Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN STEK NILAM (Pogostemon cablin, Benth) PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN JUMLAH RUAS STEK YANG DIGUNAKAN Wahyuni, Sri; Mulyani, Cut; ., Rosmaiti
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6707

Abstract

Tanaman nilam mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan, karena merupakan komoditi penghasil devisa negara. Kondisi nilai ekspor yang meningkat tiap tahunnya mengakibatkan permintaan pasar terhadap nilam juga meningkat. Dengan meningkatnya permintaan nilam, petani harus meningkatkan produksi agar dapat memenuhi kebutuhan ekspor atau pasar lokal. Keterbatasan lahan dan kesuburan tanah sering menjadi kendala. Sehingga diperlukan pengaturan media tanam untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas stek nilam. Dengan teknik budidaya yang tepat, di antaranya dengan penentuan jumlah ruas stek yang optimal akan memberikan dampak terhadap kecepatan pertumbuhan stek nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai komposisi media tanam dan jumlah ruas stek terhadap pertumbuhan stek nilam. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu media tanam yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: M1 (tanah top soil, pupuk kandang), M2 (tanah top soil, pupuk kandang, dan arang sekam), dan M3 (tanah top soil, pupuk kandang, dan cocopeat). Faktor kedua yaitu jumlah ruas yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: J1 (3 ruas), J2 (4 ruas), dan J3 (5 ruas). Data yang diperoleh diuji lanjut menggunakan Uji Duncan (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan berbagai komposisi media tanam dan jumlah ruas stek yang memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter persentase stek tumbuh dan panjang tunas stek nilam. Perlakuan yang terbaik adalah kombinasi perlakuan antara M1 atau M3 dengan perlakuan berbagai jumlah ruas.
KERAGAAN BIOFISIK, SOSIAL DAN PENDAPATAN SERTA KELAYAKAN USAHA TANI TAMBAK SILVOFISHERY DI KECAMATAN SERUWAY, ACEH TAMIANG iswahyudi, iswahyudi; Rosmaiti, Rosmaiti; Indra, Siti Balqies; Mulyani, Cut
Jurnal Belantara Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v7i2.1045

Abstract

The increase in aquaculture businesses in the coastal areas of Seruway District, Aceh Tamiang Regency, has resulted in high conversion of mangrove forests into ponds. If management is not carried out, it will have an impact on coastal environmental degradation. Therefore, it is necessary to look for a sustainable pond management model. One model is silvofishery. In developing this silvofishery model, biophysical environmental data, social and economic conditions of pond cultivation are needed. The aim of this research is to determine the biophysical, social performance, income level and feasibility of a silvofishery system pond business. The research was conducted using descriptive methods with survey techniques. The research results show that the silvofishery ponds at the research location use a partite pond model. From the analysis of biophysical properties, overall results were obtained, the conditions were suitable for the development of milkfish and tiger prawn cultivation. From social performance, the results showed that silvofishery system pond farmers are still of productive age and have an average pond area of 5 ha. The income obtained from silvofishery system ponds is IDR 19,560,000/ha/year/farmer. Silvofishery pond system If the R/C value is greater than 1, then silvofishery pond farming is worth pursuing.
Pengaruh Intensitas Serangan Hama Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella Snell) Terhadap Kehilangan Hasil Kakao Di Kecamatan Pantee Bidari Yudiansyah, Ibnu; Mulyani, Cut; Heviyanti, Maria
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3835

