Claim Missing Document
Check
Articles

Program Desa Wisata Aman dan Sehat: Edukasi Penolong Pertama Wisata Pulau Uti Rusdian Hidayat; Nurpratiwi Nurpratiwi; Debby Hatmalyakin; Fauzan Alfikrie; Ali Akbar; Mimi Amaludin; Verren Kerren Tumundo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5493

Abstract

ABSTRAK Kegawatandarutan bisa terjadi dimana saja terutama wisata pulau. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama masyarakat wisata pulau. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang pertolongan pertama wisata pulau kepada masyarakat Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah penyuluhan kesehatan tentang pertolongan pertama wisata pulau. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama menjadi upaya penanganan kegawatdaruratan di Pulau Lemukutan. Kata Kunci: Pertolongan pertama, Pengetahuan, Edukasi  ABSTRACT The emergency condition can occur anywhere, especially island tourism. The purpose of community service was to increase the knowledge of first aid for island tourism communities. The method of implementing community service is counseling about island tourism first aid to the people of Lemukutan Island, Sungai Raya Islands District. The results of community service showed that there was an increase in community knowledge before and after health counselling about island tourism first aid. Increasing public knowledge about first aid in an effort to handle emergencies on Lemukutan Island. Keywords: First Aid, Knowledge, Education
Peningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa Sekolah Dasar tentang Bantuan Hidup Dasar dengan Model “Selamat” Fauzan Al Fikrie; Uti Rusdian Hidayat; Nurpratiwi Nurpratiwi
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i11.7889

Abstract

ABSTRACT Sudden cardiac arrest can occur anywhere and can happen to any individual. First aid should be given immediately by providing basic life support. However, in reality the number of rescuers capable of providing basic life support is limited. In Indonesia learning basic life support has not been given to elementary school students, knowledge and skills in providing basic life support are mandatory for every individual, so that victims who experience sudden cardiac arrest can be given the right help. To identify the effect of learning with the SELAMAT model on basic life support for elementary school students The design used in this study was a quasi-experimental design with pre and post test with control, namely to intervene in two groups. This study involved 60 respondents who were divided into two groups, namely the experimental group, 30 respondents and 30 in the control group. The analysis that has been used in this study is the McNemar test and marginal homogeneity. The results of this study indicate that there is an effect of learning with the SELAMAT model on the knowledge (p, 0.008) and skills (p, 0.016) of elementary school students. Learning the SELAMAT model can improve students' knowledge and skills in providing basic life support in cases of sudden cardiac arrest Keywords : BLS, SELAMAT, Knowledge, Skills  ABSTRAK Keadaan henti jantung mendadak dapat terjadi dimana saja dan dapat menimpa setiap individu. Pertolongan pertama harus segera diberikan dengan memberikan bantuan hidup dasar. Namun, pada kenyataanya jumlah penolong yang mampu memberikan bantuan hidup dasar terbatas. Di Indonesia pembelajaran bantuan hidup dasar belum diberikan pada siswa sekolah dasar, seharusnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan bantuan hidup dasar sudah wajib dimiliki oleh setiap individu, sehingga korban yang mengalami henti jantung secara mendadak dapat diberikan pertolongan yang benar.  Mengidetifikasi pengaruh pembelajaran dengan model SELAMAT tentang bantuan hidup dasar pada Siswa sekolah Dasar  Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi-experiment dengan rancangan pre and post tes with control yaitu melakukan intervensi pada dua kelompok. Penelitian ini telah melibatkan 60 respoden yang dibagi kedalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen 30 responden dan 30 pada kelompok kontrol. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah uji mc nemar dan marginal homogenity.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pembelajaran dengan model SELAMAT terhadap pengetahuan (p, 0,008) dan keterampilan (p, 0,016) siswa sekolah dasar. Pembelajaran model SELAMAT dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memberikan bantuan hidup dasar pada kasus henti jantung mendadak.  Kata Kunci: BHD, SELAMAT, Pengetahuan, Keterampilan
Efektifitas Pelatihan Pertolongan Pertama Henti Jantung dengan Model Selamat terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Kota Pontianak Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikrie; Debby Hatmalyakin; Ali Akbar; Nurpratiwi Nupratiwi; Mimi Amaludin
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i10.7784

