Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP KINERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR PADA KARYAWAN CV.WJ Dewi, Rusmalia; Nawangsih, Sri Kandariyah
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 2, No 2 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepribadian (Big Five personality) yang terdiri dari faktor Neuroticism, Extraversion, Openness to experience, Agreeableness dan Conscientiousness terhadap kinerja dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderator pada karyawan CV.WJ. Subyek penelitian ini adalah karyawan CV. WJ yang berjumlah 55 orang dengan karakteristik: pendidikan minimal SMA, karyawan tetap (bukan sebagai karyawan harian lepas).Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling . Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala. Untuk Big Five Personality menggunakan alat ukur yaitu alat tes Neo-Pi R dan Kinerja sudah didapatkan kriteria penialaiannya dari perusahaan tempat penelitian yaitu CV.WJ. Ada satu skala yang dibuat yaitu skala komitmen karyawan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Regresi Linier. Tahap pertama melakukan regresi faktor Big Five Personality terhadap Kinerja. Tahap ke dua melakukan regresi nilai Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada CV.WJ. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Ada pengaruh Big Five Personality terhadap Kinerja dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Moderator pada karyawan CV.WJ. Berdasarkan hasil analisis diketahui F Big Five Personality sebesar 0,045 (p>0,050) artinya ada pengaruh terhadap kinerja namun komitmen organisasi senagai variabel moderator dengan F=0,430 (p>0,05) tidak mempunyai pengaruh ke kinerja. Hipotesanya adalah ada pengaruh big five personality terhadap kinerja namun komitmen tidak berpengaruh terhadap kinerja. Secara keseluruhan komitmen organisasi tidak dapat menjadi mediator pada pengaruh big five ke kinerja.
PENGARUH ACHIEVEMENT GROUPING DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Linayaningsih, Fitria; Nawangsih, SK.
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 2, No 2 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh achievement grouping dan dukungan sosial terhadap psychological well being siswa menengah pertama. Penelitian ini dilakukan pada 204 siswa kelas VIII SMP “X” Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psychological well-being dan skala dukungan sosial. Metode pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Analisis data dengan menggunakan Analisis Varian. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa ada pengaruh antara psychological well-being dan dukungan sosial sebesar 0,339. Selain itu didapatkan pula hasil bahwa pengelompokan siswa dengan metode dengan achievement grouping memberikan pengaruh pada psychological well-being siswa, dimana siswa yang ditempatkan pada kelompok kelas dengan prestasi terbaik namun memiliki psychological well-being yang tergolong sedang meskipun mendapatkan dukungan yang tinggi.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN KINERJA GURU DI SMA ‘X’ Sri Kandariyah Nawangsih; Fitria Linayaningsih
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 17, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.401 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v17i1.507

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan kinerja guru di SMA ‘X’. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara motivasi dan kinerja guru. Semakin tinggi motivasi maka semakin tinggi pula kinerja guru, demikian pula sebaliknya. Adapun subjek dalam penelitian ini berjumlah 32 guru di SMA ‘X’.Metode skala menjadi metode pilihan untuk mengungkap motivasi dan kinerja guru, melalui skala motivasi dan skala kinerja guru. Analisis data menggunakan teknik Korelasi Product Moment melalui SPSS for Windows versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi dan kinerja guru yang dibuktikan dengan nilai rxy = -0,438 dan p=0,012 (p<0.01), sehingga hipotesis yang dinyatakan dalam penelitian ini ditolak.
Pengaruh Acceptance and Commitment Therapy (ACT) terhadap Penurunan Kecemasan pada Perempuan Korban Kekerasan Seksual Anindita Nova Ardhani; Sri Kandariyah Nawangsih
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.391 KB) | DOI: 10.26623/philanthropy.v4i1.2139

Abstract

Abstrak. Pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam kehidupan tidak semuanya merupakan pengalaman yang menyenangkan. Setiap pengalaman melibatkan perasaan. Pengalaman positif melibatkan perasaan positif dan pengalaman negatif melibatkan perasaan negatif pula. Mengalami kekerasan seksual bagi perempuan merupakan pengalaman negatif yang sangat menyakitkan dan berdampak buruk pada kondisi psikologis. Seksualitas merupakan sesuatu yang kompleks dan sensitif yang tidak hanya menyangkut aspek biologis saja namun juga aspek psikologis dan juga sosial. Oleh sebab itu korban kekerasan seksual sangat mungkin mengalami gejala klinis akibat dari hal buruk yang dialaminya. Gejala klinis yang mungkin dialami adalah kecemasan.   Penanganan dan penyembuhan kecemasan yang menjadi tanda terjadinya trauma psikis akibat kekerasan seksual haruslah mendapat perhatian besar agar dampak kekerasan seksual pada koran tidak semakin menjadi parah dan merusak kualitas hidup korban. ACT membantu untuk tetap menemukan kebahagiaan di tengah situasi yang tidak menyenangkan karena pengalaman negatif yang dialami dengan cara menerimanya. ACT mampu meningkatkan fleksibilitas psikologis. Semakin fleksibel seseorang maka semakin mudah menyesuaikan diri dengan kondisi karena memiliki kemampuan yang baik untuk menerima sehingga semakin mudah pula untuk bertindak menuju nilai yang ingin dicapai. ACT diharapkan dapat menurunkan kecemasan yang merupakan dampak yang dialami oleh perempuan korban kekerasan seksual. Dengan ACT, diharap akan terjadi peningkatan fleksibilitas psikologis yang dapat menurunkan kecemasan   yang dialami korban kekerasan seksual.  Kata kunci : kekerasan seksual, kecemasan, ACT
KAJIAN KOMITMEN ORGANISASI MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI KOTA SEMARANG Sri Kandariyah Nawangsih
Jurnal Riptek Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.893 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v13i1.44

