Claim Missing Document
Check
Articles

Program Pengabdian Kepada Masyarakat: Edukasi SADAR (Semangat Mengatasi dan Deteksi Resiko) Gagal Ginjal Kronis Pada Populasi Berisiko Di Desa Temajok Kab. Sambas Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Fitriah, Fitriah; Hidayat, Uti Rusdian; Arisandi, Defa; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/q05bhx12

Abstract

Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan suatu kondisi hilangnya fungsi ginjal secara progresif, yang pada akhirnya mengakibatkan perlunya terapi pengganti ginjal (dialisis atau transplantasi) dan kasus ini terjadi peningkatan setiap tahunnya baik di Indoensia maupun global. Pada dasarnya penyakit ginjal dapat dicegah dan memiliki prognosis yang lebih baik, jika diketahui sejak dini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi kepada Masyarakat mengenai SADAR (Semangat mengAtasi dan Deteksi Resiko) GGK untuk dapat melakukan deteksi dini penyakit GGK sebagai Upaya dalam mencegah komplikasi yang lebih serius dan mempertahankan kesehatan yang baik. Adapun tujuan pegabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai SADAR (Semangat mengAtasi dan Deteksi Resiko) GGK karena dapat membantu menghindari atau mengelola penyakit ini dengan lebih baik, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi dampaknya terhadap individu dan masyarakat secara keseluruhan. Metode yang digunakan adalah edukasi Kesehatan tentang SADAR GGK menggunakan media video, dan diikiuti dengan tanya jawab kepada 30 orang Masyarakat Desa Temajuk Kabupaten Sambas. Terdapat peningkatan pengetahuan Masyarakat antara sebelum dan sesudah diberikan Edukasi Kesehatan SADAR GGK dengan media Video Edukasi. Peningkatan pengetahuan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam menjaga kesehatan ginjal mereka, sehingga kualitas hidup meningkat dan risiko komplikasi GGK dapat diminimalkan.
Optimalisasi Penerapan Media Game Online Camat pada Program Edukasi BHD untuk Desa Wisata Aman dan Sehat di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Hidayat, Uti Rusdian; Hatmalyakin, Debby; Alfikrie, Fauzan; Arisandi, Defa; Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi; Anjarwadi, Ihsan Angga; Annisa, Nur; Iswara, Ruhil
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18020

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumber daya manusianya harus didukung dengan pengetahuan pengelolaan objek wisata khususnya penanganan awal pada kasus kegawatdaruratan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan berupa pembelajaran dengan penerapan media game online CAMAT pada program Edukasi BHD. Hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan data terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah melakukan pembelajaran dengan game online CAMAT pada program Edukasi BHD. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih siap untuk menyambut dinamika desa wisata yang ramai pengunjung dengan segala resiko kegawatdaruratan yang mungkin bisa terjadi. Kata Kunci: Game online CAMAT, Kegawatdaruratan, Desa Wisata  ABSTRACT In the process of developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities, but their human resources must be supported by knowledge of tourism object management, especially initial handling in emergency cases. The implementation of community service has been carried out in the form of learning with the application of CAMAT online game media in the BHD Education programme. The results of the implementation of activities obtained data on the increase in community knowledge after learning with the CAMAT online game in the BHD Education programme. This increase in knowledge is expected to make the community better prepared to welcome the dynamics of a crowded tourist village with all the risks of emergencies that might occur. Keywords: CAMAT online game, Emergency, Tourism Village
Edukasi Buku Saku EDH (Early Detection Score) dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Hipertensi di Desa Temajuk Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Amaludin, Mimi; Hidayat, Uti Rusdian; Arisandi, Defa; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Anjarwadi, Ihsan Angga; Annisa, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18021

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumberdaya manusianya harus didukung pengetahuan tentang resiko penyakit yang mungkin diderita diwilayah pesisir pantai yang salah satunya berupa hipertensi. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah pemberian edukasi buku saku EDH (Early Detection Score) dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi di Desa Temajuk. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan masyarakat tentang penyakit hipertensi. Peningkatan pengetahuan tentang hipertensi menjadi salah satu langkah menjadikan desa temajuk bukan hanya desa wisata tetapi desa sehat. Kata Kunci: Hipertensi, Pengetahuan, Buku Saku EDH  ABSTRACT In developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities but their human resources must be supported by knowledge about the risk of diseases that may be suffered in coastal areas, one of which is hypertension. The method of implementing community service is providing EDH (Early Detection Score) pocketbook education to increase public knowledge about hypertension in Temajuk Village. The results of community service obtained data on an increase in the community's awareness of hypertension. Increasing knowledge about hypertension is one of the steps to make Temajuk village not only a tourist but a healthy village. Keywords: Hypertension, Knowledge, EDH Pocket Guide
Deteksi Dini Diabetic Foot Ulcer (DFU) dengan Mengenali Sensasi Sensorik Pada Kaki di Desa Temajuk Kab. Sambas Arisandi, Defa; Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19112

