Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimalisasi Peralatan Keselamatan Melaut bagi Perahu Nelayan Keputih Timur: Pelatihan dan Pendampingan: Pengabdian Mudiyanto; Djamaludin Malik; Kuncowati; Teguh Wiyono; Dedy Kristiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1955

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan melaut nelayan tradisional di Kampung Nelayan Keputih Timur, Gang Pompa Air, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan peralatan keselamatan kapal kecil. Permasalahan utama yang dihadapi nelayan setempat adalah rendahnya pemahaman dan penggunaan alat keselamatan standar seperti pelampung, alat isyarat darurat, dan APAR. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan dengan pendekatan partisipatif berbasis pelatihan, simulasi, dan evaluasi langsung di lapangan. Sebanyak 35 nelayan mengikuti pelatihan, dan dilakukan survei pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman keselamatan sebesar 67,4%, dari rata-rata nilai pre-test 42,6 menjadi post-test 71,3. Setelah pelatihan, 91% peserta menyatakan siap menggunakan alat keselamatan sesuai prosedur, dan 77% telah melengkapi perahunya dengan minimal satu alat keselamatan baru yang disarankan. Pendampingan teknis dilakukan selama 4 minggu dengan kunjungan langsung ke 22 perahu nelayan, yang menghasilkan 18 perahu (81,8%) telah memenuhi standar minimal keselamatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan pendampingan berbasis komunitas mampu mendorong kesadaran dan tindakan nyata nelayan terhadap pentingnya keselamatan melaut. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model replikasi di daerah pesisir lainnya dengan karakteristik serupa.
ANALISIS PENGARUH HUMAN FAKTOR TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN DI KAPAL PENUMPANG PERUSAHAAN SURABAYA Malik, Djamaludin; Mudiyanto; Widodo, Wisnoe
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 25 No. 2 (2025): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v25i2.457

Abstract

Kecelakaan tidak disebabkan oleh kegagalan atau kesalahan tunggal, tetapi diakibatkan oleh serangkaian kesalahan. Kesalahan manusia dapat digambarkan sebagai kesalahan pengambilan keputusan, tindakan yang tidak dilakukan dengan benar. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menguji pengaruh human factor terhadap keselamatan pelayaran. Manusia mempunyai kemampuan dan keterbatasan tertentu. Kinerja manusia dipengaruhi oleh pengetahuan dan ketrampilan. Ada banyak faktor manusia yang mempengaruhi keselamatan dalam domain ini seperti yang kelelahan, kesadaran situasi, komunikasi, serta stress. Pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini adalah dengan menguji teori dengan cara mengukur variabel-variabel dalam penelitian ini secara numerik dan menganalisis data menggunakan prosedur statistik. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data dengan teknik non-probability sampling pada Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan 120 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Metode statistik inferensial yang digunakan dalam analisis data penelitian adalah Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa human factor berpengaruh signifikan terhadap keselamatan pelayaran. Artinya adalah Faktor ketrampilan awak kapal di kapal penumpang sebagai kompetensi wajib yang dimiliki untuk bernavigasi di laut lepas maupun di alur pelayaran. Keselamatan pelayaran juga dipengaruhi oleh komunikasi. Komunikasi sangat penting, baik komunikasi dengan pihak pelabuhan/agen, maupun komunikasi dengan perusahaan, terlebih penting komunikasi antar kapal untuk menghindari bahaya tubrukan
Efforts of MV. Vantage Crew in Preparation for PSC Inspection by USCG at Port Everglades Miami, USA Kesuma, Oktaprianto Setya; Malik, Djamaludin; Anggraeny, Elva Febriana
JURNAL APLIKASI PELAYARAN DAN KEPELABUHANAN Vol 16 No 1 (2025): bulan September
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/japk.v8i1.161

Abstract

This study examines the readiness of the crew aboard MV Vantage in preparing for Port State Control (PSC) inspections conducted by the United States Coast Guard (USCG) at Port Everglades, Miami, USA, with a focus on the maintenance and operation of safety equipment. Using a qualitative approach with a descriptive method, data was collected through interviews, direct observation during safety drills, and document analysis, which was then processed using thematic analysis. The findings indicate that crew readiness is highly dependent on effective supervision of training and a deep understanding of safety equipment operational procedures, with challenges such as limited training time and a lack of discipline among crew members. This study highlights the need for synergy between safety equipment maintenance and human factors to enhance maritime safety and provides recommendations for improving ship safety standards.
Evaluasi Ketersediaan Tugboat terhadap Tingkat Keselamatan Manuver Tambat di Pelabuhan Westport Malaysia Saiang, Heni Yolanda; Malik, Djamaludin; Anggraeny, Elva Febriana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): (September) Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v4i1.659

