Articles
Implementasi Terapi Mewarnai Pada Anak Usia Dini di TK Swasta Katolik Asisi Delitua
Pakpahan, Rotua Elvina;
Ginting, Amnita Anda Yanti;
Saragih, Ice Septriani;
Sembiring, Friska;
Simorangkir, R.Oktaviance;
Lumban Gaol, Hotmarina
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.5671
Terapi bermain merupakan suatu aktivitas bermain yang dijadikan sarana untuk menstimulasi perkembangan anak, mendukung proses penyambuhan dan membantu anak lebih kooperatif dalam program pengobatan serta perawatan. Bermain dapat dilakukan oleh anak sehat maupun anak sakit walaupun anak sedang dalam keadaan sakit tetapi kebutuhan akan bermain tetap ada. Melalui kegiatan bermain, anak dapat mengalihkan rasa sakitnya pada permainan dan relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di TK Swasta Katolik Assisi Delitua karena anak usia dini membutuhkan terapi bermain Mewarnai adalah untuk mengembangkan motorik halus, keterampilan kognitif dan kemampuan berbahasa serta mewarnai dapat membantu anak dan mengembangkan rasa saling percaya dan menghilangkan kecemasan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masayrakat ini adalah dengan metode Service-Learning. Dimana metode ini jika dilihat dari sudut pandang kepentingan untuk mahasiswa, selain memberikan model pembelajaran aktif, yang metodenya tidak hanya kuliah tatap muka di dalam kelas, juga memberikan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat. masalah terkait bidang pengetahuannya sekaligus mencari solusi terhadap masalah yang berkembang di tengah masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat membantu anak usia dini anak usia untuk mengembangkan motorik halus, keterampilan kognitif dan kemampuan berbahasa serta mewarnai dapat membantu anak dan mengembangkan rasa saling percaya dan menghilangkan kecemasan.
Penerapan Swedish Massage pada Lansia Penderita Hipertensi
Sembiring, Friska;
Ginting, Amnita Anda Yanti;
Tumanggor, Lili Suryani;
Rupang, Ernita Rante;
Barus, Mardiati;
Sitanggang, Yohana Beatry
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v7i2.5672
Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang cenderung memiliki risiko kejadian lebih tinggi pada lansia dikarenakan adanya penurunan berbagai fungsi tubuh akibat bertambahnya usia dan salah satu penyakit kronis non-infeksi yang paling umum yang telah diidentifikasi sebagai faktor risiko utama kematian, dan menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab tahun-tahun kehidupan. Meskipun Hipertensi tidak selalu menggunakan obat-obatan tergantung dari keparahan dan komplikasi yang dapat disebabkan oleh hipertensi dimana kejadian hipertensi disebabkan karena gaya hidup yang saat ini lebih banyaj yang tidak sehat. Pada lansia diperlukan terapi komplementer dari pada konsumsi obat yang erus berkelanjutan dan salah satu nya adalah swedish massage yang terdiri dari tekhnik fleurage, petrisage, friction, tapotement dan vibration dengan tujuan melepaskan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi nyeri dan meningkatkan fleksibilitas. Metode yang digunakan tim pengabdian langsung melakukan terapi swedish massage kepada 77 dan melibatkan perawat di panti werdha serta care giver selama 20 menit sebanyak 6 kali dalam waktu 2 minggu dengan hasil yang didapatkan adanya penurunan tekanan darah dari hipertensi grade II menjadi hipertensi grade I. Setelah tindakan maka dilakukan evaluasi dengan mengukur kembali tekanan darah dan menanyakan perasaan peserta lansia merasa lebih rileks dan standar prosedur operasional di berikan kepada perawat dan care giver sehingga dapat terus di lanjutkan untuk kenyamanan dan kesehatan para lansia di graha residen senior medan.
