Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Beyond the Ideal: Deconstructing Perfection in Aveus Har's ‘Istri Sempurna’ Nurdiawan, Indra; Apriyani, Tristanti; Li, Hanyu
COMMICAST Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/commicast.v6i2.12854

Abstract

The standard of perfection illustrated in Istri Sempurna short story is embodied by a gynoid. However, this portrayal of perfection presents a dilemma in itself. This study focuses on the concept of an ideal life depicted in the short story Istri Sempurna. However, the existing literature review reveals a research gap, specifically that no research has discussed the value of perfection as portrayed in the short story Istri Sempurna through Derrida's perspective.  The data collection technique in this study was carried out by reading and understanding the short story Istri Sempurna several times to obtain an overview of its themes and characters. This study attempts to apply Derrida's deconstruction principles, such as différance and binary opposition, to analyze how meanings in the text can shift and contradict each other. To ensure the validity and reliability of the study, data triangulation was carried out by comparing the results of the text analysis with relevant literature.  The results of the study found that the concept of perfection depicted in Istri Sempurna short story is an ambiguity surrounding the idea of ​​perfection, which shows that what is considered ideal is not necessarily the same as true satisfaction or happiness.  The findings of this study are expected to provide a new perspective on how the notion of perfection is constructed and deconstructed within contemporary Indonesian literature. Future research is recommended to explore similar themes using other poststructuralist approaches to enrich the discourse on gender, technology, and ideality in literary studies
CERITA DI BALIK PERUNDUNGAN : PELATIHAN MEMBUAT COMIC STRIP INSPIRATIF Apriyani, Tristanti; Handung Jaya, Patria; Daulay, Resneri; Hasyim Salengke, Taufiqurrahman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1457-1464

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, isu perundungan (bullying) di kalangan anak-anak dan remaja telah menjadi perhatian serius di banyak negara. Mahasiswa sebagai agen perubahan dapat terlibatan aktif dalam berbagai gerakan dan aksi kritis terhadap masalah perundungan (bullying). Peran aktif mahasiswa ini dapat dilakukan dengan cara menyampaikan gagasan atau cerita secara singkat, padat, interaktif, dan menyenangkan melalui comic strip tentang dampak negatif dari perilaku perundungan (bulliying). Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan program pengabdian berupa pelatihan pembuatan comic strip bagi mahasiswa UAD dan IIUM Malaysia.  Dalam pembuatan Comic strip mahasiswa dapat memanfaatkan sastra anak sebagai kontennya. Pertimbangan dipilihnya pelatihan pembuatan comic strip karena comic strip memiliki tampilan visual yang menarik sehingga pesan dapat lebih mudah dipahami. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap sosialisasi. Secara keseluruhan, pelatihan pembuatan comic strip ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan keterampilan peserta. Keberhasilan pelatihan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pengembangan program pendidikan yang tidak hanya bermanfaat bagi peserta secara individu, tetapi juga berkontribusi pada penguatan hubungan antarbudaya dan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu sosial yang dihadapi oleh generasi muda di kedua negara.
EKSISTENSI PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL MERANTAU KE DELI KARYA HAMKA Aulia, Elvira Rachmasari; Yuliawati, Nur Putriana; Apriyani, Tristanti
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2023): LINGUISTIK: jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i2.299-304

Abstract

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai eksistensi perempuan Jawa yang lemah lembut. Hamka menggambarkan tokoh dalam novel sebagai eksistensi perempuan Jawa yang kalem, lemah lembut, dan penurut.Penelitian dilakukan dengan menggunakan teori eksistensialisme Simone De Beavoir.Penelitian berupaya untuk mendeskripsikan keterlibatan tokoh perempuan Jawa dalam esistensinya sebagai perempuan Jawa pada umumnya.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat.Sementara, teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan car menyeleksi, mengklarifikasi, menafsirkan, memaknai data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan dalam novel “Merantau ke Deli” memberikan gambaran kondisi perempuan Jawa yang eksistensiny begitu kompleks sebagai seorang istri dan sebagai anggota masyarakat.
Gaya Hidup Tokoh Haia dalam Novel Laut Tengah: Perspektif Bourdieu Sofiana, Ayu; Apriyani, Tristanti
Lingua Susastra Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ls.v6i2.507