Abstract

ABSTRACT Cardiac arrest outside the hospital or commonly called OCHA (Out of Hospital Cardiac Arrest) is a condition that often threatens a person's life. In some countries the incidence of OHCA has increased and for the most part only a few victims have survived. This condition is related to the low rate of BLS first aid in cardiac arrest in the community and the time required by health workers to the scene. This will certainly affect the survival rate of patients with cardiac arrest outside the hospital. This study aims to see the effectiveness of Cardiac Arrest First Aid Training with the SELAMAT model on the knowledge and skills of the people of Pontianak City in 2021. This study uses a quantitative method using a quasi-experimental design (quasi-experimental) with a pre and post test design with control, namely to intervene in two groups. The results of this study indicate that cardiac arrest first aid training with the SELAMAT model is effective in increasing the knowledge and skills of the Pontianak city community with p = 0.000 each. There is a need for further development in the application of the technology-based SELAMAT model to facilitate first aid for cardiac arrest. Keywords: BLS, SELAMAT, Knowledge, Skills  ABSTRAK Henti jantung di luar rumah sakit atau yang biasa disebut OCHA (Out of Hospital Cardiac Arrest) merupakan kondisi yang seringkali mengancam hidup seseorang. Di beberapa negara kejadian OHCA mengalami peningkatan dan sebagian besar hanya sedikit korban yang bisa selamat. Kondisi ini berkaitan dengan rendahnya angka pertolongan pertama BHD pada henti jantung di masyarakat serta waktu yang dibuthkan tenaga kesehatan ke lokasi kejadian. Hal ini tentunya akan mempengaruhi tingkat keberlangsungan hidup pasien dengan henti jantung di luar rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Efektifitas Pelatihan Pertolongan Pertama Henti Jantung Dengan Model SELAMAT Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experiment (eksperimen semu) dengan rancangan pre and post tes with control yaitu melakukan intervensi pada dua kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan pertolongan pertama henti jantung dengan Model SELAMAT efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat kota pontianak dengan masing-masing nilai p= 0,000.  Perlunya pengembangan lebih lanjut dalam penerapan model SELAMAT berbasis teknologi untuk memudahkan pertolongan pertama henti jantung. Kata Kunci: BHD, SELAMAT, Pengetahuan, Keterampilan
Program Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Barotrauma: Pengabdian kepada Masyarakat Fauzan Alfikrie; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar; Defa Arisandi; Nurpratiwi Nurpratiwi; Debby Hatmalyakin; Mimi Amaludin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8090

Abstract

ABSTRAK Masalah barotrauma merupakan komplikasi serius dari kegawatdaruratan penyelaman. Masalah ini meningkat pada masyarakat yang yang sering melakukan aktivitas penyelaman seperti nelayan atau penyelam yang melakukan rekreasi bawah air. Terutama masyarakat yang memiliki pengetahuan yang kurang tentang keamanan saat menyelam. untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang barotrauma. metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu edukasi dengan metode ceramah dan tanya jawab tentang barotrauma. Hasil pelaksnaan pengabdian diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat tentang barotrauma meningkat dari kategori pengetahuan cukup (100%) menjadi pengetahuan kategori baik (100%) setelah mendapat edukasi tentang barotrauma. Edukasi merupakan elemen penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarkat tenteng barotrauma. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang barotrauma diharapkan dapat memberikan upaya preventif terhadap masalah-masalah kesehatan yang dapat dialami oleh penyelam.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Barotrauma  ABSTRACT Barotrauma is a serious complication of emergency diving. This problem is increasing in people who often do diving activities such as fishermen or divers who do underwater recreation. Especially people who have less knowledge about safety when diving. To increase public knowledge about barotrauma. The method of implementing the activities that have been carried out using education with the lecture method and question and answer about barotrauma. The results of the service implementation showed that the level of community knowledge about barotrauma increased from the moderate knowledge category (100%) to good knowledge (100%) after listening to education about barotrauma. Education is an important element to increase community knowledge about barotrauma. Increasing public knowledge about barotrauma is expected to provide preventive measures against health problems that can be experienced by divers. Keywords: Health Education, Barotrauma
Program Desa Wisata Aman dan Sehat: Pelatihan dan Pembentukan Tim Pertolongan Pertama Bantuan Hidup Dasar dengan Model Selamat bagi Masyarakat desa Pulau Lemukutan Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikrie; Debby Hatmalyakin; Muhammad Adrian Abdillah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8120

