Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN SEPEDA DAN BHD NON-MEDIS BAGI KOMUNITAS SEPEDA PROVINSI KALIMANTAN BARAT UR Hidayat; N Nurpratiwi; A Akbar; F Alfikrie
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2: Juli 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i2.39

Abstract

Abstract: The most cases of cardiac arrest are cases outside the hospital. Education in certain communities about true Basic Life Support is necessary because communities can be first responder and agents of change. One of the communities that is required to be able to do first aid is the bicycle community because lately there are many phenomena of cardiac arrest events and accidents among this community. In order to be able to do initial assistance on the scene quickly and appropriately, of course community members must have sufficient knowledge. Therefore, it is necessary activities to educate the community, especially the bicycle community. The method of activity consists of pre-test, interactive lectures as well as demostration, followed by simulation of Basic Life Support of Heart and Trauma, terminated post test. The result of the activities obtained that education can increase knowledge. Proven before education most (71%) participants' knowledge was low, and after education the participants' knowledge increased to (62%) in high categories. It is important to provide more emergency education to other communities in the community.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pengukuran Tekanan Cuff Pipa Endotrakeal Perawat Intensif Menggunakan Metode Simulasi dan Demonstrasi Fauzan Alfikrie; Achir Yani S. Hamid; Muhammad Syafwani
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.948 KB) | DOI: 10.30651/jkm.v5i1.3274

Abstract

Background: Maintaining cuff pressure in the ideal range is the responsibility of nurse. This is needed to prevent the occurrence of complications caused by cuff pressure that is not ideal such as ischemia in the trachea and micro-aspiration.Objective: this study identified the effect of training toward nurse’s knowledge and skills intensive care unit in measuring endotrakeal tube cuff pressureMethod: This study used the quas experiment design with the pre-posttest method without control group design and analyzed statistically using the Wilcoxon test.Result: The results of the research conducted were twelve nurses in the intensive care unit at the regional general hospital in dr. Soedarso Pontianak showed a significant difference in knowledge (p 0.002, α 0.05) and skills (p 0.002, α 0.05) before and after training in endotracheal tube cuff pressure training.Conclussion: The researcher recommends that the measurement of cuff pressure be carried out in accordance with the indications so that it is expected to reduce the risk of complications caused
Gambaran Upaya Awal Pengelolaan Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di RSU Yarsi Pontianak Ali Akbar; Mimi Amaludin; Nurpratiwi Nurpratiwi; Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikrie; Debby Hatmalyakin
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.395 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i7.6573

Abstract

ABSTRACT In chronic kidney failure (CKD), the kidneys can lose their role and function progressively and irreversibly. Efforts made by CKD patients with hemodialysis therapy still leave quite a serious problem for CKD patients, especially in the psychological aspect, namely anxiety. This study aims to describe an independent effort to manage anxiety in patients with chronic kidney failure. Design in analytical descriptive research. This research was conducted at YARSI Pontianak General Hospital. The population of this study was 61 patients undergoing hemodialysis at the Yarsi General Hospital in Pontianak for the period of May 2021. This study uses total sampling so that the entire population will be the sample. The instrument of this research used a questionnaire. Initial efforts to manage anxiety in patients with chronic kidney failure performed deep breathing as many as 36 people (59%), muscle relaxation totaled 12 people (19.7%), exercise amounted to 2 people (3.3%), meditation amounted to 31 people (50 people). ,8%), mental imagination is 4 people (6.6%), positive thinking is 44 people (72.1%). Where respondents on average make more than one effort in managing anxiety. Respondents on average made more than one effort in managing anxiety. Keywords: Chronic Kidney Failure, Self-Effort, Anxiety Management ABSTRAK Pada kondisi gagal ginjal kronis (GGK), ginjal dapat mengalami kehilangan peran dan fungsinya secara progresif dan irreversibel. Upaya yang dilakukan pasien GGK dengan terapi hemodialisa ternyata masih menyisakan masalah yang cukup serius bagi pasien GGK terutama pada aspek psikologis yaitu kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran upaya mandiri pengelolaan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis. Desain pada penelitian deksriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum YARSI Pontiank. Populasi penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodialisa di RSU Yarsi Pontianak periode bulan Mei 2021 berjumlah 61 orang. Penelitian ini menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi akan menjadi sampel. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Upaya awal pengelolaan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis melakukan tarik nafas dalam berjumlah 36 orang (59%), relaksasi otot berjumlah 12 orang (19,7%), olahraga berjumlah 2 orang (3,3%), meditasi berjumlah 31 orang (50,8%), imajinasi mental berjumah 4 orang (6,6%), berfikir positif 44 orang (72,1%).  Dimana responden rata-rata melakukan lebih dari satu upaya dalam pengelolaan kecemasan. Responden rata-rata melakukan lebih dari satu upaya dalam pengelolaan kecemasan. Kata kunci: Gagal Ginjal Kronis, Upaya Mandiri, Pengelolaan Kecemasan
Kemandirian Masyarakat Dalam Pencegahan Dan Deteksi Dini Penyakit Ginjal Di Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Ali Akbar; Fauzan Alfikrie; Debby Hatmalyakin; Mimi Amaludin; Uti Rusdian Hidayat
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.4281

