Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

INVESTASI BAGI HASIL DALAM EKONOMI MIKRO ISLAM Hendra, Hendra; Putra, San; Gunawan, Hadi
Al-Muhtarifin: Islamic Banking and Islamic Economic Journal Vol 5, No 1 (2026): Jan 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/almuhtarifin.v5i1.28038

Abstract

Profit-sharing investment represents a cornerstone of Islamic microeconomics, embodying principles of justice, risk sharing, and ethical financial participation. This study aims to analyze the implementation, challenges, and optimization strategies of profit-loss sharing (mudharabah and musyarakah) contracts in microeconomic contexts. Employing a qualitative descriptive-analytical approach, data were collected from secondary sources, including scholarly articles, books, and institutional reports published within the last five years. The findings indicate that while profit-sharing investment has significant potential to empower micro-entrepreneurs and promote financial inclusion, its practical implementation is constrained by institutional limitations, information asymmetry, risk aversion, and regulatory ambiguity. Successful application of profit-sharing mechanisms depends on transparency, participatory monitoring, financial literacy, and supportive social and legal frameworks. The study also identifies strategic pathways to optimize profit-sharing investment, such as institutional capacity building, technological adoption, and policy interventions. Overall, profit-sharing investment can serve as an effective, inclusive, and ethically grounded tool in Islamic microeconomics, provided that both institutional and socio-cultural conditions are adequately addressed.
The Implementation of Language Month Activities in the Optimization of Students’ Literacy At SMA IT Al-Fityah Binjai Indonesia Amaliya, Rayyan Dina; Sirait, Robin; Gunawan, Hadi; Putra, San
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.699

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kegiatan Bulan Bahasa dalam mengoptimalkan literasi siswa di SMAIT Al Fityah Binjai, Sumatera Utara, Indonesia pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Berbagai penelitian telah membahas penguatan literasi di sekolah, namun kajian yang secara khusus menelaah pengelolaan program Bulan Bahasa sebagai strategi terstruktur dalam pengembangan literasi produktif di lingkungan Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan berperan dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi yang dirancang secara sistematis. Pelaksanaan program tersebut mendorong siswa untuk aktif membaca, menulis, serta mengembangkan kemampuan mengemukakan gagasan secara terarah sebagai bagian dari penguatan literasi produktif. Secara konseptual, temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan program bahasa berbasis sekolah yang dilakukan secara terstruktur dapat menjadi strategi efektif dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan pada jenjang Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa model manajemen program yang terencana dan terintegrasi dapat menjadi rujukan bagi pengembangan literasi produktif di sekolah menengah atas lainnya. Kata Kunci: Bulan Bahasa; Literasi Produktif; Manajemen Program Sekolah; Budaya Literasi; Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu. Abstract This study aims to analyze the implementation of Language Month activities in optimizing students’ literacy at SMAIT Al Fityah Binjai, North Sumatra, Indonesia at the Senior High School (SMA) level. Although various studies have discussed literacy enhancement in schools, research that specifically examines the management of Language Month programs as a structured strategy for developing productive literacy in Integrated Islamic Senior High Schools remains limited. This study employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the application of management functions, including planning, organizing, implementation, and supervision, plays a role in increasing student engagement in systematically designed literacy activities. The implementation of the program encourages students to actively read, write, and develop the ability to express ideas in a structured manner as part of strengthening productive literacy. Conceptually, these findings affirm that structured school-based language program management can serve as an effective strategy for building a sustainable literacy culture at the Integrated Islamic Senior High School level. This study implies that a well-planned and integrated program management model can serve as a reference for the development of productive literacy in other senior high schools. Keywords: Language Month Program; Productive Literacy; School Program Management; Literacy Culture; Integrated Islamic Senior High School.
The Effect of the Explain, Do, Evaluate Model on Critical Thinking Skills in Islamic Education at Madrasah Aliyah Al-Ishlahiyah Binjai Mulia, Kanaya Maisa; Putra, San
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.682

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Jelaskan, Lakukan, Evaluasi (JLE) terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di MA Al-Ishlahiyah Binjai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain one group pretest–posttest. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 30 peserta didik yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan berpikir kritis yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 62,40 pada pretest menjadi 78,90 pada posttest dengan selisih 16,50 poin. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan model JLE terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penerapan model Jelaskan, Lakukan, Evaluasi secara sistematis dalam pembelajaran PAI untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, yang masih jarang dikaji secara kuantitatif di lingkungan madrasah aliyah. Kata Kunci: Model Jelaskan Lakukan Evaluasi, Berpikir Kritis, Pembelajaran PAI, Madrasah Aliyah, Model Pembelajaran Abstract This study aims to analyze the effect of the Explain, Do, Evaluate (EDE) learning model on students’ critical thinking skills in Islamic Education at MA Al-Ishlahiyah Binjai. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest–posttest design. The population and sample consisted of 30 students selected through total sampling. Data were collected using a critical thinking skills test and analyzed through descriptive and inferential statistics using a paired sample t-test. The results indicated an increase in the mean score from 62.40 in the pretest to 78.90 in the posttest, with a mean difference of 16.50 points. The t-test results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of the EDE learning model on students’ critical thinking skills. The novelty of this study lies in the systematic application of the Explain, Do, Evaluate model in Islamic Education learning to enhance critical thinking skills, which has been rarely examined quantitatively in senior Islamic secondary schools. Keywords: Explain Do Evaluate Model, Critical Thinking Skills, Islamic Education Learning, Islamic Senior High School, Learning Model
Implementation of the Visual Auditory Kinesthetic Model in Islamic Education Learning Ameylia, Putri; Putra, San
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.683

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Model Visual Auditory Kinesthetic (VAK) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan dampaknya terhadap pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru PAI, siswa, dan kepala madrasah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model VAK menciptakan pembelajaran PAI yang aktif, interaktif, dan bermakna dengan mengintegrasikan modalitas visual, auditory, dan kinestetik. Model ini meningkatkan keaktifan siswa, pemahaman materi, dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Novelty penelitian ini terletak pada kajian kualitatif tentang implementasi VAK dalam PAI yang menekankan proses, pengalaman, dan makna pembelajaran serta integrasi gaya belajar dengan nilai-nilai Al-Qur’an, sebagai rujukan pengembangan pembelajaran PAI yang inovatif dan berpusat pada siswa. Kata Kunci: Model VAK, Pendidikan Agama Islam, Pembelajaran Kualitatif, Gaya Belajar Abstract This study aims to describe the implementation of the Visual Auditory Kinesthetic (VAK) model in Islamic Religious Education (IRE) and its impact on students’ learning experiences. This qualitative descriptive study involved IRE teachers, students, and the madrasa principal. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using reduction, data display, and conclusion drawing with triangulation to ensure validity. The results show that VAK implementation creates active, interactive, and meaningful learning by integrating visual, auditory, and kinesthetic modalities. The model enhances student participation, comprehension, and internalization of Islamic values. The novelty lies in its qualitative exploration of VAK implementation in IRE, emphasizing learning processes, experiences, and meanings, as well as integrating learning styles with Qur’anic values, providing a reference for innovative and student-centered IRE learning development. Keywords: VAK Model, Islamic Religious Education, Qualitative Learning, Learning Styles