Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SINERGI KERJATIM: SUATU PERSPECTIVE DALAM MODAL SUMBER DAYA MANUSIA Muhammad Ras Muis; Jupianus Sitepu; Rinaldi, Muammar
NIAGAWAN Vol. 14 No. 2 (2025): NIAGAWAN VOL 14 NO 2 JULI 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/niaga.v14i2.66405

Abstract

Hubungan antara sumber daya manusia dan inovasi memiliki hubungan yang tidak terpisahkan di dunia bisnis dan menjadi kebutuhan untuk bisnis dapat bertahan dan bersaing di tengah tuntutan konsumen yang selalu meningkat dari waktu ke waktu. Perusahaan saat ini semakin mengadopsi model inovasi terbuka dan terlibat dengan sumber pengetahuan eksternal dan harus menemukan manusia yang berkuliatas untuk membawa inovasi ke dalam Perusahaan. Pengetahuan dan inovasi baru merupakan kebutuhan untuk menjadikan Perusahaan compete di tengah persaingan yang semakin ketat. Berinovasi cenderung sangat bergantung pada pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman karyawan dalam proses penciptaan nilai. Hal penting lain dalam inovasi adalah adanya proses transfer knowledge dan kesediaan berbagi ilmu pengetahuan. Untuk lebih jauh memahami berbagi pengetahuan dan inovasi dibutuhkan pelatihan khusus, indikator kinerja baru, imbalan baru, dan cara-cara baru untuk berkomunikasi dengan/dan di antara karyawan. Hal tersebut merupakan tuntutan untuk menjadikan sumber daya manusia lebih aktif, efektif dan efisien. Oleh karena itu, berbagi pengetahuan diperlukan untuk mengakomodasi peran strategis sumber daya manusia untuk kreatif dan inovatif serta kompetitif untuk menjadikan Perusahaan yang profitable dan sustanaible. Sinergi kerjatim ini merupakan pengembangan dari teori-teori sumberdaya manusia. Human Capital atau Sumber Daya Manusia merupakan kombinasi dari pengetahuan, keterampilan, inovasi dan kemampuan seseorang untuk menjalankan tugasnya sehingga dapat menciptkan suatu nilai tambah dan akan memberikan suistanable revenue di masa yang akan datang.
The Influence of Compensation, Work Environment and Job Satisfaction on Employee Performance at PT. Sahesa Permata Tangguh Purba, Melfrianti Romauli; Laia, Indah Damai Hati; Berutu, Sukma Jelita; Sitepu, Jupianus
Economic: Journal Economic and Business Vol. 4 No. 3 (2025): ECONOMIC: Journal Economic and Business
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar (LARISMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ejeb.v4i3.1113

Abstract

This study investigates the influence of compensation, work environment, and job satisfaction on employee performance at PT. Sahesa Permata Tangguh. A quantitative approach with an associative research design was used, employing purposive sampling to select 76 employees as the sample. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results show that the three independent variables simultaneously have a significant effect on employee performance, accounting for 64.9% of the variability in performance. The study concludes that improving employee performance requires fair compensation, a supportive work environment, and enhanced job satisfaction. These findings are expected to serve as a reference for more effective human resource management in the furniture industry.
PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN: KAJIAN LITERATUR TERSTRUKTUR Nauli, Mawar; Simangunsong, Ruben; Gok Asi Sinambela, Julivacius; Nauli, Kembang; Sitepu, Jupianus
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v4i6.2827

Abstract

Transformational leadership plays an important role in improving employee performance through four main components: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individual consideration. This study examines the effect of transformational leadership on employee motivation, engagement, and performance through a literature review that groups study into three main clusters: leadership components, impact on motivation and commitment, and impact on performance. The results of the study indicate that transformational leaders who are able to inspire and motivate employees will improve individual and team performance. However, the effectiveness of this leadership style is influenced by cultural factors and organizational structure. Therefore, further research with quantitative and qualitative approaches is needed to test the concept of a model that enlightens and enriches understanding of the context of transformational leadership implementation in various sectors and cultures.
Membangun Kepercayaan Publik Melalui Komunikasi Elektoral: Telaah atas Strategi yang Digunakan Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah Rahel Br Sukatendel; Jupianus Sitepu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1318

Abstract

Kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi, khususnya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), merupakan faktor kunci dalam legitimasi proses pemilihan dan partisipasi pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi elektoral yang diterapkan oleh KPUD dalam pemilihan kepala daerah, serta dampaknya terhadap peningkatan kepercayaan publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, survei, dan analisis konten komunikasi. Data dikumpulkan dari 500 responden yang mewakili pemilih di daerah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi baru oleh KPUD berhasil meningkatkan partisipasi pemilih dari 70% menjadi 82%, dengan peningkatan kepercayaan publik terhadap integritas pemilu dari 55% menjadi 75% setelah kampanye komunikasi dilaksanakan. Selain itu, 65% responden mengaku mendapatkan informasi penting melalui media sosial, dengan 80% dari mereka merasa lebih teredukasi tentang proses pemilu. Forum publik yang diadakan mencapai rata-rata kehadiran 50 orang per acara, dan 90% peserta melaporkan peningkatan kepercayaan setelah mengikuti forum. Analisis lanjut menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan (r = 0.75; p < 0.05) antara transparansi komunikasi dan tingkat kepercayaan publik. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi yang efektif dan responsif sebagai faktor pendorong dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan. Rekomendasi diberikan agar KPUD terus mengembangkan strategi komunikasi yang inklusif dan proaktif, guna memastikan partisipasi yang lebih luas dalam pemilihan mendatang.
Pengaruh Kewirausahaan Terhadap Kapabilitas Perempuan Katolik Di Kota Medan Ditinjau Dari Sudut Pandang Capability Theory Maria Kristina Situmorang; Jupianus Sitepu; Agus Perdana
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Juni-Juli
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i1.51

