Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN ANAK ABK DALAM GERAKAN LITERASI DIGITAL ETIC SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN MELALUI MEDIA SOSIAL Firman, Firman; Al Jumroh, Siti Fatihaturrahmah; Witdianti, Yeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21424

Abstract

Literasi Digital merupakan program yang diluncurkan oleh presiden Republik Indonesia pada tahun 2017 dalam hal ini yang bertanggung jawab KOMINFO, yang dimana pada program ini memilikiempat pilar atau komponen utama yaitu: (1) Digital Etic, (2) Digital Culture, (3) Digital Skill, dan (4) Digital safety. Program tersebut sebagai upaya mengatasi dampak dari perkembangan teknologiinformasi baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak yang sangat mudah untuk diaksesdimana dan kapanpun. Hal ini menimbulkan masalah sosial di kalangan masyarakat umum khususnya anak remaja yang mana sangat mudah untuk mengakses informasi berupa video, gambardan teks tanpa ada filter. Sehingga mempengaruhi pola bahasa dalam berkomunikasi seperti contoh dengan mudahnya melakukan perundungan, hinaan, ujaran kebencian, baik agama, suku dan ras. Mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan kegiatan pendampingan secara terstruktur dengan menggunakan metode edukatif kepada remaja dan guru di sekolah tingkat SMP terkhusus anak berkebutuhan khusus. Mitra dalam kegiatan ini adalah SMPLB Kabpaten Sorong. Hasil yang diperoleh melalui instrument evaluasi, menunjukkan aplikasi yang diciptakan yang merupakan sebuah pengembangan media pembelajaran berbasis literasi digital etic ini mampu meningkatkan kemampuan siswa dalm berliterasi digital sehingga tingkat perundungan dapat diminimalisir, hal itu terbukti dari hasil insrument yang dibagikan kepada siswa, bahwa 92% siswa telah mampu berliterasi digital dan merasakan dampak positif dari pendampingan ini.
ANALSISI WACANA KRITIS DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII SMA : ANALSISI WACANA KRITIS DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII SMA Rumadaul, Ardawia; Marzuki, Ismail; Witdianti, Yeni
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk representasi ideologi yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Lanjut untuk SMA/MA Kelas XII terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022 dengan menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian berupa kutipan teks yang dianalisis berdasarkan tiga dimensi wacana menurut Van Dijk, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi terhadap teks dalam buku ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks tersebut mengandung konstruksi ideologi yang direpresentasikan secara halus melalui wacana. Pada dimensi struktur teks, ideologi tampak melalui pilihan tema, pengorganisasian teks, dan pemilihan diksi yang cenderung membangun wacana pelestarian budaya, nasionalisme, keteladanan moral, dan pembentukan karakter peserta didik. Pada dimensi kognisi sosial, ditemukan bahwa penyusunan wacana dalam buku ini merupakan hasil konstruksi pengetahuan sosial yang selaras dengan orientasi pendidikan nasional. Sementara itu, pada dimensi konteks sosial, isi teks mencerminkan dukungan terhadap Program Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, buku teks ini tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran bahasa, tetapi juga sebagai instrumen reproduksi ideologi dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi kritis dalam pembelajaran bahasa agar peserta didik tidak hanya memahami teks secara linguistik, tetapi juga secara ideologis.