Abstract

ABSTRAK Setiap tahunnya, prevalensi penderita DFU semakin meningkat, dari 0,5 % menjadi 3 % setiap tahunnya. Ulkus diabetes dan amputasi ekstremitas bawah merupakan komplikasi diabetes yang akan meningkatkan mortalitas dan morbiditas setelah lima tahun amputasi pertama. Sebanyak 28 – 51 % pasien akan menjalani amputasi kedua. Tren terbaru panduan tambahan tentang pencegahan DFU mencakup salah satunya pemantauan sensasi sensorik. Mendeteksi secara dini sensasi sensorik pada kaki sebagai upaya pencegahan Diabetic Foot Ulcer (DFU) penyandang DM dengan pemeriksaan kaki yang mudah dipahami dan diaplikasikan secara mandiri. Kegiatan edukasi dilakukan di Desa Temajuk, Kab. Sambas yang diikuti oleh kelompok dewasa dan lansia. Pre-test diberikan sebelum edukasi kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pencegahan penyakit gagal ginjal kronik menggunakan media power point. Kegiatan diakhiri dengan pemberian pos-test kepada responden. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar pengetahuan responden rendah (53,3%), dan setelah diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan responden tinggi (73,3%). Terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok dewasa dan lansia setelah diberikan Edukasi dan demonstrasi pengenalan sensasi sensorik pada kaki diabetes melitus sebagai upaya pencegahan Diabetic Foot Ulcer (DFU).   Kata Kunci: Deteksi Dini, Diabetic Foot Ulcer, Sensasi Sensorik  ABSTRACT Every year, the prevalence of DFU sufferers increases, from 0.5% to 3% every year. Diabetic ulcers and lower extremity amputations are complications of diabetes that will increase mortality and morbidity after five years of the first amputation. As many as 28 – 51% of patients will undergo a second amputation. The latest trend in additional guidance on preventing DFU includes monitoring sensory sensations. Early detection of sensory sensations in the feet as an effort to prevent Diabetic Foot Ulcer (DFU) for people with DM with foot examinations that are easy to understand and apply independently. Educational activities were carried out in Temajuk Village, Kab. Sambas was attended by adult and elderly groups. The pre-test was given before education, then continued with providing material about preventing chronic kidney failure using power point media. The activity ended with giving a post-test to respondents. Before being given education, most respondents' knowledge was low (53.3%), and after being given education, most respondents' knowledge was high (73.3%). There is an increase in knowledge in the adult and elderly groups after being provided with education and demonstrations regarding the introduction of sensory sensations in diabetes mellitus feet as an effort to prevent Diabetic Foot Ulcer (DFU). Keywords:  Early Detection, Diabetic Foot Ulcer, Sensory Sensation
Impelemntasi Mnemonic “Sambas” dengan Leaflet sebagai Media Pembelajaran Pertolongan Pertama Kasus Trauma di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Hatmalyakin, Debby; Hidayat, Uti Rusdian; Alfikrie, Fauzan; Arisandi, Defa; Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi; Anjarwadi, Ihsan Angga; Annisa, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18014

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumberdaya manusianya harus didukung keterampilan dalam penanganan awal pada cedera atau trauma. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah simulasi tentang pertolongan pertama pada kasus trauma dengan mnemonic SAMBAS dengan menggunakan bantuan leaflet. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan keterampilan masyarakat sebelum dan setelah disimulasikan tentang pertolongan pertama pada kasus trauma dengan Mnemonic SAMBAS. Peningkatan keterampilan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kasus trauma menjadi upaya penanganan kondisi gawat darurat yang berkaitan dengan kasus trauma. Kata Kunci: Keterampilan, Pertolongan Pertama, Trauma, Mnemonic SAMBAS  ABSTRACT In the process of developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities, but their human resources must be supported by skills in the initial handling of injury or trauma. The method of implementing community service is a simulation of first aid in trauma cases with the SAMBAS mnemonic using leaflets. The results of community service obtained data on the improvement of community skills before and after simulation of first aid in trauma cases with SAMBAS mnemonic. Increasing community skills about first aid in trauma cases is an effort to handle emergency conditions related to trauma cases. Keywords: Skills, First Aid, Trauma, SAMBAS Mnemonic
Pendekatan Edukatif dalam Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal Kronis pada Kelompok Remaja di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Amaludin, Mimi; Arisandi, Defa; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Safitri, Dewin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19029

