Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Diabetes Mellitus Dan Senam Kaki Diabetes Senja Atika Sari; Luthfiatil Fitri, Nury; Ludiana, Ludiana; Kesuma Dewi, Tri; Immawati, Immawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i3.89

Abstract

Diabetes mellitus (DM) ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, mengarah ke hiperglikemia (kadar glukosa darah tinggi). Peningkatan penderita kejadian diabetes mellitus akan menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia, karena diabetes mellitus memiliki berbagai komplikasi yang mengancam jiwa seperti penyakit vascular perifer ekstremitas bawah terutama pada diabetes tipe 2. Saat ini penatalaksanaan diabetes mellitus meliputi pengembalian dan pemeliharaan kadar glukosa darah senormal mungkin dengan diet seimbang, olah raga (senam kaki) dan penggunaan obat hipoglikemik oral atau insulin. Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu dapat meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi keterbatasan pergerakan sendi. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Margorejo Kota Metro dengan sasaran kader Kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan, demonstrasi dan role play. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat seluruh perserta dapat menyerap informasi dengan baik yaitu 85% dapat mempraktekan kembali senam kaki diabetes.
Determinants Of Premenstrual Syndrome And Premenstrual Dysphoric Disorder In Adolescent In Covid-19 Era Dewi, Tri Kesuma; Utami, Indhit Tri
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.752 KB)

Abstract

This pandemic has resulted in many changes, one of which is online learning. This change causes increased stress on students. In women, stress is one of the factors causing the symptoms of premenstrual syndrome (PMS) and premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Women who experience PMS and PMDD will interfere with daily activities and interfere with social relationships. The occurrence of PMS and PMDD will reduce the quality of life of adolescents and will result in disrupted learning processes, so we need to know whether the pandemic affects the increase in PMS and PMDD so that we can determine preventive measures. This needs to be done considering that this pandemic will continue and we need to adapt to these changes. This study aims to see if there is a difference in the prevalence of premenstrual syndrome and premenstrual dysphoric disorder before and after the pandemic occurs and to find out what factors can influence it.This study will use quantitative research methods with a cross sectional approach. Data collection will be carried out at three high schools, namely public, private and high schools with dormitories. Determination of schools using simple random sampling technique and for respondents using total sampling. The sample in this study amounted to 252 students in grade 3 SMA. This data collection is done by filling out a questionnaire. Data collection was carried out after the researchers determined the school as the research location and permission was obtained. The data that has been collected will be processed using SPSS 21. Data analysis will use univariate, bivariate and multivariate data analysis. In this study, the factors that did not affect the occurrence of PMS/PMDD in adolescents were coffee consumption, calcium, body weight and heredity. The factor that influences the occurrence of PMS and PMDD is stress with a P-value of 0.000. Stress is a determining factor in the occurrence of PMS or PMDD in adolescents, students, teachers and health workers should collaborate in dealing with stress in adolescents, especially during the COVID-19 pandemic.
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Usia Preschool Di TK Pertiwi Dewi, Tri Kesuma; Dewi, Nia Risa; Sari, Senja Atika; Nurhayati, Sri; Ludiana, Ludiana; Immawati, Immawati; Fitri, Nury Luthfiyatil
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/prm6nb88

Abstract

Deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia prasekolah penting dilakukan untuk deteksi apakah ada gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi tumbuh kembang pada anak prasekolah adalah dengan penggunaan instrument penilaian motoric kasar pada anak usia prasekolah. Metode yang dilakukan dalam pengabdian pada Taman Kanak-kanak ini yaitu memberikan stimulasi dan demonstrasi motorik kasar pada anak dengan menggunakan instrument penilaian motorik kasar. Kegiatan deteksi dini ini dilakukan pada taman kanak-kanak pertiwi dengan jumlah peserta 40 anak. Hasil yang didapatkan dari pengabdian ini didapatkan masih adanya anak usia dini belum berkembang 10%, mulai berkembang 5%, berkembang sesuai harapan 5% dan berkembang baik sekali 80%. Hendaknya hasil dari pengabdian masayarakat ini menjadi masukan kepada semua pihak untuk dapat memberikan intervensi pada anak yang tahap perkembangannya belum sesuai harapan.
Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Ulkus Diabetik Menggunakan Ipswich Touch Test (IpTT) Utami, Indhit Tri; Sari, Senja Atika; Dewi, Tri Kesuma; Hasanah, Uswatun; Dewi, Nia Risa
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/bv4s8e78

