Claim Missing Document
Check
Articles

Memburu Burung Manyar (Ploceus Philippinus) Di Persawahan Padi Dengan Memasang Orang-Orangan Sawah Bergerak Otomatis Marsuni, Yusriadi; Salamiah, Salamiah; Mariana, Mariana; Budi, Ismed Setya; Samharinto, Samharinto; Rosa, Helda Orbani; Fitriyanti, Dewi; Pramudi, Muhammad Indar; Pangestu, Prasetyo; Tiwow, Ananda Melko Dayando
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v5i1.4127

Abstract

Serangan hama burung manyar (Ploceus philippinus) merupakan permasalahan serius yang dihadapi petani padi sawah di Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Serangan burung manyar terjadi secara masif pada fase generatif tanaman padi dan menyebabkan kehilangan hasil yang sangat tinggi, bahkan berpotensi mencapai 100%. Kondisi ini semakin meresahkan karena serangan tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi telah menyebar ke beberapa desa sekitar, seperti Bentok Kampung, Banyu Irang, Bati-Bati, Nusa Indah, dan Benua Raya. Dari total luas tanam padi sekitar 100 hektare, tercatat 10–20 hektare lahan yang siap panen mengalami serangan berat burung manyar sehingga berdampak langsung pada penurunan produksi padi dan pendapatan petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengendalikan serangan burung manyar melalui penerapan teknologi sederhana berupa orang-orangan sawah yang bergerak otomatis dengan memanfaatkan hembusan angin. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan dan praktik lapangan yang dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu sosialisasi, pembuatan orang-orangan sawah otomatis, pemasangan di lahan persawahan, pengamatan keberadaan sarang burung manyar, serta evaluasi. Kegiatan melibatkan sepuluh orang anggota kelompok tani aktif yang memiliki lahan sawah minimal satu hektare. Sebanyak lima unit orang-orangan sawah otomatis dipasang pada lahan padi yang telah berbuah dan berada di sekitar habitat burung manyar. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan harian selama fase berbuah hingga menjelang panen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan intensitas serangan burung manyar pada lahan percontohan serta peningkatan hasil produksi padi, sehingga teknologi orang-orangan sawah otomatis dinilai efektif dan mudah diaplikasikan oleh petani.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth) dalam Menekan Bakteri Ralstonia syzygii subsp. indonesiensis secara In Vitro Puspita Sari, Awallia; Marsuni, Yusriadi
JURNAL PROTEKSI TANAMAN TROPIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi 9(1): Februari 2026
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jptt.v9i1.3665

Abstract

Bananas are a major horticultural commodity that makes a significant economic contribution in Indonesia. However, the productivity of this crop has declined drastically due to a blood disease infection caused by the banana. Blood Disease Bacterium (BDB). One type of pathogenic bacteria in the BDB group isRalstonia syzygii subsp. indonesian, which is known to be highly aggressive and easily spread. Efforts to control this disease generally rely on the use of synthetic bactericides, which risk environmental pollution and the development of pathogen resistance. Therefore, safer and more sustainable control alternatives are needed, such as the use of botanical pesticides from local plants. This study aims to evaluate the antibacterial activity of kratom leaf extract (Mitragyna speciosaKorth) on growthR. syzygii subsp. indonesianKratom leaf extract was obtained through a maceration method using 96% ethanol as a solvent, and antibacterial testing was conducted using agar diffusion techniques using paper discs. The extract concentrations tested included 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. The results showed that administration of kratom leaf extract (Mitragyna speciosa) at various concentrations is able to inhibit bacterial growthRalstonia syzygii subsp. indonesianin vitro. The average diameters of the inhibition zones observed for concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, and 25% were 4.15 mm; 6.71 mm; 7.75 mm; 8.39 mm; and 10.00 mm, respectively, while the control (0%) showed no antibacterial activity (0 mm). Further DMRT test results at the 5% level showed significant differences between treatments. This indicates that kratom leaf extract has potential as an antibacterial agent with the highest effectiveness obtained at a concentration of 25%.