Duration Of Hemodialysis With Incidence Of Pruritus In The Hospital Santa Elisabeth Medan In 2024
Sembiring, Friska;
Ginting, Amnita;
Sinurat, Samfriati;
Togatorop, Afrina Irene Zepanya
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 4, No 3 (2025): J-BIKES MARET
Publisher : Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-bikes.v4i3.104
Hemodialysis therapy that patients with chronic kidney failure must undergo during their lifetime. The length of hemodialysis therapy that patients undergo has a different time – different for each individual, the hemodialysis process causes complications such as pruritus. Pruritus occurs in patients undergoing hemodialysis because during the dialysis process there is an increase in temperature and dilation of blood vessels, causing sweating and itching. This study aims to determine the long-term relationship between hemodialysis and the incidence of pruritus in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. This study uses the Cross Sectional research method. The sampling technique uses total sampling, namely the number of patients undergoing hemodialysis as many as 65 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire and the statistical test used was the Spearman rank test. p-value = 0.001 (p0.05) and a correlation coefficient of 0.493 which means that there is a relationship between Long Duration of Hemodialysis and the Incidence of Pruritus in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis.
IMPLEMENTASI SWEDISH MASSAGE PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI GRAHA RESIDEN SENIOR MEDAN
Sembiring, Friska;
Ginting, Amnita;
Rupang, Ernita Rante;
Tumanggor, Lili Suryani;
Barus, Mardiati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2024
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52317/JUPKes.v3i2.619
Hipertensi dikenal secara luas sebagai penyakit kardiovaskular dimana penderita memiliki tekanan darah di atas normal. Hipertensi pada lansia saat ini terus meningkat dengan prevalensi hipertensi pada lansia di dunia diperkirakan sekitar 15-20%. Swedish massage merupakan bentuk intervensi keperawatan yang berfungsi menurunkan tekanan darah guna mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Implementasi dilakukan selama 20-30 menit pada satu kali pertemuan. Terapi masase ini dapat memberikan efek kondisi relaksasi pada fisik dan mental dimana Pijat (massage) adalah Terapi non farmakologi yang yang efektif digunakan untuk mengurangi TD sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan rasa nyaman kepada lansia penderita hipertensi.
Parenting Patterns and Level of Independence in Preschool Children's Teeth Brushing at Assisi Catholic Kindergarten Medan
Sembiring, Friska;
Saragih, Helinida;
Elvin Hulu
Jurnal Midwifery Vol 7 No 2 (2025): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jmw.v7i2.60941
Background Preschool children (golden age periode) are the age where children develop the confidence to explore their independence. One form of independence for preschool children in personal hygiene is brushing their teeth independently. Preschoolers are prone to experience dental caries due to the consumption of sweet foods and low teeth brushing habits, so proper parental parenting is needed to foster independence in maintaining dental hygiene. This research aims to determine parenting patterns and the level of independence in brushing teeth of preschool children at the Assisi Catholic Kindergarten Medan. The method used is a descriptive method with a Cross-Sectional approach. The sample in this study are 35 respondents. The sampling technique is Purposive sampling. The research instrument used is a questionnaire Tiarasukma on parenting patterns and independence in brushing teeth. The research results shows that the majority of parents implemented democratic parenting at 62.9% and the level of independence for preschool children in brushing their teeth reached 74.3%. It is hoped that the results of this research will become learning material for health workers in providing information to parents regarding the implementation of good and correct parenting patterns to help parents more easily teach independent tooth brushing to preschool children.
GAMBARAN USIA DENGAN KEJADIAN PRURITUS UREMIK PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN
Br Sembiring, Friska;
Ginting, Amnita
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 1 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37104/ithj.v5i1.89
Uremic pruritus is one of the complaints that often occurs in patients with chronic kidney failure which is an uncomfortable sensation or itching and can cause disturbances during the day or night and can even occur throughout the day such as sleep disturbances, activities, depression and skin complications that can reduce quality of life of patients with chronic renal failure. This study aims to describe the age of patients with uremic pruritus experienced by patients with chronic renal failure using a descriptive quantitative design. The instruments used in this study were demographic data and a 5-D itch scale questionnaire. This research was conducted at the Haji Adam Malik General Hospital Medan within one month with a sample of 100 people. The results showed that the majority of respondents were at the age of 46-55 (30.5%) and 56-65 (30.5%) who suffered from uremic pruritus with an itching scale of 15-24 (moderate) as much as 59.2%. This study provides information on one of the factors that cause and exacerbate the incidence of uremic pruritus in patients with chronic kidney failure so that nurses can maximize nursing care for patients with uremic pruritus, especially in patients with chronic kidney failure Abstrak Pruritus uremik merupakan salah satu keluhan yang sering terjadi pada pasien gagal ginjal kronik yang merupakan sensasi tidak nyaman atau rasa gatal dan dapat menyebabkan gangguan pada siang atau malam hari bahkan dapat terjadi sepanjang hari seperti gangguan tidur, beraktifitas, depresi dan komplikasi pada kulit yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran usia pasien yang mengalami pruritus uremik yang dialami pasien gagal ginjal kronik dengan menggunakan design kuantitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah data demografi dan kuesioner 5-D itch scale (skala gatal). Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan dalam waktu satu bulan dengan jumlah sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas karakteristik responden berada pada usia 46-55 (30.5%) dan 56-65 (30.5%) yang menderita uremik pruritus dengan hasil skala gatal 15-24 (sedang) sebanyak 59,2%. Penelitian ini memberikan informasi salah satu faktor yang menjadi penyebab dan yang memperparah kejadian pruritus uremik pada pasien gagal ginjal kronik sehingga perawat dapat lebih maksimal dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami pruritus uremik khususnya pada pasien gagal ginjal kronik.
HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
Sembiring, Friska Br;
Pakpahan, Rotua Elvina;
Tumanggor, Lili Suryani;
Laiya, Epy Karniat Gustin
Indonesian Trust Health Journal Vol 7 No 1 (2024): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37104/ithj.v7i1.193
Chronic kidney failure is a disease in which the function of the kidneys decreases so that they are unable to work in terms of filtering and disposing of the body's electrolytes.This condition causes patients with chronic kidney failure to undergo hemodialysis therapy which is carried out 2-3 times a week for a lifetime. This study aims to determine the relationship between the length of time undergoing hemodialysis and the quality of life of chronic kidney failure patients at H. Adam Malik General Hospital Medan 2023. This study uses a correlational design with a cross sectional approach. The population of this study are 376 people. The sampling technique used is purposive sampling, which total 79 samples. The instrument used is the Kidney Disease Quality of Life Questionnaire Short Form 36 (KDQOL-SF36). The results showed that most of the respondents underwent hemodialysis < 1 year as many as 36 people (45.6%), and most of them have a high quality of life as many as 46 people (58.2%). The results of statistical tests using the chi-square test obtained p-value = 0.103 (p> 0.05). Based on the result of the study, it can be concluded that there is no relationship between the length of time undergoing hemodialysis and quality of life of chronic kidney failure patients at H. Adam Malik General Hospital Medan in 2023. Suggestions from this study are that patients can carry out hemodialysis therapy regularly in order to achieve a good quality of life. Abstrak Gagal ginjal kronis adalah penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga tidak mampu bekerja dalam hal penyaringan dan pembuangan elektrolit tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan penderita gagal ginjal kronis harus menjalani terapi hemodialisa yang di lakukan 2-3 kali seminggu untuk seumur hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 376 orang. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah Purposive sampling, yang berjumlah 79 sampel. Instrumen yang di gunakan adalah Kuesioner Kidney Disease Quality of Life Short Form 36 (KDQOL-SF36). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani hemodialisa < 1 tahun sebanyak 36 orang (45,6%), dan sebagian besar memiliki kualitas hidup tinggi sebanyak 46 orang (58,2%). Hasil uji statistik menggunakan chi-square test di peroleh p-value = 0,103 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa tidak ada hubungan lama menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2023. Saran dari penelitian ini diharapkan pasien dapat melaksanakan terapi hemodialisa secara teratur agar tercapai kualitas hidup yang baik.
Edukasi Metode Be-Fast Untuk Deteksi Dini Stroke Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar
Sembiring, Friska Br;
Yanti Ginting, Amnita Anda;
Pakpahan, Rotua Elvina;
Sitanggang, Yohana;
Ginting, Agustaria
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7423
Kematian serta kecacatan fisik dan mental merupakan dampak yang umum di temukan pada penyakit stroke,sebagai akibat aliran darah ke otak terputus secara tiba-tiba dengan penyebab utamanya adalah pecahnya pembuluh darah di otak atau penyumbatan yang sangat parah dan dapat terjadi pada usia produktif dan lanjut usia dengan salah satu penyebabnya adalah penyakit hipertensi. Deteksi dini dengan metode Be-fast (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, & Time) sangat membantu mengenali gejala dini stroke sehingga menurunkan tingkat kematian maupun kecacatan akibat terlambat di bawa ke fasilitas kesehatan. Penyakit stroke dan hipertensi merupakan 10 penyakit terbesar di Puskesmas Simalingkar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini agar masyarakat khususnya dalam hal ini lansia mampu mengenali gejala awal kejadian stroke melalui metode be-fast sehingga segera pergi ke layanan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan. Kegiatan edukasi ini diberikan kepada 20 orang lansia. Pendekatan yang dilakukan kepada lansia melalui metode edukatif dan promotif ini diharapkan terjadi perubahan perilaku positif dalam mengenal tanda dini dari penyakit stroke.