Abstract

This study examines the representation of the female protagonist’s lifestyle in Berliana Kimberly’s novel Laut Tengah through Pierre Bourdieu’s theory of practice, especially habitus, capital, and field. The novel portrays Haia, a high‑achieving Muslim student who negotiates modernity, religiosity, and family pressure, yet her lifestyle practices have rarely been analyzed from a Bourdieusian sociological perspective. Using a qualitative descriptive method, this research takes Laut Tengah (2024) as the material object and focuses on the construction of Haia’s lifestyle as reflected in narrative descriptions, dialogues, and everyday scenes. Data were collected through close reading and note‑taking, then analyzed using an interactive model involving data reduction, matrix‑based data display, and conclusion drawing. The findings reveal three interrelated lifestyle configurations—independent, simple, and modern—emerging from the interaction between limited economic capital, high cultural capital as an outstanding student, and symbolic capital derived from a religio‑modern image. These configurations function as symbolic strategies for negotiating family‑based symbolic violence, gaining legitimacy in academic and urban spaces, and articulating a modern Muslim female identity within the demands of class and popular culture.
Luka yang Berbicara Lewat Diam: Representasi Trauma dalam Novel Satine Karya Ika Natassa Utaminingsih, Maharani Tri; Apriyani, Tristanti; Ainul Fajriani, Baiqainul; An, Yeonu
MIMESIS Vol. 7 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mms.v7i1.15162

Abstract

Kekuatan sastra terletak pada kemampuannya menghubungkan pengalaman pribadi dengan makna universal, sehingga trauma menjadi lebih mudah dipahami dan diterima dalam konteks sosial maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman traumatis melalui tokoh Satine dan Ash dalam novel Satine karya Ika Natassa. Menggunakan pendekatan teori trauma modern yang digagas oleh Cathy Caruth. Penelitian ini merupakan studi deskriptif  kualitatif. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Satine karya Ika Natassa menghadirkan representasi trauma secara kompleks melalui narasi yang terfragmentasi dan penuh simbol melalui potongan-potongan ingatan yang muncul tiba-tiba dan tidak berurutan. Penggunaan metafora, simbol, serta pengulangan adegan dan pertanyaan menjadi strategi naratif untuk menggambarkan luka psikologis yang sulit diungkapkan secara langsung. Trauma dalam novel ini tampak bekerja melalui keheningan, keterputusan bahasa, dan pergeseran emosi, sehingga cerita menjadi tidak linear dan sering kali melompat-lompat. Dengan demikian, novel Satine tidak hanya menampilkan trauma sebagai tema, tetapi juga sebagai metode penceritaan yang mengacaukan kohesi narasi dan memunculkan pengalaman pembacaan yang penuh ketegangan emosional.
Representasi Budaya Konsumtif dalam Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari Apriyani, Tristanti; Agustina, Nina
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v8i2.18069

Abstract

Tanpa disadari budaya konsumsi turut mempengaruhi cara berpikir dan bertindak manusia modern. Novel Home Sweet Loan menggambarkan fenomena tersebut dan menunjukkan bahwa barang-barang yang dikonsumsi tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fisik, tetapi juga berfungsi sebagai simbol identitas dan status sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan budaya konsumsi  dalam novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari dengan menggunakan teori yang dikemukakan Jean Baudrillard. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara membaca objek material secara berulang kali dan mengklasifikasi temuan ke dalam tabulasi data. Sementara teknik analisis data dilakukan dengan cara teknik analisis isi. Hasil penelitian membuktikan bahwa budaya konsumtif yang direpresentasikan dalam novel Home Sweet Loan mendominasi kehidupan modern melalui nilai tanda, simulacra, dan hiperealitas. Penelitian ini merekomendasikan adanya penelitian lanjutan dengan pendekatan interdisipliner terhadap representasi budaya konsumsi dalam karya sastra populer, serta kontribusinya dalam membentuk kesadaran masyarakat terhadap praktik konsumsi yang lebih reflektif dan berkelanjutan.
Representasi Trauma Tokoh ’Karang’ pada Novel Aku Tak Membenci Hujan Karya Sri Puji Hartini dalam Perspektif Cathy Caruth Lidya Nurmalawati; Tristanti Apriyani
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i1.7792