Abstract

The purpose of this research examines the organizational commitment to face the era of the industrial revolution 4.0 in Semarang city and examines the dimensions of organizational commitment in the face of the era of the industrial revolution 4.0 in Semarang city. This research is expected to benefit through research performed on information obtained as input to add insight, integrated and synergistic between one party with the other party, such as a determination of policy, private sector, and academics to achieve the vision and mission of Semarang city in accordance with the targets that have been set. This research is the research libraries by using the method of data collection the library studies against some references including the results of previous research. After the data that is intended to collect and in accordance with the purpose result, then classified and organized for analysis. Results of the study are known to occupy the position of his organizational commitment to each, both as a moderator variable, causes variable, and the result variable. As for the affective commitment involves feeling (emotion-based), continuation commitment appears based on the matter of costs (cost-based reason), and normative commitment appears based on consideration of a sense of obligation to remain in the organization (obligation-based). There is an interesting findings i.e. employees eager maintain jobs is based by a sense of need work, age has a positive influence but not significant toward affective commitment, while salary satisfaction having a positive influence and significantly to affective commitment.
Alienasi pada Siswa SMP selama Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Kimmy Katkar; Sri Kandariyah Nawangsih; Markus Nanang Irawan
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menuntut setiap siswa untuk bisa beradaptasi dengan metode pembelajaran secara daring. Metode pembelajaran daring ternyata menimbulkan masalah psikososial, salah satunya adalah munculnya perilaku alienasi yang disebabkan karena siswa menghabiskan waktu di depan laptop atau smartphone-nya lebih dari enam jam sehari. Secara tidak sadar, hal ini menyebabkan para siswa terjebak dalam kehidupan dunia maya dan terasing dari dirinya sendiri serta lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran alienasi pada siswa SMP dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mendorong siswa SMP teralienasi selama pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengodean deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pembelajaran daring, ketiga partisipan mengalami alienasi dengan lingkungan sosialnya yang berdampak negatif pada akademik dan hubungan interpersonalnya. Faktor penyebabnya bermula dari siswa yang memiliki hubungan kurang dekat dengan keluarga, merasa tidak ada yang memedulikan dirinya, dan individu yang cenderung menutup diri. Selama pembelajaran daring, ketiga partisipan mengalami alienasi pada sesama dengan lingkungan sosialnya dan memilih menghabiskan waktunya dengan dunia maya daripada dunia nyata.
Metode Mewarnai Untuk Menurunkan Stres dan Kecemasan Pada Pendamping Pasien (Caregiver) Hermiana Vereswati; Sri Kandariyah Nawangsih; Dewi Puspita Sari
Jurnal ABDIMAS Budi Darma Vol 4, No 2 (2024): Februari 2024
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/pengabdian.v4i2.7483

