Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Male And Female Teachers’ Perspectives on Gender Roles In Early Childhood Education Putri, Pipin Afindra; Adriany, Vina; Yulindrasari, Hani; Dahlan, Tina
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v13i2.447

Abstract

This study aimed to explore male and female teachers’ perspectives on gender roles in early childhood education and care settings (ECCE). ECCE is often regarded as one of the most gendered spaces that perpetuate binaries between boys and girls. This research adopted a case study approach conducted in a kindergarten in Padang, Indonesia. The study involved two ECCE teachers as participants, one male and one female. This study's results indicate that teachers understand the importance of gender equality in children. However, they still perceive gender as something biological, limiting seeing children as girls and boys. Teachers seem to be confused about the fluidity of gender roles, and hence, it results in resistance to teaching gender-flexible pedagogy
Peran Literasi Digital dalam Mendukung Perkembangan Anak Usia Dini melalui Pemanfaatan Teknologi Mauluddia, Yulia; Yulindrasari, Hani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i5.6166

Abstract

Penggunaan teknologi digital pada anak usia dini tidak dapat dihindari, tetapi perlu dimanfaatkan dengan bijak untuk mendukung perkembangan anak melalui pemahaman literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran literasi digital dalam mendukung perkembangan anak usia dini melalui pemanfaatan teknologi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review, penelitian ini mengkaji berbagai sumber yang membahas teknologi dalam mendukung perkembangan anak. Terdapat 16 artikel yang dipilih dan dianalisis dari rentang waktu antara 2017-2023 yang berasal dari jurnal terakreditasi sinta 1-5 dan konferensi Internasional. Penelitian ini menemukan bahwa literasi digital melalui teknologi memiliki manfaat dalam mendukung setiap aspek perkembangan anak, yaitu memahami perilaku baik dan buruk, melatih kemampuan berpikir anak secara analitis dan kreatif, berdampak positif pada perkembangan motorik, mendukung kemampuan bilingual sejak dini, mengajarkan anak-anak pentingnya kerjasama dan mampu mengekspresikan hal yang sedang dirasakan. Pendampingan dan keterlibatan orang dewasa berperan penting dalam penggunaan media agar anak berada dalam pengawasan dan pengarahan dalam aktivitas penggunaan media digital.
Peran dan Kontribusi Guru Laki-laki dalam Pengembangan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Sephiana, Rahma Shifa; Yulindrasari, Hani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6203

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran dan kontribusi guru laki-laki dalam pengembangan keterampilan sosial anak usia dini melalui metode Systematic Literature Review/SLR. Dengan menganalisis sejumlah artikel, penelitian ini mengidentifikasi peran spesifik yang dimainkan guru laki-laki dalam mendukung keterampilan sosial anak, terutama dalam aspek keberanian, disiplin, dan tanggung jawab. Kehadiran guru laki-laki tidak hanya melengkapi peran guru perempuan, tetapi juga membawa pendekatan pengajaran yang berbeda, seperti aktivitas berbasis fisik dan kepemimpianan, yang memperkaya pengalaman belajar anak di PAUD. Pendekatan ini terbukti memberikan variasi dalam metode pembelajaran yang membentuk karakter anak. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan guru laki-laki di PAUD untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih holistik dan beragam, dimana anak dapat memperoleh pengalaman sosial yang komprehensif. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur mengenai pendidikan anak usia dini dengan menyoroti manfaat dan damapk positif guru laki-laki terhadap perkembangan sosial anak.
Pandangan Orang Tua Mengenai Peran Ayah dalam Pengasuhan Pasca Partisipasi di Program Sekolah Ayah Karmila, Mila; Adriany, Vina; Yulindrasari, Hani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6741

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran ayah dalam pengasuhan pasca partisipasi dalam program Sekolah Ayah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 ayah peserta program beserta istri mereka. Analisis tematik menunjukkan perubahan pandangan dan pendekatan ayah terhadap pengasuhan. Sebelum program, peran ayah cenderung otoriter dan terbatas pada penyedia finansial, dengan keterlibatan emosional yang minim. Setelah program, ayah mulai mengadopsi pendekatan yang lebih responsif, menyadari pentingnya komunikasi, dan berkontribusi dalam perkembangan psikologis serta emosional anak. Ibu mencatat peningkatan keterlibatan ayah, termasuk partisipasi dalam kegiatan sehari-hari anak, berbagi tanggung jawab rumah tangga, dan pengambilan keputusan bersama, menciptakan dinamika keluarga yang lebih harmonis. Temuan ini menunjukkan program Sekolah Ayah efektif dalam meningkatkan keterlibatan ayah. Penelitian lanjutan disarankan untuk membandingkan ayah peserta program dengan yang tidak, guna mengevaluasi perbedaan dampak pengasuhan terhadap anak.
PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN: STUDI PADA KELUARGA PEKERJA MIGRAN PEREMPUAN (PMP) DI KABUPATEN SUKABUMI Adriany, Vina; Yulindrasari, Hani; Afriliani, Ajeng Teni Nur
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.33 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2021.14.2.164

