Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE, TRAINING AND EXPERIENCE WITH FIRE EMERGENCY PREPAREDNESS IN WAREHOUSE PT. X BATAM IN 2023 Wulandari, Dita; amaliah, rizqi ulla; Sundaru, Agung
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v5i1.691

Abstract

Latar Belakang: Kebakaran adalah peristiwa yang melibatkan pembakaran bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, plastik, atau bahan bakar. Ini adalah kejadian darurat yang seringkali dapat menyebabkan kerusakan besar, cedera fisik, atau bahkan kematian. Kebakaran dapat terjadi di berbagai lokasi, termasuk rumah, bangunan komersial, hutan, dan fasilitas industri. Tujuan: mengetahui hubungan kompetensi pekerja dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran di Warehouse PT. X Kota Batam. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini ialah jenis penelitian jenis penelitian survey dengan metode kuantitatif, dikarenakan dalam menentukan hubungan kompetensi pekerja dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran di warehouse PT. X Kota Batam. Metode: Penelitiankuantittatif cross sectional dengan populasi dan sampel sebanyak 40 pekerja di Warehouse PT X Kota Batam. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data uji statistik. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesinoner. Hasil Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran di Warehouse PT. X Kota Batam Tahun 2023, dibuktikan dengan nilai P-value sebesar 0.18 atau nilai sig a 0.05. Terdapat hubungan antara pelatihan dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran di Warehouse PT. X Kota Batam Tahun 2023, dibuktikan dengan nilai P-value sebesar 0.014 atau nilai sig a 0.05. Terdapat hubungan antara pengalaman dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran di Warehouse PT. X Kota Batam Tahun 2023, dibuktikan dengan nilai P-value sebesar 0.18 atau nilai sig a0.002. Kesimpulan: Ada hubungan antara kompetensi pekerja dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran di Warehouse PT X Kota Batam 2023. Saran: Pekerja perlu meningkatkan kembali kesadaran akan pentingnya pengetahuan mengenai kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran yang ada di tempat kerja.
Analisis Penerapan K3 Laboratorium Berdsarkan Permenkes No 43 Tahun 2013 Di Laboratorium RS X. Di Kota Batam Tahun 2024 ayu martini; Rizqi Ulla Amaliah; Krismadies Krismadies
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 3 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v3i1.11349

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Laboratorium ialah Segala kegiatan yang dilakukan untuk menjamin dan melindungi sumber daya manusia di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pasien, pendamping pasien, karyawan, dan pengunjung rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui standar penerapan K3 di Laboratorium Rumah Sakit X Kota Batam. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif (wawancara mendalam) dan tringulasi data . Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang yaitu Direktur Rumah Sakit, Tim K3RS, Ka Laboratorium Rumah Sakit, Laboratorium analyst. Hasil penelitian ini adalah adanya komitmen dan kebijakan manajemen secara tertulis dan secara perencanaan terhadap standar penarapan K3 Sumber daya manusia, dana, sarana penunjang K3 di Laboratorium Rumah Sakit hanya saja belum terimplementasi sepenuhnya Dalam penerapan standar K3 di Laboratorium Rumah Sakit X sudah ada yang dijalankan, seperti kegiatan, prinsip ergonomi, kesehatan berkala, perilaku hidup bersih , pengelolaan peralatan medis aspek K3, pengelolaan limbah B3, pengendalian penyakit akibat kerja dan dan kecelakaan akibat kerja. Saran untuk manajemen rumah sakit tetap mempertahankan penerapan standar K3 yang sudah terlaksana dan bertambahnya program-program K3.
BLS Training and Welders’ Knowledge and Attitudes Toward Workplace Emergency Management: A Study in the Erection Area at PT X, Karimun Regency Amaliah, Rizqi Ulla; Parisma, Wan Intan; Wiranto, Wiranto
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 5 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i5.580

Abstract

Introduction: Welding work in the construction sector carries a high risk of workplace accidents that may require emergency response, including sudden cardiac arrest. Basic life support is a vital skill to sustain victims until medical assistance arrives. Objective: This study analyzed the relationship between basic life support training and welders’ knowledge and attitudes toward managing workplace accidents in the erection area of PT X, Karimun Regency. Method: This quantitative study used a cross-sectional design and involved 32 welders recruited through total sampling. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test at a significance level of 0.05. Result and Discussion: A significant association was found between basic life support training and workers’ knowledge (p < 0.001); 94.4% of trained workers demonstrated a high level of knowledge. However, no significant association was identified between training and workers’ attitudes (p = 0.145), although a tendency toward more positive attitudes was observed among trained workers. Conclusions: Basic life support training plays an important role in improving welders’ knowledge, whereas developing positive attitudes may require additional strategies such as simulation-based practice, habituation, and reinforcement of a safety culture
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI PT X Kafit, M.; Utami, Leni; Razali, Roni; Amaliah, Rizqi Ulla; Aini, Nur
Jurnal Liga Ilmu Serantau Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Liga Ilmu Serantau
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jlis.v3i1.1402

