Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Biskuit Booster Asi Dan Perawatan Payudara Untuk Meningkatkan Volume Asi Ibu Menyusui: Training on Making Breast Milk Booster Biscuits and Breast Care to Increase Breast Milk Volume in Lactating Mothers Dewiani, Kurnia; Himalaya, Dara; Suryati, Suryati; Destriyani, Sri Nengsih; Sari, Wenny Indah Purnama Eka
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v5i1.138

Abstract

The low coverage of exclusive breastfeeding in Mojo Rejo Village, Rejang Lebong Regency, is influenced by multiple factors, including limited maternal knowledge of lactation management, inadequate breast care techniques, and suboptimal nutritional intake during breastfeeding. This community service program aimed to implement research findings through an integrated training approach to increase breast milk volume and improve the success of exclusive breastfeeding. The program was conducted in the form of training sessions for breastfeeding mothers. The population included all breastfeeding mothers in Mojo Rejo Village, with a sample of 30 participants who attended and actively took part in the activities. The main variables addressed were knowledge of exclusive breastfeeding, skills in preparing breast milk booster biscuits, and skills in performing breast care. The instruments used consisted of educational materials, live demonstrations, and supporting teaching aids. The biscuit-making training utilized locally available ingredients, namely moringa leaf flour (Moringa oleifera) and tuna fish oil (Thunnus sp). The effectiveness of the program was assessed through participatory observation and skill evaluation. Data were analyzed descriptively to measure improvements in participants’ knowledge and practical skills. The evaluation results showed a 90% increase in participants’ knowledge regarding exclusive breastfeeding. In addition, there was a 70% improvement in participants’ skills in producing breast milk booster biscuits as an alternative supplementary food, and a 100% improvement in their ability to independently perform breast care practices. These findings indicate that the training successfully enhanced mothers’ capacity to optimize breast milk production. In conclusion, the integrated training program combining lactation education, breast care practice, and the preparation of locally sourced nutritional supplements was effective in improving breastfeeding mothers’ knowledge and skills. As a recommendation, similar mentoring and training models may be adopted by health workers and communities in other areas to address low breast milk production and exclusive breastfeeding coverage, while also empowering local communities through the utilization of local resources.
Gambaran Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kota Bengkulu Rifni, Revalina; Himalaya, Dara; Mustikasari Kurnia Pratama, Rini; Yusanti, Linda; Dewiani, Kurnia
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.625

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Ibu bekerja menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi pemberian ASI eksklusif, seperti faktor usia, tingkat pendidikan, paritas, kebijakan cuti yang belum mendukung secara maksimal, kurangnya dukungan fasilitas di tempat kerja, serta keterbatasan waktu karena beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, subjek penelitian ini adalah ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan. Sampel terdiri dari 65 ibu bekerja yang memiliki bayi usia 6-24 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif berada pada kelompok usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 31 responden (81,6%). Mayoritas responden yang berhasil menyusui secara eksklusif memiliki pendidikan tinggi yakni sebesar 29 responden (76,3%), dan sebagian besar ibu multipara memberikan ASI eksklusif dengan persentase mencapai 22 responden (57,9%). Ibu dengan cuti melahirkan ≥3 bulan lebih banyak berhasil memberikan ASI eksklusif yang mencapai 25 responden (65,8%). Hampir semua responden yang mendapatkan dukungan fasilitas tempat kerja berhasil menyusui eksklusif dengan persentase 33 responden (86,8%). Responden dengan durasi kerja <8 jam per hari juga menunjukkan angka keberhasilan lebih tinggi sebanyak 27 responden (71,1%). Kesimpulan Lebih dari setengah ibu bekerja di Kota Bengkulu berhasil memberikan ASI eksklusif, yaitu sebesar 38 responden (58,5%).