Abstract

Peran keluarga sangat penting bagi pasien, baik dari segi fungsional, fungsi sosial, maupun untuk mengurangi tekanan psikologis yang dialami pasien. Beban yang muncul dapat menjadi pemicu terjadinya gangguan seperti kesulitan tidur dan konsentrasi, merasa sedih, kesepian, cemas, putus asa, turunnya produktivitas, hilangnya semangat dan nafsu makan, kelelahan, mudah marah, sering menangis, menarik diri dari keluarga atau lingkungan sekitar, hingga masalah kejiwaan seperti depresi dan kecemasan. Kegiatan dilakukan pada empat caregiver di rumah singgah IZI Semarang dan empat caregiver dari rumah pribadi. Metode kegiatan yakni mewarnai bebas bentuk sebagai sarana katarsis bertujuan untuk menurunkan tingkat kecemasan dan stres yang dihadapi pendamping pasien. Kondisi menunjukkan mayoritas pasien menderita penyakit kanker sebesar 50% dan masih menjalani pengobatan kemoterapi. Pasien sudah menjalani pengobatan selama 1 – 3 tahun sebesar 87,5%. Penghasilan pendamping pasien kurang dari dua juta per bulan sebesar 87,5 dan tidak memiliki penghasilan sebesar 37,5%. Hasil menunjukkan kegiatan mewarnai menjadi sarana katarsis. Kegiatan mewarnai memunculkan imajinasi yang dapat mengalihkan pikiran dari rutinitas sehari-hari, mengingatkan pendamping pasien pada cucu, mengungkapkan harapan akan kesuksesan dan keberhasilan hidup, perasaan senang atas hasil karya mewarnai, Perasaan lega atau terhibur, ungkapan kesedihan atas ujian hidup. Mayoritas tingkat kecemasan menjadi rendah namun tingkat stres pada kategori sedang. Kondisi stadium penyakit pasien yang bervariasi berpengaruh pada psikologis pendamping pasien.
Spiritualitas Dan Resiliency Of Self Efficacy Pada Pekerja Seks Komersil Melalui Psikodrama Sri Kandariyah Nawangsih; Hermiana Vereswati; Nurul Lis Maulidda
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v2i1.396

Abstract

In August 2019, the Semarang City Government closed the Sunan Kuning localization. This community service aims to see a picture of spiritualism and resilience of self-efficacy in former female commercial sex workers who live in the Sunan Kuning area of ​​Semarang. Methods of using psychodrama. The participant profile shows that the majority are elementary school graduates at 53.8%, marital status is divorced at 61.5%. Observation results show that economic factors, loss of income as a prostitute, large number of children, separation from friends are the causes of sadness, anger, stress and feelings of fear after the closure of localization. Overall, psychodrama activities give rise to better thoughts and feelings, including being able to express sadness, a means of catharsis and the spirit of continuing entrepreneurship and becoming a better person.
Pelatihan Service Excellent pada Guru TK. Widyatama Sendangmulyo - Semarang Rusmalia Dewi; Gusti Yuli Asih; Sri Kandariyah Nawangsih
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v3i1.1428

Abstract

The purpose of this community service is to provide training on Service Excellence to Widyatama Kindergarten Teachers in order to improve their understanding of the challenges, skills and competencies needed to succeed in the service process. Customer service requires speed and awareness of comfortable and satisfying service in today's competitive era. Good service improves the school's reputation. This training will discuss how to improve teacher skills for reliable, comfortable and satisfying customer service. Initial observations showed that Widyatama Kindergarten Teachers provided mediocre service to students and parents due to limited circumstances. This made the owner of Widyatama Kindergarten concerned because of the lack of understanding of excellent service that could increase the number of students at Widyatama Kindergarten. The lack of knowledge about providing excellent service to students and parents made the team want to help find a solution about understanding excellent service to Widyatama Kindergarten teachers through Service Excellent Training. The process is to gather these teachers in the classroom and provide material on understanding and practicing Service Excellent in the form of lectures, stories and games as well as group discussions. The service team's hope for TK.Widyatama teachers is to be able to understand the results of the training, with an increased understanding of Service Excellent, it can improve the ability of these teachers to be even better in serving students and their parents, so that it can increase the number of students entering TK.Widyatama.
Pelatihan Adversity Quotient untuk Optimalisasi Pribadi yang Tangguh pada Pendidik PAUD: indonesia Nawangsih, Sri Kandariyah; Wangge, Maria Yuliana Wangge; Katkar, Kimmy Katkar; Pribadi, Agung Santoso
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 07, Issue 02, September 2025
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol7.iss2.art13

Abstract

Early childhood education educators have a role in shaping children's character from an early age. Early childhood is in a golden age where the role of parents, teachers, and the surrounding environment is needed to support the growth and development of children. In reality, in the process of educating children at school, children are not ready to be separated from their parents, children become tantrums and are not cooperative in learning, even differences in how to educate children between parents and educators cause their own problems. Differences of opinion between educators, as well as the increasing administrative burden of educators, cause educators to experience various difficulties that affect their duties, roles, and responsibilities as educators. This community service activity aims to provide adversity quotient training to early childhood education educators with the hope that the results of the training can help educators be more resilient in dealing with various problems faced. The training method is carried out by giving lectures, ice breaking, and providing pretests and posttests to training participants. The results of the analysis of adversity quotient training activities through the Wilcoxon T-test showed that 50 data (N = 50) showed that the post-test value was greater than the pre-test value, with a mean rank of 25.50 and a sum of ranks of 1275.00 with a Z value of -6.187 (p 0.000). Based on these results, it can be concluded that the training that was carried out effectively contributed to increasing participant understanding, considering that the post-test score was higher than the pre-test. Through this activity, participants have a better understanding that every problem has a solution and therefore the ability to survive in difficult situations and remain enthusiastic about finding solutions through various means is needed, even making difficulties an opportunity to overcome problems as well as possible.