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang perlu penanganan terpadu karena jika tidak mendapatkan penanganan yang adekuat akan menimbulkan komplikasi baik akut maupun kronis. Salah satu komplikasi kronis yang mengakibatkan terjadinya angka morbiditas yang cukup tinggi ialah neuropati. Selain gangguan sensori, penurunanan sirkulasi ke perifer merupakan salah satu penyebab terjadinya ulkus diabetik pada diabetes tipe 2 sebagai akibat adanya penurunan suplai oksigen dan nutrien sehingga bisa menyebabkan luka ganggren pada area kaki. Pada pasien diabetes melitus tipe 2, diperlukan suatu pengetahuan sebagai upaya preventif terhadap terjadinya ulkus diabetik akibat adanya gangguan pada vaskularisasi perifer. Pencegahan terjadinya ulkus diabetic membantu mendeteksi secara dini kaki beresiko dan berfungsi sebagai alat edukasi yang berguna untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit kaki Diabetes dengan menggunakan Ipswich Touch Test (IpTT). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Karang Rejo Kota Metro, Lampung. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode demonstrasi melakukan IpTT. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan post test sebanyak 20 peserta (71%) mampu mendemonstrasikan cara melakukan Ipswich Touch Test (IpTT). Edukasi Kesehatan seperti ini dapat terus dilakukan oleh pihak puskesmas ataupun para kader melalui kegiatan rutinitas seperti setelah melakukan kegiatan senam atau kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Upaya Preventif Pencegahan Penyakit Kanker Dan Penyakit Degeneratif Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Iringmulyo Dewi, Tri Kesuma; Utami, Indhit Tri; Ludiana, Ludiana; Immawati, Immawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/tnzbam09

Abstract

Kanker dan penyakit degenerative adalah beberapa penyakit yang terus meningkat di masyarakat. Salah satu cara untuk mengurangi angka kanker dan penyakit degenerative adalah dengan melakukan pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah seminar dan diskusi. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang Kanker dan Penyakit Degeneratif. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Iring Mulyo dengan jumlah peserta 18 orang. Pengetahuan sebelum dilakukan pengabdian masyarakat yaitu kategori baik sebesar 44% dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan menjadi 67%. Hendaknya hasil dari pengabdian masyarakat ini menjadi masukan kepada semua pihak untuk dapat memberikan pendidikan kesehatan untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif
Studi Fenomenologi : Pengalaman Wanita yang Menjalani Kemoterapi atau Radiasi Tri Kesuma Dewi; Supardi Supardi; Immawati Immawati; Sri Nurhayati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.16880

Abstract

ABSTRACT Cancer is a disease that increases every year, statistics show that women experience breast cancer the most. This research aims to find out what is experienced by patients undergoing cancer treatment, whether chemotherapy or radiation. This research is qualitative research using a phenomenological study method with 4 participants and 2 participants triangulation. Data analysis was carried out using the colaizi method. The results of this study found 3 major themes, namely the patient's experience in dealing with symptoms and the efforts made to treat the symptoms they felt, the patient's experience when undergoing chemotherapy and radiotherapy, the experience of patients and families in dealing with the chemo and radiotherapy process. Chemotherapy and radiation have side effects both physically and psychologically so that they can reduce the patient's quality of life so that patients who will face cancer treatment, both chemotherapy and radiation, must receive good assistance, namely by providing information and psychological assistance. Keyword: Chemotherapy, Radiotherapy  ABSTRAK Kanker adalah penyakit yang meningkat setiap tahunnya, statistic menunjukkan bahwa wanita paling banyak mengalami kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan apa saja yang dialami oleh pasien yang menjalani pengobatan kanker baik itu kemoterapi atau radiasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi fenomenologi dengan jumlah partisipan 4 dan triangulasi 2 partisipan. Analisa data dilakukan dengan menggunakan metode colaizi. Hasil penelitian ini menemukan 3 tema besar yaitu Pengalaman pasien dalam menghadapi gejala dan usaha yang dilakukan untuk mengobati gejala yang dirasakan, Pengalaman pasien saat menjalani kemo dan radioterapi, Pengalaman pasien dan keluarga dalam mengahadapi proses kemo dan radioterapi. Kemoterapi dan radiasi memiliki efek samping baik secara fisik maupun psikologis sehingga dapat menurunkan kualitas hidup pasien sehingga pasien yang akan menghadapi pengobatan kanker baik itu kemoterapi dan radiasi harus mendapatkan pendampingan baik yaitu dengan pemberian informasi dan penampingan psikologis Kata Kunci: Kemoterapi, Radioterapi
Comparison the Efectiveness of Autogenic Relaxation and Deep Breath Relaxation on Fatigue Value in Renal Failure Patients During Hemodyalisis Indhit Tri Utami; Tri Kesuma Dewi; Sri Nurhayati; Fitri Annisa
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 12 No 02 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 12 Number 02 June 2022
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.117 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v12i02.1942

Abstract

Background: Fatigue is one of the problems with a fairly high prevalence among the effects of hemodialysis which hurt the quality of life. Fatigue can be done with relaxation. Relaxation can be done with autogenic and deep breath relaxation. Objectives: This study aims to compare the effectiveness of Autogenic Relaxation and Deep Breathing Relaxation on the Fatigue Value of Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis. Methods: This study used a quasi-experimental two-group randomized pre-post test design. The sample in this study amounted to 40 respondents in total sampling. Bivariate analysis using independent t-test. Results: The results showed that there was no difference in the results between autogenic relaxation and deep breathing relaxation. Conclusion: Autogenic relaxation and deep breathing relaxation are equally effective in reducing fatigue in renal failure patients undergoing hemodialysis.