Abstract

Psychological trauma is an important theme in literary works because it reflects complex emotional experiences and influences the formation of a character’s identity. One literary work that portrays such experiences is the novel Aku Tak Membenci Hujan by Sri Puji Hartini, which depicts the character Karang who experiences violence and rejection since childhood. This study aims to analyze the representation of trauma experienced by Karang using Cathy Caruth’s trauma theory. This research employs a qualitative descriptive method with a literary psychology approach. The data source is the novel Aku Tak Membenci Hujan, while the data consist of narrative quotations, dialogues, and depictions of inner conflicts that indicate traumatic symptoms. Data were collected through reading and note-taking techniques and analyzed by relating textual findings to the main concepts of Cathy Caruth’s trauma theory. The results show that Karang’s trauma is represented in three main forms: trauma as an experience that is not fully realized when it occurs, trauma that reappears through repetitive behaviors and emotional responses, and trauma represented through narrative fragmentation. These findings indicate that trauma in literary works not only functions as a background of the character’s experience but also shapes identity and the development of the narrative structure.
Representasi Sambal dalam cerpen Sambal Keluarga karya Puthut EA Tristanti Apriyani; Putri Dwi Yuli
Diglossia Vol 17 No 1 (2025): September (In Progress)
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v16i1.4983

Abstract

Karya sastra dapat menggambarkan makanan sebagai metafora atau simbol yang mengungkapkan perasaan, hubungan, serta konflik di dalam karya sastranya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi makanan pada cerpen Sambal Keluarga karya Puthut EA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber primer berupa kutipan kata, frasa, atau kalimat yang menunjukkan adanya representasi sambal dalam cerpen Sambal Keluarga, sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku referensi dan artikel jurnal baik nasional maupun internasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis pada penelitian ini mengacu pada tiga tahap teknik triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi sambal dalam cerpen Sambal Keluarga karya Puthut EA tidak hanya berfungsi sebagai unsur fisik dalam narasi, tetapi juga sebagai simbol budaya, sosial, historis, dan emosional. Sambal yang tergambar dalam cerpen tersebut memenuhi empat konsep gastrokritik dimana sambal sebagai kesenangan; sambal sebagai seni; sambal sebagai nama; dan sambal sebagai sejarah. Representasi sambal dalam cerpen Sambal Keluarga mencerminkan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga yang mencerminkan kebiasaan, tradisi budaya, serta kritik terhadap norma yang berlaku dalam keluarga.
Representasi Degradasi Keimanan dalam Cerpen “Wabah” Karya Ahmad Mustofa Bisri Arif Rahman; Tristanti Apriyani
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 2 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i2.7759

