Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Peran Guru Penggerak dalam Menumbuhkan Kreativitas Pembelajaran IPA di Daerah Pesisir Kabupaten Sumbawa Tahun 2025 Wiwi Noviati; Indah Dwi Lestari; Amanda, Amanda
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3741

Abstract

Peningkatan kreativitas dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan aspek penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan inovatif siswa abad ke-21. Namun, di daerah pesisir dengan keterbatasan sumber daya dan sarana pendidikan, kreativitas pembelajaran masih menjadi tantangan besar. Program Guru Penggerak merupakan inisiatif strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan mencetak guru sebagai pemimpin pembelajaran, agen perubahan, serta penggerak komunitas belajar. Guru Penggerak dibekali pelatihan intensif yang mencakup kompetensi pedagogik, sosial-emosional, kepemimpinan pembelajaran, coaching, refleksi, dan penguatan budaya positif untuk mendorong transformasi praktik pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, peran Guru Penggerak sangat relevan dalam mengembangkan kreativitas pembelajaran IPA, terutama pada konteks daerah pesisir yang memiliki karakteristik lingkungan belajar khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru penggerak terhadap pengembangan kreativitas pembelajaran IPA di sekolah-sekolah pesisir Kabupaten Sumbawa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan empat guru penggerak dari empat sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah pesisir kabupaten sumbawa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru penggerak dalam meningkatkan kreativitas pembelajaran IPA masih belum optimal. Hanya satu dari empat guru yang berhasil menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan pesisir melalui project-based learning dan pemanfaatan media lokal. Hambatan utama meliputi keterbatasan fasilitas, beban administratif, dan minimnya dukungan kelembagaan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sistemik dari sekolah dan pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas guru penggerak melalui pelatihan kontekstual dan kolaborasi berbasis potensi lokal.