Abstract

Pelabuhan berfungsi sebagai simpul utama dalam sistem transportasi laut yang mendukung kelancaran logistik dan pergerakan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketersediaan kapal tunda terhadap keselamatan penambatan kapal di Pelabuhan Westport, Malaysia sebuah pelabuhan dengan aktivitas pelayaran tinggi namun keterbatasan armada kapal tunda. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara ketersediaan kapal tunda, volume pergerakan kapal, dan tingkat keselamatan penambatan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung serta kuesioner kepada 45 responden yang terdiri dari nahkoda, mualim satu, dan masinis kapal tunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan kapal tunda berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keselamatan penambatan, sedangkan volume pergerakan kapal tidak signifikan secara individual namun memiliki kontribusi saat diuji secara simultan bersama variabel lain. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan armada kapal tunda secara proporsional terhadap intensitas trafik pelabuhan. Studi ini diharapkan dapat memberikan dasar empiris bagi perumusan kebijakan keselamatan dan efisiensi operasional di pelabuhan, terutama di pelabuhan-pelabuhan besar dengan kompleksitas lalu lintas yang tinggi seperti Westport.
SOSIALISASI PROSEDUR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM PENGOPERASIAN PESAWAT ANGKAT DI SMK KAL 2 SURABAYA Kuncowati; Djamaludin Malik; Dwi Lucky Sugiarti; Heni Yolanda Saiang; Eka Rahayu Dwireswati; Dyah Ayu Pramawati; Yongki Setya Pradana; Rangga Surya Adi Sety; Olivia melanie Yasmine; JPMP, admin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 4 NOMOR 2
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK KAL 2 Surabaya is a maritime-based vocational high school that prepares skilled human resources in the shipping sector. Graduates of SMK KAL 2 are directed to work on commercial ships, especially those that operate lift aircraft as part of loading and unloading activities, but the level of students' understanding of K3 procedures, especially in the context of shipping and the operation of lift aircraft, is still low. The purpose of this community service is to hold socialization of K3 procedures for the operation of lift aircraft on ships that are expected by graduates of SMK KAL 2 so that students understand and have awareness of the importance of K3 procedures in the operation of lift aircraft on ships, can identify work risks independently, and comply with safety procedures when working on ships, Community service activities in the form of socialization of Occupational Safety and Health (K3) procedures in the operation of lift aircraft at SMK KAL 2 Surabaya have been successfully carried out with a very good level of achievement. The main target of the activity, which is to increase the understanding and awareness of students and shipping teachers on the importance of implementing K3 procedures, was achieved significantly, as evidenced by the results of the pre-test and post-test, which showed an increase in the average score of the participants.
Analisis Penyebab Terjadinya Kandas MV Selili Baru Di Alur Sungai Siak satya, Hammam; Malik, Djamaludin; Febriana, Elva
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.144

Abstract

Insiden kapal kandas masih menjadi permasalahan serius dalam keselamatan pelayaran, khususnya pada alur sungai yang memiliki karakteristik sempit, berarus kuat, dan dipengaruhi pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya kandas kapal MV Selili Baru di Alur Sungai Siak serta mengidentifikasi tindakan penanganan dan upaya pencegahan untuk meningkatkan keselamatan navigasi pelayaran sungai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan awak kapal, serta analisis dokumen kapal berupa logbook dan berita acara kejadian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden kandas disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Faktor internal didominasi oleh human error, terutama ketidaktepatan perhitungan pasang surut, lemahnya komunikasi di anjungan, serta tidak dilaksanakannya safety meeting sebelum memasuki alur sempit. Faktor eksternal meliputi arus sungai yang kuat, perubahan kedalaman akibat pasang surut, serta karakteristik alur Sungai Siak yang sempit dan berbelok tajam. Tindakan awak kapal setelah kejadian kandas telah sesuai dengan prosedur keselamatan, meliputi plotting posisi kapal, sounding kedalaman dan tangki, serta pemeriksaan potensi kebocoran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keselamatan navigasi di alur sungai berisiko tinggi memerlukan perencanaan pelayaran yang lebih akurat, penerapan Bridge Resource Management, serta peningkatan kedisiplinan dan kesiapsiagaan awak kapal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan pelayaran, kru kapal, dan institusi pendidikan maritim dalam mencegah insiden kandas pada pelayaran sungai. Grounding incidents remain a critical issue in maritime safety, particularly in river channels characterized by narrow waterways, strong currents, and tidal influences. This study aims to analyze the factors causing the grounding of MV Selili Baru in the Siak River channel and to identify the response actions and preventive measures to enhance inland waterway navigational safety. A descriptive qualitative method with a case study approach was employed. Data were collected through direct observation, semi-structured interviews with the ship’s crew, and analysis of ship documents, including logbooks and official incident reports. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the grounding incident was caused by a combination of internal and external factors. Internal factors were dominated by human error, particularly inaccurate tidal calculations, ineffective bridge communication, and the absence of a safety meeting prior to entering the confined channel. External factors included strong river currents, tidal-induced depth variations, and the narrow and sharply curved characteristics of the Siak River channel. The crew’s actions following the grounding complied with established safety procedures, including position plotting, depth and tank sounding, and leak inspections. This study concludes that improving navigational safety in high-risk river channels requires more accurate voyage planning, effective implementation of Bridge Resource Management, and enhanced crew discipline and preparedness. The findings are expected to serve as a reference for shipping companies, ship crews, and maritime education institutions in preventing grounding incidents in inland waterways.