Abstract

ABSTRAK Pulau Lemukutan yang terletak di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu destinasi wisata alam yang sangat bagus dengan luas wilayah mencapai luas 1.453 hektar dan merupakan Kawasan ekowisata. Akan tetapi tidak jarang wisatawan berisiko untuk mengalami kejadian kegawatdaruratan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk melatih dan membentuk tim pertolongan pertama bantuan hidup dasar dengan model SELAMAT terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat Desa Pulau Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Hasil pengabdian kepada masayarakat didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap pertolongan pertama bantuan hidup dasar dengan model SELAMAT. Pengingktan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta terbentuknya tim pertolongan pertama menjadi upaya dalam pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan di pulau lemukutan. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Model SELAMAT, Pengetahuan, Keterampilan  ABSTRACT Lemukutan Island, located in Bengkayang Regency, West Kalimantan Province, is one of the best natural tourist destinations with an area of 1,453 hectares and is an ecotourism area. However, it is not uncommon for tourists to be at risk of experiencing an emergency. The purpose of community service is to train and form a basic life support first aid team with the SELAMAT model of community knowledge. The method of implementing community service in Lemukutan Island Village, Sungai Raya Islands District. The results of community service showed that there was an increase in public knowledge of basic life support first aid with the SELAMAT model. Improving public knowledge and the formation of a first aid team are efforts in first aid in emergency cases on Lemukutan Island. Keywords: Basic Life Support, SELAMAT model, Knowledge
Factors Affecting Public Compliance in the Implementation of the Covid-19 Health Protocol Fauzan Alfikrie; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar; Nurpratiwi; Mimi Amaludin; Debby Hatmalyakin
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2022): Dunia keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.135 KB) | DOI: 10.20527/jdk.v10i1.14

Abstract

The increase in Covid-19 cases was caused by the lax implementation of the Covid-19 health protocol. The purpose of this study was to identify factors related to community compliance in the application of the COVID-19 health protocol in Kapuas District, Sanggau Regency. This study has used an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 73 respondents involved in this study were selected by accidental sampling. The results of this study obtained several factors related to compliance in the application of the Covid-19 health protocol, namely income (0.02), perception (0.00), attitude (0.00). Meanwhile, age and knowledge have no relationship with community compliance in implementing health protocols. The public needs to increase awareness by continuing to make efforts to prevent COVID-19 such as using masks, maintaining distance, and always washing hands.
Edukasi Penolong Pertama Pada Kasus Trauma Debby Hatmalyakin; Ali Akbar; Defa Arisandi; Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikrie; Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin; Hendra Priyatnanto
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.5198

Abstract

Trauma menjadi kasus yang paling sering terjadi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat berupa peningkatan pengetahuan pertolongan pertama pada kasus trauma masyarakat di wisata pulau. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan/edukasi tentang pertolongan pertama kasus trauma pada masyarakat Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan oleh 1 orang penyuluh dan dibantu oleh 2 rekan dari STIKes YARSI Pontianak. Peserta pada kegiatan ini sebanyak 30 orang. Pengetahuan peserta diukur sebelum dan sudah pelaksanaan edukasi. Waktu pelaksanaan kegiatan pada tanggal 2 September 2022. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah penyuluhan kesehatan tentang pertolongan pertama kasus trauma pada wisata pulau. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama kasus trauma menjadi upaya penanganan kegawatdaruratan di Pulau Lemukutan.
Early Detection of Hypertension (EDH) Skoring dalam Memprediksi Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif Nurpratiwi Nurpratiwi; Debby Hatmalyakin; Mimi Amaludin; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar; Defa Arisandi; Fauzan Alfikrie
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2023): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v13i1.2503

