Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Literasi Dakwah Digital Pada Pesantren Di Kabupaten Tana Toraja Nurhakki, Nurhakki; Suhardi, Suhardi; Hayana, Hayana; Jusmiati, Jusmiati; Annisa, Nur
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3056

Abstract

Aktifitas dakwah era digital semakin membuka ruang pada diseminasi pesan dakwah Islam melalui pemanfaatan media digital sebagai bentuk adaptasi penyebaran dakwah era new media. Meskipun pemanfaatannya pada penyebaran dakwah Islam khususnya bagi komunitas pesantren masih mengalami kesenjangan, sehingga langkah afirmasi melalui program kemitraan dilakukan untuk mengatasi gap yang ada. Pengabdian menggunakan pendekatan Community Based Research (CBR) dengan tahapan meliputi: laying Foundation, Reserch Planning, Informatin ghatering and Analysis, aksi atas temuan. Aksi yang ditetapkan berdasarkan mapping yang telah dilakukan bersama mitra dampingan adalah Digital dakwah Skills Training yang bertujuan untuk pengembangan sumber daya manusia dalam produksi pesan dakwah digital. Hasil  pengabdian pada dua pondok Pesantren mitra dampingan mengalami peningkatan kecakapan digital meliputi: Pesantren Al-Hidayah telah mengelola website dengan domain https://alhidayahkaduaja.ponpes.id/ yang terintegrasi dengan kanal youtube dan media sosial.  Pesantren Pembangunan Muhammadiyah telah mengelola dua kanal youtube yang dikelola oleh SMK, dan Pondok PPM TanaToraja yang dikelola oleh Yayasan pesantren Pembangunan Muhammadiyah. Pemanfaatan kanal youtube oleh kedua mitra dampingan sebagai hasil dari pengabdian untuk penyebarluasan Dakwah Lembaga Islam di Tana Toraja Sulawesi Selatan. Manfaat pengabdian ini telah menghasilkan perubahan dengan optimalisasi pemanfaatan media sosial dan media online oleh mitra dampingan dalam menyebarluaskan pesan dakwah di Kabupaten Tana Toraja. Secara bertahap juga mengatasi kesenjangan digital dari segi skill akses dan infrastruktur digital.
Religion Identity And Political Polarization: How Does Labeling Make It Worst? Hayat, Nahrul; Nurhakki, Nurhakki
Palita: Journal of Social Religion Research Vol. 7 No. 1 (2022): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v7i1.2715

Abstract

Prabowo's joining of President Jokowi's cabinet is expected to end the polarization of tadpoles versus "kampret". But now, a new label appears called 'Kadrun' or Lizard of the Desert form. Political commentators often use Kadrun on social media as a unique nickname for parties or people against the government. This paper aims to describe the situation of political polarization in Indonesia with the use of religious identity. The analysis focuses on the traces of political labelling "kadrun" on social media that amplify political polarization. The approach used is the descriptive qualitative semiotic framework of Roland Barthes and the concept of labelling as political communication propaganda. The results showed that labelling techniques were used as political propaganda. Kadrun was originally political labelling about the religious identity of certain groups with a political position as opposed to the government. The use of the term kadrun vs cebong on social media by many political commentators has further widened political polarization