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intensitas serangan hama  penggerek buah kakao terhadap kehilangan hasil  kakao di Kecamatan Pantee Bidari. Penelitian ini menggunakan metode survei, penentuan sampel dilakukan secara Purposive yang dilaksanakan di tiga desa yaitu Desa Buket Bata, Seuneubok Tuha dan Pante Rambong mulai dari bulan Desember 2019 sampai bulan Januari 2020. Pada masing-masing kriteria kebun yang diamati, persentase dan intensitas serangan hama penggerek buah kakao menunjukan tingkatan yang berbeda, hal ini disebabkan oleh rendahnya kelembaban kebun yang memicu tingginya aktivitas hama PBK. Rerata persentase serangan dan intensitas serangan hama penggerek buah kakao tertinggi yaitu pada kebun yang tidak dirawat dengan nilai masing-masing 72,8% dan 61,7,% yang terendah yaitu pada kebun yang mempraktikkan pengendalian hama terpadu dengan nilai masing-masing 25% dan 5,2%. Rerata intensitas serangan pada seluruh kebun yang diamati yaitu 29%. Sedangkan kehilangan hasil akibat meningkatnya intensitas serangan hama penggerek buah kakao mencapai 333,5 Kg/ha/Tahun atau 50,02%. Kata Kunci; Kakao, Penggerek Buah Kakao, Pengendalian Hama Terpadu
Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Organik Cap 3 Kelapa Dan Berbagai Jenis Mulsa Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Nur, Hardianti; Mulyani, Cut; Marnita, Yenni
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dengan pemberian dosis pupuk organik cap 3 kelapa dan berbagai jenis mulsa organik, serta mengetahui interaksi  antara pemberian dosis pupuk organik cap 3 kelapa dan berbagai jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola factorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor dosis pupuk organik cap 3 kelapa dengan notasi D yang terdiri dari 3 taraf yaitu : D‚ = 0,81 kg/plot (10 ton/ha), D‚‚ = 1,21 kg/plot (15 ton/ha), dan D‚ƒ = 1,62 kg/plot (20 ton/ha). Faktor Jenis Mulsa Organik  dengan notasi M yang terdiri dari 3 taraf yaitu : M‚ = Ampas tebu, M‚‚ = Tandan Kosong Kelapa Sawit, dan M‚ƒ = Jerami Padi. Parameter  yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, jumlah polong perplot, berat 100 biji dan produksi per Ha (ton). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cap 3 kelapa berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman kacang hijau umur 4, 5 dan 6 MST, Jumlah Polong per Plot dan Berat 100 biji. Hasil terbaik yaitu didapatkan pada perlakuan D‚ƒ = 1,62 kg/plot. Pemberian jenis mulsa organik memberikan pengaruh nyata pada parameter Jumlah Polong per Plot dan Berat 100 biji. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan jenis mulsa organik jerami padi yaitu M‚ƒ. Interaksi dosis pupuk organik cap 3 kelapa dengan berbagai jenis mulsa organik memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman kacang hijau umur 4, 5 dan 6 MST dan berpengaruh nyata pada berat 100 biji. Interkasi terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan dosis pupuk organik cap 3 kelapa 1,62 kg/plot dan mulsa jerami padi.
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DALAM MENDUKUNG SISTEM PENGELOLAAN HAMA TERPADU DI DESA MATANG ARA JAWA, KABUPATEN ACEH TAMIANG Mulyani, Cut; Iswahyudi, Iswahyudi; Navia, Zidni Ilman; Fauzia, Arisna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19647

Abstract

ABSTRAKDesa Matang Ara Jawa memiliki produk unggulan tanaman desa yaitu tanaman padi dan menjadi penyumbang hasil panen padi untuk Kabupaten Aceh Tamiang. Hasil panen tersebut sering sekali mengalami kegagalan panen akibat adanya serangan hama. Poktan Tunas Karya menjadi kelompok tani yang bergerak di bidang pertanian yang menghasilkan padi seluas 25 hektar. Berdasarkan survei awal, tanaman padi pada mitra memiliki permasalahan pada serangan hama wereng cokelat yang menyebabkan gagal panen. Dalam pengendaliannya, mereka hanya memanfaatkan pestisida berbahan dasar kimia sintetis, sehingga padi yang dihasilkan tidak baik bagi kesehatan. Selain itu, tingkat pengetahuan Poktan dalam pembuatan pestisida nabati juga masih rendah. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan kepada kelompok tani dengan membuat pestisida nabati dalam meningkatkan produksi kualitas tanaman padi mereka. Metode yang digunakan yaitu melakukan demonstrasi kepada Poktan dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang petani. Tahapan kegiatan dari PKM ini adalah survei awal dengan melakukan pendataan pengetahuan peserta, melakukan kegiatan demonstrasi, serta melaksanakan evaluasi kegiatan berupa angket. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terhadap pengelolaan hama terpadu, kemudahan pembuatan pestisida nabati, serta kemudahan pengaplikasian pada padi. Ke depannya, kegiatan ini dapat menjadi penggagas bagi Poktan untuk menggunakan pestisida nabati pada pertaniannya dalam mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Kata kunci: manyak Payed; hama; pestisida nabati; dan ramah lingkungan. ABSTRACTMatang Ara Jawa Village has a superior crop product, namely rice, and is a contributor to the rice harvest for Aceh Tamiang District. These crops often experience crop failure due to pest attacks. Poktan Tunas Karya is a farmer group engaged in agriculture that produces 25 hectares of rice. Based on the initial survey, the partner's rice plants had problems with brown planthopper pests that caused crop failure. In its control, they only use synthetic chemical-based pesticides, so the rice produced is not good for health. In addition, the Poktan's level of knowledge in making botanical pesticides is also still low. The purpose of this service is to improve skills to farmer groups by making botanical pesticides in improving the production quality of their rice plants. The method used is to conduct demonstrations to farmer groups with a total of 16 participants. The activity stages of this PKM are an initial survey by collecting data on participants' knowledge, conducting demonstration activities, and carrying out activity evaluations in the form of questionnaires. The results of the activity evaluation showed an increase in knowledge of integrated pest management, ease of making botanical pesticides, and ease of application to rice. In the future, this activity can be an initiator for Poktan to use botanical pesticides on their farms in supporting Sustainable Food Security. Keywords: manyak Payed; pest; botanical pesticides; and environmentally friendly.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (conopomorpha cramerella) TERHADAP PRODUKSI KAKAO DI KECAMATAN MANYAK PAYED Sara, Fatia; Mulyani, Cut; Iswahyudi, Iswahyudi
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v21i2.3975