Abstract

Hypertension is a disease that cannot be cured but can be managed well to maintain optimal patient conditions. The number of people with hypertension is increasing. In addition, hypertension is called a "silent killer" because it can often appear without complaints, so patients do not know they have hypertension. This condition certainly requires a method for prevention in the form of identifying the risk of hypertension through a scoring system approach. Scoring systems have been widely applied in medicine, especially in medical cases, with the aim of predicting patient mortality or prognosis during a disease. This study aims to look at the scoring system for predicting the incidence of hypertension at productive age in Pontianak City. This study used a quantitative method using an analytic observational design with a prospective cohort approach. The number of research respondents was 100 with quota sampling. Bivariate analysis used the ROC test to obtain the AUC value and determine the cut-off point. The results showed an AUC value of 0.984 with a cut-off point value of 7, a sensitivity value of 0.966 and a specificity of 0.869. The EDH Score can be used to detect early cases of hypertension in productive age. The need for development in the form of an information system to facilitate the calculation of scores on the EDH Score instrument.
Edukasi Hipertensi Menggunakan Media Audio Visual sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Menurunkan Tingkat Kecemasan terhadap Komplikasi di Desa Pulaulemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin; Debby Hatmalyakin; Defa Arisandi; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar; Fauzan Alfikrie
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10092

Abstract

ABSTRAK         Desa pulau lemukutan memiliki mayorits masyarakat berprofesi sebagai nelayan masyarakat memanfaatkan potensi laut untuk kehidupan sehari dan peningkatan kesejahteraan yang sejalan dengan negara Indonesia sebagai negara kemaritiman. Salah satu yang paling berpengaruh masyarakat pulau lemukutan cenderung mengkonsumsi hanya hasil lautan bahkan hasil lautan yang dikeringkan seperti ikan asin yang jelas mengandung kadar garam yg tinggi yang merupakan salah satu faktor penyebab hipertensi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam melakukan upaya pencegahan, mengurangi kecemasan dan meminimalkan resiko terjadinya komplikasi dari hipertensi. Metode palaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah Edukasi menggunakan media audio visual dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi terhadap komplikasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data sebelum diberikan edukasi hipertensi menggunakan media audio visual sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dan kemampuan pada kategori rendah yaitu 53,3%, kategori sedang yaitu 36,6% dan kategori tinggi yaitu 10%. Sedangkan setelah diberikan edukasi hipertensi menggunakan media audio visual  diperoleh pengetahuan dan kemampuan pada kategori sedang yaitu 73,3% dan kategori tinggi yaitu 20 %, dan kategori rendah 6,6% serta sebelum diberikan edukasi hipertensi menggunakan media audio visual sebagian besar peserta memiliki kecemasan pada kategori sedang yaitu 43,3%, kategori ringan yaitu 40%, kategori berat yaitu 3,3% dan kategori tidak cemas 13,3%. Sedangkan setelah diberikan edukasi hipertensi menggunakan media audio visual  diperoleh kecemasan pada kategori tidak cemas yaitu 66,6%,  kategori ringan yaitu 26,6 %, dan kategori sedang 6,6%. Maka dapat disimpulkan bahwa edukasi hipertensi menggunakan media audio visual mampu meningkatkan pengetahuan, menurunkan kecemasan serta kemampuan masyarakat dalam pencegahan komplikasi dari hipertensi. Kata Kunci : Edukasi, Pengetahuan, Kecemasan, Audio visual    ABSTRACT The village of Lemukutan Island has a majority of people who work as fishermen, the community utilizes the potential of the sea for daily life and increased welfare which is in line with Indonesia as a maritime country. One of the most influential people on Lemukutan Island tends to consume only marine products, even dried marine products such as salted fish which clearly contain high levels of salt, which is one of the factors that causes hypertension. The purpose of community service is to increase awareness and ability to take preventive measures and minimize the risk of complications from the disease. The method of implementing community service is education using audio-visual media to increase knowledge and reduce anxiety levels in people with hypertension about complications. The results of community service obtained data before being given hypertension education using audio-visual media, most of the participants had knowledge and abilities in the low category, namely 53.3%, the medium category, namely 36.6%, and the high category, namely 10%. Meanwhile, after being given hypertension education using audio-visual media, knowledge and abilities were obtained in the medium category, namely 73.3% and in the high category, namely 20%, and in the low category, 6.6% and before being given hypertension education using audio-visual media, most participants had anxiety about the moderate category is 43.3%, the mild category is 40%, the severe category is 3.3% and the category is not anxious 13.3%. Meanwhile, after being given hypertension education using audio-visual media, anxiety was obtained in the non-anxious category, namely 66.6%, the mild category, namely 26.6%, and the moderate category, 6.6%. The conclusion community service explain that hypertension education using audio-visual media can increase knowledge to reduce anxiety and the community's ability to prevent complications from hypertension Keywords: Education, Knowledge, Anxiety, Audio visual
Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan Ali Akbar; Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin; Uti Rusdian Hidayat; Fauzan Alfikrie; Debby Hatmalyakin; Defa Arisandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10204