Abstract

Aktivitas sebagian besar masyarakat sebagai nelayan tentunya tidak lepas dari berbagai ancaman masalah kesehatan diantaranya hipertensi dan penyakit sendi. Permasalahan hipertensi serta kebiasaan konsumsi obat-obatan anti nyeri dalam jangka waktu lama cepat atau lambat akan menjadi faktor yang ikut menyebabkan munculnya masalah serius yaitu penyakit ginjal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam melakukan upaya pencegahan dan meminimalkan resiko terjadinya penyakit tersebut. Metode palaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang konsep pencegahan penyakit serta deteksi dini penyakit ginjal kepada masyarakat Desa Lemukutan. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data sebelum edukasi diperoleh tingkat pengetahuan sebagian besar peserta berada pada kategori sedang yaitu 63,3% dan kategori tinggi 30%. Sedangkan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat yaitu pada kategori Tinggi 76,7 dan kategori sedang 23,3%. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang konsep pencegahan penyakit serta deteksi dini penyakit ginjal menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir keterlambatan dalam mengenal tanda-tanda munculnya penyakit ginjal.
Peningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Manajemen Perawatan Hipertensi: Pengabdian Kepada Masyarakat Yunita Dwi Anggreini; Fauzan Alfikrie; Wahyu Kirana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5454

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian. Hipertensi dapat menyebabkan penyakit serius lainnya seperti penyakit stroke, penyakit jantung, penyakit ginjal dan lain-lain. Penderita hipertensi kebanyakan tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah yang tinggi. Umumnya diketahui saat melakukan pemeriksaan kesehatan atau dalam kondisi kesehatan yang buruk. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manjemen hipertensi. Metode palaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang hipertensi pada penderita hipertensi di Wilayah UPT Puskemas Gang Sehat Kota Pontianak. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manajemen hipertensi. Pengetahuan merupakan dasar dalam merubah perilaku seseorang menjadi lebih sehat. Kata Kunci: Edukasi, Hipertensi ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is one of the main causes of death. Hypertension can cause other serious diseases such as stroke, heart disease, kidney disease, and others. Most people with hypertension do not realize that they have high blood pressure. It is generally discovered during a medical examination or is in poor health. The purpose of community service is to increase public knowledge about hypertension management. The method of implementing community service is counseling about hypertension in hypertension sufferers in the UPT Puskemas Gang Sehat area, Pontianak City. The results of community service showed an increase in public knowledge about hypertension management. Knowledge is the basis for changing one's behavior to be healthier. Keywords: Education, Hypertension
Edukasi Pulau Wisata Aman Covid-19 di Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Fauzan Alfikrie; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5081