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara pengirim Pekerja Migran Perempuan (PMP) terbesar di Asia Tenggara. Ibu yang memutuskan untuk menjadi PMP akan menyebabkan terjadinya perubahan peran dan fungsi ayah khususnya dalam aspek pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang peran pengasuhan ayah di keluarga PMP. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus melalui teknik wawancara terbuka yang dilakukan kepada 3 orang ayah yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ayah mampu bertukar peran dengan ibu untuk menjadi pengasuh anak usia dini. Hal ini menepis banyak pendapat bahwa ayah tidak mampu mengasuh anak yang masih berusia dini. Keterampilan pengasuhan merupakan suatu keterampilan yang dapat dipelajari seiring dengan berjalannya waktu, bukan keterampilan yang selama ini sering dianggap sebagai tugas bawaan atau kodrati. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa peran gender merupakan sesuatu yang dapat dipertukarkan dan lebih cair terutama dalam keluarga pekerja migran perempuan. Meskipun demikian, idealisasi konstruksi gender tradisional pun masih cukup kuat. PMP masih dimaknai sebagai pencari nafkah sekunder meskipun sebetulnya mereka yang menjadi pencari nafkah utama. Penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi kepada pengembangan materi pengasuhan bagi anak usia dini, terutama yang berhubungan dengan konsep pembinaan dan pembentukan karakter dalam diri seorang anak.
EDUKASI BERBASIS RESILIENSI KEPADA PENDAMPING DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KASUS KEKERASAN Malihah, Elly; Yulindrasari, Hani; Kurniawati, Leli; Utami, Lingga; Handayani, Hany; Munggaran, Rengga Akbar; Harlisa, Nalya Puspa; Al-Munadi, Fadhil Kholid
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing rates of violence against women and children in the city of Bandung make it necessary for support roles in the prevention and handling of violence cases to provide services optimally and professionally. The issue of the high rate of violence is not in line with the technical competence and psychosocial support of the caregivers. Institutionally, this impacts the delay in case resolution and the quality of professional services for the prevention and handling of violence cases not meeting standards. For the individual caregivers themselves, the impact of work pressure and exposure to violence cases presents its own challenges. The goal of this community service is to provide resilience training to companions, focusing on enhancing technical competencies and psychosocial support for companions in the prevention and handling of violence cases against women and children. This community service activity is conducted using the Logical Framework Approach (LFA) method. The social setting was carried out at the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children in Bandung City, with the intervention object being the strengthening of professional caregivers for the prevention and handling of violence cases against women and children, which includes legal companions, psychologists, and social workers. The implementation of this community service was carried out with resilience training focused on case management and coping strategies. From both trainings, there was a positive impact not only on the institutional process but also on the individuals providing support. Although case management has not yet been implemented directly, the existence of case management provides a standard reference for institutional services in preventing and handling cases of violence. Meanwhile, coping strategies become a strategy that brings positive changes to the companions; with the use of music, they can adaptively develop a resilient attitude and avoid exposure to cases of violence. Community service recommendations can focus on providing regular mental health support services to caregivers.Meningkatnya angka kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Bandung menjadikan peran pendamping dalam rangka pencegahan dan penanganan kasus kekerasan perlu memberikan layanan secara optimal dan profesional. Permasalahan tingginya angka kekerasan tidak sejalan dengan kompetensi teknis dan dukungan psikososial para pendamping. Secara kelembagaan ini berdampak pada terminasi kasus yang terhambat dan kualitas layanan profesional pencegahan dan penanganan kasus kekerasan yang belum sesuai standar. Bagi individu pendamping sendiri, dampak tekanan beban kerja hingga paparan kasus kekerasan menjadi tantangan tersendiri. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan resiliensi kepada pendamping yang fokus pada peningkatan kompetensi teknis dan dukungan aspek psikososial pada pendamping dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode Logical Framework Approach (LFA). Setting sosial dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung, dengan objek intervensi penguatan dilakukan kepada pendamping profesional pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak terdiri dari pendamping hukum, psikolog, dan pekerja sosial. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pelatihan resiliensi berfokus pada manajemen kasus dan strategi coping. Dari kedua pelatihan tersebut memberikan dampak perubahan positif tidak hanya untuk proses kelembagaan tapi bagi individu pendamping itu sendiri. Meskipun manajemen kasus belum dapat diimplementasikan secara langsung, tetapi adanya manajemen kasus memberikan acuan standar layanan lembaga dalam melakukan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan. Sedangkan strategi coping menjadi strategi yang memberikan perubahan positif pada pendamping dengan adanya pendekatan musik mereka dapat secara adaptif memiliki sikap resilien dan terhindar dari paparan kasus kekerasan. Rekomendasi pengabdian kepada masyarakat dapat fokus pada dukungan layanan kesehatan mental berkala pada pendamping.