Abstract

A decline in one's faith may result from a lack of literacy or knowledge about the ethical principles associated with transcendence. It is of significant importance to enhance the literacy about transcendence, with the objective of elevating the quality of religious individuals. This study aims to elucidate the phenomenon of the degradation of faith as depicted in the short story "Wabah" by Ahmad Mustofa Bisri. The term "ethics of transcendence" is used to describe the formulation of prophetic literary ethics, as proposed by Kuntowijoyo. This study employs a qualitative descriptive research design. The data tabulation in this study employs data sources in the form of words, phrases, and sentences from the short story Wabah by Ahmad Mustofa Bisri, which was published in 2018. The analysis was conducted using the content analysis technique. The researcher acted as the primary data collector and played a role in determining the validity of the data through the triangulation method, until the conclusions were drawn. The results of this study demonstrate the representation of the deterioration of faith in the form of deviations from the Islamic faith, including acts of shirk and deviations from Ihsan, such as acts of slander and gossip. Additionally, the representation of the deterioration of faith in the short story Wabah can be utilized as a reflection of the human condition when confronted with challenges and when faith is often tested by fear, despair, and external pressures that override reason and spirituality. AbstrakKemerosotan keimanan seseorang dapat terjadi akibat kurangnya literasi maupun pengetahuan tentang etika transendensi. Literasi mengenai transendensi penting untuk ditingkatkan demi kualitas beragama umat semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena degradasi keimanan yang ada dalam cerpen Wabah karya Ahmad Mustofa Bisri. Etika transendensi mengacu pada rumusan etika sastra profetik yang dikemukakan Kuntowijoyo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tabulasi data pada penelitian ini menggunakan sumber data berupa kata, frasa, dan kalimat dari cerpen Wabah karya Ahmad Mustofa Bisri yang terbit di tahun 2018. Metode analisis dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis). Sementara instrumen pada penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai pengumpul data utama dan berperan dalam menentukan validitas data melalui metode triangulasi, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan representasi degradasi keimanan berupa penyimpangan Iman yaitu perbuatan syirik, penyimpangan Ihsan yaitu perbuatan fitnah dan gibah, serta gambaran tentang perbuatan dosa yang dianggap lumrah. Representasi degradasi keimanan dalam cerpen Wabah dapat dijadikan cerminan atas kondisi manusia ketika dihadapkan pada suatu masalah dan iman seringkali diuji dengan rasa takut, putus asa, dan tekanan dari luar yang mendominasi akal dan spiritualitas.
Representasi Pinjaman dalam Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari: Kajian Sosiologi Sastra Perspektif Piere Bourdieu Tristanti Apriyani; Xiao Lixian
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1645

Abstract

This study aims to analyze the representation of loans in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari using the perspective of literary sociology, namely, Pierre Bourdieu’s theory. This study is a qualitative descriptive study with content analysis as its main method. Data collection techniques involve repeatedly reading material objects and recording findings and relevant information in accordance with Bourdieu’s perspective. This study uses data triangulation to enhance the validity and reliability of its research findings. The results of the study indicate that the representation in the novel Home Sweet Loan is a manifestation of the characters’ habitus, shaped by their social experiences and cultural backgrounds. Loans not only play a role as economic actions but also as social capital that strengthens networks and relationships among actors in society. Loans also become part of the doxa accepted without critical questioning. This study recommends further research on the novel Home Sweet Loan, using an interdisciplinary approach, so that the results can serve as a reference for understanding social reality through a literary perspective. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pinjaman pada novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari dengan menggunakan perspektif sosiologi sastra yakni teori Pierre Bourdieu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis isi sebagai metode utamanya.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pembacaan objek material secara berulang dan teknik mencatat temuan data serta informasi yang relevan sesuai dengan perspektif Bourdieu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis triangulasi data sebagai untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi dalam novel Home Sweet Loan manifestasi dari habitus para tokoh yang terbentuk oleh pengalaman sosial dan latar belakang budaya. Pinjaman tidak hanya berperan sebagai tindakan ekonomis, tetapi juga sebagai modal sosial yang memperkuat jaringan dan hubungan antar aktor dalam masyarakat. Pinjaman pun menjadi bagian dari doxa yang diterima dan tidak dipersoalkan secara kritis. Penelitian ini merekomendasikan dilakukannya penelitian lanjutan terhadap novel Home Sweet Loan dengan pendekatan interdisipliner agar hasilnya dapat dijadikan rujukan dalam memahami realitas sosial melalui perspektif sastra.