi tentang kesehatan reproduksi pada wanita. Saran kepada bidan desa mengupdate informasi kesehatan reprodusi wanita pada ibu rumah tangga pada setiap pelaksanaan posyandu.
EDUKASI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PADA ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI METODE STORYTELLING: KISAH SI UCOK MENGUSIR SI TBC Irennius Girsang, Vierto; Siregar, Laura Mariati; Sirait, Asima; Purba, Yunita; Br Tarigan, Ramanda Aprilyani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6142

Abstract

Latar belakang: Anak-anak termasuk kelompok rentan karena sistem imunnya yang belum berkembang sempurna. Paparan dari lingkungan tempat tinggal atau kontak erat dengan penderita TBC dewasa menjadi faktor utama penularan. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa sekitar 10–15% dari total kasus TBC di Indonesia merupakan kasus pada anak, sebagian besar berasal dari transmisi di rumah atau sekolah. Tujuan: utama pengabdian masyarakat ini tujuan memberikan edukasi pencegahan TBC melalui metode storytelling berjudul “Petualangan Si Ucok Mengusir Si TBC”. Metode: pengabdian masyarakat ini adalah storytelling. Kegiatan edukasi pencegahan tuberkulosis dilaksanakan selama satu bulan pada Mei 2025. Hasil: pengabdian masyarakat ini diikuti oleh seluruh siswa kelas V dan VI, dengan total peserta sebanyak 95 anak. Kegiatan dilakukan di dalam kelas masing-masing untuk menjaga suasana pembelajaran yang kondusif. Cerita berjudul “Petualangan Si Ucok Mengusir Si TBC” disampaikan secara naratif, disertai media visual seperti gambar karakter dan poster ilustratif untuk membantu siswa memahami alur cerita dan pesan kesehatan yang disampaikan. Kesimpulan: Kegiatan edukasi pencegahan tuberkulosis (TBC) melalui metode storytelling terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang gejala, penularan, dan pencegahan TBC. Metode ini mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan keterlibatan siswa, serta didukung secara aktif oleh guru dan pihak sekolah.
DARI TAHU JADI MAMPU: PENDIDIKAN KESEHATAN PRAKTIS BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS Sirait, Asima; Siregar, Laura Mariati; Irennius Girsang, Vierto; Simarmata, Nurpina; Aprilyani, Ramanda
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6735

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui perawatan diri yang efektif. Namun, banyak pasien masih mengalami kesulitan dalam menerjemahkan pengetahuan kesehatan ke dalam praktik sehari-hari, sehingga meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan yang bersifat praktis diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan keterampilan perawatan diri. Tujuan:. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen diri secara praktis pada pasien diabetes melitus melalui pendidikan kesehatan yang terstruktur dan aplikatif. Metode: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan November 2025 di aula Puskesmas Simarmata, Kabupaten Samosir, dengan melibatkan 20 pasien diabetes melitus. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Materi edukasi meliputi pengertian diabetes melitus, faktor risiko, pencegahan, pengaturan pola makan, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, pemantauan kadar glukosa darah, serta perawatan kaki. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet dan presentasi PowerPoint. Hasil: Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tingkat partisipasi yang baik selama sesi berlangsung. Keterlibatan aktif terlihat dalam sesi diskusi, dan peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai diabetes melitus. Selain itu, peserta juga menyatakan adanya peningkatan motivasi dan komitmen untuk menerapkan pola makan sehat, mematuhi regimen pengobatan, serta melakukan perilaku perawatan diri secara rutin. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan yang bersifat praktis diterima dengan baik oleh pasien diabetes melitus dan berpotensi meningkatkan kemampuan manajemen diri pasien dalam mengendalikan diabetes serta mencegah terjadinya komplikasi.