Abstract

The behavior of hazardous waste (B3) management is influenced by knowledge of occupational health and safety (K3) and infrastructure. Inadequate K3 knowledge and insufficient infrastructure can affect the behavior of hazardous waste management. This study aims to determine the relationship between K3 knowledge and infrastructure on hazardous waste management behavior at PT X Pekanbaru City. This research employs a quantitative descriptive approach with a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling, resulting in a sample size of 50 participants. Data collection methods included primary data through K3 knowledge questionnaires, infrastructure questionnaires, and hazardous waste management behavior questionnaires. Secondary data were obtained from the administrative records of PT X. The research results indicate that there is a relationship between OHS (Occupational Health and Safety) knowledge (p = 0.002) and infrastructure facilities (p = 0.011) and hazardous waste (B3) management behavior (p < 0.05). The conclusion of this study shows that the majority of respondents have fairly good OHS knowledge, adequate infrastructure, and good behavior in managing hazardous waste (B3). It is recommended that the company consider improvements for further development, particularly in enhancing OHS knowledge, given that 66% of respondents have only a moderate level of OHS knowledge; therefore, it is important to strengthen education and training efforts regarding occupational health and safety (OHS)
Pengembangan strategi manajemen penanggulangan kebakaran di puskesmas Amaliah, Rizqi Ulla; Fauzi, Asnil; Suliana, Naily Nur
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2390

Abstract

Background: Indonesia is a country with a high level of disaster potential. Disasters can occur due to natural, non-natural, or human-caused factors. Fires are categorized as a non-natural disaster based on their cause. One public facility that also needs to address this situation is the community health center. The community health center must be prepared for fire disasters because they accommodate patients, families, visitors, and the the community health center' own human resources. Purpose: To develop a fire management strategy in the community health center. Method: This sequential, mixed-methods exploratory study began with qualitative data collection and continued with quantitative data collection. The study was conducted in 20 Community Health Center in Batam City, Riau Islands, in 2025. The stages included analysis of fire prevention and control, communication and coordination aspects, development of a management model, and quantitative evaluation of the model. Results: Based on observations, most fire prevention facilities and systems are still not optimally available. Regarding fire protection system guidelines, all the community health center lack clear guidelines. Similar conditions were also found for hydrants, sprinklers, water pumps, and emergency power sources, all of which were not available at all observed locations. Meanwhile, only a small number of community health centers have fire alarms, smoke detectors, and internal communication systems. However, all community health center have portable fire extinguishers and evacuation routes, demonstrating basic emergency response measures. However, without the support of other fire protection systems, these measures are insufficient to ensure overall safety. Conclusion: Fire preparedness remains relatively low, constrained by incomplete and unintegrated fire protection systems. This highlights the need for cross-sector collaboration, resulting in comprehensive strengthening of facilities, systems, and cooperation to ensure safety.   Keywords; Community Health Center; Fire Management; Portable Fire Extinguishers.   Pendahuluan: Indonesia merupakan negara dengan tingkat potensi bencana yang tinggi. Bencana dapat terjadi karena faktor  alam, non alam maupun ulah manusia. Kebakaran berdasarkan penyebabnya dikategorikan dalam bencana non alam. Salah satu fasilitas umum yang juga perlu memperhatikan kondisi ini adalah puskesmas. Puskesmas harus siap dalam menghadapi bencana kebakaran karena di dalamnya terdapat pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan SDM di puskesmas itu sendiri. Tujuan: Untuk mengembangkan strategi manajemen penanggulangan kebakaran di puskesmas. Metode: Penelitian mixed-method sequential exploratory, yaitu diawali dengan pengumpulan data kualitatif, dilanjutkan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kota Batam, Kepulauan Riau pada tahun 2025 terhadap 20 Puskesmas. Tahapannya meliputi analisis pencegahan dan pengendalian kebakaran serta aspek komunikasi dan koordinasi, pengembangan model manajemen, dan evaluasi model secara kuantitatif. Hasil: Berdasarkan observasi, sebagian besar fasilitas dan sistem penanggulangan kebakaran masih belum tersedia secara optimal. Pada aspek pedoman sistem proteksi kebakaran, seluruh puskesmas belum memiliki pedoman yang jelas. Kondisi yang sama juga ditemukan pada hidran, sprinkler, pompa kebakaran, dan sumber daya listrik darurat, seluruhnya tidak tersedia di semua lokasi yang diamati. Sementara itu, alarm kebakaran, smoke detector, dan sistem komunikasi internal hanya sebagian kecil puskesmas yang telah memiliki. Di sisi lain, seluruh puskesmas sudah memiliki alat pemadam api ringan (APAR) dan sarana jalan keluar (evakuasi), menunjukkan adanya upaya dasar dalam penanganan keadaan darurat. Namun, tanpa didukung sistem proteksi kebakaran lainnya, upaya tersebut belum cukup untuk menjamin keselamatan secara menyeluruh. Simpulan: Kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran masih tergolong rendah dengan keterbatasan pada sistem proteksi kebakaran yang belum lengkap dan belum terintegrasi. Hal ini menunjukkan, perlu adanya kolaborasi lintas sektor, sehingga adanya penguatan menyeluruh pada fasilitas, sistem, dan kerja sama untuk menjamin keselamatan.   Kata Kunci: Alat Pemadam Api Ringan (APAR); Manajemen Penanggulangan Kebakaran; Puskesmas.