Abstract

ABSTRAK Ginjal berfungsi sebagai penyaring darah serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Apabila fungsi tersebut tidak berjalan maka munculah penyakit gagal ginjal. Pencegahan awal penyakit gagal ginjal penting dilakukan sejak dini pada anak maupun remaja, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Memberikan pengetahuan pada remaja tentang pencegahan gagal ginjal kronik. Kegiatan edukasi dilakukan di Desa Temajuk, Kab. Sambas yang diikuti oleh kelompok remaja. Pre-test diberikan sebelum edukasi kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pencegahan penyakit gagal ginjal kronik menggunakan media power point. Kegiatan diakhiri dengan pemberian pos-test kepada responden. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar pengetahuan responden rendah (43,3%), dan setelah diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan responden tinggi (83,3%). Terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok remaja setelah diberikan edukasi tentang pencegahan gagal ginjal kronik. Kata Kunci: Edukasi, Gagal Ginjal Kronik, Remaja  ABSTRACT The kidneys function as blood filters and regulate the normal balance of fluids and electrolytes in the body. If that function fails, renal failure will occur. Comprehensive prevention of kidney failure should begin in childhood and adolescence providing knowledge and comprehension regarding the significance of protecting renal health. To educate adolescents about the prevention of chronic kidney failure. The educational activity took place in Temajuk Village, Sambas Regency, with the participation of a group of adolescents. A pre-test was administered before to the educational session, which was succeeded by a presentation on the prevention of chronic kidney disease utilising Powerpoint media. The session ended with the distribution of a post-test to the participants. Prior to the educational intervention, a majority of respondents exhibited low knowledge (43.3%), however subsequent to the intervention, a majority demonstrated good knowledge (83.3%). The adolescent group exhibited an enhancement in knowledge following education on the prevention of chronic renal failure. Keywords: Chronic Kidney Failure, Non-Communicable Diseases
Efektivitas Pelatihan Pertolongan Pertama Henti Jantung Dengan Model Selamat Terhadap Self Efikasi Masyarakat Kota Pontianak Hidayat, Uti Rusdian; Hatmalyakin, Debby; Alfikrie, Fauzan; Akbar, Ali; Nurpratiwi; Amaludin, Mimi
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2022): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.801 KB)

Abstract

Out-Of-Hospital Cardiac Arrest (OHCA) Is A Condition That Often Threatens A Person's Life. Of The Many Events Of Cardiac Arrest, Only A Few Victims Can Survive. This Condition Is Related To The Low Rate Of First Aid For Cardiac Arrest In The Community And The Speed Of Health Workers Can Reach The Scene. This Condition Arises Because First Responders Lack Confidence In Performing First Aid In Cardiac Arrest. This Study Aims To Analytic The Effectiveness Of Cardiac Arrest First Aid Training With The SELAMAT Model For Self-Efficacy The People Of Pontianak City. This Study Used A Quasi-Experimental Research With A Pretest-Posttest Approach With A Control Group. The Intervention And Control Groups Each Consisted Of 30 People. The Instruments Used Are Questionnaires And Statistical Tests Using Marginal Homogeneity. The Results Showed That Cardiac Arrest First Aid Training With The SELAMAT Model Was Effective In Increasing The Self-Efficacy Of The People In Pontianak City With P Value 0.000. The "SELAMAT" Model Training Is One Of The Training Models That Can Increase The Community's Self-Efficacy In Providing First Aid For Cardiac Arrest.
Educational Video SADAR as an Effort to Improve Knowledge about the Risk of Chronic Kidney Failure Akbar, Ali; Amaludin, Mimi; Alfikrie, Fauzan; Hidayat, Uti Rusdian; Hatmalyakin, Debby; Arisandi, Defa; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Safitri, Dewin
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v6i1.1455

