Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELUANG DAN TANTANGAN MENINGKATKAN KETERLIBATAN WARGA NEGARA MUDA DALAM MEMPROMOSIKAN PERDAMAIAN DI MASYARAKAT Mawarti, Rista Ayu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OPPORTUNITIES AND CHALLENGES OF INCREASING THEINVOLVEMENT OF YOUNG CITIZENS IN PROMOTING PEACE INCOMMUNITIES Pada era saat ini dimana setiap orang mendapatkan kemudahan untuk saling berinteraksi danberkomunikasi melintasi batas wilayah, ketertarikan mahasiswa untuk memperoleh pengalamanbelajar tidak hanya pada “ruang kelas” juga menjadi lebih tinggi. Terutama pada konten yangcenderung teoritis seperti perdamaian. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk membahasmodel pembelajaran service-learning yang dipadukan dengan pendidikan damai dan perspektifmeningkatkan keterlibatan warga negara menjadi fokus utama kajian ini. Metode yang digunakanadalah pendekatan kualitatif dengan desain partisipatif yang melibatkan dosen serta mahasiswapada mata kuliah Praksis Sosial di Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial.Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) implementasi model pembelajaran berpeluang meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan warga negara muda dalammempromosikan perdamaian di masyarakat melalui kegiatan pendalaman materi, penyusunanrencana kegiatan, hingga pelaksanaan program edukasi perdamaian di masyarakat; 2) tantangandari implementasi model pembelajaran yaitu perkembangan paradigma tentang konsepperdamaian yang imajiner di masyarakat dengan kategori pengguna media sosial, sehinggamahasiswa perlu untuk mendapatkan pendalaman materi yang lebih intens tentang hal tersebut;3) evaluasi dari implementasi model pembelajaran adalah perbaikan pada intensitaspembimbingan rancangan kegiatan mahasiswa oleh dosen pengampu mata kuliah Praksis Sosialuntuk meningkatkan kualitas program yang dijalankan oleh mahasiswa. Secara umum, dapatdikatakan bahwa model pembelajaran service-learning yang dilaksanakan berpeluangmendukung peningkatan keterlibatan mahasiswa sebagai warga negara dalam penyelesaian isuisu kewarganegaraan di sekitarnya. Sebagai tindak lanjut, tetap diperlukan kajian lanjutan tentangefektivitas dan efisiensi program dengan perspektif kebermanfaatannya bagi masyarakat agardapat dirumuskan sebuah revisi utuh model pembelajaran yang lebih baik. In the current era where everyone has the convenience of interacting and communicating witheach other across regional boundaries, student interest in gaining learning experiences not onlyin the "classroom" is also higher. Especially on content that tends to be theoretical like peace.Therefore, this article aims to discuss the service-learning learning model combined with peaceeducation and the perspective of increasing citizen engagement which is the focus of this study.The method used is a qualitative approach with a participatory design involving lecturers andstudents in the Social Praxis course at the Department of Law and Citizenship, Faculty of SocialSciences. The results of the study show that: 1) the implementation of the learning model has theopportunity to increase the knowledge, skills and involvement of young citizens in promotingpeace in society through material deepening activities, preparation of activity plans, toimplementing peace education programs in the community; 2) the challenge of implementing thelearning model is the development of a paradigm about the concept of imaginary peace in societywith the category of social media users, so that students need to get more intense deepening ofthe material about this; 3) evaluation of the implementation of the learning model is animprovement in the intensity of guiding student activity designs by lecturers in Social Praxiscourses to improve the quality of programs run by students. In general, it can be said that theservice-learning model implemented could support increased student involvement as citizens insolving citizenship issues around them. As a follow-up, further studies are still needed on theeffectiveness and efficiency of the program with the perspective of its benefit to the communityso that a complete revision of a better learning model can be formulated.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF MELALUI PENGEMBANGAN JEJARING BISNIS KULINER KUE ROTI PISANG KHAS BANJARMASIN Supriadi, Acep; Ruyadi, Yadi; supriyono, supriyono; Nugraha, Dadi Mulyadi; Mawarti, Rista Ayu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EMPOWERMENT OF THE CREATIVE ECONOMY THROUGH THE DEVELOPMENT OF A CULINARY BUSINESS NETWORK BANJARMASIN TYPICAL BANANA BREAD CAKE Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif di era globalisasi menjadisesuatu yang sangat krusial. Pengembangan ekonomi ini bertumpu pada kreatifitas, kebudayaanserta keunggulan lokal yang dimiliki, dan menjadi harapan baru dalam menatap perubahanekonomi bangsa di masa mendatang. Pengembangan ekonomi kreatif dapat dilakukan padamasyarakat di pedesaan, contohnya Desa Kayuambon yang berada disekitaran Lembang,Kabupaten Bandung Barat dengan salah satu komoditas utamanya adalah pisang. Hanya saja,pengolahan komoditas tersebut belum maksimal, sehingga belum memberi penambahanpendapatan yang signifikan bagi masyarakatnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian inibertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait inovasi berbagai olahan makanan yangberbahan baku utama pisang, khususnya pengembangan bisnis kuliner roti pisang khasKalimantan serta strategi pengembangan jejaring bisnis olahan tersebut sehingga dapat memberitambahan pendapatan bagi Masyarakat Kayuambon Kecamatan Lembang. Metode yangdigunakan yaitu action research. Hasil yang didapatkan setelah melaksanakan penelitian, yaitu pengembangan jejaring bisnis kuliner roti pisang khas Banjarmasin, dapat meningkatkankesejahteraan masyarakat desa Kayuambon Kecamatan Lembang. Community empowerment through the development of the creative economy in the era ofglobalization is very crucial. This economic development is based on creativity, culture and localexcellence, and is a new hope in looking at the nation's economic changes in the future. Creativeeconomy development can be carried out in rural communities, for example in KayuambonVillage, which is located around Lembang, West Bandung Regency, where one of its maincommodities is bananas. It's just that the processing of these commodities has not beenmaximized, so it has not provided significant additional income for the community. Based on this,this research aims to educate the public regarding the innovation of various processed foodsmade from bananas as the main raw material, in particular the development of a culinary businesstypical of Kalimantan banana bread and a strategy for developing a network of processedbusinesses so that they can provide additional income for the Kayuambon Community inLembang District. The method used is action research. The results of this research, namely thedevelopment of a culinary business network for Banjarmasin typical banana bread, can improvethe welfare of the people of Kayuambon Village, Lembang District.