Abstract

ABSTRAKCovid-19 sangat mudah menular diantara masyarakat, terutama ditempat-tempat keramaian terutama daerah wisata. Banyak masyarakat yang tidak mematuhi anjuran kesehatan terhadap protokol kesehatan disebabkan pengetahuan yang rendah tentang covid-19. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pencegahan covid-19 di Desa Lemukutan. Metode palaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang covid-19 dan skrining covid-19 kepada masyarakat Desa Lemukutan. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data sebelum edukasi diperoleh tingkat pengetahuan dan kemampuan masayarakat dalam melakukan skrining covid-19 pada kategori kurang 43,3%, kategori cukup 33,3%, dan kategori baik 23,4%. Sedangkan setalah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan masayarakat dalam melakukan skrining covid-19 pada kategori cukup 30% dan kategori baik 70%. Peningkatan pengatahuan masyarakat tentang covid-19 dan kemampuan dalam melakukan skrining covid-19 menjadi salah satu upaya pencegahan covid-19. Kata Kunci: Edukasi, Skrining, Covid-19  ABSTRACTCovid-19 is very easy to spread among people, especially in crowded places, especially tourist areas. Many people do not comply with health recommendations regarding health protocols due to low knowledge about COVID-19. The purpose of community service is to increase community knowledge and skills about preventing COVID-19 in Lemukutan Village. The method of implementing community service is counseling about covid-19 and COVID-19 screening training to the people of Lemukutan Village. The results of community service obtained data before education obtained the level of knowledge and ability of the community in screening for COVID-19 in the less category 43.3%, the sufficient category 33.3%, and the good category 23.4%. Meanwhile, after being given education, there was an increase in the knowledge and ability of the community in screening for COVID-19 in the 30% sufficient category and 70% good category. Increasing public knowledge about COVID-19 and the ability to screen for COVID-19 is one of the efforts to prevent COVID-19. Keywords: Education, Screening, Covid-19.
Edukasi Tanggap Hipertensi di Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Nurpratiwi Nurpratiwi; Ali Akbar; Mimi Amaludin; Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikri; Debby Hatmalyakin; Rifani Anggela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5494

Abstract

ABSTRAK Banyak dari penderita hipertensi yang tidak menyadari atau menganggap remeh akibat belum dirasakannya keluhan berarti meskipun tekanan darah sudah mencapai level berbahaya. Kondisi tersebut akan semakin berbahaya apabila masyarakat memiliki keterbatasan akses ke pelayanan kesehatan yang memadai seperti daerah-daerah pesisir pantai atau pulau-pulau kecil yang memerlukan transportasi air apabila ingin menuju ke pekayanan kesehatan yang memadai. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang tanggap hipertensi di Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Metode palaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang tanggap hipertensi dan pelatihan pengolahan mentimun serta prosedur rendam kaki air hangat dan jahe kepada masyarakat Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah penyuluhan kesehatan tentang tanggap hipertensi dengan hasil sebelum diberikan edukasi dan demonstrasi pengolahan penurun tekanan darah non farmakologis dan terapi terkait penurunan hipertensi sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dan kemampuan pada kategori sedang yaitu 66,7%, kategori rendah yaitu 30% dan kategori tinggi yaitu 3,33%. Sedangkan setelah diberikan edukasi dan pengolahan penurun tekanan darah non farmakologis dan terapi terkait penurunan hipertensi  diperoleh pengetahuan dan kemampuan pada kategori sedang yaitu 76,7% dan kategori tinggi yaitu 23,33%.. Peningkatan pengatahuan masyarakat tentang hipertensi dan keterampilan dalam melakukan pengolahan mentimun serta prosedur rendam kaki air hangat jahe menjadi salah satu upaya pencegahan komplikasi hipertensi. Kata Kunci: Edukasi, Pelatihan, Hipertensi     ABSTRACT Many people with hypertension do not realize or underestimate the consequences of not having any significant complaints even though their blood pressure has reached a dangerous level. This condition will be even more dangerous if the community has limited access to adequate health services, such as coastal areas or small islands that require water transportation if they want to go to adequate health services. The purpose of community service is to increase community knowledge and skills about hypertension response in Lemukutan Village, Sungai Raya Islands District. The method of implementing community service is counseling about hypertension response and training on cucumber processing as well as foot soaking procedures in warm water and ginger to the people of Lemukutan Village, Sungai Raya Islands District. The results of community service showed that there was an increase in community knowledge before and after health counseling about hypertension response with the results before being given education and demonstration of non-pharmacological blood pressure-lowering processing and therapy related to reducing hypertension, most of the participants had knowledge and abilities in the moderate category, namely 66.7 %, the low category is 30% and the high category is 3.33%. Meanwhile, after being given education and processing non-pharmacological blood pressure lowering and therapy related to reducing hypertension, knowledge, and abilities were obtained in the medium category, namely 76.7%, and the high category, namely 23.33%. Increasing public knowledge about hypertension and skills in processing cucumbers and The procedure of soaking feet in warm ginger water is an effort to prevent complications of hypertension. Keywords: Education, Training, Hypertension
Program Desa Wisata Aman dan Sehat: Edukasi Penolong Pertama Wisata Pulau Uti Rusdian Hidayat; Nurpratiwi Nurpratiwi; Debby Hatmalyakin; Fauzan Alfikrie; Ali Akbar; Mimi Amaludin; Verren Kerren Tumundo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5493