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of cocoa pod borer (CPB) pest attack intensity on cocoa production in Manyak Payed District. This study used a survey method, sampling was carried out using a "purposive" method which was carried out in 3 villages, namely Lhueng Manyoe village, Krueng Sikajang village, Pahlawan village starting from August to September 2022. In each of the observed garden criteria, percentage and The intensity of CPB pest attacks shows different levels because of the way cocoa farmers tend their farms so that there are plantations that have the highest CPB pest attack rates and there are gardens that have the lowest CPB pest attack rates. The gardens with the highest attack rate were found in the village of Lhueng Manyoe with the category of unkempt gardens and the lowest attack was found in the village of Krueng Sikajang with the category of conventionally treated gardens. The average attack intensity on all observed plantations was 24%. Meanwhile, the loss of cocoa yield reached 275.96 kg/ha/year.
PENGARUH INSEKTISIDA NABATI DAN TEKNIK APLIKASI TERHADAP MORTALITAS HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) Ardiansyah, Ardiansyah; Mulyani, Cut; ., Rosmaiti
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.6607

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) dapat menyebabkan penurunan hasil yang signifikan jika tidak ditangani dengan segera dan tepat. Pengendalian hama S. frugiperda dapat dilakukan menggunakan senyawa kimia alami dari tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh insektisida nabati dan teknik aplikasi terhadap larva ulat grayak. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu jenis insektisida nabati dan teknik aplikasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varians (Anova), kemudian dilanjutkan dengan Uji Duncan (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa interaksi jenis insektisida nabati dan teknik aplikasi berpengaruh nyata pada  pengamatan 1 HSA dan berpengaruh sangat nyata pada  pangamatan 2 HSA terhadap persentase mortalitas larva S. frugiperda tetapi tidak berpengaruh nyata pada  pengamatan 3, 4 dan 5 HSA. Hasil terbaik diperoleh pada  perlakuan ekstrak kombinasi daun pepaya dan bawang putih dengan teknik aplikasi pakan direndam (I3A2). Perlakuan jenis insektida nabati berpengaruh sangat nyata terhadap persentase pupa yang terbentuk dan persentase imago yang muncul. Perlakuan terbaik jenis insektisida nabati adalah daun pepaya dan bawang putih (I3) yang mampu membunuh larva S. frugiperda sebesar 100%. Perlakuan teknik aplikasi terbaik adalah pakan direndam (A2) yang mampu menekan 75% mortalitas larva S. frugiperda.
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Lama Perendaman terhadap Pertumbuhan Stek Buah Naga (Hylocereus costaricensis) Novani, Anzeli Surya; Mulyani, Cut; Mardiyah, Ainul
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v8i1.6260

Abstract

This study aimed to determine the effect of natural growth regulators (ZPT) and soaking duration on the growth of dragon fruit cuttings (Hylocereus costaricensis). The experiment used a Randomized Block Design (RBD) with two factors: natural growth regulators (honey, shallot extract, and coconut water extract) and soaking durations (3, 5, 7, and 9 hours). Data were analyzed using ANOVA followed by an LSD test at a 5% significance level. The results showed that natural growth regulators significantly affected the percentage of live cuttings, shoot emergence time, number and length of shoots, and number and length of primary roots. The best performance was obtained from coconut water extract (Z3) with 9 hours of soaking (P4), producing the longest primary roots and the highest shoot number. The novelty of this study lies in testing the combination of coconut water extract and a longer soaking duration (9 hours), which has rarely been examined before, as an eco-friendly alternative to accelerate vegetative propagation in dragon fruit cultivation.
PELATIHAN PEMETAAN PARTISIPATIF DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR TERPADU DI DESA KUALA PAREK, KABUPATEN ACEH TIMUR Fauzia, Arisna; Iswahyudi, Iswahyudi; Bravikawati, Marini; Mulyani, Cut; Hamdani, Hamdani; Zulfadhli, Zulfadhli
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65211