Abstract

Dalam rangka untuk mendapatkan peluang usaha di lingkungan yang dinamis dan terbuka, UKM yang berorientasi wirausaha harus mengkonfigurasi lagi proses-proses bisnis dan asset yang dimiliki saat ini.Kewirausahan adalah proses melakukan sesuatu yang baru dan atau berbeda untuk menciptakan kesejahteraan bagi dirinya sendiri dan nilai tambah bagi masyarakat. Proses ini memerlukan kejadian kewirausahaan (entrepreneurial event) maupun sebuah agen kewirausahaan (entrepreneurial agent). Kejadian kewirausahaan (entrepreneurial event) berkenaan dengan konseptualisasi dan implementasi sebuah venture/perusahaan baru. Agen kewirausahaan (entrepreneurial agent) adalah seorang individual atau kelompok yang mengasumsikan tanggungjawab personal/pribadi untuk membawa ”entrepreneurial event” menjadi berhasil dengan baik. Proses kewirausahaan mempunyai komponen sikap dan perilaku. Sikap berkenaan dengan kemauan seorang individu atau organisasi untuk merengkuh peluang-peluang baru dan untuk mengambil tanggungjawab untuk mempengaruhi perubahan yang kreatif. Kemauan ini kadang-kadang mengarah seperti sebuah ”orientasi wirausaha”. Perilaku melibatkan serangkaian kegiatan yang diperlukan untuk mengevaluasi sebuah peluang, mendefinisikan sebuah konsep usaha, memperkirakan dan mendapatkan sumber dayasumber daya yang diperlukan dan kemudian mengoperasikan dan memperoleh hasil usaha
Penerapan Green Human Resource Management (GHRM) dan Dampaknya terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kota Medan Jupianus Sitepu; Rahel Br Sukatendel; Rita Vinolia Aruan
Journal of Digital Business and Management Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Digital Business and Management
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/jpyqzh12

Abstract

Growing awareness of environmental issues has encouraged public sector organizations to integrate sustainability principles into human resource management. This study aims to analyze the implementation of Green Human Resource Management (GHRM) and its impact on the performance of Indonesia’s State Civil Apparatus (ASN) within the Medan City Government. The study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis across several regional government agencies within the Medan City Government. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which comprises data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that GHRM has been implemented through the digitalization of personnel administration, reduced paper consumption, environmental awareness training, and the adoption of an environmentally friendly workplace culture. These practices have contributed to improvements in work efficiency, employee discipline, public service innovation, and ASN productivity. However, several challenges remain, including employees’ limited understanding of GHRM, budget constraints, and the absence of well-developed policies specifically governing GHRM practices in the public sector. This study recommends strengthening relevant policies and implementing continuous training programs to support the transformation toward a green bureaucracy within the Medan City Government
FACTORS AFFECTING EMPLOYEE JOB SATISFACTION Conie Nopinda Br Sitepu; Ingan Ukur Br Sitepu; Vina Maria Ompusunggu; Jupianus Sitepu
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 1 No. 1 (2021): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI JOURNAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v1i1.18

Abstract

The data used in this research is the primary data obtained directly from the results of a questionnaire distribution by the respondent. The population of this research is the employees of the PDAM Tirtanadi of North Sumatera province Berastagi branch. The sampling technique used is a saturated sampling technique, which is to take the whole of the total population of 38 people. The data analysis used is double linear regression analysis. The results showed that partially the work itself, the supervisor, the co-workers and the promotion as free variables had no significant effect on job satisfaction, while the salary/wage was partially influential positively and significantly towards job satisfaction. Simultaneously the work itself, supervisors, coworkers, promotions and salary/wages have a positive effect and a significant impact on the satisfaction of employees employment Tirtanadi of North Sumatera province Berastagi branch.The data used in this research is the primary data obtained directly from the results of a questionnaire distribution by the respondent. The population of this research is the employees of the PDAM Tirtanadi of North Sumatera province Berastagi branch. The sampling technique used is a saturated sampling technique, which is to take the whole of the total population of 38 people. The data analysis used is double linear regression analysis. The results showed that partially the work itself, the supervisor, the co-workers and the promotion as free variables had no significant effect on job satisfaction, while the salary/wage was partially influential positively and significantly towards job satisfaction. Simultaneously the work itself, supervisors, coworkers, promotions and salary/wages have a positive effect and a significant impact on the satisfaction of employees employment Tirtanadi of North Sumatera province Berastagi branch.
Studi Kualitatif Mengenai Implementasi Fungsi Pengendalian untuk Menjamin Efektivitas dan Efisiensi Kinerja Organisasi Jupianus Sitepu; Rahel br Sukatendel; Maria Kristina Situmorang
Jurnal Manajemen Indonesia Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi pengendalian dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja di PT. Sumber Mandiri. Latar belakangnya terkait dengan kurangnya koordinasi dan pemantauan kegiatan karyawan, yang dapat berdampak negatif pada produktivitas perusahaan. Fokus utama penelitian adalah pada penerapan fungsi pengendalian sesuai dengan prinsip-prinsip Teori Manajemen Klasik yang dikemukakan oleh Henri Fayol, yang menekankan pentingnya pengendalian dalam memastikan bahwa semua aktivitas perusahaan berjalan sesuai dengan rencana. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan lima narasumber kunci yang memiliki peran penting dalam organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian dilakukan melalui rapat rutin, pemantauan harian, pencatatan hasil kerja, dan evaluasi mingguan. Penerapan ini berkontribusi pada peningkatan efektivitas dan efisiensi, didukung oleh disiplin, kerja sama, dan peran aktif pengurus, meskipun ada hambatan seperti keterbatasan sarana.