Abstract

ABSTRAK Kegawatandarutan bisa terjadi dimana saja terutama wisata pulau. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama masyarakat wisata pulau. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang pertolongan pertama wisata pulau kepada masyarakat Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah penyuluhan kesehatan tentang pertolongan pertama wisata pulau. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama menjadi upaya penanganan kegawatdaruratan di Pulau Lemukutan. Kata Kunci: Pertolongan pertama, Pengetahuan, Edukasi  ABSTRACT The emergency condition can occur anywhere, especially island tourism. The purpose of community service was to increase the knowledge of first aid for island tourism communities. The method of implementing community service is counseling about island tourism first aid to the people of Lemukutan Island, Sungai Raya Islands District. The results of community service showed that there was an increase in community knowledge before and after health counselling about island tourism first aid. Increasing public knowledge about first aid in an effort to handle emergencies on Lemukutan Island. Keywords: First Aid, Knowledge, Education
Peningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa Sekolah Dasar tentang Bantuan Hidup Dasar dengan Model “Selamat” Fauzan Al Fikrie; Uti Rusdian Hidayat; Nurpratiwi Nurpratiwi
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i11.7889

Abstract

ABSTRACT Sudden cardiac arrest can occur anywhere and can happen to any individual. First aid should be given immediately by providing basic life support. However, in reality the number of rescuers capable of providing basic life support is limited. In Indonesia learning basic life support has not been given to elementary school students, knowledge and skills in providing basic life support are mandatory for every individual, so that victims who experience sudden cardiac arrest can be given the right help. To identify the effect of learning with the SELAMAT model on basic life support for elementary school students The design used in this study was a quasi-experimental design with pre and post test with control, namely to intervene in two groups. This study involved 60 respondents who were divided into two groups, namely the experimental group, 30 respondents and 30 in the control group. The analysis that has been used in this study is the McNemar test and marginal homogeneity. The results of this study indicate that there is an effect of learning with the SELAMAT model on the knowledge (p, 0.008) and skills (p, 0.016) of elementary school students. Learning the SELAMAT model can improve students' knowledge and skills in providing basic life support in cases of sudden cardiac arrest Keywords : BLS, SELAMAT, Knowledge, Skills  ABSTRAK Keadaan henti jantung mendadak dapat terjadi dimana saja dan dapat menimpa setiap individu. Pertolongan pertama harus segera diberikan dengan memberikan bantuan hidup dasar. Namun, pada kenyataanya jumlah penolong yang mampu memberikan bantuan hidup dasar terbatas. Di Indonesia pembelajaran bantuan hidup dasar belum diberikan pada siswa sekolah dasar, seharusnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan bantuan hidup dasar sudah wajib dimiliki oleh setiap individu, sehingga korban yang mengalami henti jantung secara mendadak dapat diberikan pertolongan yang benar.  