Abstract

Kuala Parek Village, located in a coastal area with a public tourist beach, boasts various village assets and ecosystems that generate natural resources. As one of the oldest villages in East Aceh Regency, Kuala Parek Village has significant coastal potential. However, the village faces challenges in coastal area management and regional development, particularly related to spatial information technology. This technology is already commonly used in addressing integrated coastal area planning and management. The urgency of this research is to conduct mapping that can provide a clear picture of village potential, natural resources/ecosystems, and village assets that can support sustainable development. The purpose of this community service is to conduct participatory mapping training activities to review current village boundaries. This is useful for facilitating partners in implementing integrated coastal area management. The methods used include mapping training involving the community and field mapping surveys. The results obtained show an increase in community skills in understanding regional mapping, the ability to operate Google Earth for location determination, and improved capacity in identifying village potential related to coastal area management. Through surveys conducted to review village boundaries and potential, village governments have become more enthusiastic about remapping existing community resources. This is because participatory mapping can provide accurate information from the community by incorporating geospatial data.Desa Kuala Parek, yang terletak di kawasan pesisir dengan pantai wisata yang terbuka untuk umum memiliki berbagai aset-aset desa, dan ekosistem yang menghasilkan sumber daya alam. Sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Aceh Timur, Desa Kuala Parek ini memiliki potensi desa di bidang kepesisiran. Namun, desa ini menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan wilayah desa pesisir dan aspek manajemen pengembangan daerah yang bersifat teknologi informasi spasial. Teknologi ini sudah umum dalam mengatasi perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir terpadu. Urgensi penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan yang dapat memberikan gambaran yang jelas tentang potensi desa, sumber daya alam/ekosistem, serta aset desa yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan kegiatan pelatihan pemetaan secara partisipatif dalam meninjau kembali batas-batas desa terkini. Hal ini bermanfaat untuk memudahkan mitra dalam melakukan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu. Metode yang digunakan yaitu pelatihan pemetaan yang melibatkan masyarakat serta survei pemetaan di lapangan. Hasil yang didapatkan dari berupa adanya peningkatan terhadap kemampuan masyarakat dalam pemahaman terhadap pemetaan daerahnya, dapat mengoperasikan google earth untuk penentuan lokasi, dan terkait pengelolaan wilayah pesisir dalam mengidentifikasi potensi desa. Melalui kegiatan survei dalam peninjauan kembali batas dan potensi desa, pemerintah desa menjadi lebih antusias dalam melakukan pemetaan kembali sumber daya yang ada di masyarakat. Hal ini dikarenakan pemetaan partisipatif mampu memberikan informasi yang akurat dari masyarakat dengan menyesuaikan data geospasial.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN INSEKTISIDA NABATI DI KELOMPOK TANI BAN TIMOH, KECAMATAN SUNGAI RAYA SEBAGAI WUJUD PERTANIAN BERKELANJUTAN Iswahyudi, Iswahyudi; Saputra, Iwan; Fauzia, Arisna; Bravikawati, Marini; Mulyani, Cut
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.7033

Abstract

Desa Buket Drien, Kecamatan Sungai Raya merupakan salah satu desa di Kabupaten Aceh Timur yang memiliki produk unggulan berupa padi dan tanaman holtikultura. Desa ini juga menjadi salah satu penyumbang gabah hasil panen di Kabupaten Aceh Timur. Namun, dalam memanen hasil pertaniannya sering sekali tanaman diserang oleh hama. Contohnya di Kelompok Tani Ban Timoh yang menjadi kelompok tani bergerak di bidang pertanian dengan menghasilkan padi mencapai 1-2 ton/ha setiap musim tanam. Kelompok tersebut juga memiliki kendala dalam pengendalian hama. Hama yang sering menyerang adalah Hama penggerek batang dan pernah menyebabkan gagal panen. Untuk pengendalian dikarenakan jumlahnya banyak, mereka sering menggunakan insektisida sintetis yang memberikan residu pada hasil pertanian mereka. Selain itu, rendahnya tingkat pengetahuan kelompok tani dalam pengelolaan hama terpadu melalui identifikasi lahan sawah sekitarnya dan cara pembuatan insektisida nabati sebagai pengelolaan hama bersifat hayati. Metode yang digunakan yaitu metode edukasi mengenai pengelolaan hama terpadu (PHT) serta jenis-jenis serangan hama dan mengajak aktif untuk ikut demonstrasi pembuatan insektisida nabati. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu penerapan kegiatan pelatihan pembuatan insektisida nabati dapat mengatasi permasalahan petani dalam mengurangi penggunaaan bahan kimiawi. Peningkatan pengetahuan masyarakat juga mengindikasikan keberhasilan kegiatan dikarenakan adanya selisih hasil pre-test dan post-test yang signifikan pada setiap item topik pertanyaan dengan rata-rata mencapai angka 30%.