Abstract

End-stage renal disease is a global health problem that impacts quality of life and high treatment costs, second only to cardiovascular disease. This study aimed to analyze the effect of the SADAR (Semangat mengAtas dan Sinyal Ancaman Risiko) educational video on efforts to reduce the risk of CKD in the Banjar Sarasan Health Center area, East Pontianak. A quasi-experimental design with a control group was used 44 subjects with hypertension or type II diabetes mellitus who were at risk of developing CKD. The subjects were divided into two groups selected accidentally. The results of the Wilcoxon test showed that the SADAR video (p-value=0,000) and lectures (p=0,000) were both effective in increasing public knowledge about CKD risk detection. The Mann-Whitney test showed that the SADAR video was more effective (p-value=0,015; mean rank=26,77:18,23) than lectures. Further research is needed to evaluate the long-term effectiveness and accessibility of knowledge about CKD risk detection.
Music Intervention to Reduce Anxiety in High-Risk Group of Stroke in Puskesmas Banjar Serasan Safitri, Dewin; Arisandi, Defa; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Rusdian Hidayat, Uti; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Amaludin, Mimi; Hatmalyakin, Debby
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v6i1.1480

Abstract

Stroke is the second leading cause of death and a major source of disability worldwide. Hypertension and diabetes mellitus are major risk factors for stroke. Anxiety can worsen the condition of patients with hypertension and diabetes mellitus, which can increase the risk of stroke. Music intervention is one of the non-pharmacological measures that can reduce anxiety. This study aimed to analyze the effect of music intervention on anxiety in high risk stroke groups in the Banjar Serasan Health Center working area. The research design used was pretest posttest without control group. The population in this study consisted of patients with hypertension and diabetes mellitus at Banjar Serasan Health Center. The sample size was 30 subjects Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) instrument consisting of 14 statements was used to measure anxiety. Bivariate analysis was concted using a paired t-test. The results showed a p-value of 0,000 which indicated that there was an effect of music intervention on anxiety in the high risk stroke group. Music intervention affected anxiety in high risk stroke group. Patients with hypertension and diabetes mellitus as a high risk group for stroke are advised to keep doing music intervention independently to control anxiety.
Pengembangan Sistem Informasi dan Administrasi Pembelajaran Penolong Pertama (SIAPP) terhadap Pengetahuan Masyarakat Kota Pontianak Hidayat, Uti Rusdian; Alfikrie, Fauzan; Hatmalyakin, Debby; Arisandi, Defa; Amaludin, Mimi; Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Anjarwadi, Ihsan Angga; Iswara, Ruhil; Yanto, Delvi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19418

Abstract

ABSTRACT Out-of-hospital cardiac arrest is still a global public health problem. The chances of survival after an attack can be increased if cardiopulmonary resuscitation (CPR) is performed as soon as possible. However, the average response time of healthcare workers after a call for help is >6 minutes. Implementation of early resuscitation by bystanders is needed to keep victims alive while emergency personnel are on the way.  To prepare and develop an information system and learning administration as a learning medium for the community as lay helpers, especially about first aid for cardiac arrest victims.    This study used a quasi-experimental design. A total of 33 respondents were involved in this study who were selected accidentally. Respondents in this study were the people of Pontianak City. The results showed that the Learning Information and Administration System was proven to be effective in increasing the Knowledge of Pontianak City Community about cardiac arrest first aid (p = 0.000). Further studies are needed to measure the long-term effectiveness of the training and information system implemented, as well as to evaluate its effect on the survival rate of cardiac arrest victims. Keywords: Basic Life Support, Cardiac Arrest, Learning Management System  ABSTRAK Serangan jantung di luar rumah sakit saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Kemungkinan bertahan hidup setelah serangan dapat meningkat jika dilakukannya resusitasi jantung paru (RJP) sesegera mungkin. Sedangkan, kenyataanya rerata waktu respon petugas kesehatan setelah mendapat panggilan bantuan >6 menit. Penerapan resusitasi awal oleh orang yang berada disekitar korban dibutuhkan untuk menajaga korban bertahan hidup ketika petugas darurat sedang dalam perjalanan. Menyiapkan dan mengembangkan system informasi dan administrasi pembelajaran sebagai media pembelajaran bagi masyarakat selaku penolong awam, khususnya tentang pertolongan pertama korban henti jantung.  Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen. Sebanyak 33 responden terlibat dalam penelitian ini yang dipilih secara accidental. Responden pada penelitian ini adalah Masyarakat Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi dan Administrasi Pembelajaran terbukti efketif meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Kota Pontianak tentang pertolongan pertama henti jantung (p= 0,000). Perlunya studi lanjutan untuk mengukur efektivitas jangka panjang dari pelatihan dan sistem informasi yang diterapkan, serta untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap angka kelangsungan hidup korban serangan jantung. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Henti Jantung, Sistem Informasi Pembelajaran