Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisa Keandalan Instalasi Listrik Di Gedung Rektorat Universitas Islam Makassar Pranata, Sandy; Karim, Saktiani; Khaidir, Muhammad
Jurnal Teknologi dan Komputer (JTEK) Vol. 5 No. 02 (2025): DESEMBER
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56923/jtek.v5i02.261

Abstract

Instalasi listrik adalah saluran listrik ataupun peralatan listrik yang terpasang baik di dalam maupun di luar bangunan untuk menyalurkan arus listrik. Dalam beberapa tahun terakhir, Gedung Rektorat Universitas Islam Makassar menghadapi beberapa kendala yang signifikan. Salah satu masalah utama adalah instalasi yang belum sepenuhnya sesuai dengan standar keselamatan dan teknis yang ditetapkan. Instalasi listrik yang tidak memadai dapat meningkatkan resiko kebakaran akibat korsleting atau percikan api yang bisa merusak struktur bangunan serta mengancam keselamatan para penghuninya, termasuk staf, mahasiswa, dan pengunjung. Peraturan instalasi listrik yang pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik adalah AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties) yang diterbitkan sebagai Norma N 2004 oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda. Peneliti melakukan analisis dan merumuskan tujuan untuk mengetahui desain dan tingkat keandalan instalasi listrik yang telah diterapkan pada Gedung Rektorat Universitas Islam Makassar. Metodelogi penelitian menggunakan Study literature yaitu dengan melakukan study pustaka yang berkaitan, pengumpulkan data berhubungan dengan instalasi listrik dan melakukan survey langsung di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, setiap lantai memiliki tegangan (V) sebesar 380 Volt dan arus (I) sebesar 12 Ampere, yang menghasilkan daya semu (P) sebesar 4500 VA. Namun, terdapat variasi signifikan pada nilai beban (Load) dalam satuan Watt di setiap lantai. Beban tertinggi tercatat di Lantai VI dengan 32.631 Watt, sementara beban terendah adalah di Lantai I sebesar 13.425 Watt.
Impact of Transformer Grounding On TRV During Inductive Load Switching at Transmission and Substation Service Unit (ULTG) Maros Khaidir, Muhammad; Sriwati; Saktiani Karim; Faridah; Fadhli Rahman; Syarifuddin Baco
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 15, No 1: March 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jnte.v15n1.1417.2026

Abstract

This paper investigates the impact of transformer grounding configurations on Transient Recovery Voltage (TRV) during fault current interruption in high-voltage power systems. The study evaluates three grounding schemes: Solid–Solid, Solid–Floating, and Solid–Resistance, applied on a step-down transformer located at the Tello substation. Each configuration was modeled and simulated using ETAP 19 software to observe TRV behavior under three-phase fault conditions. The results demonstrate significant variations in TRV profiles depending on the grounding type. The Solid–Solid configuration exhibits the highest TRV peak (22,500 V) and the steepest Rate of Rise of Recovery Voltage (RRRV), reaching 833.33 kV/ms, indicating severe stress on circuit breaker insulation. In contrast, the Solid–Floating configuration yields a moderate TRV peak (19,800 V) with less consistent waveform stability due to the absence of a defined secondary reference. Meanwhile, the Solid–Resistance scheme, using a 20 Ω resistor, produces the most damped TRV waveform with the lowest peak (17,100 V) and RRRV (approximately 589.66 kV/ms), offering improved insulation coordination. The comparative analysis confirms that controlled grounding through resistance effectively mitigates TRV magnitude and oscillation, making it a viable approach to enhance circuit breaker performance and reliability. These findings can be used to guide grounding system design in high-voltage substations to reduce the risk of re-ignition or insulation failure.
Dinamika Konflik Rumah Tangga Pasangan Muda: Pendekatan Konseling Islam dan Spiritualitas Nst, Hanifah Muthmainnah; Syafura, Kareena; Khaidir, Muhammad
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 4 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v4i1.3450

Abstract

Dinamika konflik dalam rumah tangga pasangan muda merupakan fenomena yang semakin kompleks di tengah perubahan sosial, budaya, serta perkembangan teknologi digital. Banyak pasangan muda memasuki pernikahan tanpa kesiapan emosional, kematangan psikologis, pemahaman peran, serta keterampilan komunikasi interpersonal yang memadai, sehingga rentan mengalami konflik berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika konflik rumah tangga pada pasangan muda serta menganalisis peran konseling Islam dan spiritualitas dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), yaitu dengan mengkaji, menganalisis, dan mensintesis berbagai literatur ilmiah yang relevan, baik berupa jurnal, buku, maupun hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam rumah tangga pasangan muda dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain komunikasi yang tidak efektif, ketidakstabilan emosi, tekanan ekonomi, serta pengaruh lingkungan sosial dan media digital. Konseling Islam memiliki peran strategis dalam membantu pasangan mengelola konflik melalui integrasi pendekatan psikologis dan nilai-nilai spiritual. Pendekatan ini menekankan pentingnya kesabaran, musyawarah, kasih sayang, tanggung jawab, serta penguatan keimanan dalam kehidupan rumah tangga. Spiritualitas berfungsi sebagai fondasi utama dalam membangun ketahanan keluarga, sehingga pasangan tidak hanya mampu menyelesaikan konflik secara konstruktif, tetapi juga menjaga keharmonisan dalam jangka panjang. Dengan demikian, konseling Islam tidak hanya berfungsi sebagai solusi kuratif, tetapi juga preventif dalam membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.