Mengidetifikasi pengaruh pembelajaran dengan model SELAMAT tentang bantuan hidup dasar pada Siswa sekolah Dasar  Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi-experiment dengan rancangan pre and post tes with control yaitu melakukan intervensi pada dua kelompok. Penelitian ini telah melibatkan 60 respoden yang dibagi kedalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen 30 responden dan 30 pada kelompok kontrol. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah uji mc nemar dan marginal homogenity.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pembelajaran dengan model SELAMAT terhadap pengetahuan (p, 0,008) dan keterampilan (p, 0,016) siswa sekolah dasar. Pembelajaran model SELAMAT dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memberikan bantuan hidup dasar pada kasus henti jantung mendadak.  Kata Kunci: BHD, SELAMAT, Pengetahuan, Keterampilan
Efektifitas Pelatihan Pertolongan Pertama Henti Jantung dengan Model Selamat terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Kota Pontianak Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikrie; Debby Hatmalyakin; Ali Akbar; Nurpratiwi Nupratiwi; Mimi Amaludin
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i10.7784

Abstract

ABSTRACT Cardiac arrest outside the hospital or commonly called OCHA (Out of Hospital Cardiac Arrest) is a condition that often threatens a person's life. In some countries the incidence of OHCA has increased and for the most part only a few victims have survived. This condition is related to the low rate of BLS first aid in cardiac arrest in the community and the time required by health workers to the scene. This will certainly affect the survival rate of patients with cardiac arrest outside the hospital. This study aims to see the effectiveness of Cardiac Arrest First Aid Training with the SELAMAT model on the knowledge and skills of the people of Pontianak City in 2021. This study uses a quantitative method using a quasi-experimental design (quasi-experimental) with a pre and post test design with control, namely to intervene in two groups. The results of this study indicate that cardiac arrest first aid training with the SELAMAT model is effective in increasing the knowledge and skills of the Pontianak city community with p = 0.000 each. There is a need for further development in the application of the technology-based SELAMAT model to facilitate first aid for cardiac arrest. Keywords: BLS, SELAMAT, Knowledge, Skills  ABSTRAK Henti jantung di luar rumah sakit atau yang biasa disebut OCHA (Out of Hospital Cardiac Arrest) merupakan kondisi yang seringkali mengancam hidup seseorang. Di beberapa negara kejadian OHCA mengalami peningkatan dan sebagian besar hanya sedikit korban yang bisa selamat. Kondisi ini berkaitan dengan rendahnya angka pertolongan pertama BHD pada henti jantung di masyarakat serta waktu yang dibuthkan tenaga kesehatan ke lokasi kejadian. Hal ini tentunya akan mempengaruhi tingkat keberlangsungan hidup pasien dengan henti jantung di luar rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Efektifitas Pelatihan Pertolongan Pertama Henti Jantung Dengan Model SELAMAT Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experiment (eksperimen semu) dengan rancangan pre and post tes with control yaitu melakukan intervensi pada dua kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan pertolongan pertama henti jantung dengan Model SELAMAT efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat kota pontianak dengan masing-masing nilai p= 0,000.  Perlunya pengembangan lebih lanjut dalam penerapan model SELAMAT berbasis teknologi untuk memudahkan pertolongan pertama henti jantung. Kata Kunci: BHD, SELAMAT, Pengetahuan, Keterampilan