Overview Of Psychological Well-Being In First-Year Students of STIKes Santa Elisabeth Medan
Rupang, Ernita Rante;
Sembiring, Friska;
Togatorop, Eka Olivia
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 19 No 2 (2024): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30643/jiksht.v19i2.394
Introduction: Students are those who pursue knowledge or who study in college. Students who cannot accept the shortcomings that exist in themselves will often feel stressed because these individuals have not been able to adapt to their new environment, so they need good psychological well-being. So in this case it makes the individual feel that he cannot respect himself, then a high psychological well-being is required. Objectives: The purpose of this study was to describe psychological well-being in level 1 students of STIKes Santa Elisabeth Medan. Methods: The research design is descriptive with a cross-sectional approach. The sample of this research was 206 level 1 students of STIKes Santa Elisabeth Medan using a total sampling technique. The measuring instrument for this study used a psychological well-being questionnaire with six dimensions, namely 7 self-acceptance dimensions, 7 statements on positive relationships with other people, 7 statements on independence dimension, 7 statements on environmental mastery dimension, 7 statements on life goals dimension, and 7 personal development dimensions. Statements, the total number of statements is 42. Result: Most research results are psychological well-being in the sufficient category (84.5%). Conclusion: It is hoped that this research can be input for students so that they can adapt to a new environment.
Implementasi Senam Asma Pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai
Saragih, Ice Septriani;
Gaol, Hotmarina Lumban;
Ginting, Amnita Anda Yanti;
Sembiring, Friska;
Saragih, Helinida;
Simbolon, Maria Puji Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13083
ABSTRAK Asma termasuk kedalam penyakit kronis yang memiliki ciri khas serangan berulang sesak nafas dan mengi. Peningkatan prevelensi penyakit asma sering bertambahnya usia. senam asma untuk membantu mengurangi gejala yang dialami oleh lansia. Senam asma dapat meningkatkan kemampuan penderita asma dalam melakukan kegiatan sehari-hari, yaitu meningkatkan kemampuan bernapas, meningkatkan efisiensi kerja otot-otot pernapasan, menambah aliran darah keparu sehingga aliran udara yang teroksigenasi lebih banyak. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Januari 2022 yang mulai pukul 08.00-selesai bertempat Lapangan UPT pelayanan lanjut usia binjai. Kegiatan ini di ikuti oleh 42 orang lansia. Hasil pelaksanaan senam asma pada lansia adalah adanya peningkatan pengetahuan dan kebugaran tubuh pada lansia, lansia mengikuti senama dengan antusias dan proaktif. Pelaksanaan senam asma pada lansia di Unit Pelayanan Sosial berjalan dengan lancar dan baik dan diharapkan pelaksanaan senam asma ini terus dilakukan secara kontinu supaya dapat meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup lansia. Kata Kunci: Senam Asma, Lansia ABSTRACT Asthma is a chronic disease characterized by repeated attacks of shortness of breath and wheezing. The increasing prevalence of asthma often increases with age. Asthma exercises to help reduce the symptoms experienced by the elderly. Asthma exercises can improve the ability of asthma sufferers to carry out daily activities, namely improving the ability to breathe, increasing the efficiency of the respiratory muscles, increasing blood flow to the lungs so that more oxygenated air flows. Community Service Activities (PKM) will be held on Friday, January 21 2022, starting at 08.00-finish at the UPT field for elderly services in Binjai. This activity was attended by 42 elderly people. The result of implementing asthma exercises for the elderly is an increase in knowledge and body fitness in the elderly, the elderly follow the exercise enthusiastically and proactively. The implementation of asthma exercises for the elderly in the Social Services Unit runs smoothly and well and it is hoped that the implementation of asthma exercises will continue to be carried out continuously so that it can improve the fitness and quality of life of the elderly Keywords: Asthma Exercise, Elderly