Abstract

ABSTRAK Krisis kesehatan sering kali menyebabkan adanya korban luka/sakit hingga timbulnya korban jiwa. Hal ini memerlukan respon yang cepat dan tanggap sebagai upaya penanggulangan awal mulai dari fase pra, darurat dan pasca krisis kesehatan. Tujuan PKM INI adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sebagai bentukupaya penanggulangan krisis kesehatan yang terjadi di Desa Pulau Lemukutan. Adapun metode palaksanaan yang digunakan adalah pemberian penyuluhan kesehatan terkait krisis kesehatan mulai dari fase pra, darurat dan pasca krisis Kesehatan.Peserta diukur pengetahuannya sebelum & sesudah diberikan penyuluhan Kesehatan menggunakan kuesioner. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan kesehatan kategori rendah 66,7%, sedang 26,6% dan tinggi 0,67% sedangkan etelah diberikan penyuluhan kesehtan meningkat dengan kategori pengetahuan tinggi 76,6% dan sedang 23,3%. Dari hasil diatas, maka disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman `signifikan pada masyarakat setelah diberikan penyuluhan terkait krisis kesehatan. Krisis kesehatan yang terjadi pada daerah pesisir pantai dapat berupa gelombang tinggi disertai dengan angin kencang. Dampak dari krisis kesehatan tersebut bisa saja menyebabkan adanya kesakitan, kecacatan dan kematian. Namun dengan mengetahui bagaimana penanggulangan krisis kesehatan tersebut maka dapat meminimalisir dampak yang terjadi.  Kata Kunci: Krisis Kesehatan, Penanggulangan, Penyuluhan Kesehatan  ABSTRACT Health crises often cause injuries/illnesses to fatalities. This requires a rapid and responsive response as an initial response starting from the pre, emergency and post-crisis phases of health. The purpose of community service is to increase community preparedness in efforts to overcome the health crisis that occurred in Pulau Lemukutan Village. The implementation method used is the provision of health counseling related to health crises starting from the pre, emergency and post-crisis phases of health. Participants were measured for their knowledge before and after health counseling using questionnaires. The results of community service obtained community knowledge before being given health counseling in the low 66.7%, medium 26.6% and high 0.67% categories, while after being given health counseling increased with high knowledge categories of 76.6% and medium 23.3%. Judging from the results above, it can be concluded that there is a significant increase in knowledge and understanding in the community after counseling related to the health crisis. Health crises that occur in coastal areas can be in the form of high waves accompanied by strong winds. The impact of the health crisis can cause pain, disability and death. But by knowing how to overcome the health crisis, it can minimize the impact that occurs.   Keywords: Health Crisis, Countermeasures, Health Counseling